
Mary bertanya dalam mode pasangan dan bukan sebagai asisten pribadinya.
Tak hanya Mary, Neha pun sama, keduanya sedang berada di dalam mode wanita atau istri Ryzel.
Mereka berdua sudah mengenakan pakaian yang rapi, seperti hendak pergi ke suatu tempat.
Sayang sekali, Ryzel tidak bermaksud ingin membawa mereka berdua ke suatu tempat, melainkan mengajak mereka jalan-jalan ke pusat Kota Moskow.
Tidak hanya Neha dan Mary, kedua ras naga sakiti, yaitu Navor dan Zimey juga diajak untuk pergi jalan-jalan melihat Kota Moskow. Pasalnya, sudah dua hari sejak mereka datang ke sini tidak pernah keluar dan tetap di mansion.
Alasannya ialah mereka semua sibuk menjelajah diri mereka masing dan terus-menerus bertempur melawan Ryzel meski sudah merasakan kelelahan.
Apalagi, untuk Navor dan Zimey, mereka berdua punya fisik yang jauh lebih tinggi dibandingkan Neha dan Mary. Daya tahannya cukup bagus walau di spot lemahnya mereka benar-benar turun performa dan akhirnya kalah.
Ryzel memang tidak terkalahkan dalam perihal pertarungan malam.
Selain karena faktor itu, Ryzel tahu bahwa tugas masuk akan muncul di besok lusa dari hati tugas masuk telah berhasil di selesaikan atau lebih.
Tak mungkin muncul di hari selanjutnya setelah Ryzel menyelesaikan tugas masuk.
Benar saja, sekarang tugas masuk muncul dan lokasinya tetap di mana sekarang di berada, yakni Kota Moskow.
Namun, ada persyaratannya dalam tugas masuk ini, Ryzel harus keluar dari mansion dan pergi ke pusat kota meski untuk makan-makan saja.
Sekarang sudah mulai sore, waktu yang tepat untuk mencari makanan karena sore di Kota Moskow masih terlihat pagi.
"Hari ini kita hanya pergi melihat-lihat Kota Moskow, tentu saja, kalian boleh berbelanja dengan uang yang aku berikan," ujar Ryzel dengan senyum manis di mulutnya.
Perkataan Ryzel membuat mereka semua gembira. Semua wanita menyukai kegiatan berbelanja, mereka tidak membenci kegiatan belanja, melain membenci menghabiskan uang terlalu banyak saat berbelanja.
Zimey dan Navor tampaknya tidak terlalu tertarik dengan rencana mereka keluar dari mansion ini.
Mereka berdua lebih tertarik dengan kegiatan bertempur mereka di dalam kamar bersama Ryzel.
Agak lain, tetapi mereka berdua memang seperti itu, terlebih Navor yang sudah tak tertolong.
Jangan tertipu dengan sosoknya yang seperti gadis remaja bertubuh kecil, di dalam tubuhnya yang imut memiliki iblis wanita besar yang punya keinginan bertarung begitu tinggi.
Zimey juga tak kalah besar keinginannya, tetapi masih di tahap normal, tak memiliki permintaan aneh-aneh ketika bertempur.
Kalau bukan Ryzel pria yang diajak bertempur, tidak ada satu pun pria yang mampu menerima keinginan mereka berdua bertempur, lebih lagi sampai mengalahkan mereka. Mustahil sekali.
__ADS_1
"Hore! Aku ingin membeli baju dan beberapa aksesoris!" Neha berseru senang sambil memeluk tangan kanan Ryzel.
Mary memeluk pinggang Ryzel dan mengangguk sembari melirik Neha. "Aku juga! Aku ingin membeli pakaian khusus untuk tugas malam, hehe."
Begitu Mary mengatakan itu, Zimey dan Navor yang tengah berdiri di belakang Ryzel langsung berlari ikut memeluk Ryzel, menanyakan tentang pakaian yang dimaksud Mary.
Dengan demikian, Ryzel mendengarkan rahasia besar wanita dalam memberikan pelayanan hebat pada suaminya.
Mereka berlima keluar dari mansion tanpa membawa mobil karena jaraknya tak begitu jauh dari pusat kota yang ramai, cukup strategis tempat di mana mansion Ryzel berdiri.
Di sepanjang jalan yang mereka lalui, banyak sekali mata pria yang melirik keempat wanita Ryzel yang berjalan berdampingan sambil berpegangan tangan.
Sosok Ryzel berada di tengah, sisi kiri dan sisi kanannya terdapat deretan wanitanya yang sibuk melirik ke sekelilingnya.
Pandangan iri dan dengki bisa Ryzel rasakan dengan jelas tanpa harus melirik mereka semua. Sudah terbiasa dan Ryzel tak mempermasalahkan tentang hal itu, kecuali mereka memang ingin berbuat macam-macam kepada dirinya dan keempat wanitanya.
Mereka mampir ke beberapa toko yang buka untuk melihat barang apa yang dijual di sana.
Setelah keluar dari toko, mereka semua membawa beberapa makanan dan makan di jalan seolah itu bukan masalah.
Berbelanja makanan masih belum ingin mereka lakukan karena masih terlalu awal.
Tepat ketika mereka berjalan di trotoar lebar khusus pejalan kaki, seorang pria membawa kamera tiba-tiba mengambil gambar mereka secara terang-terangan.
Semua wanita Ryzel agak tidak nyaman dengan tindakan ini, tetapi dia tetap tersenyum walaupun tahu diri mereka sedang dipotret.
Sehabis Ryzel pandang dari jauh, sama sekali dia tidak merasakan niat buruk dari pria ini.
Namun, pertanyaan harus dilakukan untuk memastikan tujuan dan alasan mengapa pria ini mendadak mengambil foto.
Akan tetapi, sebelum Ryzel lebih dahulu menanyakan maksud dan tujuan pria itu mengambil gambar mereka, pria yang memotret mereka datang dan menjelaskan tentang tujuannya dalam bahasa Rusia.
"Hai, namaku Semvak, aku seorang fotografer profesional, boleh aku membagikan foto ini ke akun media sosialku?" Pria itu menyodorkan kameranya yang menampilkan hasil jepretannya.
Ryzel melirik gambar yang diperlihatkan wanita itu dan hasilnya memang bagus, pria yang bernama Semvak ini tak berbohong.
Begitu mendengar ucapan dari Semvak, sontak Ryzel mengingat kembali dengan konten yang tahun kemarin sedang viral, yaitu memotret orang acak di publik, kemudian memberi tahu hasil jepretannya agar orang yang difoto itu senang.
Benar tebakannya, di tas depan Semvak terdapat kamera yang merekam video, lensanya mengarah ke Ryzel dan keempat wanitanya.
Ryzel mengangkat kedua bahunya dan membalas, "Aku tak masalah dengan itu."
__ADS_1
Mendengar ini, wanita Ryzel juga mengangguk satu pendapat.
Melihat respons Ryzel dan wanitanya, Semvak merasa lega sekaligus senang.
"Aku belum pernah melihat wajah yang tampan seperti kamu, juga wanita-wanita yang bersama kamu semuanya hampir terlihat seperti seorang model," kata Semvak basa-basi, tetapi berbicara tentang kenyataannya.
Wajah Ryzel memang sangat tampan, Semvak mengakuinya, keempat wanita yang ada bersama Ryzel juga semuanya sangat cantik.
"Terima kasih, aku tersanjung," jawab Ryzel dengan ramah.
Keempat wanita Ryzel juga berkata dengan inti kalimat yang sama.
Semvak senang dengan ini, kemudian dia berbicara ke intinya.
"Apa boleh aku mengambil foto kalian berlima per orang? Tentu saja kalau boleh diizinkan diunggah aku akan mengunggahnya, kalau tidak, aku takkan mengunggah dan akan menghapus fotonya," tanya Semvak dengan sopan.
Ryzel dan wanitanya saking memandang untuk berdiskusi dalam diam.
Hasilnya, mereka semua mengangguk setuju dan tak mempermasalahkan hal ini.
Dengan persetujuan mereka, satu per satu mereka diambil gambarnya sambil dipuji secara jujur oleh Semvak.
Semvak sangat yakin hasil dari foto mereka akan panas dan meraup banyak penonton.
Mereka semua memang sangat tampan dan cantik.
Setelah difoto sendiri-sendiri oleh Semvak, kewarganegaraan Ryzel ditanyakan Semvak, termasuk basa-basi sebelum berpisah.
Tubuh Semvak tersentak saat tahu bahwa Ryzel berasal dari negara di Asia Tenggara.
"Sampai jumpa lagi! Jangan lupa untuk lihat hasilnya di saluran Yitub milikku!" Semvak melambaikan tangannya melihat Ryzel dan rombongannya pergi sambil melambaikan tangannya.
Pertemuan yang tak terduga, menambah kesan baik bagi Ryzel yang sedang berkunjung ke Rusia.
Semua wanita Ryzel juga senang dengan peristiwa barusan karena banyak perhatian orang-orang terfokus pada mereka.
Tentu, perhatian mereka ditarik lantaran pesona Ryzel dan wanitanya yang di luar nalar.
Memang benar orang-orang Rusia memiliki spesifikasi penampilan yang cukup tinggi, tetapi penampilannya masih kalah oleh penampilan Ryzel.
[Ding! Terdeteksi Anda telah berada di Kota Moskow, Rusia! Selamat kepada Anda karena telah mendapatkan ....]
__ADS_1