Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 73: Maly yang Makin Aneh


__ADS_3

Ryzel terbaring di atas kasur sembari melihat langit-langit kamar. Dirinya bergumam dengan pikiran yang masih berada di peristiwa yang ia jalani bersama ketiga wanita pemberani itu. Tindakan dan perilaku mereka entah sengaja atau tidak disengaja membuat Ryzel kepikiran.


“Aku harus bermeditasi untuk menenangkan tubuh dan membersihkan pikiran dari hal yang tak senonoh.“


Dengan keputusan tersebut, Ryzel mengambil posisi duduk bersila dengan kedua tangannya ditaruh di atas lututnya. Jarinya membentuk tanda angka 0, ibu jarinya bersentuhan atau bertemu dengan jari tengah.


Sebuah postur yang biasa digunakan untuk meditasi oleh orang-orang, Ryzel pernah melihat posisi duduk ini di sebuah film.


Menarik napas secukupnya dan membuangnya secara perlahan, teknik pernapasan yang stabil berhasil Ryzel lakukan.


Tririring!


Tepat ketika pikirannya hendak menjadi kosong dan masuk ke dalam sesi menghilangkan pikiran, sebuah panggilan telepon datang dari ponsel Ryzel dan memecahkan konsentrasi Ryzel saat bermeditasi.


Wajah Ryzel yang tenang dan kalem berubah dalam satu kedipan mata, wajahnya menekuk dengan tatapan mata yang menyeramkan.


“Sial! Siapa yang menelepon malam-malam begini?!“ Ryzel bergumam tak senang dan beranjak dari kasur untuk mengambil ponsel di atas meja.


Begitu ia melihat layar ponsel, sebuah nama Maly tercantum di dalam layar.


“Maly? Mengapa dia menelepon aku? Bukankah jarak vila kita dekat?“


Menyingkirkan pikiran yang tak penting, Ryzel menekan tombol terima panggilan dan mengangkat panggilan suara.


“Ryzel, tolong bukakan pintu vila, aku ada di depan pintu vila kamu. Aku ingin membicarakan sesuatu padamu.“


Suara Maly terdengar oleh telinga Ryzel, mendengar ucapannya membuat Ryzel menjadi bingung dan aneh.


“Anu, mengapa kamu ke sini? Ini sudah malam, hampir jam dua belas malam,“ Ryzel berkata dengan wajah yang bingung.


Suara Maly di telepon tidak terdengar untuk beberapa saat, kemudian Maly berkata dengan ucapan yang canggung. “Aku baru ingat ada sesuatu yang ingin aku bicarakan kepadamu. Seharusnya, aku memberi tahu hal tersebut lebih awal. Bisakah kamu membukakan pintu?“


Sontak Ryzel merenung beberapa detik mempertimbangkan keputusannya untuk membukakan pintu atau tidak. Beberapa detik berlalu dan suara telepon menjadi sunyi. Ryzel mengeluarkan napas dan berkata, “Baiklah, tunggu sebentar, aku akan membuka pintu.“


“Oke, aku menunggu.“


Kaki Ryzel melangkah ke arah pintu vila yang ia tempati, panggilan telepon tidak dimatikan oleh Ryzel dan sengaja dibiarkan terhubung tanpa ada ucapan apa pun.


Begitu Ryzel membuka pintu, sosok Maly yang cantik dengan mengenakan pakaian tidur yang seksi berwarna ungu. Model bajunya sangat seksi sehingga bahannya terlihat begitu tipis. Terdapat 2 tali yang menjadi kaitan baju di antara bahu Maly.


Jurang yang dalam dan terbentuk karena gunung kembar yang besar kelihatan sangat jelas. Secara keseluruhan penampilan Maly sekarang sangat imut dan seksi.


Melihat sosok Maly di depannya, membuat Ryzel menelan ludah beberapa kali.


“Bolehkah aku masuk ke dalam? Di luar dingin sekali.“ Melihat Ryzel yang terdiam sambil menatap sosok tubuhnya, Maly menatap Ryzel dengan tatapan yang penuh rasa malu.

__ADS_1


Mendengar ucapan Maly, Ryzel merespons tanpa sadar dengan anggukan kepala.


Berikutnya, Maly masuk ke dalam kediaman Ryzel dengan kepala yang tertunduk.


Ryzel baru sadar dengan tindakannya dan ia menyesal di dalam hati, pasti akan terjadi sesuatu peristiwa setelah ini.


Benar saja spekulasi dan dugaannya, di dalam vila, mereka berdua sempat mengobrol. Membicarakan sebuah topik yang sebenarnya tidak penting, tentang transportasi mereka ke pulau sebelah dan tentang yang lainnya yang tak ada hubungannya sama sekali dengan mereka berdua.


Tak lama setelah itu, Maly yang duduk di seberang dan saling berhadap-hadapan melompat ke dalam pelukan Ryzel sambil mengecup bibir Ryzel dibarengi dengan cumbu yang membangkitkan hasrat pada tubuh Ryzel untuk membalas ciuman lembut ini.


Sebuah peristiwa yang sudah Ryzel duga benar-benar terjadi. Malam hari ini adalah malam yang membuat Maly lega sekaligus senang.


Meskipun tidak melakukan kegiatan mencolok tersebut, Maly merasa senang dan puas lantaran dirinya meluapkan serta mengungkapkan perasaan hatinya kepada Ryzel dengan lantang.


Ada kejadian canggung setelahnya, tetapi Ryzel tetap membalas bahwa dirinya belum siap untuk menerima perasaannya dan menjadikan dirinya wanita pribadi.


Cukup mengecewakan balasan Ryzel, semua kekecewaan lenyap setelah Ryzel memainkan bola besarnya bagaikan seorang anak kecil yang ingin minum susu, Ryzel juga sudah berani menggosok bagian penting pada tubuhnya, tidak sampai dicolok dengan tangan, hanya membelai.


Sementara itu, Maly juga dengan hati yang girang memainkan milik Ryzel yang besar dan panjang, wanita ini mirip dengan gadis kecil yang diberikan boneka lucu begitu memegang barang panjang dan berdaging besar milik Ryzel.


Beberapa kali Maly hendak memasukkan benda panjang ini ke tubuhnya. Namun, tindakan itu ditahan oleh Ryzel.


Memang aneh jika ada pria yang bisa berpikir jernih di saat kegiatan tersebut. Sebagian besar orang akan sulit untuk menahan untuk tidak terus melanjutkan kegiatan itu, bahkan dengan senang hati pihak pria memasukkan barangnya ke tubuh wanita.


Ryzel sangat aneh dan unik, tetapi itulah Ryzel. Salah satu kehebatannya yang memegang teguh prinsipnya untuk tidak merugikan wanita.


Mengingat kegiatan panas tersebut dikarenakan permintaan Maly, sepertinya itu tidak merugikan Maly sebagai pihak wanita yang dirugikan.


Selama 2 jam lebih mereka melakukan hal itu dengan intens dan tanpa jeda istirahat, akhirnya mereka berdua tertidur di atas kasur yang sama dan berantakan tanpa memakai busana.


Keduanya dalam posisi berpelukan, tubuh Maly ada di atas tubuh Ryzel. Kepalanya ada di dada bidang Ryzel yang kokoh dengan wajah yang miring ke kanan, sebuah senyuman terbentuk di mulutnya selama ia tertidur.


Ryzel yang ada di bawah memeluk pinggang Maly, adik kecilnya yang tak bisa dikatakan kecil sebenarnya, itu terbaring lemas di antara kedua kakinya.


Tubuh bagian Maly nyaris menyentuh adik kecil Ryzel yang tertidur.


Berbaring di atas kasur sambil memeluk Maly yang tak mengenakan apa-apa, Ryzel mulai bermimpi di dalam tidurnya.


Sebuah mimpi yang indah dan juga ganjil. Di dalam mimpi, Ryzel sedang ditemani oleh banyak wanita di sebuah pantai yang memiliki pasir yang halus nan putih. Anehnya, wanita yang ada di sekelilingnya ini tak memiliki muka, ditutupi oleh sinar atau cahaya yang terang sehingga Ryzel tak bisa melihat wajah dari wanita-wanita ini.


Walaupun demikian, Ryzel bisa merasakan sebuah perasaan akrab dari wanita yang ada bersamanya di pantai. Rasanya seperti tahu siapa mereka, tetapi Ryzel tidak tahu kebenarannya sehingga tak bisa menebak.


Wanita-wanita ini mulai bereaksi aneh di dalam mimpinya. Tangan-tangan mereka yang mulus itu menjalar di antara sela-sela otot tubuhnya, kemudian perilaku mereka makin aneh di sesi selanjutnya.


Di dalam mimpinya ini, Ryzel dinikmati oleh banyak wanita. Ryzel sangat bimbang di dalam mimpinya, tidak tahu harus menikmati atau menyesal.

__ADS_1


Mereka semua saling bergantian menikmati adik kecilnya yang berevolusi menjadi besar.


Ada sesuatu hal yang aneh yang bisa Ryzel rasakan di dalam mimpinya, ini terlalu nyata, Ryzel bahkan bisa merasakan kenikmatan tak terlukiskan ini pada tubuhnya.


Sadar dengan keanehan yang terjadi dan ia sadar sedang bermimpi, tiba-tiba saja kesadaran Ryzel kembali ke dunia nyata dalam sekejap.


“Maly, kamu?!“


Ketika Ryzel membuka matanya, sebuah pemandangan yang mencengangkan terjadi di depannya.


Maly yang tak memakai sehelai kain pun ini sedang asyik melakukan sesuatu. Mata Ryzel yang terkejut perlahan turun dan melihat apa yang Maly sedang lakukan.


Seakan waktu berhenti, Ryzel menatap adik besarnya menghilang ditelan oleh Maly. Bukan ditelan oleh mulut, melainkan ditelan oleh lubang lain di tubuh Maly.


“Mmmhh … punyamu sangat besar Ryzel. Sangat memenuhi lubangku!“ ucap Maly sambil mengedipkan matanya terlihat begitu menikmati.


Tubuhnya bergerak naik turun di atas tubuh Ryzel dan adik besarnya dikocok secara inisiatif oleh Maly.


Wajah Ryzel yang terkejut berubah secara perlahan, kemudian ia memberhentikan gerakan Maly dengan panik.


“Maly!“


Namun, Ryzel salah memberhentikan tubuh Maly yang sedang memompa, itu membuat adik besarnya menancap begitu dalam pada tubuh Maly, bahkan Ryzel bisa merasakan kepala adiknya menyentuh sesuatu seperti dinding lembut.


Sensasi ini begitu memabukkan, tetapi Ryzel berusaha untuk memberhentikan Maly.


“Ahhh!“ Suara aneh keluar dari mulut Maly saat tubuhnya ditahan oleh kedua tangan Ryzel. Ia merasakan barang Ryzel menyentuh ruang bayi di dalam tubuhnya.


“Maly, mengapa kamu melakukan ini?!“ Dengan wajah yang rumit dan banyak ekspresi, Ryzel mencoba berbicara dan bertanya.


Mendengar ucapan Ryzel, Maly merespons dengan pikirannya yang kosong, ia sudah merasa dirinya melayang oleh kegiatan ini sehingga pikiran rasional dan normalnya menghilang. “Karena aku mencintaimu, Ryzel. Kamu tahu? Aku itu mencintai dirimu … cinta kamu dan juga benda milikmu … aku sangat mendambakan kamu … selalu~”


“Kamu bicara apa?!“ Ryzel tidak menerima jawaban Maly.


Kepala Maly yang mendongak ke atas secara pelan-pelan turun, menatap Ryzel yang terbaring di atas kasur. “Aku cinta mati padamu, Ryzel. Aku bahkan dengan senang hati menyerahkan tubuhku untukmu. Aku sekarang benar-benar tidak peduli tentang menjadi pacarmu. Mendapat kesempatan untuk melakukan hal ini denganmu saja sudah cukup bagiku.“


Ryzel tertegun setelah mendengar kalimat Maly, ia berkata dengan wajah yang marah, “Hentikan omong kosong itu! Kamu tidak harus seperti ini! Kamu seharusnya tidak melakukan hal ini denganku … kamu harus melakukannya dengan suami kamu di masa depan … ahh!“


Di saat Ryzel mengatakan itu, tiba-tiba Maly bergerak, ia menekan tubuh bagian bawahnya untuk mencoba melahap seluruh adik kecil Ryzel. Namun, Maly tak bisa memakan semua badan adik kecil karena ukuran adik kecil Ryzel terlalu besar. Itu sudah mencapai bagian terdalam lubang Maly, padahal badan adik kecil Ryzel masih belum dilahap sepenuhnya. Maly hanya bisa melahap setengah lebih milik Ryzel.


Gerakan yang mendadak ini membuat Ryzel terkejut sekaligus merasakan sensasi yang nikmat luar biasa.


Ryzel sudah tak bisa mengatakan apa-apa lagi, gerakan Maly terlalu hebat membuatnya tak berkutik untuk menolak.


Ekspresi wajah yang marah itu pudar, digantikan oleh wajah yang merah dan senang.

__ADS_1


Menikmati gerakan Maly, Ryzel memainkan bola besar Maly yabg terombang-ambing, bagaikan lautan yang diterjang badai, dan ia berkata dalam hatinya, “Apakah ini rasanya melakukan kegiatan suami-istri? Ini terlalu enak, sialan!"


__ADS_2