
[Benar, sistem tidak akan mengirimkan koordinat palsu kepada Anda.]
"Um, oke."
Ryzel melihat ke sekelilingnya, ini adalah Kutub Selatan, sebuah benua yang ditutupi oleh es abadi dengan suhu dinginnya mencapai minus 49 derajat.
Sangat dingin bagi manusia biasa, tetapi bagi Ryzel sama sekali tidak.
Fisik dan kekuatannya mampu menahan dingin ini, dia berdiri di bongkahan es yang tebal dengan sekitarnya hanya ada daratan es yang luas.
Angin dingin berembus kencang membuat seluruh pakaian Ryzel perlahan membeku.
Panas muncul dari tubuh Ryzel, membuat penghalang agar dirinya tidak membeku. Secara otomatis seragamnya pun tetap hangat dan terbebas dari pembekuan.
"Ada apa di sini?" Ryzel bertanya-tanya dengan tujuan Sistem menyuruhnya ke sini.
Sejauh mata memandang, cuma ada bukir es dan gletser es yang ingin jatuh, bahkan Ryzel tak menemukan ada satu pun orang yang berjalan.
Mustahil untuk ada orang di sini, terlebih cuaca kutub selatan sedang tidak baik, anginnya cukup keras.
[Dimohon untuk Anda mengelilingi tempat ini sebelum masuk.]
Alis Ryzel terangkat, sedikit merasa heran dengan Sistem. Apa boleh buat, permintaan Sistem Ryzel turuti dan mulai berjalan ke tepi lapisan es.
Di sepanjang perjalanan, Ryzel melihat banyak sekali pinguin yang berjalan dan berkumpul di beberapa tempat.
Mereka tampak sangat lucu, kedatangannya di sana membuat mereka semua penasaran dan ingin tahu tentang Ryzel.
Kemampuan Ryzel yang dapat berbicara dengan hewan, komunikasi Ryzel dan pinguin cukup lancar.
Meskipun pinguin hanya memberikan balasan dengan gerakan tubuh, masih bisa dipahami Ryzel.
Setelah itu, Ryzel terbang santai di sekitar Benua Antartika melihat-lihat apa yang ada di sana.
Jujur saja, pengalaman terbang di atas benua ini cukup memukau mata, biasanya dia melihat banyak bangunan tinggi menjulang ke langit. Benua ini hanya menyuguhkan pemandangan es yang luas dengan gunung dan bukit ditutupi lapisan es.
Ryzel tidak bisa terbang begitu saja, dia harus membelokkan spektrum cahaya hingga membuat dirinya tembus pandang.
Dikhawatirkan ada beberapa orang yang berkunjung ke sini untuk penelitian. Bisa terjadi.
Butuh waktu sekitar setengah jam untuk Ryzel mengelilingi tempat ini yang sangat luas.
Tiada keanehan yang Ryzel temukan, semuanya tampak normal dan biasa, bahkan Ryzel masuk ke dalam laut memeriksa sesuatu di dalam sana.
Selain pinguin, ada kawanan anjing laut gajah, anjing laut berbulu, paus biru, burung albatrosses dan orca.
Mereka memiliki wilayah masing-masing di sana, nyaman dengan kondisi lingkungan yang dingin.
Akan tetapi, Ryzel menemukan sesuatu yang awalnya dugaan terkenal banyak, kini bisa Ryzel katakan bahwa dugaan mereka semua benar.
Benua Antartika memang ada beberapa makhluk hidup yang sangat aneh.
Sempat Ryzel dengar mengenai salah satu makhluk aneh yang menyerupai manusia dengan tinggi 30 meter bernama Ningen.
Ryzel bilang itu benar, ada 3 Ningen di sekitar Benua Antartika ini, ketiganya memiliki tinggi yang berbeda, paling tinggi berukuran 37 meter.
Ningen ini tak cuma punya kaki jenjang, ada 2 tangan dengan cakar yang panjang. Kedua tangan tersebut digunakan untuk berenang juga mengambil makanan berupa paus orca dan ikan besar lainnya.
Makhluk itu Ryzel biarkan hidup karena tidak cukup mengancam. Bagaimana dia mengancam kalau bertemu makhluk seperti dia yang berwujud manusia saja seketika masuk ke dalam air dan lari terbirit-birit.
Monster atau makhluk aneh itu sangat pemalu.
Ningen hanyalah salah satu makhluk aneh yang hidup di sini, banyak makhluk prasejarah yang masih berkeliaran di laut dalam bawah daratan ini, Plesiosaurus dan Tylosaurus adalah contohnya.
Kedua hewan ini masih eksis dan mendiami wilayah laut Antartika.
Bentuk mereka berdua hampir sama dengan ilustrasi yang diberikan para ilmuwan dan arkeolog, ada sedikit perbedaan yang cukup mencolok, yaitu kedua makhluk ini lebih menyeramkan dibanding yang ada di internet.
Bukan pertama kali Ryzel bertemu dengan makhluk yang hidup ratusan juta tahun lalu.
Archaast dan ketiga burung elang yang selalu mengikutinya mengirim kabar bahwa mereka bertemu Ropen, makhluk mirip Pterodactyl yang bisa terbang.
Semua Ropen diawasi Archaast yang sudah berevolusi karena meminum darahnya, Archaast telah menjadi penguasa burung dan langit. Kekuatannya tidak bisa dikalahkan oleh binatang yang ada di dunia ini.
Sekarang Ryzel berubah pikiran, rencananya dia ingin mencari makhluk yang cocok untuk menjaga laut.
Whoosh!
Sosok Ryzel di atas langit berubah menjadi siluet hitam yang samar-samar melintasi atas langit Benua Antartika menuju laut.
Dengan gerakan yang menukik, Ryzel menyebabkan gelombang ombang dengan tinggi 3 meter saat masuk ke dalam air laut.
Di dalam laut yang gelap dan terasa menyeramkan, kecepatan Ryzel meluncur tidak tertahan, seolah air dan tekanannya tidak berpengaruh kepada tubuh Ryzel.
Ryzel terus menyelam ke kedalaman laut menyentuh 3.000 meter, tetapi sosoknya kembali lagi ke kedalaman 1.500 meter karena mendeteksi keberadaan makhluk besar yang dicarinya.
Berenang dengan santai, ekspresi Ryzel terlihat ceria melihat makhluk besar di depan matanya.
Livyatan, paus purba yang hidup dari 9 juta tahun silam, terlihat mengerikan dan mematikan, lebih lagi gigi tajamnya yang tampak mengancam.
Ukuran paus ini mencapai 30 meter, dan jenisnya berbeda, Livyatan satu ini mampu hidup di perairan yang sangat dingin.
"Kamu sekarang menjadi wakilku di laut dalam dunia," batin Ryzel sambil mengeluarkan darah dari bibirnya.
Tetesan darah tersebut melesat cepat dan masuk ke dalam mulut besar Livyatan, sebuah perubahan besar terjadi.
__ADS_1
Ryzel malas untuk melihatnya, memutuskan untuk keluar dari laut untuk bersiap masuk.
Masuk tugas Sistem yang sudah dijanjikan.
Ukuran dan bentuk Livyatan seketika berubah menjadi lebih kuat serta mengerikan. Tubuhnya berkembang menjadi 66 meter panjangnya dan memiliki satu kemampuan berupa pengendalian es.
Darah Ryzel juga memberikan sedikit kebijaksanaan sehingga Livyatan bisa mengerti perintah Ryzel dan tentang dunia ini. Bisa dikatakan Ryzel memberinya kecerdasan dalam hidup.
Grahh!!
Telinga Ryzel mendengar suara raungan dari arah belakang.
Tanpa harus melihat, Ryzel sudah tahu siapa pelakunya.
Ryzel fokus pergi ke suatu tempat yang masih di kawasan Benua Antartika untuk masuk tugas.
"Sistem, kamu sungguh membimbingku ke Gua Es ini?" Ryzel memastikan lagi perintah Sistem yang membawanya ke titik lokasi tugas masuk.
Di sekelilingnya sekarang hanya ada tembok es dingin yang bersih, ada sedikit cahaya uang masuk, itu pun berasal dari pintu masuk gua.
Tidak ada apa-apa di gua ini, kini Ryzel berada bagian dalam gua dan itu buntu.
[Ding! Anda hanya perlu mengatakan "Masuk" untuk mendapatkan hadiah dari tugas masuk yang terakhir ini.]
Ryzel mengangguk mengerti tanpa banyak berpikir.
"Masuk di sini, Sistem!" ucap Ryzel dengan tegas.
Berikutnya, wajah Ryzel yang senang seketika luntur dan digantikan rasa panik yang hebat.
[Ding! Terdeteksi Anda telah berada di Gua Portal Dimensi Dunia Utama! Selamat kepada Anda karena telah mendapatkan Otoritas Bimasakti Paralel, Wewenang Pengguna Portal, dan Gelar: Penguasa Perjalanan!]
[Terima kasih telah menyelesaikan semua tugas dari Sistem! Bahagia sekali rasanya kita telah menghabiskan banyak waktu bersama!]
[Sistem ingin memberi tahu sebuah informasi bahwa setelah ini Sistem harus pergi.]
[Semua kemampuan yang Anda miliki bersifat permanen, sistem tak memiliki hak untuk menariknya kembali!]
[Selamat telah menjadi penguasa dunia, Tuan Rumah Ryzel!]
[Suatu saat kita akan bertemu lagi! Selamat tinggal!]
Tetes demi tetes air mata jatuh dari pipi Ryzel.
Sepasang mata Ryzel telah dipenuhi air mata kehilangan.
Dada Ryzel terasa sangat sesak membuat tangisannya tertahan.
Sebelum Ryzel sempat mengatakan sesuatu, Sistem memberi pengumuman kembali dan juga sebuah pesan penting.
[Ding! Sistem telah terlepas!]
Setelahnya, bola putih yang bersinar terang keluar dari dada Ryzel, kemudian bola itu melayang di depan Ryzel sambil bergerak seakan mengangguk kepadanya.
Swoosh!
Bola putih itu melesat sangat cepat keluar dari gua es untuk meninggalkan Ryzel.
"Tidak! Kumohon jangan pergi!"
Sosok Ryzel berubah menjadi cahaya gelap dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Namun, kecepatan bola putih itu lebih cepat dari cahaya, dan itu lenyap begitu saja di ruang kosong.
Ryzel bahkan tidak sempat mengaktifkan kemampuan ruangnya dan menjebak bola cahaya tersebut.
Melayang di luar angkasa, sosok Ryzel tampak sangat menyedihkan, wajahnya muram dengan air mata membasahi pipinya.
Keengganan memenuhi seluruh hati Ryzel, tetapi Ryzel tidak tahu harus ke mana dia mencari Sistem.
Ryzel yang sudah menguasai Bimasakti ini tak menemukan jejak keberadaan Sistem, seolah Sistem lenyap dan tak pernah ada di dunia ini.
"Apakah ini portal yang Sistem maksud?"
Saat ini, tepat di depan Rumah, berdiri sebuah portal lonjong ke atas berwarna hitam dengan titik ungu yang memutar membentuk spiral.
Bisa ia rasakan portal ini menyambungkan dunia Ryzel ke suatu tempat yang belum diketahui.
Dengan mata yang tegas, Ryzel memutuskan untuk masuk ke dalam portal untuk melihat apa yang sebenarnya ada di dalam sana.
Bzttt!!
Drrtt!!
Suara tubuh Ryzel yang dihisap masuk oleh portal terdengar, disertai oleh cahaya ungu yang berkelip.
Di saat berikutnya, Ryzel menemukan dirinya berada di suatu tempat.
"Bukankah ini kamar kosanku dahulu?" tanya Ryzel pada dirinya sendiri saat melihat sekeliling tempat yang dia kunjungi.
Di belakang Ryzel masih ada portal yang membawanya ke sini.
Alis Ryzel bertaut dan merasa heran. Untuk apa dirinya kembali ke kosannya dahulu yang sudah ditinggalkan beberapa 1 tahun lebih yang lalu.
Begitu memikirkan hal ini, mata Ryzel membulat dan membelalak, sesuatu baru disadari olehnya.
__ADS_1
"Tunggu!"
Ryzel melirik ke arah lantai dan menemukan sesuatu bekas ledakan di atas kasur dengan cipratan darah yang menodai kasur dan lantai.
Ekspresi Ryzel terus-menerus berubah begitu melihat detail dari kamar kosannya ini.
Lemari yang ada di kamar dibuka olehnya dan Ryzel menemukan bahwa bajunya masih ada.
Semua barang-barangnya yang dahulu masih ada seolah dirinya belum pindah dari sini, padahal seingatnya baju-bajunya dahulu diberikan untuk disumbangkan.
"Keanehan apa ini?!"
Kepanikan terus berlangsung hingga pada akhirnya Ryzel melihat kalender yang dipajang di tembok yang menampilkan tanggal hari ini, yaitu 1 Agustus 2022.
Sepotong fragmen ingatan Ryzel kembali muncul di dalam kepalanya.
Dada Ryzel kembang-kempis sangat cepat dan dirinya menjadi tidak tenang.
Dia keluar dari kamar kosan dan tanpa menyadari dirinya menghilangkan portal dan menyimpannya di dalam hati.
Tok! Tok!
Ryzel mengetuk pintu kamar kosan seberang, tak lama seorang pria mudah berkumis keluar.
"Halo, aku ingin bertanya kepadamu, tanggal berapa hari ini?"
"Sekarang tanggal satu Agustus, ada apa, Bang?" Pria itu memandang Ryzel sedikit heran.
Merasa tak percaya, Ryzel mengetuk kamar kosan yang lain dan menanyakan tentang hal yang sama.
Saking tidak mempercayai dengan ucapan para penghuni kosan, wanita yang hendak berangkat bekerja dicegat dan diberi pertanyaan yang sama.
Hasilnya, jawaban wanita itu sama dengan penghuni kosan.
Dengan demikian, Ryzel mengetahui sesuatu yang luar biasa.
Whoosh!
Ryzel masuk kembali ke dalam kosan, kemudian membuat lubang ruang angkasa ke suatu tempat.
Lubang itu menuju ke Air Terjun Angel, Ryzel hendak mencari Navor.
Namun, dia menemukan Navor sama sekali.
Selanjutnya, Ryzel pergi ke mansion yang ada di Rusia dan tidak ruang bawah tanah yang menyimpan Zimey.
Ada perbedaan pada dunia ini.
Semua hal mistis tidak ada, dan Ryzel menyadari hal itu sekarang.
"Aku kembali kembali ke duniaku yang asli?"
Ryzel tahu bahwa dirinya kembali ke dunianya berasal, ini Bumi, tidak ada hal mistis, seperti yang ada di dunia paralel, semuanya berbeda.
"Akhirnya, aku bisa melihat dia lagi. Semoga dia masih ada."
Beberapa hari kemudian, Ryzel yang belum kembali ke dunia paralel kini bahagia bersama ibunya.
Benar, ibunya masih ada dan Ryzel menyembuhkannya dari penyakit.
Ryzel dengan kekuatannya melenyapkan ingatan ibunya tentang suaminya yang baru serta keluarganya.
Suaminya yang geh dan anaknya yang bajingan dihilangkan ingatannya tentang ibunya.
Namun, Raffy di sini tetap Ryzel rawat secara tidak langsung, dia akan mengirimkan semua kebutuhannya. Anak kecil itu tak berdosa.
Semua kebahagiaan yang mustahil Ryzel dapatkan sekarang semuanya diperoleh.
Wanita-wanita yang ada di dunia aslinya juga sudah dijadikan wanitanya, tetapi Ryzel tidak akan memberi tahu tentang mereka memiliki kembaran.
Sangat lucu jika dibayangkan.
"Apakah kamu mengorbankan dirimu untuk ini, Sistem?" Ryzel menatap langit yang berwarna biru di atas Antartika.
Benua Antartika di dunia asli, Ryzel sengaja ke sini karena ingin mencari keberadaan Sistem.
Siapa tahu saja ada Sistem di dunia nyata.
Ryzel sangat menyesal Sistem pergi dari kehidupannya.
"Bukan, aku tahu kenapa Sistem mengirimkan aku ke sini," ucap Ryzel sambil mendongak melihat ke atas langit.
Langit yang biru perlahan pecah, seperti cermin yang retak.
Energi hitam yang murni keluar dari retakan tersebut dan Ryzel menjadi sangat waspada.
"Ternyata aku dibentuk untuk peristiwa ini."
Ryzel bersiap mengaktifkan seluruh kemampuannya untuk menghadapi sesuatu yang ada di balik retakan dimensi.
"Ayolah! Aku tidak akan menyia-nyiakan semua perjalananku!"
Krak!
Retakan di langit makin melebar dan Ryzel mengeluarkan bentuk naganya.
__ADS_1
"Aku berjanji takkan pernah mengecewakan Sistem!!"
Gruooahh!!!