Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 34: Wanita Sungguhan?


__ADS_3

Sontak Ryzel menoleh cepat ke arah kiri dan melihat seorang wanita yang menyapanya.


Di bidang penglihatannya, Ryzel melihat sesosok wanita tinggi memakai pakaian santai yang terdiri dari celana panjang bahan krem dan kaus lengan pendek berwarna hitam yang bergambar, kepalanya mengenakan topi hitam polos.


Di bahunya menggendong tas bahu berwarna krem, pakaiannya tampak keren dan pilihan warna yang serasi.


Namun, Ryzel terkejut dengan wajah dari wanita ini, sebab terlihat sangat cantik, kulit putih mulus dengan postur dan posisi anggota wajah yang indah.


Dalam sekejap Ryzel bisa membandingkan kecantikan wanita ini dengan Gina yang lain, penampilan wanita di depan matanya mengalahkan kecantikan Gina, Dea, Rina, dan Rani.


Beberapa detik kemudian Ryzel membalas sapaan wanita ini sambil menangkupkan keduanya dan sedikit menunduk. “Sawadee khap!“


Ryzel tidak tahu bahwa wanita ini pun terkejut karena wajahnya, terlihat dari pupil matanya yang membesar, seperti pandangan mata orang yang melihat alien.


Ketampanan Ryzel yang bertambah membuat wanita ini terpesona dan tertegun untuk beberapa saat.


“Cara kamu memakai bahasa Thailand sangat bagus, kamu dari luar Thailand, kan?“ Tiba-tiba wanita ini bertanya menggunakan bahasa Inggris.


“Terima kasih pujiannya. Iya, aku dari luar.“ Ryzel tersenyum dan mengangguk.


Melihat senyuman Ryzel yang menawan, hati wanita itu berbunga-bunga, tangannya dengan refleks menutupi mulutnya dan tersenyum lebar.


Ia mengambil napas dalam-dalam dan menstabilkan dirinya, senyuman Ryzel terlalu berdampak besar untuknya. “Apa kamu ingin pergi ke pantai?“


Dari awal, wanita ini sudah memperhatikan tas yang digendong dan ditaruh di antara kedua kaki Ryzel.


“Iya, kamu juga?“ Ryzel balik bertanya.


“Benar, aku juga ingin berenang di pantai ini,” ucap Wanita tersebut sambil duduk di salah satu bangku penjual makanan yang kosong. “Kamu tidak meletakkan barang-barang bawaanmu di hotel?“


“Aku terlalu haus, jadi aku pergi ke sini untuk membeli air minum. Kamu mau juga?“ Ryzel berkata sambil menunjukkan minuman thai tea yang ia pegang.


“Emm … boleh.“


Setelah mengatakan itu, Ryzel memanggil penjual makanan dan minum tadi, dan memesan satu minuman Thai Tea, dirasa tanggung, Ryzel memesan makanan yang tersedia di menu penjual ini, makanan pad thai atau bihun goreng dan som tum salad pepaya.


Tidak enak hati jika ia cuma membeli minuman, tetapi tidak membeli makanan.


Usai memesan minuman dan makanan, Ryzel dan wanita ini mulai berkenalan secara alami.

__ADS_1


Dari beberapa percakapan, Ryzel menjadi tahu siapa nama wanita ini, wanita ini bernama Yochi Yindala yang merupakan seorang artis dalam negeri.


Begitu mendengar ini, Ryzel sedikit tercengang. Ternyata ia bertemu dengan seorang artis Thailand.


Pantas saja wanita yang sedang duduk bersamanya terlihat cantik, ternyata seorang artis yang selalu dipandang oleh para penggemar.


Tak mungkin jika ia tampil jelek saat keluar, Yochi harus tampil cantik selalu.


Namun, bagian yang paling mengejutkannya adalah Yochi mengakui bahwa dirinya seorang transgender.


Tentu saja Ryzel tidak langsung percaya, sebab wajah dan bentuk tubuh wanita ini tidak ada bekas atau jejak tubuh seorang pria. Wanita ini sangat cantik dan tak ada fitur wajah ataupun tubuh yang masih samar-samar terlihat seperti seorang pria.


Biasanya, transgender wanita itu masih memiliki beberapa sisi bagian tubuh atau wajah yang ciri khas seorang pria, hal itu dapat diketahui setelah memperhatikan bagian tersebut dan menganggap orang tersebut seorang transgender yang berubah ke sosok wanita.


Yochi sama sekali tidak ada bagian tubuh yang mencerminkan sosok pria, tiada bekasnya.


Ketika Yochi menunjukkan video sebelum dirinya operasi kelamin, di detik itu juga Ryzel percaya omongan Yochi meski ia masih tercengang dan belum sepenuhnya mempercayai kenyataan.


“Ini, bukankah hotel yang sama dengan hotel yang aku tinggali sekarang?“


Setelah makan dan minum di pinggir jalan Pantai Patong, Ryzel bersama dengan Yochi pergi ke hotel yang telah dipesan oleh Ryzel sebelum datang ke sini.


Tidak terduga, hotel yang Ryzel pesan adalah hotel yang sama dengan hotel Yochi inap.


Ini bukan disengaja, tetapi murni kebetulan dan ketidaksengajaan. Dunia itu sempit.


Dengan begitu, Yochi sekalian untuk menunggu teman dekatnya yang katanya ingin menyusul ke pantai, tetapi sampai saat ini setelah mengobrol dengan Ryzel dan balik ke hotel, temannya tak kunjung datang.


Ryzel segera menaruh barang-barangnya di kamar hotel dan turun ke bawah sambil membawa beberapa perlengkapan untuk berenang, seperti baju ganti, handuk, dan alat mandi yang sederhana. Ada sesuatu hal yang Ryzel tidak lupa, ia juga membawa perlengkapan siaran langsung, pastinya tiada hari tanpa siaran langsung, lebih lagi Ryzel sudah berjanji untuk siaran langsung begitu sampai di pantai.


Saat Ryzel turun dan keluar dari lift hotel, ia keluar dan berjalan bersama seorang pria ke arah yang sama, yakni tempat Yochi menunggu.


“Eh, kalian berdua sudah kenalan?“


Melihat Ryzel dan temannya datang berbarengan, Yochi bertanya tanpa sadar.


Ryzel dan pria ini saling menoleh satu sama lain dan melirik dengan bingung.


“Ternyata belum, kalau begitu aku perkenalkan.“ Yochi langsung tersadar bahwa keduanya belum berkenalan sama sekali.

__ADS_1


Kemudian ia berjalan ke sisi keduanya dan berkata, “Perkenalkan ini adalah Tan Churansari, dia adalah temanku.“


Saat mengatakan itu, Yochi menatap Ryzel, ia memperkenalkan temannya ke Ryzel terlebih dahulu.


“Dan ini adalah Ryzel, teman liburan yang akan bergabung dengan kita, Tan.“


Usai diperkenalkan oleh Yochi, keduanya bersalaman akrab walaupun masih terasa asing.


Pria bernama Tan ini memiliki wajah yang tampan, tetapi wajahnya masih jauh dibandingkan dengan wajah Ryzel.


Tan pun langsung mengakui ketampanan wajah Ryzel ketika melihat wajah Ryzel pertama kali.


Ia merasa rendah dan rasa ketampanannya berkurang di hadapan Ryzel, terlebih Tan juga kalah dari segi tinggi tubuh.


Tinggi tubuh Ryzel mengalahkan tinggi teman Yochi.


Sehabis berkenalan, Yochi menarik keduanya menuju Pantai Patong sebelum hari makin panas.


Setibanya di pantai, Yochi mencari tempat persinggahan untuk mereka menyimpan barang selamat bermain air laut, kemudian mereka bertiga pergi ke kamar mandi umum untuk berganti pakaian.


Tak lama kemudian sosok teman Yochi, Tan, keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada dan hanya memakai celana pendek abu-abu lalu disusul oleh Yochi yang memakai bikini seksi.


Tubuh Yochi sangat ramping sehingga bagian dadanya kurang menonjol, tetapi menurut sebagian orang sudah cukup dan tak berlebihan besarnya.


Penampilan Yochi sangat cantik dengan mengenakan bikini yang terdiri dari wadah dada dan cd yang memiliki motif bunga-bunga.


Kurang dari 1 menit setelah Yochi keluar dari kamar mandi wanita, sosok Ryzel pun keluar dari kamar mandi pria.


Mata Yochi membelalak begitu melihat sosok tampan Ryzel, ia bahkan menutupi mulutnya yang terbuka lebar saking terkejutnya.


Sosok emas Ryzel dengan jelas ditampilkan di depan Yochi dan Tan.


Perut delapan pak dengan otot yang menonjol di seluruh tubuhnya sangat kelihatan estetika tanpa cacat. Otot tubuh Ryzel memiliki tingkatan lemak yang kurang dari 7%, dianggap sebagai otot kering, tetapi memiliki perbedaan.


Bedanya otot Ryzel memiliki kepadatan yang ditingkatkan jumlah energi yang terkandung pun besar.


Efek peningkatan tubuh dari Sistem memang sangat luar biasa.


Tan yang melihat tubuh berotot Ryzel merasa iri, ia ingin sekali memiliki tubuh indah seperti Ryzel.

__ADS_1


“Omaigattt!“ seru Yochi sambil berlari kecil menuju Ryzel. “Tubuhmu bagus sekali, Ryzel!“


__ADS_2