Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 62: Hadiah Saham


__ADS_3

Dalam bidang penglihatan wanita tua itu, sosok wajah Ryzel sangatlah tampan, bahkan melebihi ketampanan suaminya.


Akan tetapi, begitu dirinya melihat lebih lama wajah Ryzel, wanita tua ini sadar akan sesuatu.


“Mengapa aku melihat orang ini seperti sedang memandangi anakku dahulu?“ Dahi wanita ini mengerut dengan mata yang menyipit.


Wajah Ryzel mirip sekali dengan wajah anaknya dahulu, tetapi ia tidak tahu pasti apakah benar tebakannya atau memang salah lihat.


Ia mengenang wajah anaknya sudah lama tidak ia temui, kabarnya saja tak tahu bagaimana, apakah sehat atau tidak.


Sedikit mirip walaupun anaknya tidak setampan pria muda di dalam layar ponselnya saat ini.


“Sebentar, aku harus tanya suamiku.“ Wanita tua ini meninggalkan tempat duduknya dan berjalan ke tempat suaminya berada, yaitu di dapur.


Suaminya sedang memilih bahan makanan yang akan dimakan nanti siang. Sudah menjadi tugas suaminya untuk menyiapkan makanan untuk dirinya dan anaknya.


“Ayah, lihat ini. Apakah dia mirip dengan anak itu?“ Sambil berkata, wanita ini menunjukkan layar ponselnya ke depan wajah suaminya.


Mata suaminya memindai keseluruhan wajah Ryzel yang diperlihatkan pada layar ponsel.


Menurutnya, memang agak mirip, ada beberapa bagian wajah yang serupa dengan ciri khas wajah anak istrinya dahulu. Sama dengan istrinya, ia juga tidak yakin dengan dugaannya.


“Sedikit sama dengan wajah dia, tetapi ini terlalu tampan, jauh sekali. Di luar itu, aku memiliki sedikit keyakinan bahwa dia anakmu dahulu,” ucap Suami tersebut kepada wanita tua ini.


“Sama denganku, aku merasa dia seperti anakku. Kurasa kita harus mencari tahu tentang orang ini.“


Pria yang menjadi suami wanita tua bertanya dengan bingung, “Untuk apa mencari tahu tentang dia? Kamu suka dengan berondong itu?“


“Bukan begitu, Suamiku yang penurut.“ Tangan wanita tersebut mengelus bahu suaminya. “Bayangkan jika orang ini ternyata benar dia, bukankah kita bisa mendapatkan keuntungan darinya? Menjadi orang yang terkenal di internet umumnya memiliki banyak uang. Apa kamu tidak tergiur?“


“Kelihatannya, kamu sudah gila. Namun, idemu cukup cemerlang.“ Seringai aneh terbentuk di wajah pria ini.


“Bagaimana? Kita mau melakukan itu?“ Alis wanita tua ini terangkat dan menatap suaminya.


“Boleh, kamu cari lebih dahulu, aku masih sibuk dengan ini.“ Kedua tangan suami ini masih mempersiapkan bahan-bahan membuat makanan.


“Ya, oke. Aku akan kembali ke ruang keluarga.“


Wanita tua ini berjalan ke arah tempat duduk dirinya barusan dengan wajah yang sangat-sangat culas dan mengerikan.

__ADS_1


Pada saat ini, Ryzel berpamitan dengan para penontonnya karena sudah terlalu lama siaran langsung. Akan dilanjutkan lagi siaran langsung setelah dirinya sarapan dan pergi ke tempat lokasi tugas hari ini.


Tugas masuk sudah diperbarui dan dirilis dengan lokasi yang berbeda.


Usai sarapan, ia harus bergegas ke lokasi yang ditugaskan oleh Sistem. Jaraknya lumayan dekat dan tidak begitu jauh, waktu tempuh berkisar 30 menit dari hotelnya menggunakan sepeda motor atau mobil.


“Halo, Ryzel!“


Saat berjalan menuju restoran hotel, Ryzel mendengar suara Maly dari belakang. Ia membalikkan badan dan melihat ke belakang.


Ia melihat Maly dengan mengenakan pakaian rapi dan bersih, terdiri dari pakaian jaket lengan panjang berwarna kuning dan celana jeans cokelat, di tangannya terdapat tas wanita berukuran sedang.


“Maly? Kamu mau ke mana?“ Ryzel bertanya dengan penasaran. Pakaian Maly sangat tertutup kali ini, tidak seperti kemarin yang agak terbuka.


Maly sedikit malu ketika mengetahui tatapan Ryzel yang membidik pakaiannya. Ia menjawab dengan tatapan ke bawah, “Aku mau ke restoran untuk sarapan, setelah itu aku ingin pergi ke tempat wisata di dekat sini.“


“Sarapan? Mau sarapan bersama?“ Mendengar Maly yang ingin sarapan, Ryzel mengajak makan bersama.


“Boleh,” ucap Maly sambil mengangguk sekali.


Sesudahnya, mereka berdua berjalan menuju restoran tempat biasa mereka makan bersama.


Makanan yang dipesan oleh Maly masih sama, ada sedikit tambahan makanan agar tidak bosan.


“Omong-omong, kamu bilang ingin pergi ke suatu tempat? Mau ke mana?“ Ryzel mengambil mie dan melahapnya. Sudah biasa ia berbicara sambil melontarkan pertanyaan.


“Ke Royal Place atau Istana Kerajaan. Kamu tahu tempat itu?“


“Istana kerajaan?“ Tubuh Ryzel sedikit tersentak saat mendengar jawaban Maly.


Tempat yang ingin dikunjungi oleh Maly merupakan tempat yang ingin dia kunjungi juga. Lokasi tugas masuk kali ini di sana.


Bukankah ini kebetulan? Atau memang Sistem sengaja untuk membiarkan dirinya pergi bersama Maly?


“Mengapa kamu terkejut seperti itu?“ Maly bingung dengan Ryzel yang tiba-tiba terdiam dengan wajah yang tercengang.


Ryzel mengubah wajahnya dan tersenyum kikuk. “Aku terkejut karena tujuan kita sama.“


“Eh, kamu juga mau ke sana?“ Kali ini Maly yang kaget. Dirinya pun tidak menduga Ryzel ingin ke sana.

__ADS_1


“Iya, kebetulan aku juga mau ke sana setelah aku memilih ingin pergi ke mana.“


“Anu, mau pergi bersama?“


Tanpa harus berpikir lagi, Ryzel mengangguk kejam. “Boleh, habis ini kita akan pergi.“


“Baik,” kata Maly dengan wajah yang terang. Ia merasakan suatu perasaan yang menyenangkan ketika dekat dengan Ryzel, ia membuatnya ingin selalu dekat dengan pria ini.


Mereka berdua menghabiskan sarapannya kurang dari waktu 1 jam, kemudian mereka sepakat untuk menyewa sepeda motor untuk pergi ke sana.


Terjadi tawar-menawar ketika Maly ingin menyewa sepeda motor. Untungnya, Ryzel memiliki kemampuan negosiasi yang cukup bagus.


Harga awalnya 85 ribu per hari menjadi 50 ribu per hari setelah ditawar oleh Ryzel. Kemampuan negosiasi harga Ryzel melebihi para wanita.


Melihat kemampuan Ryzel yang bagus dalam menawar harga, membuat Maly menjadi makin tertarik dengan Ryzel. Jarang sekali ada pria yang pintar dalam tawar-menawar harga barang.


Keduanya memutuskan untuk menyewa satu motor untuk dipakai oleh mereka berdua, akan dikendarai oleh Ryzel sesuai dengan arahan jalan yang diberikan oleh Maly nanti.


Maly bukan orang Kota Phnom Penh, ia harus melihat Gmeps untuk mengetahui arah jalan menuju Istana Kerajaan.


Butuh waktu kurang dari 30 menit untuk keduanya sampai di tempat parkir Istana Kerajaan. Ryzel memarkirkan sepeda motor di tempat yang sudah disediakan.


Sebelum masuk dan membeli tiket, Ryzel membawa Maly ke warung kopi atau kafe yang ada di dekat Royal Place. Tujuannya untuk mengintegrasikan hadiah yang ia dapatkan.


[Ding! Terdeteksi Anda Telah Berada di Royal Place! Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Mendapatkan Kemampuan Bermain Gitar Level 4, Tempramen Pangeran, dan Saham Perusahaan Astro Internasional Sebesar 10%!]


Saat mendengar pemberitahuan ini, Ryzel dudu dengan perasaan yang tidak tenang, salah satu hadiah yang ia dapatkan sangat luar biasa.


“Saham Perusahaan Astro?“ Ryzel bergumam di dalam hatinya sambil menatap keterangan hadiah pada panel transparan yang muncul di depan wajahnya.


Ini pertama kalinya Ryzel mendapatkan hadiah berupa saham.


[Ding! Saham yang Anda dapatkan sudah ada sejak 4 tahun yang lalu. Dividen yang Anda dapatkan kurang lebih 10 triliun rupiah!]


Tubuh Ryzel membeku bagaikan patung kayu. Hadiah yang ini sangat-sangat luar biasa.


Tririring!


Tiba-tiba Ryzel mendengar nada dering ponselnya berbunyi, dengan sigap Ryzel mengambil ponselnya di saku jaket dan mengangkat panggilan.

__ADS_1


“Halo, selamat siang, Pak Ryzel ….“


__ADS_2