Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 164: Mempertemukan Ketiga Wanitanya


__ADS_3

Setelah obrolan penting itu, sempat-sempatnya Soomin bermain dengan adik Ryzel kembali.


Dengan cepat Ryzel mengangkat tubuh Soomin untuk membatalkan niatnya ingin bermain lagi.


Adik besar Ryzel tercabut dari lubang Soomin yang basah, dan Soomin mengeluarkan suara aneh yang menggoda dan membuat adik besar Ryzel tegang.


Begitu dilepas, Ryzel melihat wajah Soomin menunjukkan ekspresi kecewa.


Dia kecewa karena Ryzel melepaskan adik besarnya di dalam tubuhnya.


"Kamu ingin itu lagi?" tanya Ryzel yang masih duduk di tepi tempat tidur memandang Soomin yang berdiri dengan wajah sedih.


Kepala Soomin mengangguk pelan dan bibirnya terlihat menekuk.


Meniup udara panjang, Ryzel mengambil tangan Soomin dan mendekatkan tubuhnya ke pangkuannya lagi.


Berikutnya, tubuh Soomin diangkat oleh Ryzel kembali dan digendong ke dalam kamar mandi. Tanpa banyak basa-basi, di sana Ryzel membuat Soomin memohon ampun hingga suara Soomin yang terdengar aneh tersebut menghilang.


Selama lebih dari setengah jam, Ryzel keluar kembali dari kamar mandi bersama Soomin yang memeluk Ryzel bagai anak koala dengan ibunya.


Bisa dilihat tongkat perkasa Ryzel masih masuk ke dalam lubang Soomin yang sudah terengah-engah karena kelelahan.


Meskipun demikian, Soomin tampaknya sudah kecanduan dan tak memedulikan kondisi lubangnya sendiri yang sudah dihajar habis-habisan.


Soomin adalah tipe wanita bertubuh agak berisi di bagian bawah yang sanggup untuk melayani prianya sampai kapan saja dia mau.


Dengan bokongnya yang berisi, Soomin bisa menahan guncangan meski tusukan Ryzel sangat berdampak besar bagi tubuhnya.


Setibanya di atas kasur tempat tidur, Ryzel melepaskan adik besarnya dari tubuh Soomin dan meminta Soomin untuk membersihkannya.


Respons Soomin dengan permintaan ini adalah menerima dengan senang hati dan dia membersihkan milik Ryzel dengan hati-hati.


Memang ada yang aneh dengan semua wanita yang pernah Ryzel cicipi.


Tidak tahu mengapa rasanya mereka itu terlalu kecanduan dengan dengan milik Ryzel yang besar.


Hal ini membuat Ryzel berpikir, ada apa sebenarnya dengan adik besarnya ini, mengapa itu bisa memberikan dampak pengaruh yang begitu besar kepada wanita.


Kegiatan itu di pagi hari ini berhenti sampai Soomin membersihkan milik Ryzel, dan Ryzel membersihkan milik Soomin.


Setelahnya, mereka berdua bersiap-siap untuk pergi ke tempat tinggal masing-masing.


Sesuai dengan rencana mereka sebelumnya, mereka akan berpisah dan mengurusi beberapa urusan, kemudian mereka bertemu kembali.


Benar, Ryzel sudah merencanakan kapan Soomin boleh kembali dan dia akan menjemputnya atau akan membawa Soomin ke dirinya.


Di bandara, mereka berdua berpisah karena pesawat mereka berbeda tujuan.


Ternyata, pesawat Soomin yang lepas landas terlebih dahulu, sedangkan Ryzel masih ada di bandara dan jajan bersama Raffy.


Lebih dari 1 jam kemudian, pesawat Ryzel akhirnya lepas landas dan terbang kembali ke Bandung.


Tujuan Ryzel kembali ke Bandung adalah untuk melaporkan kembali Raffy bahwa tidak apa-apa dengannya selama perjalanan menuju Pulau Komodo dan Ryzel ingin meminta izin kepada pihak berwajib untuk membawa Raffy kembali ke perjalanan lain.


Perjalanan kali ini tidak di Indonesia, melainkan pergi ke tempat yang ada di luar negeri.


Sistem memberi Ryzel tugas masuk di lain tempat tadi malam dan diberi waktu selama 2 hari untuk masuk.


Dengan waktu yang sempit, Ryzel harus menggunakan waktu di 1 hari ini untuk mengurusi tentang kewenangannya dalam merawat Raffy.


Tentu, di Bandung juga Ryzel bermain beberapa jam bersama Rina dan Rani di dalam rumah.


Di sana juga sempat ada sebuah kesepakatan yang agak dramatis karena Rina sangat terkejut bahwa dia pernah bermain dengan wanita lain dan bahkan menjadikan wanita lain sebagai pasangannya.


Di negara ini tidak dilarang melakukan poligami, tetapi para wanita di sini sangat benci dengan poligami. Dikarenakan hal itu juga, pola pikir Rina dan Rani sempat menentang menjadi wanita Ryzel bersama-sama.


Namun, dikarenakan kenyamanan, kasih sayang, cinta, dan faktor lainnya, wanita kembar seiras ini menerima dengan pikiran jernihnya untuk menjadi wanita Ryzel.


Dengan begitu, Ryzel sudah mendapatkan 3 wanita dalam kelompok Harem miliknya.


Sempat ada cekcok di antara Rina dan Rani mengenai masalah ranjang, keduanya ingin diperlakukan spesial lebih dari yang lain, tetapi Ryzel berhasil menasehati mereka berdua untuk bersikap adil.


Semuanya akan mendapatkan haknya, Ryzel tidak akan mengistimewakan salah seorang saja, semua wanita Ryzel akan diistimewakan.


Omong-omong, Ryzel sudah memberi uang kepada Soomin sebesar 10 miliar untuk jajannya selama beberapa bulan dalam mengurusi urusannya.


Soomin tidak meminta, tetapi Ryzel yang menawarkan karena merasa bertanggung jawab dengan kehidupan Soomin.


Maka dari itu, Ryzel akan memulai membiayai kepentingan wanitanya mulai sekarang.


Lagi pula, uang yang Ryzel punya sangat banyak, dia tidak peduli dengan uang 10 miliar itu.


Keputusan wanita kembar itu sudah dipastikan kembali oleh Ryzel dan keduanya sudah sangat bulat untuk menjadi wanitanya.


Akan tetapi, mereka berdua tidak boleh ikut dengannya bepergian karena mereka harus menyelesaikan pendidikan mereka di kampus hingga selesai.


Jelas, Ryzel akan memberi mereka uang jajan, dan mungkin juga akan memberi uang kepada orang tuanya.


Hal yang tersulit yang akan dilakukan oleh Ryzel nantinya adalah meminta restu kepada orang tua Rina dan Rani.


Tidak tahu bagaimana respons kedua orang tua tersebut saat tahu Ryzel ingin menikahi kedua anaknya yang kembar.


Pasti akan ada pertentangan antara Ryzel dengan orang tua Rina dan Rani.


Ada hal yang akan merepotkan juga tentang masalah pernikahan ini, kemungkinan besar Ryzel tidak akan terang-terangan dan terbuka karena di negara ini masih tabu dengan masalah tersebut.


Rencana membuat Harem ini tidak mudah seperti yang dibayangkan karena akan ada proses hukum di berbagai negara yang harus Ryzel jalani.

__ADS_1


Dalam rencananya, Ryzel akan menikahi semua wanita yang pernah melakukan hal itu dengannya.


Sudah jelas perjalanan untuk mewujudkan Harem tidak akan mudah.


Akan ada keengganan dan hambatan yang terjadi pastinya.


Ryzel berencana untuk menemui satu per satu wanita yang pernah melakukan hal itu bersamanya dan memberi tahu tentang menjadi wanitanya.


Setelah dari kantor polisi dan tempat pihak berwajib, Ryzel dan Raffy kembali ke rumah yang ada di Bandung di sore hari.


Di kantor polisi mereka masih bisa melihat Keluarga Septi yang terlihat murung.


Hal yang membuat Ryzel sedih adalah mereka bertiga belum sadar dan malah membentaknya saat pertama kali bertemu seolah mereka tidak sadar akan kesalahannya.


Raffy bahkan ikut dibentak, hampir terkena pukulan dari ayahnya yang ada di dalam sel.


Beruntung, Ryzel merupakan manusia dengan berkah dewa, dan Raffy tidak terkena pukulan yang dilayangkan oleh ayahnya sendiri.


Meskipun tidak kena, perasaan terkejut dialami Raffy dan dia menangis.


Setelah tiba di rumah, Ryzel bertemu Rina dan Rani yang sedang bersantai di rumah karena sedang tidak ada kelas di hari ini.


Melirik Rina dan Rani, Ryzel sedikit ragu memberi tahu tentang sesuatu.


"Anu, aku ingin memberi tahu kalian berdua sesuatu."


"Ada apa, Sayang?" Rina bangkit dari sofa dan duduk di samping Ryzel. Dia meletakkan tangannya di atas pangkuan Ryzel.


Sementara itu, Rani hanya diam dan duduk di sofa, dia memandang Ryzel dari jauh dan siap mendengar apa yang dikatakan oleh Ryzel.


"Seorang wanita ingin datang ke rumah ini. Aku ingin kalian berteman dengan wanita yang datang ini karena ...."


Ucapan Ryzel tertahan beberapa saat, tetapi saat ingin melanjutkan, Rina menyela kalimatnya.


"Aku mengerti. Aku akan berteman dengan wanita itu, jangan takut, aku menerima semua wanita yang pernah berhubungan denganmu," kata Rina dengan senyuman dan dia memeluk Ryzel penuh sayang.


Meskipun Rina masih agak tidak percaya berhasil menjadi wanita Ryzel, tetapi dia juga tak percaya kalau Ryzel telah berhubungan dengan banyak wanita.


Setelah mendengar semua cerita Ryzel, ternyata bukan Ryzel yang meminta, melainkan semua wanita yang bertemu dengannya.


Kasusnya sama seperti Rina sendiri dan itu memang masuk akal apa yang diceritakan oleh Ryzel.


Pengakuan Ryzel valid karena mereka berdua juga yang meminta melakukan kegiatan itu dengan Ryzel dan bukan Ryzel sendiri.


Jadi, ini bukan salah Ryzel dan dia menerima konsekuensinya.


Rani ikut mengangguk dan satu pilihan dengan saudarinya. Dia sama sekali tidak keberatan dengan hadirnya wanita baru.


Ding! Dong!


Suara bel terdengar di dalam rumah, membuat Ryzel dan yang lainnya segera pergi ke luar rumah.


"Ryzel, kamu?!"


"Risa, aku bisa jelaskan ini."


Ryzel segera mengambil tangan Risa dan menariknya masuk ke dalam rumah.


Di dalam rumah terjadi sebuah perdebatan antara Ryzel dengan Risa.


Risa kecewa mengetahui Ryzel pernah melakukan itu dengan wanita lain, terlebih wanitanya ada di samping Ryzel sendiri.


Setelah kurang lebih setengah jam Ryzel menjelaskan sambil bersabar, Risa yang keras kepala segera luluh dan mengerti apa yang yang sebenarnya terjadi.


"Baik, aku menerimanya." Risa menatap Ryzel dengan wajah yang tegas. Matanya benar-benar menampilkan sebuah ketegasan yang tak tergoyahkan.


Mendengar jawaban Risa, Ryzel merasa lega, dan dia mengajak Risa untuk makan malam bersama di malam hari ini.


Setelah makan malam, Ryzel tidak menduga bahwa Risa seketika akrab dengan Rina dan Rani.


Awalnya mereka sedikit bermusuhan dan tidak mau mendekat.


Namun, sekarang dia seperti sebuah keluar dan juga sahabat.


Ryzel tidak mau mengganggu kebersamaan dan kedekatan mereka bertiga. Jadi, Ryzel mengajak Raffy ke kamarnya untuk bermain Gim sambil belajar.


Melihat Ryzel yang menaiki tangga sambil menggendong Raffy, ketiga wanita itu tertawa kecil dan saling memandang satu sama lain.


"Kayaknya kita punya nasib dan jalan takdir yang sama," kata Rina yang tiba-tiba.


Risa bingung dengan alisnya bertaut. "Maksudnya? Apa yang sama?"


Sebelum menjelaskan maksud ucapannya, Rina menarik napas dengan tenang dan membenarkan posisi duduknya.


"Kita sama-sama yang meminta Ryzel untuk melakukan itu, dan Ryzel sempat menolak, kan?"


"Bagaimana kamu tahu?" Risa terkejut dan memandang Rina dengan mata yang membesar.


Rina tersenyum penuh makna dan melanjutkan, "Ryzel membeberkan semuanya. Dan memang dia kelihatannya berkata jujur."


"Pantas saja ...." Risa menghembuskan napas dan merasa lega.


"Maka dari itu, aku bilang kita ini sama, artinya juga Ryzel bukan playboy karena bukan dia yang mengajak, melainkan kita sendiri. Maka dari itu, aku menerima keputusan Ryzel untuk menjadikan wanita yang pernah melakukan itu dengannya sebagai istri."


Sontak Risa terkejut dengan akhir kalimat dari Rina, kemudian dia bertanya, "Ada berapa banyak wanita yang pernah bermain dengannya?"


"Entah, aku tidak tahu jumlah pastinya," jawab Rina mengangkat kedua bahunya. "Dengan adanya kamu, jumlah wanita Ryzel yang ketahuan ada empat orang."

__ADS_1


"Aku, kalian berdua, dan siapa satu lagi?"


Alih-alih menjawab, Rani tiba-tiba menyodorkan layar ponselnya dan memperlihatkan sebuah layar yang terdapat gambar seorang wanita cantik dan seksi. Dari wajahnya terlihat bukan seperti wanita dari Indonesia.


Melihat ini, Rina menerangkan siapa wanita yang ada di dalam layar ponsel.


"Wanita itu namanya Soomin, dia bertemu dengan Ryzel saat pergi ke Labuan Bajo kemarin. Kasusnya masih sama seperti kita bertiga. Orang yang mengajak melakukan kegiatan itu adalah Soomin. Pada akhirnya, mereka berdua melakukan itu di sana. Namun, entah mengapa Ryzel tiba-tiba punya pikiran ingin menikahi semua wanita yang pernah melakukan itu dengannya."


"Seharusnya, kita adalah orang yang bertanggung jawab. Akan tetapi, di sini Ryzel yang merasa bersalah dan memutuskan untuk menikahi kita semua," ucap Risa sembari merenung. "Baiklah, aku setuju dengan keputusan Ryzel. Terpenting dia mampu membagikan rasa cinta dan sayangnya ke kita semua."


"Aku juga setuju. Semoga saja dia tidak pilih kasih."


Setelah mengobrol tentang Ryzel, mereka semua melanjutkan obrolan dengan bertanya-tanya tentang kehidupan masing-masing lalu mengenai peristiwa bertemu dengan Ryzel, dan bagaimana rasanya melakukan hal itu dengan Ryzel.


Mereka melakukan perbincangan tampak begitu seru. Ada canda dan tawa di antara mereka bertiga. Rani yang agak cuek mulai nyaman dengan Risa.


Sempat juga mereka membicarakan tentang Soomin. Mereka juga mencoba melakukan panggilan video bersama Soomin untuk berkenalan.


Hal yang tak ditebak terjadi, Soomin dan lainnya akrab satu sama lain, mereka berempat mengobrol dengan asyik seolah mereka adalah saudari jauh.


Sementara Ryzel yang sedang bermain gim dan mengajarkan Raffy sebuah pengetahuan tidak tahu dengan apa yang sedang dilakukan oleh wanitanya.


Akan tetapi, dia telah menerima beberapa pesan di dalam ponselnya.


Merasa terganggu, Ryzel memutuskan untuk menekan tombol jeda dn permainan berhenti untuk sementara waktu, kemudian mengambil ponselnya dan melihat pesan yang masuk.


Apa dia lihat adalah pesan dari Soomin yang memamerkan dirinya sedang melakukan panggilan video bersama dengan Rina, Rani, dan Risa.


Pesan itu berniat memberi tahu bahwa dia dan ketiga wanita Ryzel baik-baik saja dan punya hubungan yang sangat baik.


Sebuah pesan kembali masuk dan Soomin memberi tahu bahwa dirinya masih melakukan panggilan dengan ketiga wanitanya.


Usai mengetahui ini, Ryzel membalas pesan Soomin dan melanjutkan permainan.


Di malam hari sebelum tidur, Ryzel bersama Risa, Rina, dan Rani sedang berada di kamar yang sama hendak melakukan sesuatu.


Dari ketiga wanitanya, Ryzel melihat kecanggungan dan rasa kikuk di antara mereka.


Tanpa berlama lagi, Ryzel menarik Rina yang aktif ke atas kasur dan melakukan aktifitas malam tersebut.


"Aaahh!"


Setelah beberapa menit berselang, Risa akhirnya ikut bergabung dan disusul oleh Rani yang malu-malu.


Malam hari ini dipenuhi oleh jeritan yang menggoda, Ryzel menikmati malam bersama enam buah bola besar yang nikmat dan juga tiga lubang kenikmatan dunia.


Perasaan nikmat itu berlangsung lebih dari 6 jam lamanya hingga semua wanita Ryzel terjatuh karena kelelahan dan tertidur sampai pagi datang.


Di hari yang di pagi harinya, terlihat Ryzel dan Raffy berdiri di depan pintu rumah bersama Risa, Rina, dan Rani seolah sedang bersiap-siap untuk melakukan sesuatu.


"Aku pergi dahulu. Kalian jaga diri baik-baik."


Setelah mengatakan itu, Ryzel mencium dahi mereka bertiga layaknya seorang suami yang hendak pergi bekerja.


Ketiga wanitanya mengangguk, dan kemudian memeluk Ryzel bersama dengan rasa sayang yang meluap-luap.


"Jangan terlalu lama, ingat kita dan masalah kamu yang masih belum selesai," kata Rina dengan perhatian dan melepaskan pelukannya.


Ryzel tersenyum dan mengangguk. "Tentu saja, Sayang. Aku ingat kalian bertiga. Aku pasti kembali bersama Raffy. Selamat tinggal."


"Bagus. Aku sayang sekali padamu. Selamat tinggal. Hati-hati di sana."


Setelah itu, Ryzel dan Raffy melambaikan tangannya lalu masuk ke dalam mobil gokar yang sudah dipesan.


Di hadapan mata mereka, mobil yang Ryzel naiki melaju dan meninggalkan kompleks rumah dengan perasaan sepi.


Mereka merasakan ada yang hilang dan itu terasa penting.


"Aku sebentar lagi juga akan pergi. Jangan lupa untuk mengabari satu sama lain," Risa berkata kepada Rina dan Rani sambil tersenyum.


Rina mengangguk dan membalas, "Kami berdua juga ingin pergi ke kampus. Mau naik mobil bersama?"


"Boleh." Risa mengangguk cepat. "Omong-omong aku diberi uang lima miliar rupiah, kamu juga dikasih oleh Ryzel, bukan?"


"Iya, kami juga. Uang itu bebas kamu gunakan, tetapi aku masih merasa berat untuk menggunakannya, ini terlalu besar."


Tangan Risa menepuk bahu Rina dan berkata, "Gunakan saja. Aku sudah tahu dia itu kaya. Seharusnya, uang miliaran ini tidak berarti baginya. Jadi, bersenang-senanglah dengan Ryzel. Kamu berdua harus menstabilkan mental dan biasakan hal-hal yang mewah. Kemungkinan besar, Ryzel akan memanjakan kita."


"Sungguh? Baik, aku mengerti!"


Sehabis percakapan itu, mereka bertiga tertawa bahagia dan berpelukan bersama. Sebuah keputusan besar yang benar-benar tepat.


Di sore hari, Ryzel dan Raffy berhasil mendarat di sebuah bandara internasional dengan selamat.


"Bang, Ryzel. Apakah semua kartun berasal dari sini?" tanya Raffy yang duduk di sebuah restoran yang ada di bandara bersama Ryzel di depannya.


Ryzel mengangguk sambil menghirup kuah sebuah makanan yang berbahan dasar mi, kemudian dia menjawab, "Tepatnya, semua kartun Jepang berasal dari sini. Negara Jepang sendiri. Nanti kita akan pergi ke tempat mainan dari kartun-kartun Jepang."


"Yeay!"


Raffy mengangkat keduanya dengan senang begitu mendengar ucapan Ryzel.


Benar, sekarang mereka sudah sampai di Bandar Udara Internasional Tokyo sudah sesuai dengan tujuan tugas masuk.


[Terdeteksi Anda telah berada di Bandara Internasional Tokyo! Selamat kepada Anda telah mendapatkan Kemampuan Bahasa Jepang Lv.6, Apartemen Tokyo Senilai 300 miliar rupiah, dan uang 100 miliar yen!]


"Setelah makan, kita akan pergi ke apartemen dahulu untuk beristirahat."

__ADS_1


"Oke, Bang Ryzel!"


__ADS_2