
“Kamu serius? Itu sesuatu kegiatan yang menjijikkan,” Ryzel bertanya dengan nada yang takut.
Haimi mengulurkan tangannya, menyentuh dan meraba sesuatu yang ada di dalam celana Ryzel. Ia memandang Ryzel dengan pandangan mata yang seduktif dan berkata, “Aku ingin menikmati tubuhmu, biarkan aku melakukan itu.“
Glup!
Melihat godaan Haimi, Ryzel benar-benar tiba bisa bertahan lebih lama lagi. Jadi, ia mengangguk setuju sambil mengingatkan untuk tidak sampai kegiatan yang lebih dalam.
Berikutnya, Haimi sengaja menyodorkan buah dadanya ke kepala Ryzel untuk dijilat dan dihisap oleh Ryzel layaknya seorang bayi yang sedang minum susu.
Ryzel benar-benar diperlukan seperti bayi oleh Haimi. Setelah itu, mereka saling bergantian. Haimi menjilati otot-otot yang meledak penuh kekuatan.
Gerakan Haimi terus ke bawah hingga akhirnya mengeluarkan monster yang bersembunyi di kurungan celana.
Pupil mata Haimi membesar begitu mengeluarkan anaconda milik Ryzel. Ukuran milik Ryzel lebih besar dari yang ia bayangkan. Besar, panjang, putih, dan bersih, ditambah memiliki wangi yang memabukkan.
Tanpa berlama lagi, ia mencoba untuk memainkan barang tersebut meski itu baru pertama kalinya dia melakukan hal itu.
Ryzel menutup dan membuka matanya berkali-kali ketika Haimi memainkan adik besarnya yang perlahan makin besar.
Gerakan Haimi makin lihai dan tidak begitu kaku, ia melakukan hal tersebut sambil menatap wajah Ryzel dengan mata yang menggoda.
Ryzel perlahan berbaring di atas kasur, membiarkan Haimi bermain dengan adik besarnya.
Ia bisa merasakan tindakan Haimi tidak sekadar bermain menggunakan tangannya, tetapi buah besarnya juga ikut berkontribusi.
Mereka berdua melakukan hal ini selama hampir 2 jam, hingga akhirnya Ryzel mengeluarkan cairan putih susu di mulut Haimi untuk pertama kalinya.
Ketahanan adik besar Ryzel sangat bagus, bisa menahan selama kurang lebih 2 jam dari semua gerakan maut yang Haimi lakukan.
Haimi menelan cairan itu dan ia tersenyum puas ke arah Ryzel, kemudian dia menggosok-gosok barang Ryzel untuk terakhir kalinya sebelum mereka benar-benar berhenti.
“Muah!“
__ADS_1
Setelah membersihkan diri masing-masing, mereka berdua saling berpelukan sambil tersenyum satu sama lain.
Haimi makin dekat dengan Ryzel, bahkan saat ini dia sedang asyik meraba adik kecil Ryzel yang sudah dimasukkan ke dalam kandangnya.
Selain itu juga, Haimi menuntun Ryzel untuk meraba dan memainkan buah besarnya jika merasa bosan, Haimi mengizinkan Ryzel untuk memainkan buah miliknya kapan pun yang dia mau.
Akan tetapi, Ryzel tidak sekotor itu, masih memiliki rasa enggan ketika menikmati kelembutan milik Haimi.
Dari kejadian tadi, Ryzel mendapatkan kesimpulan bahwa wanita ini memiliki nafsu yang besar dan brutal, sangat sulit mengendalikan wanita yang memiliki sifat seperti ini.
Sambil menunggu 4 jam berlalu sebelum Ryzel berangkat ke bandara, keduanya memutuskan menonton film bersama sambil mengisi waktu kosong.
Mereka menonton film percintaan yang diproduksi oleh studio luar negeri yang cukup terkenal.
Selama film itu diputar, tangan dan mulut Haimi tak bisa diam, jari-jarinya selalu menggerayangi tubuh Ryzel, bahkan ia membuka celana Ryzel diam-diam dan memainkan benda besar Ryzel yang berdiri tegak, mulutnya sibuk menjilat leher dan pipi Ryzel.
Gerakan Haimi makin intens beriringan dengan menit film yang mulai masuk ke adegan terakhir.
Usai menonton, mereka membersihkan diri untuk kedua kalinya.
“Terima kasih, Ryzel. Aku sangat bahagia bisa melakukan kegiatan tadi denganmu.“ Haimi duduk di pangkuan Ryzel sembari memeluk tubuhnya dengan erat, tak lupa untuk menggerakkan tubuh bagian bawahnya ke sesuatu yang timbul dari celana Ryzel.
“Iy–iya, aku juga senang. Terima kasih juga.“
Nada suara Ryzel sedikit gemetar, ia masih terangsang karena gerakan kecil dan diam-diam yang dilakukan Haimi.
Setelah itu, Ryzel berpamitan kepada Haimi karena waktu keberangkatannya hampir tiba-tiba, ia harus mengganti pakaiannya. Pakaian yang sekarang dia kenakan telah dibasahi oleh keringat sendiri.
Ketika berpamitan, Haimi masih sulit untuk mengizinkan Ryzel pergi. Untungnya, Haimi memperbolehkan dengan hati yang lapang setelah Ryzel menciumi pipinya.
Di dalam kamar mandi dalam kamar, Ryzel masih mengingat dengan jelas adegan pansa yang dilakukannya dengan Haimi.
Untuk pengalaman pertama, adegan tersebut sangat luar biasa dan impresif. Tangan Ryzel pun masih mengingat memori saat meremas bola besar dengan pucuk cokelat punya Haimi.
__ADS_1
“Wanita yang hyper. Aku tak menyangka Haimi mempunyai nafsu yang besar sebanding dengan buah dadanya,” gumam Ryzel di depan cermin sembari mengeringkan rambut menggunakan handuk.
“Perasaan tadi sangat hebat. Akhirnya, aku bisa merasakan buah dada seorang wanita setelah sekian lamanya aku hidup.“ Ryzel mengeringkan handuk dengan pengering rambut agar lebih cepat kering dibanding dijemur di bawah sinar matahari.
Tangan Ryzel yang memegang pengering rambut berhenti dan ia mematikan mesin pengering rambut. Wajah Ryzel dalam sekejap berubah, tampak kebingungan karena sesuatu. “Tunggu, apakah aku masih dianggap perjaka setelah melakukan itu dengan Haimi?“
Ryzel menundukkan kepalanya dan merenung memikirkan pertanyaan ini.
Setelah beberapa menit berpikir, ia mendapatkan jawabannya atas kemungkinan yang ia pikirkan.
“Seharusnya, aku masih disebut perjaka, sebab tidak mencolok Haimi dengan adik besar. Benar, aku masih perjaka, tetapi sekarang aku memiliki pengalaman seputar tubuh wanita.“
Dalam ingatannya, Ryzel masih ingat dengan bentuk bagian-bagian dari tubuh wanita setelah menjajah tubuh Haimi.
Setidaknya, ia tidak akan memasukkan lubang di malam pertama nanti bersama istrinya.
Melihat waktu tersisa 2 jam kurang, Ryzel segera mempercepat membenahi lagi barang-barangnya, dan pergi dari hotel.
Sebelum keluar, Ryzel dicegat oleh Haimi, ia memberi pesan kepada Ryzel untuk tetap berhati-hati di luar sana, juga untuk tidak bermain dengan wanita lain, Haimi akan menunggunya di Laos, kemudian pesan itu diakhiri oleh ciuman pipi yang dilontarkan oleh Haimi.
Ryzel bingung dengan hubungan keduanya. Maka dari itu, Ryzel bertanya tentang hubungannya kepada Haimi, dan jawabannya adalah mereka teman, tetapi mesra. Orang Indonesia sebutnya TTM (Teman Tapi Masuk/Mesra/M3sum).
Hubungan ini sama sekali tidak keberatan bagi Ryzel. Jadi, ia menerima hubungan ini.
Taksi yang dipesan akhirnya sampai di depan hotel dan Ryzel secara resmi meninggalkan Haimi untuk pergi ke lokasi tugas masuk.
Di dalam mobil, Ryzel menyalakan siaran langsung untuk mengurangi perasaan sepi setelah pergi dari Haimi.
Para penontonnya merasakan aura yang berbeda dari Ryzel selama mereka menyaksikan siaran langsung Ryzel pada kesempatan kali ini. Terkesan bebas dan liar, ketampanannya menjadi makin buas dan juga terlihat lebih dewasa dari sebelumnya.
Memang benar apa yang mereka lihat, Ryzel sedikit berbeda setelah melakukan kegiatan yang sedikit panas dengan Haimi, seakan ada sesuatu yang terbuka dan terpancar dari tubuh Ryzel sehingga terlihat berbeda.
Perbedaan ini tidak bersifat jelek. Sebaliknya, hal ini membuat penampilan Ryzel makin baik dalam pandangan orang-orang.
__ADS_1