
Hari selanjutnya, Ryzel seperti biasa melakukan kegiatan yang selalu dikerjakan di pagi hari.
Mandi, menyikat gigi, mengambil baju bersih dari layanan concierge, dan sarapan pagi, tidak lupa juga memeriksa tugas misi.
Biasanya, Sistem mengeluarkan misi di tengah malam, tepatnya di jam 12 malam pergantian hari.
Begitu Ryzel membuka panel layar, ia menemukan bahwa sebuah tugas masuk diperbarui.
“Pantai Kata?“ Ryzel bergumam sambil menatap layar virtual di depannya. “Bukankah ini kebetulan? Yochi berkata sekarang dia ingin pergi ke sana, kan?“
Melihat lokasi masuk yang tertera di tugas masuk kali ini, mengingatkan Ryzel dengan ajakan Yochi semalam.
Yochi dan Tan mengajaknya pergi bersama ke Pantai Kata. Seharusnya, hari ini mereka akan pergi.
Begitu memikirkan hal ini, Ryzel segera keluar dari kamar hotel dan pergi ke kamar hotel Yochi dan Tan.
Kedua orang itu tidur di kamar hotel masing-masing, tidak tidur bersama. Yochi dan Tan seorang teman meski di media sosial tampak seperti pasangan.
Tok! Tok! Tok!
Di depan pintu kamar Tan, Ryzel mengetuk pintunya, berharap Tan segera keluar tanpa ia panggil.
Belasan kali ketukan Ryzel lakukan, akhirnya suara pintu ingin terbuka terdengar.
Ceklek!
Saat pintu kamar terbuka, Ryzel melihat sosok Tan yang sudah rapi mengenakan baju, terlihat rambutnya yang masih basah, sepertinya pria ini habis mandi pagi.
“Ada apa, Ryzel?“ Tan sedikit terkejut melihat orang yang mengetuk kamarnya, ternyata itu Ryzel.
“Aku ingin ikut ke Pantai Kata bersama kalian,” ucap Ryzel tanpa banyak basa-basi.
“Oh, kukira ada apa. Baiklah, nanti jam delapan kita berangkat ke hotel dekat sana, aku akan memesannya untuk kita bertiga,” balas Tan sambil menggosokkan handuk ke rambutnya yang basah.
“Oke, aku akan bersiap-siap.“ Ryzel mengangguk mengerti dan hendak pergi.
“Mengapa kamu tidak memberi tahu tentang itu lewat pesan Instagrem saja?“
“Aku lupa, hehe.“ Ryzel menggaruk-garuk kepalanya dengan canggung.
Benar juga, mengapa Ryzel tidak memberi tahu soal keikutsertaannya pergi ke Pantai Kata melalui media sosial? Repot-repot keluar kamar dan berjalan ke depan pintu kamar Tan.
Tan menggelengkan kepalanya tanpa daya, kemudian berkata, “Aku juga ingin bersiap-siap, nanti aku akan kirimi pesan kalau kita mau berangkat.“
“Oke, kalau begitu, aku pergi dahulu.“ Ryzel mengangguk satu kali.
Setelah datang ke pintu kamar Tan, Ryzel berbalik dan kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Di sana, ia segera merapikan baju dan memasukkan semua barang-barangnya ke tas.
“Halo, Rina? Ada apa?“
“Aku baik-baik saja di sini.“
“Baik, aku tidak akan telat makan, kamu juga jangan telat makan.“
“Iya, pasti aku ingat.“
“…”
Di tengah dirinya sibuk membenahi barang-barang, sebuah panggilan telepon masuk ke ponselnya, panggilan tersebut dari Rina.
Masih sama dengan Gina, Rina pun menanyakan kabarnya di Thailand, dia bilang habis menonton video Ryzel menyelamatkan seorang anak kecil. Merasa khawatir, Rina pun menghubunginya dan memastikan keadaan Ryzel.
Ryzel senang diperhatikan oleh gadis-gadis yang pernah ia temui ini, mereka sangat hangat dan peduli kepadanya.
Namun, Ryzel takut disangka sebagai pria yang buruk. Wanita yang perhatian atau orang yang perhatian, memiliki maksud dan tujuan mereka seperti itu, Ryzel mengantisipasi dirinya sendiri untuk tidak terlalu dekat mereka, takut tujuan mereka tidak tercapai sehingga Ryzel sendiri yang disalahkan.
Sebenarnya, Ryzel masih memiliki trauma dengan namanya hubungan pacaran. Kejadian Salsa yang selingkuh masih menjadi mimpi buruknya sampai saat ini.
Orang-orang pasti tidak ingin mimpi buruk dialami lagi, sama halnya dengan Ryzel, ia tidak mau peristiwa mengerikan itu terjadi lagi di hidupnya.
Cukup sekali saja sebagai bahan pengalaman hidup.
Usai berbincang di telepon bersama Rina, tidak terasa semua barang-barangnya selesai dimasukkan ke dalam tas.
Ryzel melihat bahwa pengikutnya sudah bertambah, syarat tugas masuk otomatis terpenuhi, ia tidak perlu khawatir tugas misi gagal karena tidak memenuhi syarat.
Ada 78.000 pengikut saat ia periksa sekarang ini. Akun Tiktodnya berkembang makin baik hari demi hari.
Akun Tiktodnya bukan semata-mata siaran langsung saja, Ryzel pun merekam semua siaran langsungnya dan memotong beberapa adegan di siaran langsung untuk dijadikan sebagai video pendek.
Akumulasi jumlah berapa banyak yang menyukai videonya sudah lebih dari 30 juta suka.
Total ada 42 video yang berhasil diunggah Ryzel di akunnya ini, masih-masing video mendapatkan ratusan ribu suka dari orang-orang.
Tidak heran pengikutnya bertambah banyak walaupun tidak terlalu drastis perkembangannya.
Tepat di jam 8 pagi, Tan mengirimkan sebuah pesan bahwa dia dan Yochi sudah siap dan ingin berangkat.
Ryzel pun membalas, dirinya pun sudah siap untuk berangkat.
Kemudian Ryzel keluar dari kamar dan bertemu dengan keduanya di lobi hotel.
“Ayo kita pergi!“ Yochi berseru penuh semangat dan keluar sambil menarik koper yang memiliki roda.
__ADS_1
Tan dan Ryzel mengikuti Yochi sampai keluar dari hotel.
Sebuah mobil taksi sudah terparkir tidak jauh dari depan hotel, Tan sudah memesankan taksi untuk mereka bertiga.
Jarak Pantai Patong ke Pantai Kata hampir 10 kilometer jauhnya, waktu tempuh mungkin sekitar puluhan menit, tidak sampai 1 jam lamanya.
Selama di perjalanan, Ryzel bisa melihat pemandangan perkebunan yang dipenuhi banyak pohon, alam di sini masih luas, tidak seperti di kota lainnya, di mana area hijau makin menipis dan berkurang.
Di dalam mobil, Yochi sibuk membuat cerita di Instagrem, video pendek dirinya di dalam mobil bersama Ryzel dan Tan.
Ketika unggahan cerita itu dibuat, banyak para pengikut akun Instagrem Yochi bertanya seputar pria lain selian Tan yang ada di dalam mobil.
Mereka bertanya seputar identitas Ryzel ada ribuan komentar yang memiliki pertanyaan yang terkait Ryzel.
Sosok Ryzel di video pendek Instagrem Yochi sangat menawan, terlebih saat tersenyum dengan tatapan yang agak menyipit, langsung membuat hati lawan jenis berdenyut cepat.
Rasanya, mereka jatuh cinta lagi dalam pandangan pertama begitu melihat wajah Ryzel.
Melihat komentar-komentar ini, Yochi tertawa kecil lalu memberitahukannya ke Ryzel.
Ryzel cuma bisa tersenyum, sudah biasa dirinya melihat fenomena ini. Penampilannya yang tampan selalu menjadi pusat perhatian.
Tidak lama kemudian, mobil mereka berhenti di depan gedung hotel, letaknya satu deretan dengan bangunan yang lain, bangunan restoran dan tempat komersial lainnya.
Dilihat dengan saksama eksterior bangunan hotel, hotel ini tidak begitu mewah seperti hotel yang mereka inap di Pantai Patong. Kemungkinan, hotel ini sertifikasi hotel bintang 3.
Ketika check-in dan masuk ke dalam kamar masing-masing, Ryzel terkejut karena di dalam kamarnya terlihat mewah dan ekslusif.
Ini di luar ekspektasi Ryzel, menghancurkan ekspektasi Ryzel yang rendah.
Tan sudah bilang kepadanya sebelum mobil sampai di depan hotel, hotel yang ia pesan cukup mahal harganya, ada di tingkat medium.
Saat melihat tampilan luar bangunan hotel, Ryzel meragukannya, tetapi sekarang ia salah, hotel ini memang sebanding dengan harganya.
Ryzel seketika tersadar, ia tidak boleh merendahkan dan menghina sesuatu sebelum tahu kebenarannya.
Mengingatkan Ryzel dengan peribahasa yang terkenal, yaitu “kacang lupa kulitnya”.
Kacang lupa pada kulitnya lantaran tidak tahu fungsi kulitnya, ia menghina dan melupakan kulitnya, padahal yang selama ini melindungi dirinya adalah kulitnya sendiri.
Kacang tidak tahu kebenaran kulitnya.
Ungkapan yang sangat cocok untuk menggambarkan kejadian internal yang dialami Ryzel.
Setelah berbenah singkat di dalam kamar, Ryzel diajak oleh Yochi dan Tan untuk berenang.
Pastinya Ryzel ikut dengan mereka dan pergi ke pantai. Jaraknya tidak jauh, cukup berjalan selama 3 menit, mereka pasti sudah tiba di pantai.
__ADS_1
[Ding! Terdeteksi Anda Telah Berada di Pantai Kata!]
[Apakah Anda ingin masuk sekarang?]