
Para penonton yang mendengarkan pengingat Ryzel segera membuka jawabannya, ia mengunggah tebakannya pada kolom komentar dengan segala keyakinan dan alasannya.
Rentetan memiliki banyak jenis jawaban, mereka ada yang serius dan hanya sekadar bermain-main atau bercanda. Puluhan ribu komentar segera bergulir dan ditampilkan dalam layar ponsel Ryzel.
“Sudah jelas sekali dari bahasa yang digunakan Penyiar, pasti tebakannya adalah Negara Rusia!“
“Aku suka Jepang, aku menebak kamu ada di Jepang!“
“Dilihat dari wajah cantik wanita ini, aku langsung tahu di mana lokasi penyiar. Pasti itu ada di Sukabumi! Soalnya wanita di sana cantik-cantik!“
“Parah sekali jika ada orang yang masih salah menebak, padahal Bang Ryzel sudah jelas memberi petunjuknya. Kalau begitu aku akan menebak, Bang Ryzel pergi ke Negara Brazil!“
“Wajah wanita cantik ini masih terlihat seperti orang Asia, artinya Ryzel masih berkutat di negara Asia. Aku bisa menebaknya, Ryzel sekarang berada di Negara Italia!“
“Sudah jelas sekali Ryzel ada di India!“
“…”
Membaca komentar yang bergulir di layar ponsel membuat Ryzel tertawa kecil, semuanya sangat lucu.
Di luar itu, masih ada jawaban yang normal dan Ryzel sudah menemukan pemenangnya.
“Selamat kepada akun yang bernama Lil Totid jawabanmu benar aku sedang berada di Kamboja dan terpilih sebagai pemenang dari tebakan ini. Aku akan mengirim pesan di akunmu, tolong balas secepatnya.“
Setelah mengatakan kalimat itu, Ryzel mengambil Jenbook yang ia bawa di dalam tas peralatan siaran langsung, kemudian ia memakai akun kedua dari akun Tiktod untuk mengirim pesan kepada orang tersebut.
Siaran langsung masih ramai, mereka yang menjawab salah dan tidak terpilih ikut senang terhadap orang yang berhasil menjawab. Meskipun ada rasa iri, tetapi mereka harus mendukung satu sama lain dan menjadi komunitas penggemar Ryzel yang positif.
Respons orang yang menjadi pemenang ini cukup cepat dan ia langsung memberikan nomor rekening bank. Ryzel segera mengirimkan uang dengan jumlah lebih dari 1 juta kepada orang tersebut melalui aplikasi bank daring.
Bukti uang diterima dikirim oleh orang tersebut dan urusan selesai dalam sekejap.
Proses Ryzel mengirimkan uang disaksikan oleh para penonton dan Maly sendiri, tentunya mereka hanya melihat Ryzel yang duduk sambil memainkan Jenbook miliknya.
“Pemenang sudah menerima hadiahnya, tebakan ini secara resmi berakhir. Kalian yang tidak menang dan salah menjawab jangan berkecil hati, masih ada tebak-tebakan yang akan aku berikan nanti hari-hari ke depannya. Tetap semangat untuk kalian semua yang menonton siaran langsung ini.“ Ryzel ke arah ponsel yang di letakkan di atas piano sambil memasukkan kembali Jenbook ke dalam tas.
Maly yang sedari awal melihat Ryzel bingung dengan operasi Ryzel dan apa yang telah Ryzel lakukan.
Dengan rasa penasaran yang terkumpul, Maly pun bertanya kepada Ryzel dalam bahasa Kamboja, “Apa yang sedang kamu lakukan tadi?“
“Itu, aku sedang melakukan tebak-tebakan dengan para penonton di ruang siaran langsung. Tebak-tebakan tentang negara apa yang aku kunjungi sekarang, jawaban yang benar akan aku beri hadiah,” Ryzel menjawab sembari menoleh ke samping untuk melihat Maly.
“Kamu sangat interaktif sekali dengan para penonton dan juga baik. Apakah hadiahnya uang?“
“Benar, hadiah dari tebakan ini adalah uang.“ Ryzel mengangguk membenarkan dugaan Maly.
“Jatuhnya seperti giveaway, apakah itu termasuk?“ tanya Maly setelah ingat dengan cara kerja giveaway.
“Berbeda, aku tidak memiliki tujuan untuk meningkatkan jumlah para penonton, cuma sekadar hiburan agar mereka tidak terlalu monoton dan merasa bosan dengan siaran langsung milikku, juga tidak ada syarat seperti giveaway, semua orang bisa ikut tebak-tebakan.“ Kepala Ryzel bergeleng, menyanggah ucapan Maly.
Mendengar pernyataan yang Ryzel keluarkan, Maly menjadi paham, memang konteks dan tujuannya jauh berbeda.
Dipikir-pikir lagi, pria di sampingnya ini sangat baik. Menurutnya, uang yang Ryzel dapatkan dari siaran langsung, tetapi orang ini rela mengeluarkan uang hanya demi penonton. Secara tidak langsung mengurangi pendapatannya.
Maly tidak tahu bahwa Ryzel tidak mengambil pendapatan dari Tiktod, pendapatannya dari Tiktod dialokasikan dengan rutin kepada lembaga amal, bahkan dia malah menambah uang yang dikirimkan kepada lembaga amal tersebut.
Pendapatan Ryzel untuk sementara ini berasal dari Sistem.
Hal ini juga yang membuat Ryzel bingung jika ditanyakan persoalan asal dari pendapatannya, ia bukan seorang pemegang perusahaan atau pebisnis, mustahil memiliki rekening bank yang saldonya lebih dari 1 triliun rupiah.
Disangka tidak-tidak, takutnya Ryzel difitnah sebagai tikus berdasi yang menggerogoti uang negara, seperti anggota partai *sensor* merah.
Ryzel yakin Sistem akan menyelesaikan masalah yang ia pikirkan di masa depan. Semoga saja cepat diselesaikan.
Sesudah melakukan tebak-tebakan, Ryzel dan Maly melanjutkan sedikit lagi pengajaran bermain piano sebelum makan malam dilaksanakan.
Tak terasa, selama 1 hari penuh ini dia dan Maly bermain piano. Rasanya seperti hari ini begitu singkat, Ryzel pun merasa baru tadi dia dan Maly bermain piano, tiba-tiba saja malam hari tiba.
“Bang Ryzel, tolong beri tahu aku akun wanita di sampingmu!“
__ADS_1
“Tolong jatuhkan akun wanitanya, Bang Ryzel! Aku ingin mengikuti akun Tiktod miliknya!“
“Akun menjadi penasaran dengan wanita ini, aku tidak bisa tidur nyenyak apabila belum diberi tahu akun milik wanita ini!“
“Pahlawan, tolong muncul dan beritahu akun media sosial dia!“
“Orang yang pertama mengungkapkan nama akun wanita di siaran langsung akan aku beri folder terbaru! Let's go!“
“Sial! Belahan itu seakan memanggil jiwaku untuk bertugas menjilati dan memberi belaian penuh kasih kepada wanita ini!“
“…”
Melihat penontonnya yang penasaran dengan akun dari Maly, Ryzel menanyakan tentang ini kepada Maly secara terus terang.
Maly sendiri tidak keberatan, malah ia senang jika ada penggemar baru dari negara lain. Jadi, ia memberikan nama akun media sosialnya kepada Ryzel untuk dipromosikan. Sama saja promosi gratis.
Bukan masalah bagi Ryzel, ia senang jika orang lain yang ia temui merasa terbantu oleh dirinya.
Sebelum dipromosikan, Ryzel memberi peringatan kepada para penontonnya untuk tidak melakukan hal aneh pada Maly, jangan jadikan Maly sebagai bahan kocok dan objek orientasi binatangnya. Sebagai pria yang baik dan chad, harus menghargai wanita dan tidak boleh berbuat jahat kepada wanita.
Meskipun wanita zaman sekarang masih memperjuangkan kesetaraan gender, pria harus tetap menghargai mereka, jangan dihina, dan abaikan saja propaganda tidak benar para wanita yang aneh.
Memang pada dasarnya penonton Ryzel banyak yang baik, mereka mengingat pesan Ryzel dan tak akan melakukan hal yang dilarang, Ryzel secara tidak sadar menyadari mereka yang suka mengocok barang.
“Mau makan malam bersama? Ini sudah masuk waktu makan malam.“ Maly memalingkan wajahnya dan menatap mata Ryzel.
“Boleh. Mau makan di restoran ini atau di luar?“ Ryzel mengangguk setuju dan ia bersiap untuk pergi.
“Di luar saja. Aku akan mengajak kamu melihat keindahan Kota Phnom Penh.“
“Baik.“
Mereka berdua meninggalkan piano dan pergi ke luar hotel. Ryzel sudah memberi tahu kepada petugas resepsionis hotel bahwa piano sudah cukup untuk dipinjam sebelum keluar dari hotel.
Ryzel dan Maly berjalan santai di luar hotel sambil melihat suasana malam di sekitar hotel.
Dengan begitu, mereka berjalan selama kurang lebih 10 menit untuk tiba di sana.
Tempat makan ini sangat ramai dikunjungi oleh orang-orang, padahal baru jam 7 malam atau masih malam yang awal.
Namun, orang-orang sudah banyak berdatangan untuk makan malam di sini.
Melihat tempatnya yang agak ramai, mereka berdua sempat ragu untuk makan malam di sini, tetapi karena memang sudah penasaran dan terpancing ingin mencoba makanan di restoran pinggir jalan ini, mereka akhirnya jadi untuk makan di sini.
Ryzel masih menyalakan siaran langsung, di sepanjang mereka berdua berjalan, para penonton menyaksikan mereka berinteraksi dengan senyum dan canda. Meskipun tidak mengerti bahasa yang digunakan keduanya, mereka semua ikut tersenyum ketika Ryzel dan Maly tertawa bersama.
Dari sini para penggemar tahu bahwa Ryzel memiliki kemampuan bahasa yang banyak. Total ada 5 bahasa yang dikuasai Ryzel, di antaranya Indonesia, Inggris, Thailand, Lao, dan Kamboja. Belum lagi bahasa Jakarta atau Betawi, dan beberapa bahasa daerah lainnya. Mungkin ada lebih dari 7 bahasa yang bisa digunakan oleh Ryzel.
Sangat jarang orang yang bisa menguasai banyak bahasa, Ryzel termasuk orang yang berbakat dan multimedia, multiplayer, multitalenta.
Gimbal serta ponselnya Ryzel diletakkan di pinggir meja dan menghadap ke arah Ryzel dan Maly yang duduk bersampingan.
Ryzel kerap mengajak para penontonnya mengobrol dan membahas tentang apa saja yang bisa dibicarakan. Sambil sesekali Ryzel memberi pengetahuan tentang bahasa Indonesia kepada Maly yang mulai menumbuhkan rasa ingin tahu tentang negara Indonesia.
“Apakah di Indonesia banyak wanita yang selingkuh?“ Tiba-tiba Maly bertanya kepada Ryzel dengan pertanyaan yang aneh dan tak terduga.
“Mengapa kamu mendadak bertanya tentang ini?“ Ryzel sedikit heran terhadap Maly.
Tidak ada hujan dan tidak ada angin yang menyebabkan Maly melontarkan pertanyaan yang sangat di luar tema pembicaraan.
“Aku ingin tahu saja, aku penasaran.“ Maly tersenyum canggung ke arah Ryzel.
Mendengar ini, Ryzel menanggapi dengan anggukan kecil dan kemudian menoleh ke arah kamera. “Maly bertanya, apakah di Indonesia banyak wanita yang tukang selingkuh? Bagaimana jawaban kalian?“
Daripada jawab sendiri, lebih baik Ryzel bertanya kepada para penonton yang masih setia memantau siaran langsungnya.
Lebih dari 125.000 orang mengirim komentar di laman komentar langsung dengan tanggapan dan pendapatnya masing-masing.
Terjadi keributan di ruang siaran langsung setelah pertanyaan Maly diberi tahu oleh Ryzel. Terdapat 2 kubu yang saling bertentangan satu sama lain, itu adalah kubu pria dan kubu wanita.
__ADS_1
Para wanita tidak mengakui dan malah menyalahkan bahwa pria yang sering selingkuh, dan para pria juga melakukan perlawanan yang sama.
Malas melihat keributan di ruang siaran langsung miliknya, Ryzel akhirnya menyimpulkan sendiri jawaban dari pertanyaan Maly.
Ryzel mengalihkan pandangannya kembali pada Maly dan ia berkata dengan serius, “Bisa dikatakan banyak, sedikit sebanding dengan para pria. Bisa dilihat, kasus perselingkuhan terbanyak di Asia Indonesia menempati peringkat kedua.“
Maly menutup mulutnya ketika mendengar jawaban Ryzel, ia tidak menebak seperti itu, ia kira wanita di Indonesia sangat minim kasus perselingkuhan.
“Zaman sekarang sudah berbeda, banyak orang-orang yang telah terpengaruh oleh banyak faktor hal-hal buruk, karena informasi mudah diakses, mereka bisa tahu apa pun dan akhirnya penasaran untuk dicoba.
“Sama dengan halnya perselingkuhan ini, mungkin karena mereka terlalu sering melihat orang yang lebih baik dari segala sisi dari pasangannya dan terdapat benih penyakit selingkuh dalam dirinya, orang-orang mencoba untuk berselingkuh sampai tak sadar diri sendiri ketagihan.“
Ucapan Ryzel sangat bisa dimengerti oleh Maly, bahkan pendapat Ryzel sama dengannya.
Perselingkuhan memang penyakit, susah untuk diobati sama dengan benda yang memiliki zat adiktif, membuat orang susah meninggalkan sesuatu tersebut.
“Aku ingin cerita,” ujar Maly dengan wajah yang berbeda. Tatapannya menjadi mendung dan sedih.
“Cerita saja, aku siap mendengarkan,” Ryzel menjawab sambil tersenyum hangat.
Melihat senyuman Ryzel, hati sedih Maly mulai berkurang. Dengan hati yang terasa suram dan menyakitkan, ia mulai bercerita, “Dahulu aku pernah memiliki seorang pacar dan teman. Aku berpacaran dengan pria yang terkenal baik di tempat kerja aku dahulu. Aku dan dia berhubungan layaknya orang biasa, kita bahkan tidak pernah melakukan yang melewati batas.
“Temanku ini memang selalu dekat denganku, saat aku bersama pacarku saja temanku selalu ikut menemaniku dengan alasan ingin menjagaku jika ada sesuatu hal yang buruk. Aku tahu maksud temanku apa. Omong-omong, temanku seorang wanita.
“Dia ingin menjagaku, takut pacarku menjadi aneh dan melakukan suatu tindakan yang buruk padaku. Awalnya, aku tidak menyadari perubahan sikap pada temanku ini, tetapi begitu temanku ini sering ikut aku jalan-jalan bersama pacarku, sikap temanku menjadi aneh, dia terlalu dekat dengan pacarku, bahkan aku yang sebagai pacarnya tidak bisa sedekat itu.
“Aku tidak mau berprasangka buruk pada temanku sendiri, takut itu adalah tuduhan palsu, dan hubungan pertemanan dengannya menjadi retak. Sayangnya, tanpa aku berprasangka buruk, temanku sudah aku ketahui perilaku buruknya. Dia ternyata selingkuh dengan pacarku sendiri.
“Pada saat aku makan bersama pacarku dan temanku, aku meninggalkan keduanya sebentar karena ingin buang air kecil , begitu selesai dan kembali ke meja makan, aku sempat melihat dengan mata kaki milikku sendiri, mereka saling berciuman dan saling menyuapi satu sama lain ketika aku tidak ada.
“Di detik itu, aku merasa sangat sakit, aku merasa dikhianati oleh orang terdekatku. Ini adalah pengalaman cinta dan pertemanan yang paling aku benci ….“
Saat bercerita, wajah Maly menjadi memiliki raut yang sangat menyedihkan, matanya tergenang oleh air mata, terlihat kilauan cahaya yang dipantulkan karena air matanya yang bersemayam.
Ryzel tidak tega melihat wanita yang hendak menangis, ia memberikan tisu kering kepada Maly sambil menenangkan dengan kata-kata.
Jujur saja, Ryzel bisa merasakan rasa sakitnya begitu mendengarkan cerita Maly.
Ternyata temannya sendiri yang mengambil pacarnya, temannya sendiri yang mengkhianati dirinya. Tidak terbayangkan rasa sakitnya apabila temannya tersebut adalah teman masa kecil. Sebuah pengkhianatan yang sangat sulit diterima.
Maly menangis sesekali cegukan karena saking sedihnya. Suara Ryzel memang ampuh untuk menenangkan wanita, Maly menangis dengan durasi yang sesaat.
“Sudah, jangan diingat lagi, kamu akan sakit jika diingat secara terus-menerus. Tidak diingat bukan berarti melupakan, kamu simpan peristiwa tersebut dan jadikan pelajaran. Kamu harus berhati-hati dalam menjaga apa yang sudah menjadi milikmu, kamu tetap harus mewaspadai orang terdekat atau memiliki waspada pada orang yang dekat denganmu. Kebanyakan, orang terdekat yang dengan mudah menyakiti kita.“
Sebuah kalimat terpikirkan oleh Ryzel dan ia langsung keluarkan begitu saja menggunakan mulutnya.
Kalimat Ryzel ada benarnya bagi Maly, memang dia harus memiliki kewaspadaan terhadap orang terdekat, bukan berarti orang yang dekat dengannya bisa dipercaya sepenuhnya, mereka masihlah seorang manusia, dan bukan makhluk yang tidak akan pernah melakukan perbuatan buruk.
Bisa saja sewaktu-waktu mereka mengkhianati dan menyakiti kita. Banyak kasus tragis yang akar permasalahannya berawal dari orang terdekat.
“Baik, aku mengerti.“ Kurva berbentuk senyuman yang lembut ditampilkan oleh Maly. Hatinya terasa lebih baik setelah Ryzel memberi masukan seperti itu.
Penonton di ruang siaran langsung hanya bisa tersenyum melihat senyuman cantik yang terbentuk di wajah Maly.
Mereka tidak mengerti apa yang diucapkan Ryzel dalam bahasa Kamboja tersebut. Maka dari itu, rentetan dipenuhi oleh orang-orang yang meminta terjemahan bahasa.
“Tolong aktifkan fitur terjemahannya!“
“Bang Ryzel, tolong gunakan bahasa Indonesia, aku tidak mengerti!“
“Dikira di dunia ini hanya ada orang Kamboja, kita orang Indonesia juga ingin tahu apa yang dikatakan olehmu, Penyiar!“
“Siapa yang ingin tahu arti yang dikatakan oleh Ryzel? Ikuti akun milikku, aku akan beri tahu setelah kamu mengikuti akunnya.“
“Benar, sebagai korban dari perselingkuhan oleh teman, ini sangat penting untuk dilakukan!“
“Tetap waspada! Musuh terlihat! Hemat uang!“
“…”
__ADS_1