Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 178: Kuil Dewa


__ADS_3

Ryzel sama sekali tidak tahu dan tidak mengenal secara langsung dewa-dewi mitologi Romawi, bahkan berkah yang diperoleh entah berasal dari mitologi apa.


Pasalnya, Ryzel sendiri tidak tahu nama asli dari dewa yang memberinya berkah luar biasa.


Dewa Atlantis, Dewa Burung, Dewa Samurai, Dewa Angin, dan Dewa Surya, mereka semua tidak mengekspos atau membeberkan nama asli mereka.


Hanya julukan umum yang diberitahukan kepada Ryzel.


Kepala Ryzel sedikit ke kiri dan kanan untuk menanggapi pertanyaan Alessia. "Aku sama sekali tidak mengenal. Namun, aku tahu tentang mereka dari internet dan buku, sama halnya orang lain mengetahui mereka dari sumber pengetahuan umum."


"Jadi, kamu memiliki mitologi berbeda?" tanya Alessia yang ingin tahu tentang berkah dewa Ryzel.


Ryzel menjawab sambil mengambil jeruk yang dikupas Milena, dan diberikan kepada Raffy, "Bukan itu maksudnya. Aku memang tidak mengenal mereka secara langsung, tetapi bukan karena berbeda mitologi. Aku juga tidak tahu tentang asal dari dewa itu."


Orang yang lewat dan sempat berpapasan dengan mereka berempat tidak mengerti apa yang dibicarakan Ryzel dan kedua wanitanya.


"Kukira kamu tahu." Alessia mengambil tisu dan mengelap sudut bibir Ryzel yang basah karena air jeruk.


Milena juga membantu Raffy membersihkan bekas makannya yang kotor. Pipinya dipenuhi oleh bekas air jeruk yang manis.


Kedua wanita Ryzel melayani dengan sangat baik. Pasalnya, mereka sudah mengerti bahwa dirinya sekarang resmi menjadi pasangan Ryzel walaupun belum sah secara hukum.


Namun, dengan uang yang diberikan oleh Ryzel sudah menjadi bukti keseriusan Ryzel pada mereka.


Mereka berdua juga harus serius dengan pilihannya ini, menjalankan apa yang sudah seharusnya mereka lakukan.


Sebuah hubungan bukanlah siapa yang paling berkuasa dan siapa yang harus mematuhi siapa, melainkan saling melengkapi, bersama menuju impian, dan saling melengkapi peran.


Maka dari itu, Ryzel sudah jelas menjadi orang yang mencari uang atau pekerja mencari nafkah, mereka berdua memiliki peran menjadi mengurusi keluarga, tentu akan dibantu oleh Ryzel juga sebagai kepala keluarga.


"Coba saja kamu mendapatkan hadiah dari dewa di sana," gumam Alessia dengan asal.


Senyuman muncul di wajah Ryzel begitu mendengar gumaman kecil Alessia yang bergerak sambil menyimpan tisu untuk dibuang ke tempat sampah.


Ryzel juga punya harapan seperti itu. Jika boleh memilih, Ryzel ingin mendapatkan berkah dari Dewa Merkurius, dewa yang menjaga perdagangan, mungkin Merkurius punya kekayaan yang banyak.


Dengan kekayaan yang banyak, Ryzel memiliki kehidupan yang sangat-sangat stabil di dunia ini. Tidak ada yang bisa mengalahkan uang di kehidupan dunia yang aman dan tentram ini.

__ADS_1


Semuanya butuh uang, bahkan mati pun memerlukan uang.


Bukan berarti Ryzel gila kekayaan


Jarak antara hotel dan Pantheon tidak terlalu jauh, mereka bisa sampai dalam belasan menit, mungkin puluhan menit jika berbelanja terlebih dahulu.


Ryzel dan yang lainnya bisa melihat serambi yang sangat besar dengan tinggi belasan meter, memiliki pilar atau tiang yang besar dengan jumlah 16 buah.


Bangunan ini terlihat megah dan indah dengan suasana kuno yang kental.


Melihat bangunan ini, Ryzel langsung teringat gambar-gambar Pantheon yang ada di dalam gim dan juga dewa-dewa mitologi Yunani dan Romawi.


Mereka semua masuk ke dalam Pantheon untuk melihat keindahan yang ada di dalam, tentu saja harus membayar tiket agar bisa masuk dengan legal.


Di dalam, mereka bisa melihat ruangan yang begitu luas. Bangunan di dalam ini memiliki bentuk bulat jika diperhatikan lebih lanjut.


Milena dan Alessia memberi tahu bahwa ruangan ini atau struktur bangunan ini disebut Rotunda.


Terlihat ada beberapa patung raksasa yang ditempatkan di dalam. Di atas kepala mereka semua terdapat kubah besar dan tinggi.


Secara keseluruhan, bangunan ini sangat megah dan mewah, sangat kental terasa aura spiritualnya.


Ryzel sangat suka dengan gaya bangunan ini, benar-benar kuno dan keren. Kuno bukan berarti jelek, malah sebaliknya, punya nilai yang sangat besar, bahkan bisa tidak terukur. Pasalnya, sesuatu yang kuno pasti punya sejarah luar biasa di dalamnya.


Ryzel tidak lupa untuk mengambil beberapa gambar bangunan, mereka berempat memandangi ruangan di sekelilingnya, melihat dengan jelas apa yang ada di dalam ruangan ini.


Banyak sekali patung yang ada di dalam Pantheon, membuat mereka tertarik untuk mengamati dari jarak yang dekat.


Pada saat Ryzel melihat salah satu patung yang memiliki sayap di belakangnya, sebuah suara muncul tiba-tiba dari benaknya.


"KAMU AKHIRNYA DATANG KE SINI. AKU SUDAH MENUNGGU KAMU BEGITU LAMA, TERNYATA HARI INI TIBA SETELAH PENANTIAN YANG LUAR BIASA.


"AKU TAK BISA BERLAMA-LAMA LAGI. JADI ... TERIMA BERKAH INI."


Tubuh Ryzel yang sedang berdiri di dekat patung langsung membeku diam sambil menenggelamkan kepalanya ke bawah.


Sebuah berkah masuk dalam diri Ryzel dengan energi yang besar.

__ADS_1


Sekali lagi Ryzel merasakan sejumlah energi asing yang meletus pada dirinya, membuat tubuhnya terasa sangat kuat.


[Dewa Pluto telah memberikan berkah!]


Berikutnya, semburan aura menakutkan keluar dari tubuh Ryzel memancar kuat bagai ombak laut yang besar.


Semua orang yang ada di sini mengalami perasaan takut di dalam hatinya tanpa sebab selama 2 detik, tetapi Ryzel segera memancarkan temperamen tenang yang meredakan ketakutan mereka atas temperamen Ryzel yang bersifat negatif.


Semuanya kembali normal meski semua orang melihat sekeliling dan satu dengan yang lain seolah mencari sesuatu yang aneh.


Sementara itu, Milena dan Alessia memandang Ryzel dengan berbeda karena tubuh Ryzel punya penampilan yang bertambah misterius dan menarik.


Mereka menghabiskan waktu di Pantheon selama setengah hari, dan setengahnya lagi mereka habiskan di Colosseum.


Di Colosseum mereka banyak berfoto dan makan setelahnya.


Colosseum atau Koloseum adalah tempat yang luas dan menakjubkan, bisa disebut sebagai stadium luar biasa hebat.


Dengan arsitektur yang dibuat dan direncanakan dahulu, Koloseum masih dapat dikatakan stadium yang hebat.


Stadium yang digunakan untuk pertunjukan gladiator melawan hewan-hewan buas.


Sejarahnya yang panjang dan menarik, membuat mereka berempat sangat menikmati memandangi Koloseum.


Perjalanan di hari ini sudah selesai, di malam hari Ryzel duduk bersama Milena dan Alessia, mereka bersantai bersama sampai menunggu larut malam.


Raffy sudah tidur lebih dahulu, ketiganya masih sadar, bahkan mengobrol bersama.


"Apa kalian menyukai berlian?" tanya Ryzel yang mendadak kepada Milena dan Alessia.


Kepala keduanya mengangguk hampir bersamaan.


Di bawah tatapan keduanya, Ryzel melambaikan tangannya sekali, dan sebuah berlian merah seukuran bola ping-pong muncul di telapak tangan Ryzel.


"Berlian Merah murni dan asli, memiliki seratus karat. Simpan kedua berlian merah ini baik-baik," kata Ryzel dengan senyuman wajahnya.


Tangan mereka berdua bergetar melihat berlian merah di tangannya.

__ADS_1


Dengan wajah yang pucat, Milena bertanya, "Dari mana kamu mendapatkan berlian merah ini? Jangan bilang ka—"


"Aku menciptakannya."


__ADS_2