Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 45: Wanita Laos


__ADS_3

Refleks tubuh Ryzel sangat cepat, ia langsung menoleh ke arah kiri dengan cepat untuk melihat orang yang menyapanya.


Tidak tahu kapan ada seseorang di sebelahnya. Orang yang menyapanya adalah seorang wanita yang mengenakan pakaian berenang, terdiri dari cup yang tidak terlalu terbuka dan celana pendek khusus renang.


Wajah wanita ini masih terbilang cantik, tipe cantik natural yang minim sekali riasan. Kulit putih mulus dengan postur wajah yang lumayan presisi.


“Sabaidee bo?“ tanya Wanita ini dalam bahasa Lao.


Bisa dilihat dengan jelas, wanita ini sangat akrab dan mudah berkenalan. Ryzel tidak merasa terganggu meskipun wanita ini mendekati dirinya tiba-tiba.


Ryzel tersenyum ramah dan menjawab, “Khony sa bai dee.“


Wanita ini sedikit tertegun begitu mendengar jawaban Ryzel dalam bahasa Lao, cukup fasih layaknya warga asli.


Awalnya, wanita ini skeptis Ryzel mengerti ucapannya, makanya ia mencoba memastikan lagi dengan bertanya dalam bahasa Lao. Nyatanya, Ryzel mengerti apa yang diucapkannya.


“Eh, kamu mengerti bahasa Lao?“ Wanita itu memandang Ryzel dengan pupil mata yang membesar sambil mundur satu langkah.


Bahasa yang digunakan wanita ini adalah bahasa Lao.


“Tentu saja.“ Ryzel tersenyum ke arah wanita ini sembari mengangguk. “Mengapa aku tidak bisa bahasa Lao?“


Pengucapan Ryzel dalam bahasa Lao sangat bagus dan mudah dimengerti. Wanita ini juga mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Ryzel.


“Bolehkah kita berkenalan?“ Wanita ini maju satu langkah dan memandang mata milik Ryzel dengan malu-malu.


Ryzel menganggukkan kepalanya sekali, dan berkata sambil tersenyum, “Boleh, mari kita berkenalan ….“


Kedua tangan keduanya saling bertemu dan mereka berjabat tangan sembari menyebutkan nama masing-masing.


“Ryzel Dicky.“


“Haimi Napua.“


Senyum dilontarkan oleh keduanya sembari memandang satu sama lain. Senyuman Ryzel sangat menawan sehingga wanita ini tidak kuat menatap wajah Ryzel lebih lama.


Mereka berdua berkenalan lebih lanjut dan bertanya tentang dari mana masing-masing berasal.


“Kamu orang Indonesia? Sedikit berbeda dengan apa yang aku tahu.“


Haimi pernah melihat orang Indonesia yang pergi liburan. Dalam ingatannya, orang Indonesia tidak seperti Ryzel. Malah dirinya menebak bahwa Ryzel orang luar Asia.


Haimi wanita Laos asli, dari wajahnya sudah kelihatan orang Asia yang manis, cantik dan eksotis.

__ADS_1


Ryzel sudah tidak aneh dengan ucapan Haimi, sudah banyak orang yang terkejut begitu tahu dari mana asalnya. Kebanyakan dari mereka tidak percaya, Ryzel tidak mempermasalahkan ini, ia tak memaksakan orang lain untuk mempercayai dirinya.


“Aku memang orang Indonesia asli, kamu bisa lihat media sosialku.“


“Kamu punya Instagrem?“


“Punya, kamu bisa melihat Instagrem milikku. Nama akunnya ….“


Setelah mengetik nama akun Ryzel di ponsel miliknya sendiri, wanita itu tanpa ragu menekan tombol mencari, kemudian sebuah akun dengan pengikut ratusan ribu muncul di bawah kolom pencarian.


Selang beberapa saat, Haimi percaya bahwa Ryzel memang orang Indonesia. Dilihat dari komentar di setiap unggahan foto, orang-orang menggunakan bahasa yang tidak ia mengerti.


“Duduklah, Haimi. Pasti pegal berdiri di sana selama beberapa menit.“


Melihat Haimi berdiri di depannya, membuat Ryzel gatal untuk menyuruh wanita ini duduk. Pasti terasa sakit jika berdiri di tempat terlalu lama.


Haimi tersenyum manis dan mengangguk. “Baik, aku akan duduk di kursi sebelah.“


Sesudah itu, Haimi memberi tahu kepada Ryzel dia sudah mengikuti akunnya.


Mulai sekarang, mereka berdua adalah teman.


Selama mereka berkomunikasi satu sama lain, keduanya merasa akrab dan obrolan mereka sinkron atau menyambung.


Untungnya, wanita ini cantik, tak masalah kalau tertawa sampai geli dan keras. Paling tidak, itu tidak membuat malu dirinya sendiri. Tertolong oleh wajah cantiknya.


Selama mengobrol, Ryzel makin yakin dengan dugaannya yang di awal melihat wanita ini. Haimi memang wanita yang ramah dan mudah berkenalan.


Wanita ini tidak begitu pemalu, kalau dibandingkan dengan Rina, Haimi ini versi lebih berani dari Rina.


“Apa kamu ke sini sendirian, Ryzel?“ Haimi mengalihkan pandangannya ke Ryzel yang ada di sebelahnya seraya menyesap minuman yang dipesan.


Mata Ryzel bergerak untuk memandang Haimi, kepalanya bergerak ke bawah satu kali dan berkata dengan santai, “Benar, aku sendiri ke Luang Prabang. Seperti yang bisa kamu lihat di akun Instagrem milikku, aku seorang streamer luar ruangan, sekaligus seorang solo traveler.“


“Oh, begitu. Kukira kamu ke sini bersama rombongan.“ Haimi mengangguk tangannya bergerak menaruh minumannya di atas meja. “Sama seperti aku, aku juga sendiri ke sini, bedanya aku bukan seorang streamer sepertimu.“


“Aku paham, kamu ke sini memang sedang libur kerja, kan?“ Ryzel memalingkan wajahnya ke Haimi dan satu alisnya terangkat.


“Benar. Aku suka sekali alam dan binatang. Tujuanku ke sini adalah untuk melihat beruang yang ada di pusat penyelamatan beruang di Kuang Si.“


“Di mana itu? Apakah wisata tersebut bagus?“


Mendengar kalimat Haimi, Ryzel menjadi penasaran dengan tempat yang dibicarakan olehnya.

__ADS_1


“Air terjun Kuang Si. Kamu tidak tahu? Memangnya kamu tidak pergi ke sana?“ jawab Haimi dengan aneh.


“Sejujurnya, aku tidak tahu ke mana aku ingin pergi besok, aku juga belum menentukan wisata apa yang ingin aku kunjungi.“ Tangan Ryzel terangkat dan menggaruk kepalanya. Sosoknya tampak canggung. Sangat lucu di mata wanita.


Haimi melemaskan tubuhnya dan tersenyum, ia menggelengkan kepalanya dan berkata dengan lembut, “Bagaimana kalau kamu ikut aku ke sana?'


Ryzel tidak menjawab ajakan Haimi, ia merenung untuk berinteraksi dengan Sistem menanyakan lokasi tugas masuk.


Memang dasarnya sifat Sistem itu kaku dan terlalu berprinsip, Ryzel tidak diberitahukan lokasinya.


Mau berapa kali Ryzel bertanya, jawaban Sistem tetaplah sama. Sistem takkan memberi tahunya.


Jadi, Ryzel menyerah dan mau tidak mau harus menunggu tugas masuk dirilis nanti malam.


“Aku tidak bisa menjawabnya sekarang, mungkin aku akan menghubungimu besok pagi.“


“Baiklah, aku akan menunggu jawabanmu. Namun, aku sarankan jangan terlalu siang jawabnya, aku berangkat jam setengah sembilan dari sini,” Haimi mengimbau Ryzel untuk tidak mengabarinya lama-lama.


Ryzel memberi senyuman dan mengarahkan tanda oke menggunakan tangannya.


Mereka mengobrol di sana sampai 30 menit ke depan, sebelum akhirnya Haimi izin pergi ke kamar untuk berganti baju. Di luar sangat dingin, dia butuh baju yang lebih tertutup.


Kebetulan Ryzel pun ingin ke kamar karena ada sesuatu yang harus dikerjakan.


Dengan begitu, mereka berpisah dan kembali ke kamarnya masing-masing.


Di dalam kamar, Ryzel sibuk membuat video dan mengedit video. Akun Tiktodnya butuh masukan video untuk orang lebih banyak yang mengikuti akunnya.


Jika tidak seperti itu, Ryzel khawatir dia akan sulit menyelesaikan tugas.


Pasalnya, tugas masuk memiliki persyaratan akun Tiktodnya yang makin tinggi. Ryzel harus makin giat untuk menaikkan jumlah pengikut Tiktodnya.


Tepat ketika Ryzel mengedit video, sebuah pesan masuk ke dalam nomor Whatsupp.


Begitu diperiksa pesannya, ternyata itu dari agen judi online yang katanya terpercaya dengan embel-embel bonus yang luar biasa.


Dengan sikap yang baik, tentu saja Ryzel memblokir nomor yang tidak jelas ini. Sehabis itu, melanjutkan lagi kesibukannya.


Namun, baru 3 menit ia mengedit video yang tertunda, sebuah pesan datang dari kotak masuk Instagrem.


Biasanya, pesan yang masuk di kotak masuk Instagrem tidak akan ditimbulkan notifikasinya, tetapi kali ini berbeda, sebab yang mengirimkan pesan dari akun yang besar.


“Eh? Undangan jadi anggota boyband negeri ginseng?“

__ADS_1


__ADS_2