
Di kantor polisi, Ryzel ditanyakan tentang masalah apa yang terjadi, dan dimintai keterangan yang detail akan permasalahan antara dirinya dan keluarga Septi.
Sebenarnya, pihak polisi sempat mendengar permasalahan Ryzel di internet, tetapi mereka tidak bergerak karena di kedua pihak antara Ryzel dan Keluarga Septi tidak melapor.
Lagi pula, masalah Ryzel ini adalah masalah keluarga yang memang agak rumit untuk polisi ikut campur.
Namun, sekarang mereka sudah bisa menangani kasus ini dan menentukan siapa yang salah dan pantas untuk dihukum.
Melihat dari sikap, polisi sudah menduga Ryzel bukanlah pelaku kejahatan seperti yang digosipkan di internet.
Pemuda ini sangat pintar dalam bertutur kata dengan tempramen yang sulit untuk dipandang sebelah mata. Semua anggota polisi yang berinteraksi dengan Ryzel secara langsung seakan sedang berbicara kepada atasan.
Membuat mereka tetap diam ketika Ryzel menjelaskan kronologi yang terjadi sambil memberikan bukti dokumen yang dijadikan foto dan banyak dokumen yang sebenarnya ini bisa merembet ke permasalahan yang lain.
Tentu, Ryzel akan membawa saksi peristiwa terjadinya tuduhan Ryzel mendorong Septi, yakni Ibu Nuraini, dia akan memindahkannya ke kepolisian Bandung untuk dimintai keterangan saksi. Untungnya,
Semua jejak di media sosial tentang fitnah keluarga Septi sudah Ryzel kumpulkan dan telah diserahkan ke pihak kepolisian.
Pasalnya, ibu Ryzel ternyata tidak hanya jahat kepadanya, dia juga seorang Lacur yang kerap selingkuh dengan berbagai pria.
Maka dari itu, Ryzel menangis ketika meretas ponsel ibu Ryzel dan menemukan bukti tersebut.
Ryzel tidak hanya mengumpulkan bukti tentang masalahnya, melainkan kejahatan dan aksi kriminal yang dilakukan keluarga Septi.
Septi pun terkena batunya, dia merupakan sosok pembuli di sekolah, banyak korbannya yang mengakibatkan banyak pelajar pindah karena tidak betah olehnya.
Mudah untuk menghubungi korban-korban Septi, Ryzel telah menemukan nomor korban dan telah berkomunikasi dengan mereka bertanya apakah masalah tentang dia dan Septi ingin diseriuskan atau tidak.
Sebagian besar menjawab setuju untuk diseriuskan sehingga, Septi terancam untuk dituntut.
Semuanya telah dikumpulkan, tinggal polisi melakukan penyidikan lebih lanjut dan membuktikan dokumen yang diberikan oleh Ryzel adalah kenyataan.
Namun, keluarga Septi ditahan oleh kepolisian karena sudah ada bukti permulaan yang cukup yang diberikan oleh Ryzel, kecuali adik Septi yang masih kecil.
Dia tidak bersalah karena Ryzel juga tidak menuduh adik Septi sebagai pelaku.
Kepolisian harus menyelidiki lebih dalam lagi, juga dibutuhkan beberapa saksi atas kasus yang dilaporkan untuk bisa ke tahap peradilan pidana.
Keluarga Septi mendapatkan pasal berlapis yang banyak, selain pasal pencemaran nama baik dan fitnah, mereka terkena pasal penganiayaan, perusakan barang, pelecehan seksual karena Septi membully keterlaluan, penelantaran rumah tangga, dan menelantarkan anak.
Ryzel adalah anak yang ditelantarkan oleh ibunya sendiri dan itu terkena pasal.
Di kepolisian, Ryzel sangat sedih, tetapi dia tetap harus menegakkan keadilan. Menganggap hal ini adalah balasan dari apa yang ibunya lakukan.
Bukan karena Ryzel dendam, Ryzel hanya ingin membuat ibunya sadar, meninggalkan anak dan ibu sendiri atau nenek Ryzel merupakan hal yang buruk.
Ditambah memiliki rencana buruk ingin memanfaatkan kekayaan orang lain demi kesenangan mereka sendiri.
Ryzel ingin ibunya berubah, tetapi dia tidak bisa mengubah ibunya secara langsung. Dia meminta kepolisian untuk mengubah ibunya menjadi lebih baik.
"Sialan!"
Ryzel mengumpat keras di kamar mandi kepolisian dan menangis.
Beberapa polisi yang sedang berjalan di luar kamar mandi terkejut dengan suara Ryzel, mereka bahkan lompat di tempat saking terkejutnya.
Duduk di atas kloset, Ryzel mengusap matanya untuk menahan rasa kecewa dan sedih yang dia alami di hatinya sekarang.
Tidak mungkin ada anak yang tidak sedih jika ibu kandungnya akan dipenjara. Namun, masalah Ryzel begitu rumit, menimbulkan perasaan bimbang.
__ADS_1
Namun, Ryzel berangsur-angsur membaik dan meyakinkan dirinya bahwa pilihan ini adalah yang terbaik.
Ryzel tahu ini sangat berlebihan, melaporkan ibu sendiri ke kepolisian, tetapi ini memang harus dilakukan demi kebaikan semuanya.
"Kuharap aku tidak salah mengambil pilihan."
Di malam hari ini, setelah memakan waktu berjam-jam di kantor polisi, Ryzel akhirnya pulang ke rumah kembali dengan hati yang lega.
Masalah ini dimenangkan oleh Ryzel, menang telak dan tak bisa ditolak.
berkumpul bersama dengan Rina dan Rani, juga ada tambahan lain, yaitu adik Septi yang masih sedih dan menangis.
Rina dan Rani membujuk adik Septi yang bernama Raffy berusia lima tahun.
Setelah dibujuk beberapa saat, Raffy yang menangis tersedu-sedu mulai berhenti.
"Raffy, jangan menangis lagi, kedua orang tua kamu tidak apa-apa di sana, tenang saja, di sini ada kakak."
Rina mengelus kepala Raffy dengan lembut dan berkata penuh kehati-hatian.
Mendengar ucapan ini, Raffy menatap Rina dan Rani yang berbicara kepadanya dengan tatapan penuh kesedihan.
"Raffy untuk sementara waktu akan tinggal bersama Abang Ryzel, dia akan membawamu jalan-jalan selagi keluargamu di sana. Bagaimana menurut, Raffy?" ujar Rina dengan sikap yang ramah dan lembut, membuat anak kecil seperti Raffy menjadi nyaman.
Raffy yang masih tidak mengerti tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarganya hanya bisa menatap Ryzel sembari berpikir keras.
Sosok Ryzel masih dianggap orang yang jahat untuk Raffy, agak sulit untuk dirinya menerima Ryzel. Oleh karena itu juga, Raffy menangis satu jam lebih tanpa berhenti.
Melihat Raffy yang menatapnya dalam kondisi kebingungan, Ryzel duduk santai bersandar di sofa dan tersenyum begitu ramah.
"Raffy, aku akan mengajakmu jalan-jalan besok, kita akan pergi membeli mainan yang banyak dan keren, apakah kamu mau?"
Mendengar ini, suasana hati Raffy seakan diubah secara instan, pupil matanya yang penuh kesedihan berubah menjadi penuh kejutan dan semangat.
Anak kecil tetaplah anak kecil yang menyukai mainan dan mudah untuk dibujuk dengan hal yang disukai.
Ryzel tersenyum lebar dan kembali berkata, "Malam ini kita akan menonton sebuah film, kamu suka menonton film pahlawan super?"
"Tentu, aku sangat suka pahlawan super yang mengenakan kostum berwarna merah dan biru, dia punya kekuatan hebat. Temanku selalu ingin menjadi pahlawan super, aku pun sama ...."
Dalam sekejap, suasana rumah yang sedang sedih menjadi ceria kembali.
Raffy ternyata anak yang aktif, dia melupakan sosok Ryzel yang jahat, kini dia menerangkan tentang hal yang ia sukai.
Menyaksikan obrolan Ryzel dan Raffy, Rina dan Rani menjadi lega usai kekeruhan yang terjadi sebelumnya.
Mereka sangat terkejut Ryzel benar-benar ingin menahan keluarganya sendiri di kepolisian dan menjadi tersangka.
Keputusan Ryzel sangat dihormati oleh Rina dan Rani. Mereka berdua sudah diberi tahu tentang masa lalu Ryzel yang mengenaskan, tidak merasakan kasih sayang ibu lagi sejak SD hal ini lebih buruk ketimbang anak yang belum pernah merasakan kasih sayang orang tua sejak lahir.
Pasalnya, anak yang sudah merasakan kasih sayang orang tua, dan tiba-tiba kehilangan rasa sayang tersebut, anak pun akan kehilangan masa depannya jika tidak kuat.
Berbeda dengan seorang anak yang dari kecil memang tidak memiliki orang tua.
Bagi mereka berdua, ibu Ryzel memang pantas dihukum, terlebih ketika tahu bahwa ibu Ryzel ingin membuat Ryzel menjadi sakit lagi dengan cara menghabiskan harta kekayaan Ryzel.
Namun, mereka tetap tidak menyangka Ryzel benar-benar tegas memilih pilihan tersebut.
Setelah makan malam bersama, Ryzel dan yang lainnya pergi ke ruang keluarga untuk menonton film.
__ADS_1
Di balik ruang keluarga ada sebuah pintu yang menghubungkan ke ruang bioskop kecil.
Dengan demikian, mereka semua menonton film yang tayang di aplikasi online dengan media bioskop kecil.
Raffy sangat senang saat film berlangsung, dia benar-benar menyukai film aksi yang menegangkan. Untungnya, tidak adegan yang sadis di film pahlawan super ini.
Tidak lama berselang usai menonton film, Raffy tertidur di kursi dengan wajah yang penuh kelelahan.
Tubuh Raffy diangkat oleh Ryzel dan dibawa ke kamarnya untuk dipindahkan ke tempat tidurnya.
Sebelum Ryzel tidur, dia melakukan kegiatan panas lagi dengan Rina dan Rani di malam hari ini.
Tentu, mereka tidak bermain di kamera Ryzel karena ada Raffy yang sedang tidur lelap.
Lokasi mereka bermain adalah di kamar Rani.
Kegiatan mereka tidak ada rasa kaku dan canggung satu sama lain. Mereka sangat menikmati kegiatan tersebut hingga kedua wanita ini kelelahan dan tertidur.
Setiap kali Ryzel bermain dengan wanita, dia sengaja mengeluarkan cairan di dalam jika memang sempat. Biasanya, Ryzel tidak keluar saat bermain semalaman.
Jarang sekali mengeluarkan cairan.
Di malam hari ini Ryzel mengeluarkannya di lubang Rina dan Rani, tetapi sudah ia tentukan benihnya takkan menjadi bayi di rahim keduanya.
Kemampuan yang hebat.
Keesokan harinya, seperti yang dijanjikan oleh Ryzel, Raffy diajak oleh Ryzel untuk pergi bersama ke mall sekaligus untuk menjemput ibu Nuraini dan ketiga anaknya di stasiun.
Raffy menjadi sangat senang karena bertemu anak yang seumuran dengannya. Dengan begitu, mereka semua menyempatkan diri untuk ke mall sejenak sebelum pergi kembali ke rumah.
Di dalam mall, keempat anak kecil dengan tambahan Raffy bermain bersama di tempat bermain Temzon. Mereka sangat menikmati permainan yang ada di sana.
Semua anak kecil tersebut gembira bersama tanpa ada beban.
Sementara itu, Ryzel dan ibu Nuraini mengobrol membicarakan tentang apa yang akan mereka berdua lakukan setelahnya.
Ada hal yang penting setelah kembali ke rumah.
Setelah ke rumah, Ryzel membawa ibu Nuraini ke kantor kepolisian untuk memberi laporannya sebagai saksi atas peristiwa yang terjadi.
Ibu Nuraini mendengar, melihat, dan merasakan kejadian di mana Septi tiba-tiba terjatuh tanpa sebab.
Beberapa saksi juga datang ke penyidik, saksi dari kasus lain yang dilakukan oleh Septi dan keluarganya.
Jejak digital sangat berguna, pernyataan Septi yang memfitnah Ryzel sudah digunakan sebagai alat bukti yang sah.
"Mungkin hukum pidana pada kasus ini akan berlangsung kurang lebih satu bulan. Pak Ryzel akan diberitahukan lagi saat persidangan dilakukan."
Perwira secara langsung memberi kejelasan tentang kasus hukuman kepada Ryzel.
Mendengar keterangan perwira polisi, Ryzel menanggapi dengan anggukan yang tenang dan berkata, "Baik. Tolong untuk beri tahu aku dari jauh hati jika persidangan pasti akan dilaksanakan, Pak."
"Aku akan melakukannya, Pak Ryzel."
Setelah mengatakan itu, Ryzel dan Ibu Nuraini kembali lagi ke rumah sebelum malam makin gelap.
Untungnya, Rina dan Rani sudah ada di rumah sejak Ryzel dan lainnya pulang dari mall. Jadi, anak-anak bisa dititipkan oleh mereka berdua.
Kembalinya Ryzel dan Ibu Nuraini, disambut ceria oleh anak-anak.
__ADS_1
[Ding! Tugas Masuk Telah Dikeluarkan!]
"Kamu sudah siap untuk pergi bersama?"