Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 174: Pergi Jauh Naik Pesawat


__ADS_3

Menyaksikan Raffy yang berlari ke kamar tidur, mulut Ryzel membentuk kurva, dia tersenyum hangat melihat Raffy yang hidupnya jauh lebih baik.


Bisa dilihat dari beberapa hari selama Raffy bersamanya, dia lebih sering menunjukkan senyuman dan tawa, menandakan dirinya memang merasa bahagia hidup dengannya.


Tidak hanya ketika Raffy bangun dan aktif di pagi hari hingga sore hari. Saat di malam hari, Ryzel periksa Raffy di kamarnya, dia masih terlihat senang dengan senyuman kecil di wajahnya saat tidur.


Mengetahui Raffy tidak merasa sedih hidup bersamanya, Ryzel menjadi ikut senang dan bahagia, artinya dia bisa mengurus Raffy dan bertanggung jawab atas hak asuh yang diberikan oleh pihak berwajib.


Tidak mungkin Ryzel memberikan Raffy ke panti asuhan yang sama sekali tidak dikenal oleh Raffy, bahkan Ryzel pun tidak tahu bagaimana sifat dan sikap orang-orang di sana.


Daripada mengambil risiko besar, Ryzel memilih untuk merawat Raffy, mungkin sampai dia besar dan bisa hidup mandiri tanpa bergantung padanya lagi.


Oleh karena itu juga, di masa-masa anak kecil ini, Ryzel ingin memasukkan nilai baik kepada Raffy agar di masa depan dia menjadi pemuda yang sukses dan berguna untuk orang lain. Minimal tidak merugikan orang lain.


Di umur yang masih kecil, anak-anak harus dididik dengan moralitas yang benar dan juga kebaikan yang dalam supaya mereka tidak tersesat dan bingung di masa dewasa.


Melirik layar Jenbook, senyuman lebar masih tercetak di wajah Ryzel, dia melihat sebuah foto zaman dahulu di mana keluarganya masih utuh.


Sebuah gambar masa lalu dari sebuah keluarga yang cukup lengkap ditampilkan di layar kaca Jenbook, gambar tersebut adalah foto keluarga yang diambil zaman dahulu ketika Ryzel masih kecil.


Saat ini, dia bisa melihat dirinya yang masih balita sedang digendong oleh mendiang ibunya, ayah Ryzel berdiri di samping ibunya dengan senyuman yang sangat tulus, dan di sisi mereka ada kakek juga nenek yang masih hidup di saat itu. Gambar yang begitu hangat dan indah.


Layar Jenbook menjadi hitam, Ryzel bersandar di kursi pesawat yang nyaman sambil melihat ke langit-langit pesawat, hembusan napas panjang terdengar sebelum Ryzel menggelengkan kepalanya sambil menundukkan kepalanya.


"Sayang sekali, takdir tidak mengizinkan seorang manusia untuk bahagia selamanya."


Setelah Ryzel mengatakan itu, dia kembali bersandar dengan posisi yang nyaman sambil memejamkan matanya.


Perjalanan pesawat kali ini terbilang lama karena memakan waktu belasan jam.


Dari jam 7 malam pesawat Ryzel berangkat dan di jam 5 subuh masih belum kunjung tiba di tempat tujuan.


Butuh transit satu kali untuk sampai di negara yang Ryzel tuju.


Pesawat Ryzel transit di Saudi Arabia pada jam 3 malam, mereka di sana beristirahat sejenak sambil mengurusi sesuatu pada pesawat untuk beberapa saat, kemudian pesawat Ryzel terbang kembali ke tujuan pertama.


Saat transit terjadi, Raffy terbangun dan dia menyangka bahwa pesawat mereka sudah sampai di negara tujuan. Sayangnya, itu masih jauh, ada setengah perjalanan lebih untuk bisa di sana.


Pada akhirnya, setelah belasan jam lamanya di dalam pesawat, mereka tiba di Bandar Udara Internasional Leonardo da Vinci di siang hari.

__ADS_1


Tujuan tugas masuk kali ini adalah Negara Italia, tepatnya Kota Roma.


Tidak heran jika perjalanan begitu jauh, jarak antara Indonesia dan Italia memang terpaut jauh. Maka dari itu, butuh waktu yang banyak untuk bisa sampai di sana.


Ryzel dan Raffy bisa melihat dari jendela pesawat bahwa di luar sedang musim dingin, kaca jendela tertutup embun yang tampaknya karena suhu di luar begitu dingin.


Pramugari yang Ryzel pekerjakan memberi tahu Ryzel bahwa di luar sedang musim dingin dan suhu mencapai 10 derajat Celcius yang di mana itu cukup dingin.


Dengan adanya pramugari juga, Raffy dibantu oleh mereka untuk mengenakan jaket tebal dan pakaian untuk musim dingin lainnya, sedangkan Ryzel di kamar juga sedang menyiapkan jaket tebal.


Ryzel memandangi Raffy yang sedang mencoba mengenakan pakaian sendiri, dia tampak semangat dan berjuang untuk bisa memakai pakaian dengan mandiri.


Pemandangan ini begitu lucu, beberapa pramugari saja ikut tersenyum melihat Raffy.


Tidak lama kemudian, Raffy berhasil mengenakan pakaian sendiri dituntun oleh Ryzel dan pramugari.


Pramugari yang Ryzel sewa bersama pilotnya memiliki para yang cantik, tetapi Ryzel tidak akan menyerang atau menerima mereka untuk menjadi bagian haremnya. Itu tidak baik.


Memiliki banyak wanita cantik tidak selamanya baik, pasti akan merepotkan diri sendiri.


Ryzel pun akan membatasi anggota haremnya. Tidak akan unlimited atau tak terbatas, dia bisa kelelahan mengurusi mereka semua meski dia memiliki banyak berkah dewa.


Setelah keduanya siap dan mengenakan pakaian yang sudah cocok dengan lingkungan di luar, mereka akhirnya turun dari pesawat jet pribadi mereka dengan 2 pria yang menjadi pengawal pribadi Ryzel.


Ketika turun dari pesawat, sepasang mata yang begitu banyak menatap Ryzel dan Raffy dipenuhi dengan rasa ingin tahu.


Semua pengunjung yang baru datang di bandara dan para pekerja di bandara tahu bahwa pesawat yang Ryzel naiki adalah pesawat pribadi, bukan pesawat komersial yang ditumpangi banyak orang.


Sudah dipastikan orang yang memiliki pesawat pribadi adakah orang yang punya banyak harta. Jikalau pesawat sewaan, itu tetap dianggap kaya oleh orang-orang.


Ryzel dan Raffy tak peduli dengan banyak tatapan dari orang-orang, mereka berdua terus berjalan dipimpin oleh kedua pengawal.


Semua orang yang melihat penampilan Ryzel yang masih muda dalam sekejap terpana, terutama para wanita yang melihatnya, mata mereka memancarkan sinar hijau.


Tak perlu dijelaskan siapa pemilik dari pesawat pribadi, dua pengawal Ryzel sudah diketahui oleh banyak orang identitas dari gerak-gerik mereka.


Setibanya di dalam bandara, mereka berempat pergi ke restoran yang ada di dalam bandara untuk makan siang mendadak di sana.


Sengaja Ryzel tidak makan siang di dalam pesawat karena waktunya sangat mepet dan tidak tepat.

__ADS_1


Di perjalanan menuju restoran saja, Ryzel sudah banyak dilirik wanita-wanita cantik yang lalu-lalang di dalam bandara.


Pasalnya, wajah Ryzel tidak ditutupi seluruhnya sehingga 80% terekspos dan bisa dilihat oleh semua orang yang berpapasan dengannya.


Fitur wajah Ryzel yang sempurna dan tak ada tandingannya, membuat semua lawan jenis tidak tahan untuk berkenalan, tetapi dua pengawal Ryzel menahan mereka dan membiarkan Ryzel dan Raffy berjalan dengan tenang hingga sampai ke dalam restoran.


"Aku tidak mengerti bahasa orang-orang di sini, Bang Ryzel," keluh Raffy yang bingung dengan ucapan banyak orang di dalam bandara ini. Sudah ia perhatikan dengan baik, tetap saja tidak mengerti apa yang mereka ucapkan.


Mendengar keluhan Raffy, Ryzel tersenyum sambil mengambil makanan di atas piring menggunakan garpunya, kemudian dia menjawab, "Di sini kebanyakan menggunakan bahasa Italia, bahasa induk warga yang tinggal di negara ini. Kalau kamu ingin mengerti dan bisa berkomunikasi dengan banyak orang, kamu harus belajar bahasa Inggris karena bahasa Inggris banyak digunakan orang-orang."


"Bahasa Inggris? Aku mau belajar bahasa Inggris, Bang Ryzel. Bisakah kamu mengajari aku?" ucap Raffy yang punya keinginan untuk belajar.


Melihat Raffy yang antusias ingin belajar bahasa Inggris, tentu Ryzel tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan tanpa berpikir lagi untuk menerima permintaan Raffy.


"Oke." Ryzel tersenyum sembari mengunyah makanan di dalam mulutnya. "Mulai malam hari ini, sebelum tidur, aku akan mengajarimu bahasa Inggris."


"Hore!" Raffy berseru senang sambil menggoyangkan kepalanya.


[Ding! Terdeteksi Anda telah berada di Bandara Internasional Leonardo da Vinci! Selamat kepada Anda karena telah mendapatkan Kemampuan Bahasa Italia Lv.4, uang 1 miliar euro, Kemampuan Bermain Basket LV.5!]


Sistem telah memberikan hadiah tugas masuk, dan Ryzel tersenyum puas dengan hadiahnya yang diberikan.


Tugas masuk kali ini memberi hadiah berupa 2 kemampuan dan uang. Meski uang tidak begitu besar untuknya di kondisi sekarang, Ryzel tetap butuh. Sementara kemampuan, Ryzel juga menginginkannya karena suatu saat akan berguna baginya.


Sebuah potongan pengetahuan yang berbeda tersimpan secara permanen di dalam kepala Ryzel, disusul dengan kemunculan pemberitahuan tentang saldo yang bertambah di dalam rekeningnya.


Makanan di Italia ini cocok dengan lidah Ryzel dan Raffy, ada beberapa makanan yang kurang cocok, tetapi tetap enak sehingga mereka bisa menghabiskan hingga piringnya kosong.


Pizza dan Spaghetti yang paling disukai oleh Raffy karena sudah cocok dengan lidahnya, sementara Ryzel cocok dengan mayoritas makanan Italia, entah itu risotto, lasagna, tiramisu, dan makanan Italia yang lainnya.


Puas dengan restoran yang mereka jadikan tempat makan siang, mereka melanjutkan perjalanan ke apartemen yang Ryzel sewa untuk beberapa hari ke depan.


Untuk para pengawal, mereka tinggal di apartemen lain yang jaraknya tidak begitu jauh.


Setibanya di apartemen, Ryzel dan Raffy kagum dengan desain interior apartemen yang dipilih karena kental dengan bangunan Eropa. Perpaduan bangunan zaman dahulu dan modern.


"Tampaknya, Burung Haast dan ketiga burung elang itu tidak bisa mendatangiku di sini."


Ryzel memandangi pemandangan Kota Roma dari jendela kamarnya sambil memikirkan burung-burung elang.

__ADS_1


Namun, begitu Ryzel melirik ke jalanan yang ada di bawah, dia salah fokus dengan wanita yang berdiri di pinggir jalan raya tampak bingung dan ragu.


"Ada apa dengan wanita cantik itu?"


__ADS_2