
"Apa itu?" Ryzel menjadi penasaran dengan apa yang ingin diberi tahu oleh Navor.
Dua buah melon Navor dihimpit ke wajah tampan Razel, ekspresi Navor terlihat kesal dengan bibir yang menekuk.
Menggosok dua buah melon, Navor berkata, "Kamu lepaskan aku dahulu, aku tidak bisa memberi tahu kamu sesuatu yang penting kalau tubuhku dipeluk olehmu, suamiku tersayang."
Lupa tangannya melingkari dan memainkan dua roti Navor, dengan cepat Ryzel melepaskan tangannya dan tersenyum kesenangan.
Tercium aroma wewangian dari dua buah melon Navor, membuat dirinya ingin mencium pipi Navor yang menggemaskan.
Setelah itu, pipi Navor dicium oleh Ryzel sambil meremas dia buah bola melon yang lembut dan kenyal.
"Huft! Kamu benar-benar menyukai dua benda ini!" keluh Navor sambil memegang tangan Ryzel yang mencengkeram kuat dua buah melonnya. "Berhenti dahulu, informasi ini sangat penting bagi kamu dan kita."
"Oke." Ryzel berhenti memainkan buah melon dan diam sambil menggendong Navor di pelukannya.
"Sini, aku ingin membisikkan informasi tersebut di telingamu, takut orang lain tahu."
Mendengar permintaan Navor, tubuh Ryzel sedikit dicondongkan ke depan, mempersilakan Navor berisik di telinganya.
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Navor, wajah Ryzel menjadi berubah, matanya membulat sambil melirik wajah Navor di depannya.
"Kamu serius?" tanya Ryzel dengan wajah yang tak percaya.
Navor mengangguk dengan tegas sebagai tanggapannya. "Kamu tidak merasakannya?"
"Aku menonaktifkan kemampuanku ketika bersama mereka, ditakutkan aku salah bergerak dan itu berbahaya. Coba aku rasakan sekarang."
Setelah mengatakan itu, Ryzel memejamkan matanya dan langsung mencoba memfokuskan pikirannya ke sekitarnya.
Dahi Ryzel mengernyit dengan alis yang tertekuk tampak menemukan sesuatu keanehan.
Membuka matanya kembali dan melihat wajah Navor, Ryzel tak percaya apa yang diucapkan oleh Navor adalah benar.
Degan begitu, mereka berdua bergegas masuk ke dalam mansion dengan terburu-buru.
Di dalam mansion, Neha dan Mary masih bangun, sama sekali belum tertidur, mereka berdua tengah asyik menonton film romantis.
Kedatangan Ryzel dan Navor diketahui oleh mereka, kemudian Neha dan Mary berlari ikut memeluk tubuh Ryzel.
"Sayang, aku ingin melakukan itu!" Neha dengan manja mengajak Ryzel melakukan pertempuran di malam hari.
__ADS_1
Tidak berbeda dengan Mary, permintaan wanita ini juga sama, bahkan sambil mencoba membuka sarung senjata Ryzel yang besar.
Kedua wanita ini tidak sabaran lantaran sudah naik keinginan mereka dalam bertempur di malam hari.
Ryzel mengambil tangan Mary dan menahannya untuk membuka lebih jauh sarung senjata miliknya.
"Kalian tunggu di sini, ada sesuatu yang penting yang harus aku lakukan bersama Navor ...."
Lanjutan kalimatnya Ryzel bisikkan ke telinga Mary dan Neha.
Dalam sekejap bola mata mereka menjadi membesar dengan kejutan di masing-masing wajah mereka.
Apa yang diberitahukan Ryzel sangat mencengangkan bagi mereka berdua karena ini sangat-sangat mistis.
Benar, informasi yang diberi Navor kepada Ryzel bersifat mistis bagi orang-orang di Rusia karena masuk ke dalam mitologi atau mitos yang dipercaya oleh mereka semua.
Sebagai seorang mahasiswi terpelajar, mereka tahu tentang mitos atau mitologi tersebut karena mereka sempat membaca tentang hal itu.
Neha dan Mary menatap Ryzel dengan wajah yang cemas.
Memeluk tubuh Ryzel, Neha berkata penuh kekhawatiran, "Hati-hati, kamu tetap harus aman, aku tidak mau kamu terluka."
Terdengar seperti Ryzel ingin melawan sesuatu yang berbahaya. Padahal, Ryzel dan Navor sendiri tidak bisa memastikan informasi tersebut berbahaya atau tidak.
Setelah mengobrol beberapa patah kata dengan Neha dan Mary, Ryzel berjalan sambil menggendong Navor di pelukannya menuju ke tangga basemen mansion.
Ryzel membuka kunci pintu basemen yang gelap, mengaktifkan bola cahaya untuk pencahayaan saat lampu belum dinyalakan.
Setelah semua lampunya sudah dinyalakan, mereka berdua terus berjalan ke suatu pintu yang ada di balik lemari besar.
Lemari besar yang menyimpan beberapa kotak barang dan perkakas tua ini menyembunyikan pintu besar.
"Tidak disangka di balik lemari ada sesuatu rahasia besar di sini," Ryzel bergumam sambil mencoba membuka pintunya.
Namun, wajah Ryzel terasa salah setelah beberapa kali dicoba untuk dibuka.
"Ada sesuatu yang menjaga kenop pintu ini, pastinya bukan kunci biasa," kata Ryzel dengan tatapan yang curiga.
Navor turun dari pelukan Ryzel dan ikut mencoba membuka pintu dengan kekuatan biasa, itu memang tidak terbuka meski sudah ditambahkan tenaga untuk bisa terbuka.
Daripada lelah membuka pintu saja, Ryzel memotong pintu ini dengan manipulasi ruangannya sehingga pintu itu berlubang besar tanpa harus dibuka kenop pintunya.
__ADS_1
Melihat gerhana suaminya, Navor menggelengkan kepalanya tanpa daya.
Navor memiliki kekuatan api emas hasil dari setetes darah yang diberikan Ryzel, kemampuan manipulasi ruang terbatas dan kemampuan dari Berkah Dewa Naga yang lain juga tak bisa disalin.
Hanya satu kemampuan yang bisa disalin dan digunakan. Kemampuan yang disalin juga tidak lebih kuat dari pengguna asli.
Ryzel memiliki Kemampuan Peningkatan Hyper yang di mana setiap kali ia menggunakan kemampuan, itu meningkatkan pengalaman atau level kemampuannya dengan siginifikan atau drastis.
Sangat disayangkan, padahal Navor ingin memiliki Kemampuan Manipulasi Ruang Terbatas milik Ryzel.
Ryzel masih belum mencoba dan mengeksplorasi Kemampuan Manipulasi Ruang Terbatas lebih dalam lagi. Barusan ada tamu sehingga Ryzel tidak sempat, sekarang juga ada sesuatu yang harus dilakukan.
Masuk ke dalam pintu, mereka berdua menemukan tangga yang mengarahkan mereka ke bawah.
Mereka berdua menuruni tangga dengan hati-hati sambil fokus melirik ke bawah.
Anak tangga ini sangat panjang dengan tangga berliku-liku.
Mungkin orang yang lansia akan pingsan setelah turun tangga dengan anak tangga begitu banyak.
Tidak tahu berapa banyak anak yang yang diinjak, mereka akhirnya tiba di sebuah pintu besi yang disegel oleh sebuah simbol-simbol sihir berwarna merah.
Masih dengan cara yang sama, Ryzel memotong pintu dengan manipulasi ruang yang dimiliki, dan pintu besi yang disegel secara langsung rusak.
Tidak perlu lelah mengeluarkan banyak tenaga untuk menghancurkan sebuah pintu.
Begitu mereka berdua melangkah masuk ke dalam, semburan bau belerang tercium di dalam ruangan gelap ini.
Ryzel langsung bergerak untuk mengurung bau belerang dan menghilangkan bau belerang dengan kemampuan kegelapan dan anginnya.
Dua bola cahaya yang terang melayang dan pancaran sinarnya mengekspos hingga ke sudut ruangan yang gelap ini.
Begitu cahaya mengungkap seluruh isi ruangan, Ryzel dan Navor menemukan sesosok wanita yang dikurung dan terbelenggu oleh rantai.
Rantai yang dipenuhi simbol aneh itu mengikat kedua tangan wanita tersebut dan pinggangnya.
Omong-omong, sosok wanita ini sangat panas, terlebih buah melonnya tampak besar ketika menjuntai ke bawah.
Saat Ryzel menatap buah melon dengan pucuk yang besar, suara wanita yang lemas terdengar di telinganya.
"Apa yang kamu lihat, Pria bejat? Ingin aku hajar?"
__ADS_1