Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 107: Pergi ke Pantai dengan Wanita


__ADS_3

Laurel melihat layar ponselnya yang menampilkan obrolan pesannya dengan teman-temannya. "Sebentar lagi, mereka hampir sampai, mungkin beberapa menit lagi—Itu mereka!"


"Halo!" Tiba-tiba 3 orang wanita datang kepada mereka berdua dengan wajah yang senang.


Begitu Laurel melihat kedatangan mereka bertiga, dia tersenyum gembira dan berjalan mendekati mereka.


Mereka semua berpelukan satu sama lain, menuangkan dan melepaskan kerinduan yang sama ini mereka tahan karena telah sekian lama mereka tidak bertemu dan bermain bersama.


Pada saat mereka berpelukan, Ryzel berdiri diam sambil menyaksikan mereka tanpa tahu harus melakukan apa.


Mengambil ponselnya, jari-jemari Ryzel menekan papan ketik layar ponsel, mengirimkan pesan kepada teman-temannya, dia menggunakan waktu ini untuk membalas pesan teman-temannya yang terbaru.


"Itu Ryzel?!" Salah satu teman Laurel mengenal Ryzel karena dia termasuk salah satu penggemar.


Dua dari tiga teman Laurel ternyata penggemar Ryzel yang aktif memantau siaran langsung Ryzel. Tentunya mereka berdua tahu pria yang bersama Laurel adalah Ryzel.


Mimik wajah mereka bertiga yang terperangah terlihat lucu, membuat Laurel tersenyum karena menahan tawa.


"Sudah, jangan terlalu terkejut, malu kalian dilihat Ryzel." Laurel melirik mereka bertiga sambil terkekeh.


Mereka tersipu dan mengintip Ryzel yang berdiri di belakang Laurel.


Mendengar ucapan Laurel, Ryzel hanya bisa tersenyum menatap ketiga wanita ini. Sikapnya yang tenang makin membuat teman wanita Laurel menjadi lebih malu karena reaksinya yang berlebihan.


Setelah itu, mereka bertiga secara langsung berkenalan dengan idolanya, Ryzel.


Masih dengan sikap yang santai, Ryzel melakukan perkenalan dengan ketiganya, dia menjadi tahu nama dari teman-teman Laurel, yaitu Firda, Naura, dan Syifa.


Masing-masing dari mereka memiliki wajah yang cantik, paling tidak saat sekolah mereka pernah menjadi wanita tercantik di kelas. Mereka memiliki bagian wajah yang terlihat menarik.


Memang saja Laurel lebih cantik dari ketiganya, tetapi itu bukan berarti mereka bertiga terlihat jelek.


Di antara ketiganya, Ryzel kerap melihat ke sosok Syifa, wanita ini mempunyai aset yang jauh lebih besar ketimbang Laurel dan teman lainnya.


Benda bulat dan besar tersebut ditutupi oleh baju yang agak ketat menambah kesan besar dan menggiurkan.


Terlebih lagi, Syifa ini suka mendekati Ryzel, bahkan di sekarang ini dia berdiri di samping Ryzel sambil diam-diam menatap wajah Ryzel.


"Kalian hanya membawa barang-barang ini?" tanya Laurel kepada teman-temannya, dia menatap tas-tas yang diletakkan di bagasi mobil.


"Iya, bukannya kita hanya dua hari satu malam saja di sana?"


"Benar, satu tas pun cukup aku kira."


Menatap teman-temannya yang menganggap membawa keperluan satu tas itu cukup, Laurel tidak memrotes lagi.


Menutup pintu bagasi, Laurel dan teman-temannya masuk ke dalam mobil. Teman Laurel yang bernama Firda duduk di kursi pengemudi karena dia sudah bilang kepada Laurel dirinya ingin mengendarai mobil sampai lokasi tujuan.


Mereka tidak masalah, termasuk Ryzel juga, Firda diperbolehkan oleh mereka untuk menyetir hingga ke tujuan.


Laurel bersama kedua temannya duduk di belakang, sedangkan Ryzel duduk di depan. Ini permintaan Ryzel yang ingin duduk di kursi depan.


Tidak enak pria seorang diri duduk di belakang bersama wanita-wanita.


"Ayo berangkat!"

__ADS_1


Para wanita berseru semangat, dan mobil pun melaju keluar dari perumahan Laurel.


Mobil yang mereka pakai adalah mobil milik keluarga Laurel. Jadi, titik keberangkatan mereka dari sini, area rumah Laurel.


Kemampuan Firda berkendara lumayan bagus, mobil berjalan mulus tanpa ada rasa tersendat-sendat, tetapi dia mengemudi terlalu aman, sampai-sampai tidak mau mendahului mobil di depan dan tidak mau berpindah jalur ke jalur yang kosong.


Tampak seperti orang yang baru 1 tahun belajar mengendarai mobil.


Pada akhirnya, mereka sampai di hotel dekat pantai pelabuhan ratu setelah 5 jam di dalam mobil.


Ini melebihi waktu yang telah mereka tentukan yang seharusnya 4 jam di perjalanan.


"Kamu lama sekali menyetirnya, Firda, hingga aku ketiduran saking lamanya," kata Laurel di dalam mobil.


"Ya, maaf. Aku berkendara di mode aman. Yang terpenting kita sampai di sini dengan selamat, kan?" balas Firda melihat Laurel dan teman-temannya di belakang.


Naura membuka pintu mobil dan berkata, "Sudah-sudah, lebih baik kita masuk ke hotel dan cepat check-in."


"Oke-oke."


Laurel dan Naura keluar dari pintu yang dibuka Naura, dan keduanya berjalan membuka bagasi.


Sementara itu, Ryzel dan Syifa yang saling bertatapan melalui cermin dalam mobil beberapa saat langsung tersadar dan bergegas keluar dari mobil.


Kelihatannya di antara mereka berdua ada sesuatu.


Selepas mereka mengambil tas bawaan masing-masing, mereka masuk ke dalam lobby hotel dan melakukan Check-in.


Kamar yang mereka pesan cukup 3 kamar saja, Laurel dan teman-teman dibagi menjadi 2 kelompok yang nantinya mengisi 2 kamar, dan Ryzel mengisi kamar yang lain.


"Ryzel, habis kamu membereskan barang-barang, kamu langsung pergi ke restoran bawah, ya. Kita makan siang bersama di bawah, oke?"


"Baiklah, kami masuk dahulu, ya. Sampai jumpa di bawah."


Setelah mengatakan itu, Laurel dan Naura masuk ke dalam kamarnya yang ada di seberang kamar Ryzel, Firda pun membuka pintu kamar yang satunya lalu ke dalam.


Tersisa Syifa yang berdiri di depan pintu kamar yang Firda buka, dia menatap Ryzel sejenak dan mengedipkan matanya.


Berikutnya, dia buru-buru masuk ke kamar menyusul Firda.


Alis Ryzel bertaut saat melihat gerakan mata Syifa yang berkedip menggoda, tampak wanita ini memberi kode akan sesuatu, tetapi Ryzel tidak tahu apa yang dimaksud oleh Syifa.


Menggelengkan kepalanya, menyingkirkan pikiran negatif di benaknya, mendorong pintu kamar dan Ryzel pergi ke dalam.


Pada saat di dalam kamar hotel, barang-barang bawaan Ryzel yang berupa tiga tas, di antaranya 2 tas gendong dan 1 jinjing dengan lekas diletakkan sesuai dengan tempatnya.


Namun, Ryzel hanya mengeluarkan pakaian dan dia taruh di dalam lemari, sedangkan barangnya yang lain dibiarkan di dalam tas.


Untuk peralatan elektronik, seperti Jenbook, kamera, dan lainnya, dia tempatkan di atas meja kerja.


Enaknya kamar ini memiliki jendela yang menghadap langsung ke arah pantai.


Dari kamarnya dia bisa melihat pantai yang indah di kejauhan. Namun, bukan pantai yang dia lihat yang ingin di kunjungi, melainkan di bagian pantai yang lain yang ramai oleh pengunjung.


Berdiri di balkon kamar, Ryzel istirahat sejenak memandangi keindahan pantai sambil merenungi selembar kertas kosong, artinya tidak sedang berpikir apa-apa.

__ADS_1


[Ding! Terdeteksi Anda Telah Berada di Lokasi Tugas Masuk!]


[Selamat kepada Anda karena mendapatkan hadiah tas ransel ajaib 10 m3, Fisik+2, Uang 27 juta Rial Oman!]


Sudut bibir Ryzel melengkung ketika mendengar suara mekanis sistem yang dingin muncul di telinganya.


Dengan cepat Ryzel menyiapkan tubuhnya untuk proses integrasi kekuatan fisik.


Dalam sekejap, suara rintihan kecil kesaktian terdengar di ruang kamar Ryzel. Proses integrasi telah dimulai.


"Aghh ...."


Di saat yang sama, Laurel dan Naura sedang sibuk membereskan barang-barangnya di dalam kamar. Sambil menaruh barang-barang ke tempatnya, mereka mengobrol mengenai sesuatu.


"Bagaimana rasanya kamu bertemu Ryzel?" tanya Laurel sambil tersenyum penuh arti.


Pipi Naura sedikit memerah dan dia menjawab, "Tentu saja aku merasa senang. Dia memang tampan, ya. Aku kira ketampanannya karena efek dari kamera, ternyata aku salah."


"Aku juga pernah berpikir seperti itu, aku pikir dia tampan lantaran dibantu efek visualisasi kamera. Nyatanya, wajahnya memang dari sananya tampan, bahkan melebihi ketampanan wajah suamiku, Jongcock." Laurel menampilkan senyuman yang bahagia.


Mendengar ini, Naura memutar matanya. Temannya sedang kambuh lagi.


"Setelah dilihat-lihat, Ryzel orangnya sangat kalem dan tenang, juga tidak malu." Naura menatap Laurel sembari melipat bajunya yang telah dikeluarkan dari tas.


"Sama dengan di siaran langsungnya, kan? Kayaknya dia tidak membedakan sifat dan sikap antara di siaran langsung dan aslinya, deh, Naura."


"Aku rasa itu benar, Laurel. Aku jadi makin suka dengannya, ah!"


Wajah Laurel terheran dan dia memandang Naura yang mengeluarkan suara aneh. "Mengapa kamu bersuara seperti itu?"


"Tidak apa-apa, aku hanya merasa terlalu senang sekarang," kata Naura yang wajahnya memang terlihat cerah dan ceria.


"Sebaiknya, kamu jangan mengeluarkan suara itu di depan Ryzel," Laurel memperingatkan Naura dengan suara yang serius. "Alasannya karena itu terlalu aneh dan ambigu."


"Emm ... baiklah."


Naura mengangguk tanda dirinya mendengarkan pesan Laurel, tetapi hatinya memiliki niat yang sebaliknya, dia ingin menunjukkan suara ini di depan Ryzel jika ada kesempatan.


Sebuah senyuman yang memiliki arti berbeda ditampilkan oleh Naura selama dia fokus membenahi barang-barang.


"Aw! Sakit, Firda. Jangan kasar begitu, ih!"


Pada saat ini, Syifa yang satu kamar dengan Firda sama-sama tengah berbenah, tetapi mereka tidak fokus karena Firda selalu mencubit Syifa karena sesuatu.


"Aku tidak akan mencubit kamu kalau kamu menjawab pertanyaannya dengan jujur, Syifa. Kamu di dalam mobil sempat bertatapan dengan Ryzel, bukan?" Firda bertanya serius dengan tatapan matanya yang menusuk.


Syifa dengan cepat menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak, aku hanya bertatapan sekilas, sama seperti kalian menatap Ryzel."


"Benarkah? Aku tidak percaya. Aku sempat lihat kamu menatap Ryzel lumayan lama."


"Benar. Kamu tidak percaya denganku? Kamu itu sahabatku, loh." Syifa mengangguk sekali dan memandang Firda penuh percaya diri.


Melihat Syifa yang kelihatan sedang tidak berbohong, Firda tidak melanjutkan pembahasan ini lagi, dan dia mengubah topik pembicaraan ke arah lain.


Ryzel yang sudah puas memandangi keindahan alam pantai, hendak pergi ke dalam kamar, tetapi Ryzel menahan niatnya lantaran dia melihat ada tiga bayangan besar dari atas.

__ADS_1


Ketika Ryzel mengangkat kepalanya, dia melihat sosok tiga burung elang terbang di atas depan balkonnya dan mendarat di tiang pagar balkon.


"Kalian mengapa ke sini?!"


__ADS_2