Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 167: Bertemu Keluarga Minamoto


__ADS_3

Melihat pria tua di depannya yang masih gagah ini, Ryzel sedikit terkejut dengan aura yang dikeluarkan oleh tubuh pria tua ini.


Keiko yang berdiri di sebelahnya tiba-tiba menarik Ryzel sedikit ke depan seraya berkata, "Ayah, kamu tidak perlu menjodohkan aku dengan yang lain karena aku sudah punya pacar. Perkenalkan ini Ryzel, dia berasal dari ...."


Asal Ryzel masih belum diketahui oleh Keiko dan di pertengahan kalimatnya, Keiko melirik Ryzel untuk memberi tahunya.


Alih-alih memberi tahu asalnya, Ryzel tiba-tiba melepaskan tangan Keiko dengan lembut dan dia berdiri di depan Ayah Keiko dengan temperamen yang tenang.


Menatap Ryzel di depannya, alis Ayah Keiko bertaut dan dia menyipitkan matanya memandang Ryzel dari bawah hingga atas.


Berikutnya, Ryzel sedikit membungkuk, tangan kanannya menempel di dada dan dia berkata dengan suara yang tenang, "Perkenalkan nama saya Ryzel, saya berasal dari negara Indonesia. Kedatanganku ke sini meminta izin kepada Anda untuk menjadikan putri Anda, yaitu Minamoto Keiko sebagai istri saya."


Keiko dan Ayahnya terkejut setelah mendengar seluruh kata-kata Ryzel yang keluar.


Menutup mulutnya, Keiko memandang Ryzel dari belakang dengan mata yang berkaca-kaca.


Pria yang ia temui secara random ternyata benar-benar serius dalam ucapannya.


Sementara itu, Ayah Keiko yang mendengar ini merespons dengan senyuman dan anggukkan.


"Namamu Ryzel? Nama yang menarik dan unik. Kamu ingin menikahi putriku? Tentu saja bisa. Namun ...." Pria tua yang berdiri di depan Ryzel tiba-tiba menampilkan senyuman aneh, "kamu harus menilai dirimu sendiri sekarang dan jika memang sudah bulat keinginanmu, kamu boleh masuk ke dalam. Aku akan menunggu keputusanmu di dalam."


Setelah mengatakan itu, Ayah Keiko berjalan melewati Ryzel dan mengambil tangan Keiko untuk dibawa ke dalam gerbang.


Keiko yang dipaksa masuk ke dalam gerbang memandang Ryzel dengan wajah yang khawatir dan penuh kecemasan.


Tidak tahu kapan ada 10 orang pria berpakaian tradisional kimono memegang katana di tangannya berdiri di dekat gerbang sambil menatap Ryzel dengan tajam.


Sosok Keiko dan Ayahnya menghilang di dalam gerbang, masuk ke dalam rumah tradisional Jepang dengan beberapa orang yang memegang katana lainnya.


Saat ini, Ryzel berpikir sejenak dan menguatkan keputusan yang diambil.


Kurang dari 3 menit Ryzel termenung, dia memutuskan untuk pergi ke dalam bersama Raffy yang ia genggam tangannya.


Raffy terlihat takut dengan paman-paman yang membawa katana di tangan kirinya.


Begitu Ryzel dan Raffy masuk setelah beberapa menit lamanya, di belakangnya berhenti sebuah mobil Rolls-Royce Phantom di depan gerbang.


Seorang pria turun mengenakan kimono dan membawa katana bersarung emas.


Wajah dari pria ini tampak begitu sombong dengan gaya berjalan yang mendominasi.


"Apakah Putri Keiko sudah ada di sini?" tanya pria tersebut dengan mata yang santai.


Salah satu penjaga gerbang mengangguk dan menjawab, "Ya, dia ada di sini. Baru saja dia pulang."


"Baru pulang? Memangnya ke mana dia pergi semalam?"


"Entah, tetapi dia datang ke sini dengan seorang pria berjas hitam dan rapi."


Mendengar ini, mata pria tersebut membesar dan dia sedikit tersentak.


Lengkungan terbentuk di ujung mulutnya dan dia bergumam, "Ini menarik."


"Ayo masuk!"


Setelah itu, pria tersebut masuk ke dalam gerbang bersama beberapa pelayan di belakangnya.


Dari penampilannya, pria yang membawa katana emas merupakan anak dari keluarga kaya yang masih tradisional.


Ryzel sama sekali tidak tahu ini karena dia sekarang sedang duduk di sebuah ruangan yang luas seperti ruangan pertandingan para samurai.


Pertama kalinya Ryzel melihat tempat seperti ini secara langsung.


Di sekitar ruangan terdapat beberapa zirah samurai yang keren, beberapa pedang katana dipajang di dinding-dinding ruangan ini.


Sudah jelas dari sini, Ryzel berasumsi bahwa Keluarga Minamoto ini adalah keluarga yang masih mempertahankan budaya dan seni bela diri teknik samurai.


Mengetahui ini, Ryzel terkejut dan berpikir masalah yang dibawa Keiko agak sedikit sulit diselesaikan.


Biasanya, keluarga konservatif ini punya aturan yang berlaku dari nenek moyang dahulu.


Aturan inilah yang kemungkinan besar akan membawa Ryzel dalam beberapa urusan internal keluarga Keiko.


Benar saja dengan apa yang Ryzel duga, Keiko tiba-tiba dibawa oleh beberapa wanita yang mengenakan kimono, dia rias menjadi wanita tradisional yang cantik dan luar biasa menawan.


Keiko dibawa oleh wanita-wanita itu untuk duduk di sebelah ayahnya.

__ADS_1


Di ruangan ini sudah dikelilingi oleh banyak sekali pria-pria yang membawa katana di tubuhnya. Mereka berdiri di sisi ruangan mengelilingi Ryzel yang duduk bersimpuh bersama Raffy.


Semua mata terfokus pada sosok Ryzel yang duduk di tengah-tengah ruangan. Terlihat mereka semua memindai sosok Ryzel secara keseluruhan dan menilai Ryzel atas suatu kepentingan.


Di depan Ryzel, terdapat beberapa anggota Keluarga Minamoto secara resmi. Seharusnya, satu orang wanita yang tua itu adalah istri dari ayahnya Keiko dan beberapa pria dan wanita yang duduk di sampingnya merupakan anggota keluarga jauh, seperti bibi, paman, keponakan, kakak ipar, dan yang lainnya.


Mata mereka juga sama arahnya, yaitu menatap penampilan Ryzel dari jauh dan tampak sedang menilainya.


Sementara itu, Keiko menatap Ryzel dengan pandangan yang rumit dan gelisah.


"Kamu sepertinya serius dengan keputusanmu, Nak Ryzel."


Ayah Keiko tiba-tiba mengeluarkan suaranya dan menatap Ryzel dengan sedikit meremehkan.


Respons Ryzel terhadap ucapan ayah Keiko hanyalah tersenyum dan mengangguk.


"Bagus, aku menghormati keberanian dan keputusanmu dalam mengambil anakku sebagai istrimu. Sayang sekali, kamu tidak bisa semudah itu menjadikan putri yang aku sayangi sebagai pasanganmu. Kamu harus aku uji dan tes, apakah kamu layak menjadi suami Keiko, atau tidak," ucap Ayah Keiko dengan suara yang sedikit mendominasi dan berwibawa.


Dengan kalimat yang Ayah Keiko ucapkan, Ryzel masih tersenyum dan mengangguk seolah dirinya tidak takut dengan apa tes dan ujiannya.


Ayah Keiko sedikit kesal melihat reaksi Ryzel ini, dan dia melanjutkan dengan senyuman yang terlihat jahat, "Kamu sudah ada di sini, artinya kamu juga sudah siap untuk menerima semua tes dan ujian yang aku berikan nanti. Jika kamu gagal, kemudian terluka lalu mati, itu bukan tanggung jawab kami karena kamu sudah setuju dengan persyaratan ini."


Sekali lagi Ryzel tersenyum dan mengangguk, seolah ucapan Ayah Keiko hanyalah ancaman belaka dan bohongan saja.


Semua orang tidak tahu bahwa tangan Ayah Keiko ini mengepal kuat karena sedang menahan amarah.


Ayah Keiko berniat untuk membuat Ryzel takut sehingga niatnya menjadi goyah dan tidak ingin mengejar putrinya lagi.


Tepat ketika Ayah Keiko ingin melanjutkan perkataannya lagi, pintu ruangan terbuka dan memperlihatkan 5 sosok yang berdiri dengan tampilan penuh kebanggaan.


"Halo, selamat pagi, Tuan Minamoto. Aku Yamato Hydro datang untuk melamar putrimu."


Pria yang membawa katana emas ini datang dengan penampilan yang percaya diri.


Dia membungkukkan tubuhnya sambil memberi tahu tujuannya ke sini.


Yamato Hydro, anak tertua dari keluarga Yamato yang sudah berkali-kali datang ke Keluarga Minamoto untuk meminang Keiko.


Akan tetapi, Keiko selalu menolaknya sehingga keributan dan cekcok terjadi di antara Keiko dengan ayahnya.


Melihat Yamato Hydro datang, wajah Ayah Keiko menjadi cerah. Sampai-sampai dia bangun dari posisi duduknya dan berjalan menghampiri Yamato Hydro.


Ayah Keiko tampaknya menyukai calon menantunya ini, perlakuannya kepada Yamato Hydro begitu istimewa.


Ada ketimpangan yang begitu jelas antara Ryzel dan Hydro.


Dari sini saja, Hydro memiliki keunggulan di mata Ayah Keiko. Sementara itu, Ryzel benar-benar diabaikan oleh Ayah Keiko dan lebih memilih Hydro.


"Maaf, Tuan Minamoto. Mengapa ada budak korporat di sini? Apakah dia ingin melamar menjadi penjaga gerbangmu?" tanya Hydro yang pura-pura berbisik ke telinga Ayah Keiko, tetapi suaranya bisa didengar jelas oleh semua orang yang ada di ruangan ini.


Wajah semua orang, terutama para pria yang memegang katana ini hampir tertawa, mereka tersenyum untuk menahan tidak tertawa.


Di sisi lain, para Keluarga Minamoto menjadi sedikit tidak nyaman begitu mendengar ucapan Hydro.


Keluarga Minamoto tidak semuanya kurang menyukai Ryzel, Ibu Keiko sendiri memandang Ryzel dengan kesan yang baik. Pandangannya sangat berbeda dengan suaminya yang terkesan Ryzel adalah pria yang buruk bagi putrinya.


Anggota wanita dari Keluarga Minamoto tidak memandang buruk Ryzel, hati mereka seolah memaksa mereka untuk tidak membenci Ryzel, tidak sama dengan Ayah Keiko yang dari awal memang sudah tidak senang dengan Ryzel.


Mendengar ucapan Hydro, Ayah Keiko menepuk Hydro dan berkata, "Maaf, Tuan Hydro. Tampaknya, kamu memiliki saingan hari ini. Dia datang ke sini untuk meminta izin padaku menjadikan Keiko istrinya."


"Sungguh?" Hydro menampilkan ekspresi wajah yang terkejut.


Ayah Keiko mengangguk kejam dan tersenyum.


"Lantas bagaimana caraku bisa menyingkirkan dia?" Hydro pura-pura bodoh dan bertanya kepada Ayah Keiko.


"Satu-satunya cara adalah bertanding," jawab Ayah Keiko sambil memegang dagunya.


Dengan cepat Hydro mengangguk dan tersenyum lebar. "Aku sangat setuju dengan ini. Kalau begitu, ayo kita adakan pertandingan hari ini."


"Baik, tunggu sebentar."


Setelah itu, Ayah Keiko mendatangi Ryzel untuk berbicara mengenai masalah pertandingan.


Di sana dijelaskan bahwa Ryzel diharuskan bertanding dengan Hydro untuk memperebutkan Keiko.


Dengan iming-imingnya ini, Ryzel tentu saja setuju dengan pertandingan tersebut.

__ADS_1


Jawaban Ryzel membuat Ayah Keiko menjadi senang, terlihat dari wajahnya yang tampak agak mencurigakan.


Hydro yang mengetahui pilihan Ryzel ikut menjadi senang.


Dari wajahnya tampak bersemangat seolah dia sangat percaya diri sekali dengan pertandingan ini.


Selanjutnya, Ryzel dan Hydro dibawa oleh Ayah Keiko dan anggota lainnya ke sebuah Dojo yang besar.


Melihat penampakan Dojo yang besar ini, Ryzel menjadi makin yakin bahwa Keluarga Minamoto adalah keluarga yang melestarikan seni bela diri yang berkaitan dengan samurai.


Banyak sekali orang yang ikut datang ke Dojo untuk bertujuan melihat pertandingan antara Ryzel dan Hydro.


Pada saat ini, Ryzel dan Hydro berjalan bersama untuk mengambil katana kayu yang umumnya digunakan untuk berlatih.


Raffy dipisahkan oleh Ayah Keiko dan meminta istrinya untuk memegang Raffy selagi Ryzel bertarung melawan Hydro.


Sebelumnya, Ryzel sudah memberi tahu bahwa dia tidak punya kemampuan dasar dalam menggunakan katana. Oleh sebabnya, Ryzel meminta Ayah Keiko untuk memperbolehkan bertanding menggunakan pedang kayu terlebih dahulu.


Sebagai keringanan, Ayah Keiko setuju dengan permintaan Ryzel. Anggota Dojo juga setuju dengan ini sehingga pertandingan pertama akan dilakukan menggunakan pedang kayu yang berbentuk katana.


Tentu saja, Hydro tidak mempermasalahkan ini, dia setuju dengan kondisi Ryzel. Sebagai senior, dia harus mengizinkan keinginan juniornya.


Namun, di dalam hati Hydro, dia menerima permintaan Ryzel karena maksud lain.


Berdiri di sebelah Ryzel yang memilih pedang kayu, Hydro tersenyum dan berkata, "Sebaiknya, kamu meminta Tuan Minamoto mempersiapkan satu mobil ambulance. Meskipun aku menjadi lawanmu, aku masih peduli denganmu, aku sarankan kamu mengikuti apa yang aku bilang barusan jika tidak ingin mati."


Setelah mengatakan itu, Hydro menggelengkan kepalanya sambil menutupi mulutnya.


Dia berbalik dan meninggalkan Ryzel sambil membawa satu pedang kayu di tangannya.


Ryzel bisa mendengar dengan jelas bahwa Hydro tertawa.


Jelas, Ryzel tahu apa maksud dari tawa Hydro.


Lagi-lagi Ryzel hanya diam dan fokus memilih pedang kayu yang dikumpulkan di Dojo ini.


Apa yang dikatakan oleh Hydro sama sekali tak didengar oleh Ryzel.


Mata Ryzel entah mengapa tertarik ke satu pedang kayu yang ditumpuk ini.


Pedang kayu ini tampak begitu tua, warna dari kayunya sudah kusam dan tampak gelap, tidak seperti pedang kayu lainnya yang masih punya warna yang bagus dan cerah.


Memandang pedang kayu ini dengan cermat, Ryzel bisa melihat ada beberapa pola dan simbol di pedang kayu ini dalam huruf kanji.


Namun, huruf ini sulit dibaca karena sudah hampir menghilang dan rusak.


Setelah pertimbangan singkat, Ryzel memilih pedang kayu ini dengan alasan enak untuk diayunkan. Mengendalikan senjata pedang kayu ini terbilang mudah dan nyaman, Ryzel membutuhkan pedang kayu ini dalam pertandingannya.


Setelah memutuskan mengambil pedang kayu ini sebagai senjatanya.


Ryzel berjalan di bawah tatapan dari banyak orang di dalam Dojo, naik ke atas ring atau tempat pertandingan khusus para anggota yang belajar teknik pedang di Dojo ini.


Beberapa orang yang melihat pedang kayu yang dipilih Ryzel menjadi terkejut, dan kemudian orang-orang yang terkejut itu menggelengkan kepalanya dengan pasrah.


Pandangan Ryzel benar-benar buruk dalam memilih pedang kayu saja.


Harapan beberapa anggota Keluarga Minamoto terhadap Ryzel makin mengecil. Mereka benar-benar tidak yakin Ryzel bisa mengalahkan Hydro dalam pertandingan ini.


Lihat saja senjata yang dipilih Ryzel, itu tampak rapuh dan tua.


Di atas tempat bertanding sudah ada Hydro yang memandang Ryzel dengan tatapan meremehkan.


Pada saat Ryzel masih ada di bawah ring, Hydro sudah melirik Ryzel dengan pandangan yang tidak berharga, seolah Ryzel tidak layak menjadi lawannya.


Setelah itu, Ryzel naik ke atas tempat pertandingan dan berdiri di seberang Hydro.


Tidak tahu siapa yang mengajarkannya, secara mendadak Ryzel melakukan kuda-kuda hampir sama seperti apa yang Hydro lakukan.


Semua orang yang melihat Ryzel mengikuti kuda-kuda Hydro hanya bisa menggelengkan kepalanya karena kuda-kuda Ryzel ini kelihatan buruk dan tidak bagus.


Sudah bisa dikatakan bahwa ucapan Ryzel tentang dirinya yang belum pernah memegang katana adalah sebuah benar.


Hydro yang melihat tampilan awal Ryzel yang seperti ini membuat percaya dirinya makin bertambah.


Dia sudah sangat percaya diri bahwa dalam pertandingan ini akan dimenangkan oleh dirinya.


Ayah Keiko naik ke tempat pertandingan secara langsung dan berdiri diam di tengah posisi antara Ryzel dan Hydro.

__ADS_1


__ADS_2