Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 31: Mencari Makanan di Luar


__ADS_3

“Hmm?“


Ryzel menggerakkan matanya dan melihat sebuah kartu kredit berwarna abu-abu agak perak, terdapat gambar sosok pria yang mengenakan helm perangkat zaman dahulu, seperti seorang perwira, kartu itu tergeletak di atas paha kaki kanan Ryzel.


“Mamarica Express Platinum Card?“ Ryzel tidak tahu kartu ini dan ia memegang kartu tersebut di tangannya.


Segera ia mencari tahu tentang kartu satu ini di internet.


Begitu ia mencari informasi kartu ini, senyum lebar muncul di wajahnya. Sebuah kartu charge atau kartu yang tidak membebankan bunga setiap transaksi, melainkan mewajibkan pemilik kartu membayar tagihan bulanan di setiap bulan.


Terdapat manfaat dari kartu ini, ia bisa mendapatkan 2 minuman Starback secara percuma, dan tunjangan bandara yang lainnya, juga mendapatkan poin yang bisa dikonversi menjadi keanggotaan emas Hotel Hilton dan masih banyak lagi.


Kartu yang memberikan simbol kekayaan pada seseorang dan mendapatkan perlakuan lebih baik di berbagai tempat.


“Bagus, aku tidak perlu khawatir jika dompet ketinggalan atau lupa membawa uang tunai,” gumam kecil Ryzel sambil memasukkan kartu ke dalam dompetnya.


Dengan kartu ini bisa menyelamatkan dirinya dari keterbatasan akses membayar biaya barang atau pembelian.


Setelah itu, Ryzel duduk bersandar dan diam-diam mengingat pengetahuan kemampuan yang ia dapatkan.


Gerakan berselancar dan teknik bernyanyi telah tertanam, Ryzel perlu penyesuaian diri terhadap kemampuan tersebut.


Selama beberapa menit di dalam mobil, akhirnya ia tiba di depan hotel yang ia pesan lewat internet atau dalam jaringan.


Hotel ini ternyata dekat tempat perbelanjaan, banyak penjual yang membangun toko di sana, Ryzel tidak perlu mencari-cari makanan ke tempat yang jauh, di dekat hotelnya sudah tersedia.


Saat melakukan konfirmasi kedatangan kamar, Ryzel baru sadar meskipun penampilan dari luar hotel tampak meragukan embel-embel bintang 4, tetapi di dalam hotel ini begitu mewah dan layak dengan sertifikat hotel bintang 4.


Kemampuan bahasa Inggris Ryzel sangat berguna dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang-orang lokal Thailand, sejauh ini mereka ramah dengan Ryzel.


Pegawai resepsionis pun masih sopan dan hormat ketika berinteraksi dengannya sebagai seorang pelanggan.


“Halo, Semuanya! Bertemu lagi denganku, Ryzel! Aku sekarang ada di hotel, seperti yang dapat kalian lihat di belakangku, ada kasur dan interior kamar hotel ….“


Ryzel melakukan siaran langsung di dalam kamar hotel, ia merasa bosan dan ingin mengobrol bersama penontonnya di ruang siaran langsung.


“Kalian setuju jika aku siaran langsung sambil menyicipi makan makanan jalanan di Thailand?“ Ryzel meminta pendapat orang-orang yang sedang menyaksikan siaran langsungnya.


Sambil minum air putih Ryzel membacakan komentar-komentar yang terus bermunculan di ruang siaran langsungnya.


“Setuju! Aku penasaran dengan makanan jalanan di Thailand, apakah enak atau tidak!“


“Aku juga ingin tahu ada apa saja makanan di Thailand, apa ada terang bulan di sana?“

__ADS_1


“Tidak ada kata lain selain setuju! Aku penasaran dengan wanita malam di sana!“


“Boleh saja, aku juga mau makan malam nanti. Kita makan bareng lagi!“


Sebagian besar komentar di ruang siaran langsung setuju dengan Ryzel pergi untuk makan makanan jalanan atau street food di Thailand, rasa keingintahuan mereka semua begitu besar. Wajar saja, mungkin sebagian dari mereka belum pernah ke Thailand dan ingin melihat suasana dan kondisi malam di Thailand lewat Ryzel.


Sesuai dengan keinginan 50.000 penonton, Ryzel akan pergi ke luar hotel dan mencari makanan di pinggir jalan dekat hotel ini, semoga saja makanannya cocok dengan lidah Ryzel.


Sebelum pergi, Ryzel merapikan barangnya dan memeriksa keberadaan pakaian serta barang yang dibawa, takut ada yang hilang.


Usai membereskan barang, Ryzel pergi ke resepsionis untuk menyewa layanan concierge mencuci pakaian kotornya.


Sebenarnya, pakaian Ryzel tidak bau dan kotor, sebab tubuhnya tidak mengeluarkan daki ataupun bau badan yang tidak sedap, hal itu dikarenakan efek samping dari tingginya nilai nominal penampilan yang Ryzel punya, ditambah dengan fisik lebih 2 kali lipat dari orang biasa.


Urusan kecil sudah beres, Ryzel keluar dari hotel sambil siaran langsung dan memegang ponsel di tangan kanannya.


Siaran langsung ia matikan sebentar lalu sekarang ia lanjutkan lagi.


Saat keluar dari hotel, Ryzel langsung bisa melihat jalan atau trotoar yang ada di sisi jalan dihiasi banyak lampu neon yang menyala.


Ada banyak toko di sisi jalan yang menjajakan dagangannya, entah itu barang, makanan, dan yang lainnya.


Bangunan toko banyak yang bertuliskan huruf aksara Thai dengan arsitektur bangunan yang khas bangunan Thailand, banyak sekali corak-corak unik di setiap bangunan.


Namun, Ryzel juga bertemu dan berpapasan dengan wanita yang tidak sepenuhnya wanita, di Thailand memang banyak pria yang berpenampilan layaknya seorang wanita.


Meskipun mereka hampir mirip sekali dengan wanita, Ryzel masih bisa membedakan wanita asli dan yang tidak. Jujur saja, ada beberapa yang menurut Ryzel cantik, tetapi ia hanya kagum dengan orang semacam ini, ternyata pria bisa secantik itu. Teknologi memang sudah sangat canggih sekarang.


Ryzel dengan saksama berjalan, matanya terus bergerak untuk memindai makanan yang ditunjukkan oleh para penjual ini.


Penontonnya pun bisa melihat apa yang Ryzel lihat sekarang meski tidak detail di siang hari karena minimnya cahaya yang ada.


“Sangat ramai! Aku melihat banyak wanita di sana, cantik-cantik!“


“Tetap waspada! Tetap bersama! Waria terlihat!“


“Kerja bagus orang yang di atas! Tetaplah waspada!“


“Dilihat-lihat, makanan di sana memiliki visual yang enak, terlebih merah-merah seperti itu, sangat membara dan terlihat pedas!“


“Ryzel! Aku rekomendasikan membeli makanan 'Dancing Shrimp' di Thailand!“


Melihat komentar sembari berjalan melihat makanan, Ryzel menjawab beberapa komentar yang diunggah.

__ADS_1


Pada saat ini, Ryzel dilirik oleh banyak orang yang lewat, mereka penasaran dengan Ryzel yang memegang gimbal beserta ponsel di tangannya dan berbicara dalam bahasa Indonesia.


Penampilan Ryzel pun menarik, banyak wanita-wanita yang memandang sosok Ryzel sembunyi-sembunyi. Meskipun ditutup masker mulut, mata Ryzel masih mudah untuk memancing perhatian orang-orang.


Mata pemikat memiliki efek yang luar biasa.


Sekian lama Ryzel melihat-lihat, akhirnya ia menemukan makanan yang membuatnya tertarik.


Sebuah makanan yang dibuat oleh wanita cantik dengan belahan roti di dadanya, sangat terlihat enak … makanannya, sebab mirip dengan martabak yang ada di Indonesia.


“Halo!“ Ryzel berdiri di depan toko dan menyapa.


Wanita yang menjual makanan tersebut mengangkat kepalanya dam melihat Ryzel sambil terus membuat makanan untuk orang yang memesan.


Mata wanita ini menyala begitu melihat Ryzel dan ia tersenyum manis. “Halo, Pria Tampan!“


Bahasa Inggris yang digunakan wanita ini cukup baik walaupun masih ada aksen atau intonasi dari bahasa Thailand.


Mendengar suara ini, tubuh Ryzel tersentak dan bulu kuduknya berdiri.


Suara wanita ini tidak seperti suara wanita pada umumnya, seperti buatan operasi.


Dalam sekejap kecurigaan muncul di benak Ryzel, tetapi ia tetap berniat untuk membeli makanan yang dibuat wanita yang mencurigakan.


“Apa nama makanan ini?“ Ryzel dengan sopan bertanya tentang makanannya.


Dengan senyuman manis yang ditampilkan, wanita ini menjawab, “Prata Nutella Banana. Makanan manis cocok untuk hidangan penutup.“


“Terbuat dari apa?“


“Pisang, Nuttela, dan roti canai atau prata, makanan ini cocok dimakan olehmu karena sama-sama manis.“


Ketika mengatakan kalimat itu, wanita ini berperilaku genit dengan pandangan yang seduktif.


Bukan membuat Ryzel tersipu, melainkan membuat Ryzel merinding dan menjadi makin yakin dengan dugaannya.


Wanita di depannya bukan wanita sungguhan.


Seorang wanita tidak akan seperti ini walaupun mereka menyukai seseorang, sebab wanita memiliki gengsi meski hanya sedikit.


“Anu, aku pesan satu porsi, dibungkus saja,” ucap Ryzel dengan gugup.


“Ya ampun! Kamu lucu sekali!“ seru Wanita tersebut dengan nada suara yang tinggi. “Tunggu sebentar, ya. Aku akan buatkan satu untukmu, aku sarankan kamu diam di sini dan lihat aku sampai makananmu siap.“

__ADS_1


“Ok–oke ….“


__ADS_2