Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 80: Bertemu Gadis yang Merepotkan


__ADS_3

“Gadis Kecil?!“ Wajah wanita yang imut ini menekuk dan tampak garang. Matanya melotot ke arah Ryzel. Ia tidak terima dipanggil seperti itu oleh Ryzel.


Alis mata Ryzel terangkat ke atas. “Ada yang salah? Bukankah kamu masih kecil?“


Suara Ryzel begitu lantang dan tak merasa ada yang salah. Namun, wanita ini makin marah dan menunjukkan wajah yang seolah bisa menerkam Ryzel di detik berikutnya.


“Gadis kecil?! Siapa yang gadis kecil?! Aku sudah besar!“ Wanita ini berkata dengan keras dan lantang sampai-sampai penumpang yang ada di dalam pesawat mengalihkan matanya untuk melihat ke arah wanita itu duduk.


Segera, wanita satu ini menciut dan tidak marah lagi, dia merasa malu begitu ditatap oleh banyak mata di dalam pesawat ini.


Melihat reaksi wanita satu ini, Ryzel tidak bisa menahan untuk tidak tersenyum dan terkekeh kecil.


Wanita ini langsung kembali kesal mengetahui Ryzel menertawai dirinya.


Tak peduli kenal atau tidak, wanita ini mencubit tangan Ryzel dengan sekuat tenaga.


Ryzel terkejut dengan gerakan tiba-tiba dan ia langsung melepaskan cubitan tangan wanita yang terlihat kecil ini dari tangannya.


“Rasakan itu, Pria Cengeng!“ ucap Wanita tersebut sambil menjulurkan lidahnya tampak mengejek.


Sudut mulut Ryzel berkedut mendengar wajah imut yang membuat kesal dirinya ini. Ingin rasanya dia mengetuk kepala wanita kecil ini dengan tangan kanannya. Namun, takut wanita ini menangis.


“Hei, anak kecil tidak boleh kasar begitu.“


Ryzel masih menganggap wanita ini seorang anak kecil atau remaja yang di bawah umur.


“Aku bukan anak kecil ataupun gadis kecil! Jangan sebut aku dengan kalimat itu, atau kamu akan aku gigit!“ Wanita ini berkata dengan ekspresi wajah yang sangat tidak senang.


“Di mana orang tuamu? Mengapa kamu sendiri?“ Ryzel bertanya dengan wajah yang heran.


Menurutnya, bagaimana anak kecil di bawah umur bisa naik pesawat sendirian dan bisa ke sini. Seharusnya, ada orang tua atau orang dewasa yang menemaninya.


“Sudah aku bilang aku bukan anak kecil, sialan!“


Berikutnya, wanita ini menggigit tangan Ryzel dengan gigi rapi dan bersihnya.


Refleks tubuh Ryzel sangat bagus, ia berhasil melepaskan tangannya dari gigitan gadis gila ini. Untungnya, gigitan itu tidak masuk begitu dalam dan hanya memberi bekas yang tak begitu dalam.


Ryzel menarik tangannya dan menatap wanita ini dengan ngeri. “Apa-apaan kamu?! Kamu tidak boleh menyerang layaknya zombie. Aku akan memberi tahu orang tua kamu. Di mana orang tua kamu? Aku akan memberi tahu perilaku burukmu sekarang.“


Mendengar semua ucapan Ryzel, itu memberi banyak dampak kerusakan bagi hati kecil wanita ini.


Wanita ini sudah sangat lelah memberi tahu Ryzel bahwa dirinya bukan gadis kecil atau anak kecil.


Matanya yang melotot perlahan tertunduk sayu dan ia mengambil beberapa tisu dan menangis sedih.


“Hiks!“


Melihat perubahan hati wanita di sebelahnya, Ryzel tersentak terkejut. Dia bingung mengapa wanita ini menangis.


“Maaf, aku tidak bermaksud membentak kamu, Gadis Kecil. Aku tidak sengaja berbicara dengan nada sedikit tinggi. Maafkan aku,” ucap Ryzel dengan polos dan tulus. Ryzel meminta maaf dalam hatinya yang paling dalam.


Alih-alih tangisan wanita ini mereda, itu malah makin kencang dan bahkan suara tangisan yang terisak-isak ini terdengar ke kursi samping, depan, dan belakang.


Mata mereka yang menatap Ryzel terlihat seperti orang yang sedang melihat orang jahat.


Perilaku yang membuat nangis gadis kecil adalah yang biasanya dilakukan orang jahat.


Tatapan mereka semua yang tidak ramah ke arahnya, Ryzel berusaha menangkan wanita ini dengan metode lain.


Dengan pikiran yang cepat, Ryzel mengeluarkan sebuah bungkusan cokelat marshmellow yang selalu Ryzel stok jika pergi ke toko yang ada unsur Indonesia, ia memberikan bungkusan cokelat ini kepada wanita yang sedang menangis ini.


“Tolong jangan menangis lagi …. Aku ada sesuatu untukmu, aku akan memberikan sesuatu tersebut kalau kamu berhenti menangis.“


Suara Ryzel penuh dengan perasaan lembut dan ramah, ditambah dengan suara magnetis dan maskulin, membuat wanita yang dikira gadis kecil oleh Ryzel berhenti menangis beberapa detik berikutnya.


Kepala kecil wanita ini secara perlahan terangkat kemudian mencoba melihat Ryzel.


Wajah tampan Ryzel yang penuh senyuman hangat ditampilkan di depan wanita ini, rona merah muncul di pipi wanita tersebut, pesona Ryzel berhasil meluluskan hati wanita ini.


“Umm … mana sesuatu itu? Aku mau,” tagih Wanita satu ini kepada Ryzel.


Lantas, Ryzel mengeluarkan makanan kecil kesukaannya dari kantong baju dan menyerahkannya kepada wanita ini.


Ryzel melihat masih ada air mata yang menempel di pipi wanita ini. Menurut Ryzel, gadis kecil harus diperhatikan dengan baik. Maka dari itu, Ryzel secara tiba-tiba mengelap air mata yang ada di wajah kecil yang imut dan cantik dari wanita ini dengan hati-hati.

__ADS_1


Tindakan Ryzel ini membuat wanita tersebut terdiam membeku, bagai patung es. Namun, wanita ini tidak berani menolak dari kontak fisik ini. Ini pertama kali bagi wanita tersebut diperlakukan oleh pria selembut ini.


Setelah mengelap air mata wanita ini, Ryzel menyimpan sampah tisu tersebut di dalam kantongnya. “Coba saja. Itu marshmellow yang dibalut cokelat. Kamu pasti suka.“


Wanita ini tidak berbicara, wajahnya masih memerah panas, matanya menatap bungkus makanan ringan di tangannya dan melihat-lihat sesaat.


Kemudian ia membuka makanan tersebut dan mencoba melihat dalamnya. Ternyata itu adalah makanan bulat dan agak pipih yang dibalut cokelat.


Makanan manis sangat disukai oleh wanita ini. Tanpa berpikir lagi, dia langsung memasukan seluruh makanan ini ke dalam mulutnya.


Jujur saja, Ryzel terkejut saat melihat wanita ini memakan camilan cokelatnya. Ia mengira bibir ceri nan kecil itu tidak bisa membuka sebesar itu, ternyata perkiraannya salah. Bibir kecil ini bisa membuka begitu lebar.


“Bagaimana? Kamu suka?“ Ryzel memiringkan kepalanya dan melihat reaksi Wanita ini.


“Ya, aku suka. Apakah ada lagi?“ Wanita ini tampaknya memiliki selera yang sama dengan Ryzel, ia bahkan tidak malu untuk meminta makanan tersebut kepada Ryzel.


“Anak kecil tidak boleh makan makanan yang manis terlalu banyak, nanti giginya bolong.“ Ryzel belum mengubah sudut pandang atau perkiraannya terhadap wanita satu ini.


Begitu mendengar kata-kata tersebut dari mulut Ryzel, wanita ini sangat kesal dan kemudian memberikan sebuah kartu kepada Ryzel.


“Apa ini?“ Ryzel tidak mengerti apa yang dimaksud oleh wanita ini.


Wanita tersebut menunjuk ke sebuah tulisan yang tercantum di atas kartu.


“Angka dua puluh?“ Ryzel tidak mengerti bahwa apa yang ada di kartu ini. Ryzel menebak ini adalah huruf yang digunakan oleh Negara Vietnam lantaran ada nama Vietnam yang tertera di dalam kartu ini.


Kepala kecil ini mengangguk cepat sambil mengerucutkan bibir kecilnya.


“Angka dua puluh apa? Umur kamu dua puluh tahun?“ tebak Ryzel secara asal.


Dia pikir itu tidak mungkin untuk wanita kecil ini berumur 20 tahun. Penampilannya seharusnya berumur 15 tahun ke bawah.


Namun, Ryzel tercengang begitu melihat respons wanita tersebut terhadap tebakan asalnya.


“Jangan bercanda denganku.“ Ryzel masih bersikukuh dengan pandangannya terhadap wanita imut ini. Tak mungkin untuk gadis kecil yang berwajah imut dan lucu, bertubuh mungil ini berumur 20 tahun. Umurnya itu bahkan melebihi umur Ryzel yang baru 19 tahun.


Wanita ini bereaksi marah lagi seraya berkata, “Aku tidak bercanda! Itu umur asli aku. Jadi, berhenti untuk memanggil aku gadis kecil dan anak kecil! Aku sudah dewasa, oke?!“


Mata Ryzel berkedip cepat berkali-kali. Ia masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh wanita kecil tersebut. Ia menggosok matanya beberapa kali dan wanita ini masih seperti anak kecil yang berumur 15 tahun.


“Aku bukan anak kecil, aku sudah punya pekerjaan. Lihat ini!“ Wanita ini tiba-tiba menunjukkan ponselnya kepada Ryzel.


“Aku sudah besar, aku juga sudah lulus SMA. Cuma aku sekarang sedang cuti kuliah dan fokus ke karir aku.“


Ryzel mengangguk paham. Ia baru sadar bahwa wanita ini memang bukan gadis kecil maupun anak kecil. Di dalam layar ponsel wanita ini ditunjukkan banyak gambar. Dimulai dari gambar dirinya lulus sekolah menengah atas, di dalam kampus dan depan bangunan kampus, dan sedang cosplay di sebuah acara.


Wanita ini merupakan seorang cosplayer yang memakai busana anak kecil atau gadis kecil lucu di acara anime, kartun dari Jepang.


Wajar saja, Ryzel melihat dia begitu lucu dan imut layaknya seorang anak kecil.


“Bagaimana? Kamu percaya padaku sekarang?“ Wanita ini menatap mata Ryzel dengan serius.


“Ya, aku percaya.“ Ryzel mengiakan karena semua bukti sudah ada.


Kartu yang diberikan oleh wanita tersebut juga kartu tanda penduduk di Vietnam.


“Bagus, Pria Cengeng.“ Wanita kecil ini menyeringai mengejek Ryzel. “Ngomong-ngomong, kita belum berkenalan, mau berkenalan?“


Perasaan kesal terhadap ejekan wanita ini Ryzel hilangkan dan ia dengan senang hati berkenalan dengan wanita ini.


“Namaku Linh Hoa, artinya jiwa dari bunga. Aku berasal dari Vietnam.“ Wanita ini tersenyum manis dan tangan kecilnya berjabat tangan dengan tangan besar Ryzel.


“Aku Ryzel Dicky, artinya sebaiknya jangan diartikan.“ Ryzel menampilkan senyum canggung.


Wanita kecil yang bernama Linh ini menjadi penasaran dan bertanya persoalan tersebut, “Apa arti dari namamu?“


“Artinya sangat tidak baik. Aku juga tidak bisa berkata begitu saja.“


“Kalau begitu … kamu boleh membisikkan artinya ke telinga aku.“ Linh menunjuk ke telinganya.


Ryzel berpikir untuk waktu yang singkat, kemudian memutuskan untuk memberi tahu arti dari namanya kepada Linh.


“Namaku artinya ialah pemimpin alat vital pria.“


Setelah kata-kata tersebut jatuh di gendang telinga Linh.

__ADS_1


Wajah putih dan mulus Linh dalam sekejap berubah menjadi merah dan ia memukul tangan Ryzel sekali dengan pelan.


“Hentai!“ ucap Linh tanpa sadar.


Dia tahu apa arti dari kalimat yang diungkapkan oleh Ryzel. Itu sangat tidak senonoh dan baik.


Linh memandang wajah Ryzel, dia bertanya lagi dengan ekspresi malu dan heran, “Mengapa orang tua kamu memberi nama jorok itu? Apakah tidak ada nama yang baik lagi?“


“Entah, aku juga tidak tahu.“ Ryzel sama sekali tidak tahu alasan orang tuanya saat itu memberikan nama yang luar biasa keren ini.


Benar kata orang Indonesia, nama adalah doa. Namanya terwujud dan Ryzel memiliki adik besar yang sangat hebat, dapat memimpin kawanan adik kecil lainnya untuk merombak lubang-lubang yang ada.


Tanpa Ryzel sadari, perasaannya yang sedih dan gelisah perlahan lenyap sejak bertemu dengan Linh.


“Aku memanggilmu Pria Cengeng saja, bagaimana? Menurutku itu lebih bagus dari nama asli kamu.“ Linh mengangkat satu alisnya dan memberi tatapan mata yang meminta tanggapan.


Tentu saja, Ryzel menggelengkan kepalanya dan menolak, “Tidak. Panggil saja aku Ryzel.“


“Oke, Ryzel yang cengeng. Hehe ….“ Linh masih mengolok-olok Ryzel dengan niat hatinya sebagai candaan.


“Bukannya kamu yang Cengeng? Nona bunga?“ Ryzel membalas dengan ledekan yang serupa.


Tidak ada yang bisa Linh tepis dari pernyataan Ryzel. Sebenarnya, dia memang mudah menangis, tetapi di kondisi tertentu dia akan berani.


Menggembungkan pipinya yang kecil, Linh memalingkan wajahnya dan tidak mau melihat Ryzel.


“Hum!“


Ryzel hanya menanggapi dengan gelengan kepala terhadap Linh. Tubuhnya ternyata mencerminkan sifatnya. Sifat Linh sangat mirip dengan ank kecil yang mudah ngambek dan merajuk.


Perjalanan di dalam pesawat ini sangat sebentar tidak memakan banyak waktu hanya 1 jam 30 menit lebih untuk sampai ke Bandara Tan Son Nhat.


Mendengar pemberitahuan dari pramugari, Ryzel berhenti mengedit video dan bersiap untuk merapikan barang bawaannya.


Akan tetapi, ketiak Ryzel hendak berdiri, ia melihat Linh sedang menyandarkan kepalanya di bahu.


Dikarena pesawat sebentar lagi sampai, Ryzel mencolek beberapa kali pipi Linh bertujuan untuk wanita ini terbangun. Beberapa kali Ryzel menyolok pipi halus Linh, akhirnya wanita ini terbangun dengan keadaan bingung.


“Pesawat sebentar lagi sampai di Bandara. Segeralah membereskan barang bawaanmu, jangan sampai tertinggal.“


Sontak wanita ini langsung bergerak dan mengikuti ucapan Ryzel.


Keduanya bersiap-siap untuk keluar dari pesawat.


Mereka berdua berjalan keluar dari pesawat bersama sampai mereka masuk ke dalam Bandara Tan Son Nhat.


“Akhirnya, aku sampai di negara tercintaku!“


Duduk di tempat duduk dalam bandara, Linh meregangkan tubuhnya sambil menguap.


Pesawat sampai di bandara tepat di jam 7 malam. Masih awal malam.


Mendengar ini, Ryzel menjadi teringat dengan pertanyaan yang sempat hilang ketika ingin dikeluarkan.


“Memangnya kamu habis ke mana?“ Ryzel bertanya dan menoleh kepada Linh.


“Aku habis jalan-jalan ke Kamboja dan Jepang, dalam rangka pekerjaan. Aku seorang cosplayer internasional dan diundang di beberapa acara cosplay di luar negeri,” jawab Linh dengan jujur dan wajah yang tidak terlihat sedang berbohong.


Ryzel kagum dengan prestasi Linh. Seorang cosplayer juga bisa diundang sampai ke luar negeri, sesuatu yang luar biasa hebat dna patut dibanggakan.


“Keren sekali.“ Ryzel memberikan dua jempol tangan untuk Linh.


“Iya, dong! Aku sangat cantik dan keren!“ Wanita ini mengangguk dengan penuh rasa bangga.


“Tetapi sayangnya kamu pendek, hanya seratus empat puluh satu.“


Ekspresi wajah bangga Linh membeku, ia menoleh ke arah Ryzel dengan kaku. Wajahnya menjadi marah dalam sekejap dan ia melompat ke atas tubuh Ryzel untuk memukul dada Ryzel.


“Sialan! Aku tidak pendek, kamu saja yang terlalu tinggi! Rasakan pukulan ini!“


Berikutnya, pemandangan Linh yang memukul Ryzel menjadi pusat perhatian orang yang ada di bandara.


Ryzel yang mengetahui ini langsung menyuruh Linh berhenti. “Sutt! Kita sedang dilihat oleh orang banyak, jangan memukul lagi.“


Kepala tangan Linh yang mungil berhenti di udara ketika mendengar ini dan dia melihat sekeliling untuk membuktikan ucapan Ryzel.

__ADS_1


Faktanya, Ryzel tidak berbohong. Orang-orang tengah menatapnya dengan aneh dan memiliki ekspresi yang bermacam-macam.


“Maaf~ ….“


__ADS_2