
"Ryzel! Dia ada di sini!"
"Pria ini tampan sekali! Aku tidak kuat lagi!"
"Siapa yang membawa pria tampan ini ke kampus kita? Rani?"
"Tidak ada yang lebih tampan dari pria ini, bahkan Mukhlis si pria tampan kelas Sastra Bahasa Indonesia tidak dapat dibandingkan."
"Matanya, wajahnya, hidungnya, dan bibirnya, semua bagian wajahnya aku suka!"
Para mahasiswa dan mahasiswi mengerumuni Ryzel yang ada di meja makan pada kantin kampus. Segala celotehan dan obrolan keluar dari mulut-mulut mereka, mengomentari tentang Ryzel yang tiba-tiba ada di sini.
Sebagian dari mereka mengetahui identitas Ryzel, dan sisanya tidak tahu sama sekali.
Mereka semua tertarik untuk berkumpul karena sosok Ryzel yang tampan dan sangat menarik untuk dipandang. Pancaran pesonanya membuat tiap-tiap wanita yang ada di sekitar mendekat.
Rani menundukkan kepalanya dan berusaha menyatu dengan alam agar tidak diperhatikan oleh banyak orang. Dia sangat benci perasaan ketika sosoknya dilihat orang-orang.
Ryzel yang menjadi pusat perhatian hanya bisa tersenyum dan menyapa mereka dengan ramah.
"Halo, semuanya!"
Berdiri dari tempat duduk, tangan kanannya melambai-lambai ke arah orang banyak, dan Ryzel melemparkan senyuman kepada mereka.
Saat mereka melihat senyuman Ryzel, perasaan senang dan gembira yang tak tertahankan muncul di hatinya, mereka menjerit kegirangan dengan ekspresi yang menghebohkan.
"Aaa! Tampan sekali, sialan!"
"Hatiku rasanya meleleh karena senyuman yang dimilikinya terlalu panas!"
"Aku ingin pria seperti ini! Tolong untuk siapa saja yang bisa memberikan pria yang mirip dia, aku akan beri hadiah!"
"Mengapa wanita zaman sekarang berlebihan dalam bereaksi terhadap sesuatu? Sial, orang ini memang tampan."
"Coba saja aku tampan seperti dia, aku tidak perlu kuliah, dan bisa langsung bekerja menjadi seorang model dewasa."
"..."
Mendengar ucapan mereka semua ini, Ryzel tidak tahu harus merespons mereka seperti apa saking bingungnya.
Segala sesuatu dibicarakan di sini, dan itu membuat Ryzel pusing.
Dia hanya bisa menanggapi mereka sebisanya.
Orang-orang makin bertambah banyak untuk melihat Ryzel, semua orang yang datang ke kampus langsung pergi ke area ini untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.
Satpam yang menjaga keamanan dan ketertiban kampus bergerak saat tahu keramaian ini.
__ADS_1
Dengan begitu, Ryzel langsung diamankan dan dijaga oleh petugas keamanan dari banyak mahasiswa dan mahasiswi serta beberapa orang acak lainnya.
"Maaf, aku telah membuatmu ke dalam kerusuhan dan kegaduhan di sekolah ini."
Rina yang telah kembali dari asrama langsung meminta maaf kepada Ryzel atas keributan yang terjadi di kampusnya.
Perasaannya menjadi tidak enak pada Ryzel, dia merasa bersalah telah mengajak Ryzel ke kampusnya.
Jikalau saja dia tahu peristiwa ini akan terjadi sebelumnya, dia pastinya tidak mau mengajak Ryzel ikut bersamanya.
Semuanya menjadi merepotkan, sampai-sampai Ryzel harus duduk di kantor dosen untuk diamankan oleh para dosen wanita.
Di kantor para dosen pun tidak luput dari permintaan foto bersama, Ryzel sudah ratusan kali dimintai permintaan yang sama oleh orang-orang.
Namun, di sini lebih baik ketimbang di luar, banyak sekali para mahasiswa yang brutal ingin menyentuh Ryzel, pelakunya kebanyakan dari kaum wanita.
Akan aneh jika pelakunya dari kaum pria.
Rina dan Rani diperbolehkan untuk masuk ke kantor dosen lantaran dia adalah perantara Ryzel bisa ke universitas ini.
Faktanya, banyak yang mengenali Ryzel, bahkan di lingkaran dosen di kampus Rina dan Rani ada beberapa yang kenal dengannya.
Dan sebagian besar dari mereka adalah penggemar berat Ryzel yang setiap hari menonton video siaran langsungnya.
"Tidak apa-apa, aku senang bisa datang ke sini."
Sebaliknya, dia senang bisa bertemu banyak penggemar di kampus ini tanpa sengaja. Dengan ini, Ryzel menjadi tahu bahwa dirinya sudah menjadi seorang selebritis kecil yang berasal dari media sosial.
Tak sedikit orang yang mengenal tentang dirinya, dan itu merupakan suatu hal yang baik bagi Ryzel.
Mendengar jawaban Ryzel ini, Rina mengeluarkan napas, merasa lega dengan tanggapan Ryzel.
Dia sudah merasa bersalah lantaran Ryzel mendapatkan pengalaman yang tidak mengenakan di kampus ini, orang-orang di kampus sangat kacau.
"Kamu berdua diizinkan tidak masuk di jam pelajaran pertama, nanti saya akan memberikan materi pelajaran pertama kepada kalian berdua sesuai dengan jurusan kalian. Namun, kalian harus antarkan Ryzel berkeliling bangunan kampus bersama saya dan Ibu Yesi."
"Baik, Bu."
Pihak kampus memperbolehkan Rina dan Rani menemani Ryzel menyelusuri bangunan di kampus ini, tetapi harus bersama Ibu Yesi dan Ibu Anni.
Mereka berdua merupakan dosen yang terpandang di kampus, dan tentunya wanita kembar tidak bisa menolak permintaan dosennya sendiri.
Lagi pula, tidak ikut materi di pagi hari adalah sesuatu yang menyenangkan.
Setelah percakapan tersebut, mereka semua keluar dari kantor khusus dosen dijaga oleh beberapa satpam.
Teriakan dan jeritan dapat didengar di koridor kampus yang panjang, banyak mahasiswa dan mahasiswi yang terpana melihat keberadaan Ryzel di kampus mereka.
__ADS_1
Banyak orang yang baru saja masuk ke kelas tidak tahu tentang kedatangan seorang selebritis pria ke kampus.
Mata Ryzel bergerak di antara mahasiswa dan mahasiswi di sini, dia melihat para mahasiswa memiliki sosok yang baik dan rapi.
Ini berbeda dari sosok pelajar di jenjang SMA, mereka semua yang ada di kampus terlihat bebas dan dewasa.
Lebih-lebih ketika melihat wanita yang berkuliah di sini, pakaian mereka begitu bagus dan cantik, penampilan mereka kelihatan maksimal di tahun kuliah ini.
Ryzel menjadi tahu bagaimana rasanya berjalan di kampus dan menjadi seorang mahasiswa yang mengelilingi bangunan kampus, walaupun tidak berkuliah.
Perasaan baru yang Ryzel miliki sekarang.
Namun, bukan berarti Ryzel ingin berkuliah, tahu dengan suasana dan lingkungan kuliah, masih belum bisa membuat Ryzel mempercepat dan memperkukuh niat Ryzel berkuliah.
"Ini perpustakaan besar yang ada di kampus, banyak buku yang disediakan, mulai dari novel, dongeng, buku mata pelajaran, dan buku-buku ilmu pengetahuan yang lain. Cukup banyak mahasiswa yang membaca ini, kami berdua senang karena generasi sekarang ada yang suka membaca."
Ibu Anni menatap Ryzel dan tersenyum dengan perasaan yang senang. Dia memberi informasi terkait ruangan perpustakaan besar yang ada di kampus ini. Terdengar sangat istimewa.
Pupil mata Ryzel bergerak mengitari area ruang perpustakaan atau penyimpanan buku yang cukup luas.
Dia berjalan sambil mendengarkan penjelasan dari kedua dosen di universitas ini.
Ryzel meniupkan udara dari mulutnya, dia merasa senang dengan informasi yang diberikan Ibu Anni.
Tingkat literasi atau minat baca orang yang berkuliah di sini cukup besar. Sebuah kemajuan yang baik.
"Maaf, bisa beri tahu aku di mana toiletnya?" tanya Ryzel pada ibu dosen dan wanita kembar.
Menatap Ryzel dengan wajah yang mengerti, Rina menunjuk ke suatu arah dan menjawab, "Di ujung lorong sana, kamu tinggal lurus."
"Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan kembali."
Setelah kata itu jatuh, Ryzel berlari di antara banyak orang, bergegas cepat dan masuk ke dalam toilet khusus pria.
Di dalam toilet yang agak sedikit berbau, sosok Ryzel duduk di atas kloset dengan wajah yang gembira.
Matanya yang membesar menatap ke suatu benda, tetapi tidak terlihat, dia tengah menatap layar yang muncul di udara tipis.
[Selamat Anda telah masuk di kampus ILB, dan Sistem menghadiahkan Koenigsegg Gemera dan Rumah Mewah!]
[Hadiah sedang diberikan!]
Setelah informasi tersebut keluar, beberapa benda terjatuh tepat di atas kaki Ryzel.
Melihat ini, mulut Ryzel makin tersenyum lebar.
"Akhirnya, tugas masuk ini selesai dan hadiahnya bukan bohongan."
__ADS_1