
Di tanggal 23 Februari, Ryzel pergi meninggalkan Elendra di Swedia karena ia harus pergi ke negara selanjutnya.
Dalam 3 hari sebelumnya di Swedia, beberapa tempat wisata mereka kunjungi sehingga Ryzel mendapatkan satu tugas masuk normal dan tugas masuk tersembunyi.
Bersama Elendra dalam liburan itu sembari bulan madu, perasaan nyaman dan bahagia Ryzel alami dengan sangat baik.
Elendra yang memiliki sifat yang dewasa dan romansa keibuan ini membuat Ryzel hangat selain goyangan yang hebat.
Wanita dewasa itu juga menyayangi Raffy bagaikan menyayangi anaknya sendiri. Perlakuannya kepada Raffy begitu hati-hati dan pengertian.
Memang umur tidak bisa dibohongi, sifat Elendra sangat matang, sama seperti buahnya yang sangat besar dan matang.
Di sepanjang perjalanan, mereka berdua tertawa bahagia bersama, Raffy juga ikut senang karena melihat sesuatu yang baru di negara Swedia ini.
Segala sesuatu sudah dipersiapkan oleh Elendra, bahkan ketika Ryzel sibuk melihat akun tiktodnya, Elendra sudah menyiapkan makanan dan menyuapi camilan yang ia buat ke mulut Ryzel.
Semuanya serba hangat dan lembut, Ryzel bersyukur bisa memiliki Elendra sebagai anggota haremnya.
Untuk melepaskan Elendra meski untuk beberapa saat saja rasanya begitu sulit bagi Ryzel.
Namun, tidak ada pilihan lain karena Ryzel harus pergi ke negara lain karena Sistem yang memaksanya.
Ryzel aslinya merasa malas dengan Tugas Masuk Sistem, tetapi Ryzel tidak bisa menolak karena Sistem berkuasa dengan hidupnya sekarang.
Bukan karena apa-apa, semua yang Ryzel punya ini berasal dari Sistem di awalnya.
Tanpa ada perantara Sistem, Ryzel tidak bisa bertemu dengan keluarga Risa, bertemu dengan ketiga burung elang, mendapatkan berkah lainnya. Bisa dikatakan mustahil.
Elendra sangat sedih mengetahui Ryzel pergi, tetapi dia mengerti maksud dari Ryzel ini, lagi pula Ryzel punya kesibukannya sendiri dan tak bisa diganggu.
Selain itu juga, masih ada bisnis untuk Elendra awasi lagi sebelum hari di mana pindah bersama Ryzel datang.
Yakin sekali bahwa Ryzel akan datang kepadanya karena Elendra memiliki firasat dirinya hamil.
Selama beberapa hari bulan madu dengan Ryzel, cairan yang masuk ke dalam punya volume begitu banyak sehingga tumpah keluar.
Kemungkinan untuk mengandung cukup besar dengan kesehatan cairan bening Ryzel.
Jika benar-benar hamil, Elendra akan mengabari tentang informasi baik ini.
__ADS_1
Sangat tidak sabar bagaimana anak mereka lahir nanti.
Akankah menjadi seorang anak laki-laki yang tampan seperti halnya ayahnya, atau anak perempuan cantik seperti ibunya?
Ryzel sebelum pergi juga sudah membawa cincin dan beberapa aksesoris yang terbuat dari berlian merah yang diolah oleh perusahaan perhiasan ternama.
Dengan identitas Ryzel, efesiensi pembuatan aksesoris mewah itu sangat bagus. Tidak perlu menunggu sampai seminggu, cukup 2 hari saja sudah selesai.
Ada uang yang banyak otomatis urusan makin lancar dan cepat.
Begitulah uang, meski bukan segalanya, nyatanya segala sesuatu butuh uang.
Satu cincin, kalung, dan gelang yang terdapat berlian sudah Ryzel berikan kepada Elendra.
Mengetahui harganya, Elendra terperangah tak percaya, itu sangat mahal karena memiliki karat yang besar dan juga pemberian Ryzel, suaminya sendiri tidak ternilai harganya.
Sudah pasti barang-barang itu disimpan oleh Elendra dengan sangat hati-hati dan aman. Takkan ia biarkan barang istimewa tersebut rusak atau hilang.
Di dalam pesawat, Ryzel dan Raffy sedang menonton sebuah film di televisi.
Mereka menonton film anak-anak zaman dahulu, tetapi memiliki ilmu yang cukup bagus untuk anak seusia Raffy.
Ryzel juga menjelaskan pesan moral yang dibawakan di dalam film.
"Bang Ryzel, habis ini kita akan ke mana?" tanya Raffy yang tidak tahu dengan tujuan mereka terbang. "Jangan bilang ke negara yang sama seperti Swedia? Malamnya lama datang."
Kepala Ryzel menggeleng beberapa kali sambil tersenyum, dan menjawab dengan usapan yang lembut, "Tempat ini sangat bagus dan punya air terjun tertinggi di dunia."
"Apakah itu benar?! Air terjun tertinggi di dunia?!"
Raffy menatap Ryzel dengan mata yang semangat. Anak kecil akan bersemangat ketika mendengar sesuatu yang luar biasa. Hal itu membangkitkan antusiasme mereka.
"Iya, di sana ada air terjun tertinggi di dunia. Faktanya, salah satu kartun yang keren dan belum pernah kamu lihat menampilkan air terjun itu dengan sangat indah." Ryzel tersenyum sembari nostalgia tentang sebuah film zaman dahulu yang sangat bagus.
"Film kartun apa itu?! Bisakah kita menontonnya?!"
Ryzel mengangguk. "Boleh, setelah kita berdua makan siang. Kita sudah terlalu lama menonton sambil belajar. Waktu makan siang tiba."
"Oke! Ayo kita makan!"
__ADS_1
Mereka berdua pergi ke ruang yang lain, kemudian beberapa pramugari datang dengan hati-hati untuk memberikan makanan siang yang sudah dimasak.
Tidak ada yang buruk dengan makanan di pesawat jet karena pramugari yang Ryzel pekerjakan ini punya keterampilan memasak yang cukup bagus, setara dengan koki.
Alasan menjadi pramugari orang kaya adalah mereka ingin gaji yang besar dan pendekatan langsung dengan orang kaya.
Mencari relasi untuk karir mereka berikutnya.
Sudah tidak mengherankan, Ryzel dan Raffy makan siang bersama dengan pramugari juga karena mereka tidak dianggap sebagai orang asing.
Setelah terbang berjam-jam di udara, mereka melakukan transit atau beristirahat dahulu di setiap 5 sampai 6 jam sekali di negara yang berbeda.
Total mereka menghabiskan waktu 20 jam untuk tiba di negara yang mereka kunjungi pada kesempatan kali ini.
Terbilang sangat jauh dari Swedia untuk bisa datang ke negara yang mereka tuju. Ryzel tidak bisa mengubah lokasi tugas masuk, mau tak mau harus menuruti tugas dari Sistem.
Pesawat Jet Ryzel mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Simón Bolívar, Venezuela.
Di subuh hari mereka baru sampai setelah hampir satu hari mereka ada di perjalanan.
Ryzel menggendong Raffy yang masih tidur karena melihat sosok Raffy begitu mengangguk berat.
Dengan begitu, Ryzel dengan dua pengawal masuk ke dalam bandara bersiap untuk pulang.
Namun, sebelum itu, mereka harus menunggu beberapa menit untuk mobil yang baru dibeli tiba.
Sebuah suara mekanis Sistem tiba-tiba berbunyi di dalam benak Ryzel.
[Ding! Terdeteksi Anda telah berada di Bandara Internasional Simón Bolívar! Selamat kepada Anda telah mendapatkan Kemampuan Bahasa Spanyol Lv.6, Uang 60 Miliar Bolivar Venezuela, Mengendarai Helikopter Lv. 7, Mansion senilai 3,5 triliun rupiah dan Helikopter Airbus H155!]
"Helikopter?" gumam kecil Ryzel melihat hadiah yang berhasil ia dapatkan.
Dengan cepat Ryzel memeriksa harga dari helikopter tersebut, ternyata harganya lebih dari 150 miliar rupiah.
Selain itu, Ryzel kebetulan mendapatkan hadiah yang sangat cocok dengan hadiah helikopter.
Ryzel meminta helikopter tersebut ditempatkan di mansion yang didapatkan.
Hadia tugas masuk di kesempatan kali ini berlimpah. Ryzel sangat menyukai semua hadiahnya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, mereka naik mobil Rolls-Royce Phantom ke mansion yang ada di Kota Caracas.
"Untungnya, Sistem tidak memberi aku seorang istri lagi di mansion."