
Kalimat pertanyaan ibu Molana membuat Ryzel terdiam lagi untuk beberapa detik, kemudian mulutnya melengkung membentuk sebuah senyuman.
Dagu Ryzel sedikit diusapkan ke atas kepala ibu Molana, kemudian Ryzel menjawab, "Benar, aku pangeranmu, aku yang menyembuhkan kamu dan akan menjadikan kamu seorang istri pangeran."
Deg!
Degup jantung ibu Molana menjadi lebih cepat memompa, ucapan Ryzel sangat mengejutkannya.
Di dalam hatinya ibu Molana bergumam, 'Apakah pemuda ini menyatakan cintanya padaku dan benar-benar ingin menikahiku? Namun, aku sudah pernah memiliki seorang suami meski sudah cerai dan berpisah, dan juga anak, yaitu Molana. Apakah dia benar-benar mau menikahi aku?'
Ibu Molana merasa tidak percaya diri menjadi seorang istri Ryzel, di mana itu terlalu sulit diterima untuk pria muda seperti Ryzel.
Pria muda layaknya Ryzel mencari istri yang masih muda dan belum pernah menikah, ditambah tak memiliki seorang anak.
Sebenarnya, Molana adalah anak yang istimewa.
"Apakah kamu yakin dengan pilihan itu?" Ibu Molana mendongak, memastikan ucapan Ryzel.
Melihat wajah ibu Molana yang benar-benar cantik karena sudah terisi oleh daging dan tak kurus lagi seperti sebelumnya, Ryzel memegang kedua pipi ibu Molana dan mencium bibirnya.
Pupil mata ibu Molana membesar merasakan kelembutan di bibirnya, kemudian secara naluriah dia ingin bercium lebih lama. Memejamkan matanya dan hendak membalas ciuman Ryzel.
"Jangan di sini, ada anak kecil."
Suara Ryzel memasuki telinga ibu Molana, membuatnya harus menahan niatan untuk berciuman dalam waktu yang lama.
"Bu, apakah kamu sungguhan ingin menikah dengan Ryzel?"
Molana berdiri di belakang ibu Molana, ekspresinya terlihat tercengang dengan perasaan ketidakmauan yang jelas.
Melepaskan pelukan, ibu Molana berbalik menghadap Molana dan langsung memeluk Molana.
"Ibu membutuhkan seorang suami, apakah kamu tidak mau mendapatkan seorang ayah yang baik seperti, Ryzel?"
"Bu, ini terlalu cepat. Ibu saja tidak tahu sifat Ryzel dan siapa Ryzel sebenarnya."
Mereka berdua berbincang selama berpelukan, ada sedikit perdebatan di antara mereka.
Molana sebagai anak tidak mau memiliki ayah yang dipilih secara asal, seperti yang ibunya lakukan sekarang, sangat asal sehingga menjadikan penolongnya sebagai ayah.
Padahal, Molana memiliki sebuah perasaan pada Ryzel.
Gadis remaja ini punya perasaan berbeda kepada Ryzel yang sudah menolongnya dari polisi dan juga menyembuhkan ibunya sendiri.
"Kamu mengerti, Sayang?" Ibu Molana menggenggam bahu Molana dan menatapnya dengan keseriusan.
Molana melirik kedua mata ibunya, terdapat kerumitan di dalam tatapan matanya. "Bu, aku ingin kejujuran dari ibu."
__ADS_1
"Kejujuran? Apa yang ingin kamu tanyakan?" Hati ibu Molana menjadi bimbang dan gelisah.
Helaan napas panjang keluar dari mulut Molana, memandang mata ibunya dengan perasaan yang dalam, kemudian Molana bertanya, "Apakah aku benar-benar anak ibu? Maksudku, apa aku anak ibu secara kandung?"
Tubuh ibu Molana sedikit tersentak dan merasa lemas mendengar pertanyaan Molana. Kakinya hampir tergelincir, tetapi itu ditangkap cepat oleh Ryzel yang berdiri di belakang ibu Molana.
Merasakan pinggulnya dicengkeram oleh Ryzel, ibu Molana merasakan hatinya yang gelisah tak jelas menjadi tenang dan menemukan pilihan.
"Molana, ibu aku akan berkata jujur padamu," jawab ibu Molana dengan kepasrahan di hatinya. "Jujur, kamu bukan anak kandung ibu, kamu adalah bayi kecil yang aku temukan di pinggir jalan dan aku memutuskan untuk merawat kamu sampai besar. Maafkan ibu karena sudah menyembunyikan hal ini padamu."
"Bu, ak–aku ... aku selama ini anak yang kamu pungut dari jalan? Aku —"
Sebelum Molana menyelesaikan kalimatnya, Ryzel dan ibu Molana memeluknya penuh kasih sayang.
Ryzel secara refleks tubuhnya, memeluk Molana karena pernyataan fakta ini terlalu berat bagi seorang anak remaja seperti Molana.
Hal ini mengingatkan Ryzel dirinya yang dahulu. Penuh emosi dan perasaan hati yang tidak stabil, memili kecemasan yang tak dapat dijelaskan.
"Ibu akan tetap menyayangimu sampai kapan pun. Faktanya, kamu adalah anak ibu yang selalu ibu sayangi. Jangan bersedih, kami berdua akan merawat kamu dan menyayangimu," terang ibu Molana dengan nada suara yang gamang, ingin menangis.
Suara tangisan Molana terdengar setelah ucapan ibu Molana jatuh di gendang telinganya.
Raffy yang menyaksikan ini semua ikut berpelukan dan menangis.
Ibu Molana tidak tahu siapa anak ini, tetapi dia tetap memeluknya dengan hangat.
Dengan hilangnya suara Isak tangis Molana dan ibu Molana, ruangan kecil ini menjadi sunyi.
Di dalam pelukan Ryzel dan ibunya, Molana meminta untuk dilepaskan karena dia ingin mengatakan sesuatu kepada keduanya.
"Bu, Molana ingin jujur kepada ibu. Molana menyukai Ryzel. Mengingat kita tidak memiliki hubungan darah, apakah aku boleh ikut menikah menjadi istri Ryzel?"
Pertanyaan di luar nalar itu menghantam keras akal sehat ibu Molana dan Ryzel.
Tangan ibu Molana terulur menyentuh pipi Molana dengan sedikit getaran. "Molana, apakah kamu serius dengan ucapanmu barusan?"
Kepala Molana mengangguk beberapa kali dengan mata yang dipenuhi ketegasan.
Ibu Molana melirik Ryzel, meminta sebuah pendapat akan masalah yang rumit ini. Masalah hati antara ibu dan anak sendiri yang mencintai seorang pria yang sama.
"Aku tidak menolak kalian berdua. Kurasa, ini juga menjadi tanggung jawabku untuk menjadikan kalian istriku," ungkap Ryzel dengan bahu yang terangkat.
Alasan mengapa Ryzel bisa mengatakan hal itu, dikarenakan kemampuannya yang merepotkan. Ryzel lupa untuk menonaktifkan Tangan Cinta.
Ketika Ryzel menyentuh Molana, kemampuan itu tidak dibatalkan atau dimatikan sehingga gadis remaja ini menumbuhkan benih cinta untuknya.
Kalau sudah seperti ini, tidak ada yang bisa Ryzel lakukan selain menerimanya, terlebih Molana ini telah dekat dengannya.
__ADS_1
Mungkin Ryzel akan menikahinya di umur yang legal. Beruntung, kedua wanita ini tak memiliki hubungan darah, secara media itu tidak mengapa, bukan sedarah.
Selepas mendengar pernyataan dari Ryzel, ibu Molana mengikuti apa yang dikatakan pangerannya, kemudian dia menatap Molana dan berkata, "Ibu tidak mempermasalahkan ini, tetapi kalau kamu ingin menikah dengan Ryzel, ibu minta kamu untuk tidak memanggil aku ibu lagi, tidak bagus jika orang lain mendengar."
"Um, baik, aku mengerti dengan ini," balas Molana dengan pengertian.
Mereka berdua berpelukan dengan erat, meneteskan air matanya, mengingat perjalanan hidup mereka sebelumnya sebagai anak dan orang tua.
Sekarang identitas mereka telah berbeda, bukan anak dan orang tua lagi.
"Aku ingin memanggil kamu 'Ibu' untuk terakhir kalinya."
"Aku juga ingin memanggil kamu 'Anakku' untuk kesempatan terakhir."
Mereka berdua saling bertatapan, kemudian memanggil "Ibu" dan "Anakku" berbarengan.
Mulai hari ini sampai hari terus berjalan, hubungan orangtua dan anak mereka telah dicabut dan tak berlaku lagi.
Ibu Molana memberi tahu tentang identitas mereka berdua yang belum resmi menjadi keluarga, tak ada kartu keluarga.
Semuanya menjadi mudah dengan ini. Ryzel sudah memutuskan untuk menjadikan mereka berdua istri.
Untuk Molana, memang harus menunggu waktu, paling sedikit 2 tahun lagi untuk menikahinya.
Sejujurnya, jarak antara umur Ryzel dan Molana tidak terlalu jauh, hanya beda 3 tahun saja. Molana berumur 16 tahun dan Ryzel berumur 19 tahun.
"Molana di tahun ini akan berumur tujuh belas, aku yang membuatkan dia tanggal lahirnya, Bulan Agustus tanggal tujuh," ucap ibu Molana kepada Ryzel di sampingnya.
Sekarang mereka berdua sedang mengemasi barang-barang yang berharga untuk dibawa.
Ternyata Ryzel hanya perlu menunggu 1 tahun lagi untuk bisa menikahi Molana.
Cukup lama, tetapi itu bukan masalah bagi Ryzel. Dia harus bertanggung jawab karena sudah membuat Molana jatuh cinta.
Sambil membereskan barang-barang, Ryzel memberi tahu tentang Neha, Mary, dan Abiella, ketiganya adalah calon istrinya juga.
Jelas, mereka terkejut akan pemberitahuan ini, membuat mereka meragukan cinta Ryzel kepada mereka berdua, dan juga kesanggupan Ryzel dalam mencintai 5 istri sekaligus.
Ujung bibir Ryzel terangkat, menatap Molana dan ibunya, dan berkata dengan suara yang serius, "Mungkin kalian berdua tidak percaya. Sebetulnya, aku akan menikahi lebih dari dua puluh wanita, termasuk kalian."
"Apa?!"
Keduanya berseru hampir bersamaan, menatap Ryzel dengan tubuh sedikit melompat ke belakang.
Setelah peristiwa yang tidak masuk akal dan sulit untuk dipercaya ini, Molana dan Natalia atau ibu Molana, dibawa oleh Ryzel ke mansion.
Mereka berdua boleh tinggal di sini mulai sekarang karena sudah dianggap calon istri. Apa pun tentang mereka, itu sudah menjadi tanggung jawab Ryzel.
__ADS_1
"Sekarang, kalian berdua akan tinggal di sini sampai kapan saja kalian berdua mau. Semoga kalian suka."