
Ryzel sangat menikmati perasaan indah ini. Pertama kali Ryzel mencoba sudah membuatnya terlena dan kalap.
Goyangan Maly begitu enak, aduk kecilnya terasa dipijat oleh sesuatu di dalam tubuh Maly. Rasa sempit ini terasa nikmat.
Gerakan pinggul Maly makin Intens, dia menundukkan tubuhnya ke arah Ryzel dan mencium bibir Ryzel dengan perasaan cinta dan sayang.
“Ryzel, emmhhh!“ Bibir mereka saling beradu penuh semangat. Maly membelai pipi Ryzel ketika berciuman dan pinggulnya terus bergerak liar.
Wajah Ryzel menjadi merah dan panas setelah Maly bergerak makin cepat. Adik kecilnya benar-benar dimanjakan oleh pijatan daging yang sempit dan basah. Ryzel berusaha untuk tidak mengeluarkan suara aneh.
Perasaan nyeri muncul di dalam tubuhnya, disertai dengan perasaan nyaman dan enak.
Meskipun Maly masih bisa merasakan sakit di dalam tubuh bagian bawahnya, tetapi itu bukan halangan untuk Maly berusaha menyenangi Ryzel, pria yang ia sukai.
Makin cepat Maly bergoyang, rasa sempit yang seolah menyedot adik kecilnya makin terasa jelas dan enak.
Ryzel menggunakan kedua tangannya untuk memeluk tubuh Maly dan membantu pacuan mereka berdua ketika memompa.
Suara daging yang bertabrakan satu sama lain menggema nyaring diiringi dengan suara aneh yang menggoda dan penuh nafsu.
Otak dan pikiran Maly saat ini sudah kosong, ia tidak bisa memikirkan apa pun, tubuhnya bergerak secara naluri. Perasaan malunya kini menghilang, digantikan oleh hasrat mencintai Ryzel dan membuatnya senang yang begitu ekstrim.
Melepaskan ciuman dari Ryzel, Maly menegakkan posisinya dan menopang tubuhnya yang sibuk memompa dengan kedua tangan di atas otot perut Ryzel. Maly sama sekali tidak bisa berpikir jernih, adik besar Ryzel membuatnya melayang jauh di angkasa.
Menatap Maly dari bawah, pesona kecantikan Maly yang khas dengan Asia Tenggara ini sangat luar biasa kali ini. Melihat sosok tubuhnya yang seksi, tetapi dengan bola besar yang menonjol dan bergoyang ke kiri dan ke kanan, ditambah dengan wajah yang menggoda dan sangat imut, terlebih ekspresinya sekarang menambah nafsu Ryzel bertambah.
Maly fokus dengan bergoyang bagai menunggangi seekor kuda sambil menggigit bibir ceri bawahnya untuk menahan rangsangan yang sangat luar biasa membuatnya tergila-gila dan sedikit rasa nyeri yang ada.
Namun, tiba-tiba saja ia merasa daging tebal dan panjang milik Ryzel yang ada di dalam tubuhnya berdenyut dan makin hangat, serta juga ukurannya bertambah besar.
Perubahan ini membuat Maly makin menjadi-jadi, ia bahkan bergoyang lebih ganas lagi. Makin dia cepat bergoyang, makin enak juga yang dia rasakan.
Meskipun tidak sepenuhnya masuk karena sudah mentok, itu tidak mengurangi rasa nikmat dari pompa dan goyang brutal Maly.
“Ryzel, aku tidak tahan lagi! Aku keluar!“
Setelah seruan manis Maly itu terdengar, Ryzel bisa merasakan sebuah cairan hangat yang membasahi adik kecilnya yang ada di lubang Maly, kemudian sensasi hangat dirasakan di bagian atas perut Ryzel.
Ketika melihat ke arah bawah, Ryzel bisa melihat semburan air bening jatuh di atas perutnya, itu berasal dari salah satu lubang kecil milik Maly. Ryzel tahu apa air ini, air yang keluar karena rangsangan yang hebat.
Seluruh tubuh Maly gemetar hebat karena rasa nikmat yang tak terlukiskan, ia terkapar jatuh di atas tubuh Ryzel dalam keadaan adik kecil Ryzel masih menancap keras di tubuhnya.
Tanpa sadar Ryzel memeluk tubuh Maly dengan lembut dan mengelus rambutnya.
Saat memeluk, Ryzel bisa mencium aroma tubuh Maly yang wangi, keringatnya sama sekali tidak bau, melainkan mengeluarkan wewangian yang terkesan manis.
Maly terbaring di atas tubuh Ryzel tanpa bergerak sedikit pun, dia terlalu kelelahan akibat mengeluarkan banyak cairan. Di dalam hatinya, ia merasakan rasa bahagia yang luar biasa, pengalaman ini sangat indah tak terkatakan baginya.
Adik besar Ryzel masih ada di dalam tubuh Maly, Ryzel belum keluar sama sekali, ia masih tahan terhadap seribu kenikmatan yang diberikan oleh Maly.
Untuk sementara waktu, suasana di antara mereka hening. Ryzel belum puas sama sekali lantaran belum keluar. Sebuah inisiatif dan ide tiba-tiba datang di pikiran Ryzel, membuatnya tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.
__ADS_1
Tanpa ada bicara, Ryzel memeluk Maly dengan erat, kemudian ia bangkit dan mengubah posisinya menjadi duduk.
Tindakan ini mengakibatkan Maly mengeluarkan suara menggoda dan aneh tak sengaja. Adik besar Ryzel yang masih menusuk di dalam tubuh Ryzel makin masuk ke dalam saat Ryzel pindah ke posisi duduk sehingga tubuh Maly tak sadar tertekan dan adik besar Ryzel masuk sangat dalam.
Ryzel juga merasa ada perubahan di dalam tubuh Maly, tampaknya adik kecil miliknya benar-benar menyentuh ujung lubang kenikmatan Maly.
“Milikmu masuk terlalu dalam, itu menyentuh bagian paling sensitif di tubuhku, kamu sangat hebat, emmhh~ ….“ Maly membalas pelukan Ryzel. Ia menatap sepasang mata Ryzel dengan tatapan yang lembut dan menggoda.
Kalimat ini terdengar di telinga Ryzel dengan jelas, baginya kalimat tersebut adalah pendorong Ryzel untuk bergerak dan mengambil alih pertempuran.
Dengan demikian, Ryzel mulai memimpin medan pertempuran ini.
Berikutnya, Ryzel bangkit dari kasur sambil menahan posisi Maly yang masih tertancap oleh adik besarnya. Maly masih memeluknya dan saling berhadapan.
“Aaah! Ryzel, kamu mau apa?“ seru Maly dengan suara yang terkejut dan terdengar senang.
Alih-alih menjawab seruan dari Maly, Ryzel menurunkan kedua tangannya yang memeluk punggung Maly ke pinggul rampingnya. Setelahnya, dia menggunakan kedua tangannya untuk mengangkat dan menurunkan tubuh Maly, tampak seperti mengocok sesuatu secara manual menggunakan tubuh wanita.
Ketika Ryzel mengangkat sedikit tubuh Maly yang memeluk tubuhnya, lubang milik Maly naik ke atas dan hampir melepaskan adik besar, tetapi tangannya menggerakkan tubuh Maly ke bawah setelah merasa adik kecilnya hampir terlepas dari dalam tubuh Maly.
Posisi ini sangat enak bagi Ryzel karena dirinya sendiri yang menggerakkan tubuh Maly. Gerakan ini lebih nikmat bagi Ryzel karena tangannya sangat cepat saat mengendalikan tubuh Maly ke atas dan ke bawah.
“Ahh!! Ryzel, aku tidak bisa menahan ini lebih lama lagi!“ Maly menjerit penuh kebahagiaan dengan wajah yang menampilkan ekspresi bejat karena nikmat.
Baru beberapa menit Ryzel mengontrol kegiatan, Maly sudah mengeluarkan cairan dari lubangnya beberapa kali, sampai-sampai membasahi lantai dan membuat becek tempat Ryzel berdiri.
Cairan mengucur deras dari lubang Maly dan jatuh bagai air terjun yang indah.
“Terus! Terus! Goyang yang kuat! Jangan berhenti! Aaahhh!“
“Aku keluar, Ryzel!“
“Aku keluar lagi, aahhh!“
“Tidak-tidak! Aku keluar sekali lagi! Mmmhh!“
“Ryzel, aku sayang kamu! Aku keluar!“
“…“
Dalam posisi ini, mereka berdua bermain lebih lama dari posisi Maly yang mengendarai Ryzel yang mana durasinya hanya setengah jam, sedangkan ini memiliki durasi lebih dari 1 jam.
Selama 1 jam itu, Maly telah mengeluarkan cairan lebih dari 10 kali. Setiap 3-6 menit mereka saling memompa, Maly pasti berkata bahwa dirinya akan keluar dan keluar. Dalam 1 kali keluar, terkadang semburan airnya sedikit hanya sesaat dan tak terlalu banyak, tetapi kebanyakan Maly mengeluarkan cairan dalam jumlah yang banyak.
Ryzel puas dengan posisi ini, dan ia mengatur dirinya dan tubuh Maly ke posisi tang berbeda.
Tubuh Maly benar-benar sangat lemas kali ini, ia sama sekali tidak melarang Ryzel ingin berbuat apa pada tubuhnya, seakan-akan ucapannya bahwa tubuhnya untuk Ryzel adalah sebuah pernyataan yang benar.
Posisi ini adalah posisi yang pernah Ryzel lihat di dalam video panas dalam ponselnya. Pria pasti pernah melihat hal yang tidak senonoh entah disengaja atau tak disengaja, termasuk Ryzel sendiri.
Sebuah posisi di mana wanita terbaring di kasur dengan kedua kaki terangkat ke atas. Posisi Maly mendemonstrasikan gerakan tersebut, kemudian Ryzel memegang kedua kaki Maly dengan tangannya dan ia mulai memasukkan adik kecilnya ke lubang Maly.
__ADS_1
Lubang ini terasa makin sempit, akibat kaki Maly yang menjepit lubangnya.
Secara otomatis menjadi salah satu gaya atau posisi yang disukai oleh keduanya. Posisi tidak bertahan lama, hanya beberapa menit setelah Maly keluar lebih dari 3 kali.
Posisi berubah lagi, tidak berubah banyak, kaki Maly dilebarkan ke samping dan menekuk, menjangkang atau meranggung.
Dengan posisi ini Ryzel bisa melihat bola besar Maly ketika tubuhnya tertidur, itu agak melebar ke samping walau masih membentuk bulat. Besar, kencang, dan kenyal.
“Ahhh~ ….“
Ryzel terus-menerus memompa tubuh Maly dengan keras sampai membuat titik lemah Maly terkena pada setiap dorongan.
Tangan Ryzel sesekali meremas dan memainkan bola Maly, bahkan Ryzel mengisap puncak bola-bola besar ini.
Mereka berdua bermain kegiatan ini selama lebih dari 3 jam, diakhiri oleh Ryzel yang keluar setelah beberapa jam tak keluar, sangat tahan lama.
Dalam 3 jam Ryzel baru keluar, padahal dia telah dihantam oleh perasaan lembut lubang Maly yang memijat.
Cairan lengket, kental, dan hangat Ryzel tidak dikeluarkan di dalam lubang, melainkan di atas payudara besar Maly.
Maly sudah berkata bahwa dirinya tak keberatan apabila Ryzel memasukan benih anak ke dalam ruang bayi miliknya, tetapi Ryzel tidak mau. Dia lebih memilih keluar di luar lubang.
Pada saat ini, Ryzel dan Maly saling bertukar tatapan dalam keadaan posisi terbaring tidur dengan tubuh miring. Keduanya sama-sama tak memakai busana atau pakaian.
Wajah mereka makin dekat seiring lamanya mereka menatap, bibir mereka perlahan saling bertemu dan keduanya berciuman.
Nafsu mereka kembali aktif layaknya api kecil disiram oleh bensin. Keduanya hendak melakukan kegiatan itu lagi, tetapi Ryzel sadar dari kenikmatan ini, ia segera melihat jam dan ternyata sudah jam 4 malam.
Kegiatan mereka berdua ternyata dimulai dari jam 1 malam.
Maly melihat juga jam di ponsel Ryzel. Ia tersenyum dan berkata sambil melekatkan diri pada tubuh Ryzel, “Masih ada waktu dua jam, lebih baik kita tidur saja. Kita harus istirahat, kita akan pergi nanti ke pulau sebelah.“
Belaian tangan lembut Maly pada dagu Ryzel terasa nyaman, membuat Ryzel senang dan menuruti permintaan Maly.
“Baiklah, ayo kita tidur bersama.“ Ryzel mengangguk dan tersenyum.
Melihat senyuman Ryzel, Maly juga ikut tersenyum dan tanpa berkata apa-apa lagi ia mencium Ryzel.
Maly tiba-tiba membalikkan tubuhnya ke arah lain, ia membelakangi Ryzel dan tubuhnya miring ke arah kiri, sama dengan arah Ryzel berbaring miring.
“Peluk aku, Ryzel. Aku ingin tidur bersamamu dengan posisi ini.“
“Oke.“
Ryzel memeluk tubuh Maly, tangan kanannya mengelus perut mulus Maly, adik besarnya terjepit di antara kedua kaki Maly, itu menyentuh bibir lubang Maly yang berwarna pink agak kecokelatan.
Beberapa saat berselang, keduanya berhasil tidur bersama, Ryzel tertidur karena meremas dan meraba bola Maly, sedangkan Maly tidur karena tangan Ryzel yang bergerak tersebut.
Selepas tidur, mereka berdua berpisah, Maly kembali ke vila untuk bersiap-siap pergi ke pulau sebelah.
“Maly, aku perhatikan, kamu berjalan agak aneh pagi ini. Habis melakukan apa di vila Ryzel sampai-sampai kamu baru pulang sekarang?“
__ADS_1