Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 76: Tragedi Satu Lawan Tiga


__ADS_3

Mercusuar ini berada di ujung pantai yang terdapat salah satu resort, di sana ada sebuah jalan setapak atau jalan kecil yang harus dilalui selama hampir 1 jam, jalan ini minim belokan, sedari awal menelusuri jalan, Ryzel dan lainnya hanya berjalan lurus.


Setelah berjalan melalui jalan setapak tersebut selama kurang lebih 1 jam, sebuah bangunan tua yang tinggi ke atas akan terlihat, itu adalah mercusuarnya.


Jika ingin ke sini, Ryzel sarankan untuk membawa makanan camilan atau minuman. Pasalnya di sepanjang jalan tidak ada toko makanan atau minuman.


Sangat merepotkan apabila haus di tengah jalan, sedangkan air minum tidak ada sama sekali.


Rasa lelah yang mereka berempat terima dilunaskan oleh keindahan alam dari atas mercusuar tua ini.


Pemandangan pepohonan hijau dan pantai indah tepi pulau membuat mata orang yang melihat dimanjakan. Semilir angin yang menerpa tubuh mereka menambah pengalaman yang sangat mengagumkan dan luar biasa.


“Bagaimana? Apa kalian masih menganggap mercusuar tua ini menyeramkan?“ Ryzel bertanya ke arah kamera dengan senyuman setelah menunjukkan keindahan alam dari sudut pandang di atas mercusuar.


Mendengar pernyataan Ryzel, sebagian besar para penonton yang sudah menyaksikan keindahan alam tadi seketika canggung dan merasa bersalah atas komentarnya sebelumnya


Lebih dari 157.000 penonton yang ada di ruang siaran langsung Ryzel mengirimkan komentar pribadi untuk menjawab pertanyaan Ryzel barusan.


Melihat para komentar-komentar netizen Indonesia adalah hiburan terbaik.


“Ternyata mercusuar ini perantara untuk melihat keindahan Koh Rong Samloem. Aku kira tempat ini adalah destinasi untuk para pengunjung yang suka dengan tempat angker.“


“Kukira tua, ternyata berwibawa. Mercusuar ini sangat keren!“


“Jangan lihat orang dari dalamnya, tetapi dari bajunya! Lihatlah mercusuar ini. Mercusuar tersebut sangat cocok untuk kalimat 'Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, main emel dahulu, marah-marah kemudian', kan?“


“Jika tidak ada mercusuar ini, aku tidak bisa melihat keindahan pulau. Terima kasih banteng mer***!'


“Tidak dapat dipungkiri kalau mercusuar ini menyeramkan, terlebih bagian luar dari bangunan mercusuar ini. Mamah! Aku takut!“


“Aku bisa merasakan hawa negatif di bangunan ini. Jangan tanya mengapa aku bisa merasakan sesuatu yang kalian tak bisa lihat, hal itu karena aku adalah anak indihalu!“


“Terima kasih bangunan mercusuar tua! Kalau bukan karena kamu, kami tak bisa melihat salah satu sebuah pemandangan indah yang ada di dunia. Maaf sudah berprasangka buruk ….“


“…”


Usai membaca beberapa komentar yang bergulir di layar ponsel, Ryzel tersenyum ramah dan berkata, “Jika kalian ingin ke Pulau Koh Rong satu ini, jangan lupa untuk mampir ke mercusuar ini. Aku yakin kalian akan suka dengan pengalaman liburan yang menyenangkan!“


Para pengikut akun Ryzel di Tiktod dan sedang menonton ruang siaran langsung sekarang ini menjawab mereka akan memasukkan tempat ini ke dalam daftar tempat yang harus dikunjungi.


Mereka pasti akan ke salah satu tempat Ryzel datangi. Mereka ingin mencoba langsung bagaimana rasanya liburan di tempat yang pernah idolanya datangi.


Setelah puas melihat-lihat pemandangan dan juga melihat bangunan mercusuar, mereka berempat pergi kembali ke tempat mereka menginap.


Untuk bisa masuk mercusuar diharuskan membayar uang sekitar 1 dolar. Harga ini termasuk murah.


“Ryzel, kamu tidak capek, kan?“ Maly menatap Ryzel yang ada di sebelahnya dengan wajah yang khawatir.


Di sebelah Maly ada Ryzel yang baru saja mematikan ruang siaran langsungnya. Pada tubuh Ryzel terdapat beberapa tas ransel kecil yang digendong, ada 1 tas besar milik Ryzel yang digunakan sebagai tempat penyimpanan keperluan Ryzel. Tas ransel kecil tersebut milik ketiga wanita ini.


Perjalanan pulang sangat panjang dan melelahkan karena diharuskan untuk mereka berjalan selama 1 jam, belum lagi dari ujung pantai ke resor, itu sangat melelahkan.


Saat ini, mereka bertiga terlalu lelah berjalan. Maka dari itu, ketiganya meminta tolong kepada Ryzel untuk menggendong tas mereka untuk sementara waktu.


Akan tetapi, ketika mereka bertiga merasa lelahnya telah berkurang dan ingin membawa tasnya lagi, Ryzel tidak mau mereka membawa tas mereka. Alasannya takut mereka kelelahan lagi, lebih baik dia saja yang membawanya.


“Tidak apa-apa, aku tidak lelah sedikit pun. Biar aku saja membawa tas kalian sampai vila di resort.“ Ryzel tersenyum ke arah Maly dan kedua temannya. Wajahnya yang cerah menandakan dirinya sama sekali tidak kelelahan.


Mendengar ucapan Ryzel dan wajah Ryzel yang cerah serta penuh energi, mereka bertiga tertegun sejenak.


Di dalam pikiran mereka, Ryzel benar-benar pria yang baik dan lembut. Tahu bagaimana caranya memperlakukan wanita dengan baik. Pria yang bertindak sebagaimana pria harus lakukan.


Meskipun Ryzel begitu, bukan berarti Ryzel adalah seorang simp atau seorang yang terlalu bersimpati kepada wanita. Ryzel hanya melakukan apa yang harus dilakukan terhadap wanita.

__ADS_1


Sesuai dengan niat Ryzel, dia membawa barang-barang yang tidak berat ini sampai ke vila.


Tas para wanita bagi Ryzel tidak berat, tetapi bagi ketiga wanita ini berat. Fisiknya memang berbeda jauh dengan fisik orang normal, lebih lagi wanita. Sangat jauh perbedaan kekuatannya.


Setibanya di resort, hari sudah masuk ke waktu detik-detik matahari terbenam. Dengan ini, mereka bergegas ke tepi pantai dahulu sebelum membereskan barang bawaan mereka, Ryzel juga menaruh tasnya di vila wanita-wanita ini terlebih dahulu karena tidak sempat ke penginapannya.


Keindahan matahari terbenam berhasil diabadikan lagi oleh Ryzel. Banyak gambar yang diambil Ryzel dan ada beberapa video yang siap untuk diedit sebelum diunggah ke akun Tiktod dan Instagrem.


Begitu matahari benar-benar menghilang, mereka kembali ke tempatnya masing-masing. Ryzel pergi ke tempat penginapan untuk membereskan barang-barangnya, ia tak lupa untuk menggunakan pelayanan cuci baju di setiap resort, vila, dan hotel.


Di malam hari, tepatnya di jam 7 malam. Ryzel keluar dari vila tempat dia menginap menuju ke restoran resort.


Selepas Ryzel mengedit video dan mengunggah beberapa foto petualangan ke Instagrem, Ryzel mendapatkan pesan dari Maly untuk makan malam bersama di restoran.


Hubungan mereka berdua makin dekat. Ryzel bahkan tidak malu untuk memegang bola besar Maly jika ada kesempatan, Maly pun tidak marah, malah dia menyodorkan buah tersebut ke Ryzel.


Perbuatan tersebut yang berhasil mereka lakukan pada beberapa kesempatan.


Hanya berciuman dan bermain bola besar, tak sampai ke kegiatan yang lebih panas lagi.


Meskipun demikian, perasaan Ryzel kepada Maly masih tak berubah, ia menganggap Maly sebagai teman dan perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan hanyalah sebuah kesepakatan.


Lagi pula, Ryzel bukan yang menginginkan peristiwa itu terjadi. Sudah menolak pun Ryzel tak bisa menghindari, wanita ini sangat keras kepala. Mau tidak mau menerimanya.


Untungnya, Maly tidak keberatan dengan perasaan Ryzel kepadanya. Dia paham dan mengerti perasaan Ryzel tersebut.


Makan malam dengan mereka bertiga di malam hari ini terasa berbeda dari biasanya.


Mungkin ini hanya perasaannya saja. Maka dari itu, dia cuek selama makan malam berlangsung, tidak memedulikan keanehan yang ia rasakan.


Ketiga wanita ini terlihat aneh karena kedua teman wanita Maly memperlakukan dirinya secara berlebihan, Ryzel seperti sedang duduk bersama permaisuri miliknya, mereka memanjakan Ryzel sekali dan memberi perlakuan hangat.


Perilaku mereka sangat berbeda, bukan duduk bersama teman.


Dari sini Ryzel sudah curiga dengan mereka ini. Ryzel mencoba menolak dengan seribu alasan, tetapi mereka seakan-akan tak mendengar.


Setiap dirinya menolak, Maly menatap Ryzel dengan sedih, perasaan Ryzel menjadi tidak tega sehingga ia menuruti apa yang mereka mau dan ikut ke dalam vila.


Di sana, Ryzel duduk biasa dengan mereka dan menyaksikan mereka bertiga tertawa kecil di dalam ruang kamar mereka masing-masing, ia ditinggalkan sendiri di ruang keluarga atau tamu.


Sekitar 10 menit Ryzel menunggu mereka keluar dari kamar, terasa sangat bosan, ia bermain ponsel untuk menyingkir rasa kebosanan yang melanda dirinya.


Ceklek!


Suara pintu yang terbuka terdengar ketika Ryzel sibuk melihat layar ponsel sambil menunduk. Sontak Ryzel menengadahkan kepalanya dan melihat ke arah pintu kamar berada.


Di dalam penglihatannya, Ryzel melihat tiga wanita cantik keluar dari kamar dengan mengenakan pakaian yang sangat seksi.


Tubuh Ryzel tersentak saking terkejutnya begitu melihat pakaian mereka bertiga. Mereka memakai baju tidur seksi dengan bahan yang tipis dan juga sedikit, beberapa bagian tubuh tidak ditutupi oleh baju tersebut.


Di bawah pandangan mata Ryzel yang terkejut, mereka bertiga berjalan dengan wajah yang memerah ke tempat dirinya duduk.


Rasa tegang menguasai tubuh Ryzel, termasuk aduk besarnya yang perlahan menjadi besar.


Mereka bertiga ini duduk di kiri dan kanan Ryzel.


Aruny yang ada di sebelah kanan Ryzel tiba-tiba mengambil dagu Ryzel dan mencium bibirnya. Putrea yang memiliki boba paling besar di antara ketiganya mengambil tangan kiri Ryzel dan menempatkan tangannya di atas bola besar, meminta Ryzel untuk memainkan bola besarnya.


Sementara itu, Maly berjongkok di depan Ryzel dan tangannya sibuk membuka ritsleting celana Ryzel secara perlahan. Celana Ryzel sudah membentuk sesuatu yang menonjol dari dalam, Maly tahu apa itu.


Untuk sementara waktu ini, Ryzel sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi padanya. Ryzel mencium bibir Aruny dan meremas bola besar Putrea, serta membiarkan Maly memegangi adik besarnya.


Tidak tahu sampai kapan ini terjadi. Ryzel melihat Aruny melepaskan ciumannya dengannya dan menatap Ryzel penuh seduktif yang tak tertahankan.

__ADS_1


Mengalihkan pandangannya, Ryzel melihat Putrea yang juga menatapnya dengan menggoda, ia tak masalah dengan tangan kirinya menggoyangkan bola besar.


Sata melihat ke arah tempat adik kecil Ryzel berada, ia melihat Maly selesai memperlakukan adik kecilnya seperti permen, Ryzel bisa merasakan dengan jelas sensasi geli dari adik kecilnya ini. Sesuatu sedang dilakukan oleh Maly.


Berikutnya, Maly berdiri di depan mata Ryzel dan ia naik ke atas pangkuan Ryzel.


Mengamati gerakan Maly, Ryzel baru sadar bahwa baju ini tak memiliki penutup untuk area tubuh bagian bawah Maly. Benar, lubang Maly tidak tertutup apa pun dan dibiarkan begitu saja.


Maly merendahkan tubuhnya dam mengarahkan lubang miliknya ke adik besar Ryzel berdiri tegak.


Lubang itu berhasil menemukan kepala adik kecil dan Maly menurunkan tubuhnya secara pelan-pelan. Adik kecil Ryzel ditelan oleh lubang Maly sedikit demi sedikit.


Perasaan luar biasa yang pernah Ryzel rasakan semalam kembali muncul.


Ryzel tidak bisa menolak dan membebaskan Maly bergoyang dengan adik besarnya.


Aruny dan Putrea terkejut ketika mengetahui bahwa adik kecil Ryzel tidak bisa sepenuhnya ditelan oleh lubang Maly, itu masih ada bagian yang tidak dimasukkan ke dalam lubang. Barang Ryzel memang sangat besar.


Selama mereka berdua melihat gerakan liar Maly di depannya, perasaan panas muncul di tubuh mereka berdua, sesuatu yang basah terjadi di lubang milik mereka berdua.


Merasakan perubahan aneh pada tubuh masing-masing, Aruny dan Putrea hampir bersamaan menoleh ke wajah Ryzel yang terlihat sedang menikmati goyangan Maly.


Tatapan aneh dan suhu hangat dari tubuh kedua wanita ini mampu diketahui oleh Ryzel. Sebelum sempat mereka berdua menyerang, kedua tangan Ryzel melilit pinggang mereka berdua dan mendekat tubuh keduanya ke tubuh Ryzel.


Bola besar milik Aruny dan Putrea menabrak kepala Ryzel dengan lembut. Merasakan ini, tangan Ryzel bergerak dan meremas bola keduanya. Tindakan Ryzel mulai mirip dengan seorang bayi yang membutuhkan air susu dari ibu.


“Emmhhh~ ….“


“Ahhh!“


“Ya, benar. Di situ, Ryzel, jilat terus!“


Mereka bertiga mengeluarkan suara aneh masing-masing. Serangan Ryzel kepada mereka bertiga sangat besar dampaknya, bahkan mereka tidak bisa bertahan lama menghadapi Ryzel.


Hanya beberapa menit goyangan, Maly yang bergerak dan bergoyang itu keluar, wanita ini mengeluarkan cairan hangat lagi dan membasahi adik besar milik Ryzel.


Mengetahui giliran Maly selesai, Aruny yang sedang keenakan karena bola besar miliknya dinikmati oleh Ryzel tiba-tiba menahan Ryzel untuk tidak bermain dengan bolanya.


Setelahnya, dia dan Maly bertukar posisi, Aruny naik ke atas pangkuan Ryzel dan Maly menyodorkan bolanya untuk dimainkan oleh Ryzel.


Aruny agak ragu ketika melihat adik besar Ryzel yang menyentuh sedikit lubangnya. Setelah berpikir selama beberapa saat, tekadnya menjadi bulat.


Lubang sempit yang belum pernah terjamah oleh orang lain itu menelan tubuh adik Ryzel secara bertahap.


“Ahh!“ jerit Aruny yang merasakan sesuatu telah merobek segel lubangnya.


Terkejut dengan jeritan Aruny, Ryzel melihat apa yang terjadi, dan ternyata sebuah darah keluar dari lubang Aruny.


Mengetahui apa artinya ini, Ryzel menjadi lega sekaligus juga rumit. Aruny dan Maly sama-sama gadis yang artinya belum pernah melakukan kegiatan ini selama hidupnya sekarang, itu berita bagus, dan berita yang membuat Ryzel selalu berpikir untuk bertanggung jawab jika ada apa-apa dengan wanita-wanita ini.


Rumit, pikiran Ryzel terasa rumit sesaat, dan itu tersisihkan setelah Aruny mencoba memompa adik besar Ryzel.


“Besar sekali! Ahhh!“


Setiap Aruny mencoba bergerak ke bawah dan ke atas, rasa nyeri masih terasa jelas.


Maly yang tahu rasanya seperti apa itu membantu Aruny. “Jangan digerakkan dahulu, diamkan saja, Aruny. Tidak apa-apa.“


Mendengar ini, Aruny mengikuti arahan Maly dan ia tidak bergerak. Adik besar Ryzel dibiarkan menusuk tubuhnya begitu saja.


Lubang Aruny lebih sempit, bahkan adik besar itu cuma bisa ditelan setengahnya saja. Berbeda dengan Maly yang 75% tubuh adik Ryzel berhasil dimakan dan ditelan.


“Emmhh … ini sangat enak! Aku sangat suka!"

__ADS_1


__ADS_2