
Ada beberapa orang yang mengenali Ryzel. Dikenal karena terlalu mencolok, selain ketampanannya, Ryzel juga terlalu menonjol lantaran peristiwa penolakan berkali-kali sehingga itu sudah menjadi bahan obrolan orang-orang.
Tidak ada yang mengejek Ryzel, mereka hanya kasihan dengan usaha Ryzel yang tidak membuahkan hasil setelah beberapa kali dirinya mencoba.
Kalau saja Ryzel menargetkan wanita yang lain, mungkin usahanya takkan seberat sekarang.
Satu per satu semua orang bubar, kembali ke tujuannya masing-masing berada di kota ini. Ada yang kembali bekerja, kembali minum dan makan, berjalan pergi menuju toko yang lain.
Berbagai tangan terulur ke tubuh Ryzel, orang-orang yang lewat menepuk bahu Ryzel sebagai tanda penghormatan dan dukungan mental.
Bukan hanya Ryzel yang terkejut, keempat wanitanya dan Raffy bingung dengan orang-orang yang mendadak bergerak bersama memberi semangat.
Tangan kecil Navor bergerak mengambil tangan kiri Ryzel, menggenggam erat sambil tersenyum memberikan ketenangan, dan dia berkata, "Besok kamu coba lagi, oke? Kamu pasti bisa."
Sebelah tangan Ryzel yang lain juga digenggam oleh Zimey, wanita itu menyandarkan wajahnya ke bahu Ryzel, tersenyum seraya menambahkan, "Masih ada hari berikutnya, kamu memiliki banyak kesempatan yang lain."
Semua wanitanya juga mendukung Ryzel agar tidak sedih dan terus berusaha dalam mendapatkan dua wanita itu.
Adiknya sendiri, yaitu Raffy, dia juga memberikan semangat tanpa tahu konteks permasalahan yang dihadapi Ryzel.
Pada intinya, mereka semua saling menyemangati Ryzel supaya tidak menyerah dalam tujuannya.
Di bawah tatapan orang-orang, mereka semua berjalan beriringan dan memancarkan kesan yang berbeda di awal.
Semua orang yang melihat ini bingung dengan identitas semua wanita yang berjalan bersama Ryzel, terlalu aneh dan kurang masuk di otak kalau semua wanita Ryzel adalah keluarga.
Sulit ditebak yang mana kakak pertama, adiknya, ibunya, dan yang lainnya. Wajah dari semua wanita Ryzel terlihat muda, dan mungkin hanya bisa ditebak siapa identitas Navor saja. Dugaan mereka Navor adalah adik Ryzel dan kakaknya Raffy.
Tebakan mereka salah mengenai Navor karena terlalu melihat perbedaan tubuh. Mungkin mereka akan melompat saking terkejut begitu tahu identitas atau siapa Navor bagi Ryzel.
Mereka semua pulang kembali ke mansion dengan beberapa barang belanjaan di tangan.
Hari berlalu begitu saja, keesokan harinya, setelah Ryzel bermain dengan semua wanitanya, dia bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat yang ada di Kota Moskow.
Sistem sudah mengeluarkan tugas masuk yang baru usai libur beberapa hari lamanya. Tempat tugas masuk ada di Katedral Santo Brasil.
__ADS_1
Tempat sejarah dan sudah masuk ke dalam jajaran salah satu warisan dunia yang dilindungi sejak tahun 1990.
Sangat melegenda dan juga bersejarah.
Untuk bisa ke tempat lokasi tugas masuk dari Sistem, Ryzel dan yang lainnya cukup berjalan kaki sambil berbelanja makanan kecil dan melihat pemandangan kota di lagi hari.
Tak perlu terburu-buru, lebih baik melihat suasana pagi di Kota Moskow dengan hati yang tenang dan nyaman.
Untuk bisa masuk ke dalam, butuh uang sekitar lebih dari 700 Rubel per orang untuk masuk, khusus warga asing.
Ramai sekali ketika Ryzel dan rombongannya tiba di pintu masuk, banyak pengunjung juga yang mau masuk ke dalam melihat-lihat keindahan warisan dunia.
Akan tetapi, begitu Ryzel dan kelompoknya masuk ke dalam, mereka dengan jelas melihat dua wanita yang dikejar Ryzel selama beberapa hari ini juga ikut masuk.
Mata Ryzel membulat melihat ini, sebuah keinginan untuk berkenalan dengan mereka berdua muncul.
Navor dan yang lainnya juga memberikan kode kepada Ryzel bahwa dua wanita yang dikejar itu juga datang ke tempat yang sama dengan mereka.
Kebetulan sekali, dan sangat aneh. Masih banyak tempat di Kota Moskow dan mengapa mereka bisa bertemu lagi secara tak sengaja.
Bukan karena apa-apa, semua ini terlalu aneh tak hanya sekali atau dua kali bertemu, tetapi Ryzel sudah hampir sepuluh kali bertemu di lokasi yang sama.
Apakah takdir mengikat mereka supaya bersatu? Ryzel tidak tahu mengenai hal itu.
Namun, Ryzel tidak mau secara terang-terangan seperti kemarin-kemarin dan lebih memilih untuk santai.
Takut kalau Ryzel terlalu ambisi dan berani dengan gerakan yang frontal, membuat kedua wanita tersebut takut. Ryzel berpikir mereka berdua sudah takut lebih dahulu.
Dengan begitu, dia dan rombongannya pergi ke dalam bangunan Katedral Santo Brasil.
Mata Ryzel diam-diam mengawasi mereka berdua yang sibuk mengambil beberapa foto dan melihat bentuk sejarah yang ada di dalam bangunan ini.
Mereka berdua masih belum tahu tentang keberadaan Ryzel karena banyak sekali orang yang ikut bersama pada gilirannya.
Dikarenakan orang yang banyak, sosok Ryzel dan rombongannya tak terlihat dan terhalang tubuh atau kepala orang.
__ADS_1
Bukan Ryzel saja yang tinggi, pria-pria Rusia banyak yang tinggi, dan ada beberapa yang menyamai tinggi Ryzel, sedikit yang melebihi tingginya.
Maka dari itu, mereka tidak ketahuan dan belum disadari.
Pada saat mereka berada di altar kesembilan, sosok Ryzel ditemukan oleh keduanya dan reaksi mereka sempat terkejut beberapa saat.
Kontak mata dilakukan oleh mereka bertiga selama hitungan detik.
Hal yang membuat Ryzel terkejut terjadi, kedua wanita itu datang kepada Ryzel dengan wajah yang merah merona.
Di keramaian orang-orang yang sibuk memandangi arsitektur bersejarah ini, ketiganya bertemu dalam situasi yang canggung dan kikuk.
Tidak hanya Ryzel saja yang kaget, semua wanita Ryzel pun terkejut dengan gerakan kedua wanita ini. Tidak tahu apa yang ingin dilakukan keduanya sampai berani mendekati Ryzel.
Biasanya, mereka akan kabur bagai orang yang dikejar oleh penagih utang ketika Ryzel mendatangi mereka.
Sebaliknya, hari ini mereka sangat aneh dan berbeda dengan sikapnya di hari kemarin.
Di detik berikutnya, tangan ramping mereka terulur ke depan mengambil tangan Ryzel, kemudian menggenggamnya erat seakan tak pernah mau dilepas.
Bingung dengan sikap keduanya yang tampak seperti salah orang atau beda orang, Ryzel mencoba untuk melepaskan pegangan tangan mereka dengan wajah yang heran.
Namun, mereka berdua tak mengizinkan Ryzel melepaskan tangannya. Mereka secara bersamaan memeluk Ryzel dengan wajah yang terlihat malu dan penuh kerinduan.
"Ada apa dengan kalian?"
Usai peristiwa itu, Ryzel menjadi tahu dengan alasan di balik mereka tidak tertarik dengan Rumah dan lebih cenderung menghindar.
Alasannya adalah mereka berdua ada pasangan.
Benar, mereka tidak normal dan memiliki penyimpangan mengenai orientasi seksual mereka masing-masing.
Hal tersebut didukung oleh penampilan keduanya yang berbeda. Wanita yang Ryzel lihat agak Familier ini memiliki bola sangat besar dan sangat feminim.
Sementara wanita yang satunya sering kali menguncir rambutnya dan memiliki gaya pakaian lebih laki-laki walau masih terlihat seperti perempuan sekali. Perbedaannya buah pepaya wanita ini tak sebesar temannya yang feminim.
__ADS_1
Mereka berdua bernama Tasha dan Naran. Wanita bernama Tasha adalah wanita yang familier, dan Naran nama untuk wanita yang lebih ke pria atau tomboi.
"Kami berdua sayang kamu!"