Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 49: Beruang Ajaib


__ADS_3

“Tolong tampar dada besar milikku, aku tidak percaya semua terjadi secara nyata!“


“Seseorang tolong remas batangku dan sadarkan aku akan peristiwa yang terjadi! Sepertinya aku sedang tinggi setelah minum komiks sepuluh bungkus.“


“Apa yang terjadi, mengapa beruang-beruang ini mengikuti apa yang dikatakan Ryzel? Apa ada orang di dalamnya?“


“Apakah beruang ini siluman jadi-jadian? Siluman ireng?“


“Tolong jangan rasis dan sara, Teman-teman.“


“…”


Haimi yang sedari tadi berdiri di sebelah Ryzel masih terdiam tak bergerak dengan pandangan yang terpaku pada ketiga beruang tersebut.


Tak lama berselang, Haimi tersadar dari kebingungannya dan memalingkan kepalanya dengan kaku ke arah Ryzel.


“Ba–bagaimana kamu bi–bisa melakukan itu?“ Haimi bertanya dengan suara yang tersendat-sendat. Ia masih tidak yakin dengan apa yang telah dia lihat.


Melihat beruang-beruang duduk di tanah dan mulai makan buah di tangannya masing-masing, Ryzel menoleh dan menatap mata keheranan milik gadis cantik ini.


“Aku hanya memerintahkannya seperti biasa. Mungkin mereka menyukaiku, dan mengikuti apa yang aku katakan,” jawab Ryzel dengan santai, seolah dia tidak tahu penyebab mengapa beruang-beruang ini menuruti apa yang disuruhnya.


Ucapan Ryzel sulit dipercaya. Oleh sebab itu, Haimi mencoba memerintahkan ketiga beruang ini sama dengan apa yang dilakukan Ryzel untuk membuktikan apa yang dibilang Ryzel.


Apakah beruang-beruang itu benar menyukai Ryzel dan bisa menuruti permintaan Ryzel? Atau memang beruang ini jinak? Haimi langsung membuktikannya.l sekarang juga.


“Hei, Beruang-beruang Tampan! Bolehkah kalian melambaikan tangan untukku?“


Begitu Haimi mengatakan itu, tak ada yang terjadi dari ketiga beruang, mereka sibuk makan buah di tangannya tanpa mengindahkan ucapan Haimi.


Para penonton tertawa setelah melihat hasilnya, ucapan wanita ini tidak didengar oleh beruang.


Melihat reaksi beruang yang tak peduli, Haimi menatap Ryzel dan berkata dengan kecewa.


Benar saja, beruang-beruang ini tidak menggubris omongan Haimi, artinya beruang ini tidak jinak dan tidak menyukai dirinya sendiri.


“Coba lagi setelah mereka makan, mungkin mereka sibuk dan tidak mendengar ucapanmu.“ Ryzel mencoba menyemangati Haimi supaya tidak terlalu kecewa.


Mendengar ini, mata Haimi menyala dengan api semangat yang terbakar. Semangat muncul di tubuh Haimi, ia berniat untuk mencoba lagi.


Setelah 5 menit kemudian mereka menunggu, ketiga beruang ini berhenti makan, dan ketiganya duduk sambil menjilat kedua tangannya atau kaki depannya.


Melihat mereka yang sudah tidak lagi memakan buah, Haimi langsung mencoba memerintahkan ketiga beruang lagi dengan penuh harapan.

__ADS_1


“Beruang Tampan, bisakah kamu berdiri sekarang?“


“Makhluk yang lucu, bolehkah kamu berguling di tanah seperti apa yang dilakukan kamu tadi?“


“Beruang, sekali saja ikuti apa yang aku katakan, coba angkat tanganmu tinggi-tinggi.“


“Tolong ikuti ucapanku, Beruang. Kalau tidak, aku akan menangis.“


Mau itu ratusan kali Haimi mencoba dan berkata, beruang ini takkan mengikuti apa yang dipinta oleh dirinya.


Mata Haimi mulai tergenang air mata, ia sebentar lagi menangis untuk melampiaskan kemarahan dan kekecewaannya.


Begitu satu tetes air mata mengalir di pipinya, sebuah tisu mendarat dan menghapus jejak air mata yang jatuh.


Ryzel mengusap air mata Haimi, dan mencoba menenangkan wanita ini.


Ratusan ribu penonton tertawa melihat reaksi diam para beruang yang terlihat sangat cuek setelah Haimi menyuruh mereka.


Bagi sebagian dari orang-orang di ruang siaran langsung, pemandangan tadi sangat lucu, tetapi banyak wanita yang merasa kasihan dengan wanita yang ada di dalam siaran langsung Ryzel, terlebih ketika kalimat terakhir yang terucap, terdengar begitu lirih dan memang memohon dengan sungguh-sungguh.


Di detik berikutnya, suara tangisan wanita terdengar di dalam siaran langsung Ryzel.


Kamera ponsel masih diarahkan ke arah ketiga beruang yang masih duduk sembari menyaksikan Ryzel dan Haimi di depannya.


Pakaian Ryzel dibasahi oleh air mata Haimi, baju lengan panjangnya, pada bagian lengan kanan sudah basah karena tangisan Haimi, terlihat jelas warna hitam pada baju menjadi lebih pekat.


Ryzel diam membiarkan Haimi menangis di sandaran tangan kanannya dan menenangkan diri Haimi supaya berhenti menangis.


Dengan suara lembut dan magnetis yang Ryzel keluarkan, tangisan Haimi secara bertahap mengecil sampai berhenti menangis.


Setelah berhenti menangis, Ryzel menyuruh beruang meminta maaf kepada Haimi.


Anehnya, beruang ini mengikuti perintah Ryzel dan mereka bertiga meminta maaf dengan gerakan aneh.


Ketiga beruang ini berdiri dengan kedua kaki belakangnya, kemudian kedua kakinya dinaikkan ke atas sambil meraung-raung menunjuk ke arah Ryzel dan Haimi.


Aum! Aum! Aum!


Melihat tingkah ketiga beruang ini, Haimi tidak menyadari bahwa kurva senyum terbentuk di mulutnya, ia menyaksikan beruang ini dengan ekspresi yang secara perlahan berubah.


Rasa sedih dan kecewa menghilang, hanya ada rasa senang girang yang tertampil di wajahnya.


“Aku memaafkan kalian,” ucap Haimi dengan senyum.

__ADS_1


Ryzel memberi tahu kepada beruang bahwa Haimi memaafkan mereka bertiga, kemudian beruang tersebut saling berpelukan satu dengan yang lain.


“Sial! Ryzel ternyata bisa menjadi penerjemah bahasa hewan!“


“Peristiwa ini benar-benar di luar perkiraan BMGG!“


“Akankah siaran langsung ini menjadi video yang tak bisa dijelaskan di dunia?“


“Beruang ini sangat lucu! Mereka hanya mendengarkan ucapan Ryzel. Kalian bisa lihat, ada orang lain yang mencoba berinteraksi, tetapi beruang itu hanya diam dan menatap orang tersebut dengan tatapan bodoh! Haha!“


“Apakah Ryzel memiliki kekuatan super berbicara dengan hewan, termasuk banteng merah?“


“Ini akan viral! Aku sudah merekam adegan ini, cuan!“


“…”


Sebelum meninggalkan area pusat penyelamatan beruang, Ryzel dan Haimi pergi ke kantor pengelola.


Di sana, Ryzel memberi tahu bahwa para penontonnya mendonasikan sejumlah uang kepada lembaga yang ada di balik konservasi ini.


Jumlah uang yang terkumpul dari penonton dalam sekali siaran langsung kali ini mencapai 170 juta rupiah.


Jadi, ia meminta nomor rekening resmi milik lembaga ini untuk mengirimkan uangnya.


Setelah mendapatkan rekening dan nomor telepon pemimpin lembaga, Ryzel dan Haimi keluar dari area pusat penyelamatan.


Keduanya berjalan menuju air terjun lagi untuk berenang.


Mereka berdua berganti pakaian di kamar mandi khusus, tentunya mereka tidak berganti baju di satu ruang.


Orang yang pertama kali keluar adalah Ryzel, memakai celana pendek dengan bertelanjang dada tanpa memakai atasan baju.


Otot-ototnya sangat padat seperti ingin meledak, tetapi itu tidak akan terjadi, otot Ryzel memang memiliki kepadatan otot yang jauh lebih rapat dibandingkan manusia biasa, ditambah lagi dengan pemulihan cedera pada tubuhnya, itu lebih cepat dari manusia rata-rata.


Begitu Haimi keluar dan selesai berganti baju, ia langsung tersipu ketika melihat sosok emas Ryzel, sangat seksi dan panas.


Ryzel tidak menyadari keanehan Haimi, tanpa malu mengajak Haimi bersama.


Selama berenang dengan Ryzel, mata Haimi selalu salah fokus, ia memandang sesuatu dari bagian tubuh Ryzel yang seharusnya tidak boleh dilihat.


Sorot mata malu Haimi diarahkan ke sesuatu yang panjang dan tercetak pada celana pendek Ryzel.


“Apakah punya pria bisa sebesar itu?“ Pipi Haimi berwarna merah merona, matanya sesekali mencuri pandangan ke sesuatu yang besar.

__ADS_1


__ADS_2