Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 25: Wanita yang Baik


__ADS_3

Setelah notifikasi Sistem berbunyi, Ryzel merasakan sejumlah energi asing yang masuk ke dalam tubuhnya, energi aneh itu mulai terkonsentrasi pada bagian jari-jari kedua tangannya dan tenggorokan Ryzel.


Merasakan hal ini, Ryzel berdiri diam di trotoar pinggir jalan tampak terpaku diam tidak bergerak dengan mata yang tetap terbuka untuk melihat keadaan.


Ia menahan rasa nyeri dalam diam walaupun dahi dan dagunya refleks bergetar karena sakit yang dirasakan.


Proses integrasi ini berlangsung beberapa menit, tetapi Ryzel merasa sangat lama, seperti menunggu puluhan tahun lamanya..


Belum berhenti sampai di sana, sepotong pengetahuan menyusul masuk ke dalam ingatan Ryzel dan bersarang secara permanen.


Pada saat potongan sebuah pengetahuan memasuki kepala Ryzel, rasa pusing membungkus kepalanya sehingga terasa mati rasa.


Di saat itu, Ryzel tanpa sadar menundukkan kepala sambil memejamkan matanya dan ia menopang tubuhnya ke dinding gedung di belakangnya dengan satu tangannya, dia terlihat kesakitan.


Tidak jauh dari tempat Ryzel berdiri, terdapat 2 orang wanita yang sedang berjalan di jalan trotoar yang sama dengan Ryzel yang berdiri.


Mereka berhenti berjalan dan menatap sosok Ryzel yang bergerak aneh seperti orang yang terlihat sedang sakit.


Salah satu wanita berambut dikuncir kuda bertanya ke wanita yang ada sebelahnya yang sibuk bermain ponsel, “Apakah Pria itu sedang kesakitan?“


Mendengar pertanyaan wanita yang dikuncir, Wanita yang bermain ponsel ini mengangkat kepalanya dan memandang Wanita yang bertanya. “Pria yang mana?“


“Itu tidak jauh di depan kita! Ih, kasihan dia, cepat kita tolong dia!“ Wanita yang dikuncir ini menarik paksa Wanita yang bermain ponsel terlihat lamban.


“Hei, pelan-pelan!“


Kemudian kedua wanita itu berdiri di depan Ryzel dan mengawasi Ryzel yang sedang memegangi kepalanya dan mengernyitkan dahi.


Mereka berdua saling bertatapan, tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.


“Halo, apakah kamu tidak apa-apa?“ tanya Wanita yang dikuncir rambutnya dengan hati-hati.


Ryzel mendengar suara ini, tetapi ia tidak bisa menjawab pertanyaan karena kepalanya masih pusing.


Saat berikutnya, tubuh Ryzel terlihat ingin ambruk karena pusing yang berlebihan.


Melihat ini, keduanya refleks memegang tas Ryzel yang ada di tubuhnya untuk menghalau agar tidak jatuh.


Mereka berdua terkejut dengan kondisi Ryzel dan mulai panik hendak meminta bantuan ke orang terdekat karena tidak bisa menahan lebih lama lagi tubuh Ryzel.


Begitu mulut mereka baru saja terbuka dan ingin berteriak meminta tolong, suara lembut penuh kejantanan tiba-tiba terdengar di telinga mereka berdua.


“Terima kasih sudah menolongku.“


Ketika mendengar ini, kedua wanita tersebut hampir bersamaan melihat wajah Ryzel yang terlihat merah kembali, tidak pucat seperti sebelumnya.


Tubuh keduanya bergetar seperti disengat oleh listrik kecil saat melihat mata Ryzel yang terbuka dan menatap mereka.

__ADS_1


Mata yang tampak mengandung jutaan bintang itu seakan-akan bisa menyedot seluruh jiwa orang yang melihatnya ke dalam.


Dengan pipi yang merah, Wanita yang dikuncir berkata dengan malu-malu, “I–iya, sama-sama.“


Sementara itu, Wanita yang satunya cuma menundukkan kepalanya tidak mau melihat mata Ryzel lagi.


Pada saat ini, rasa pusing di kepalanya sudah hilang, semuanya kembali normal, pengetahuan dasar tentang memasak telah tersimpan dengan sempurna di dalam ingatannya.


Ia terkejut ketika melihat dua orang yang menolongnya ada wanita yang kembar seiras, jika bukan karena model rambut di antara mereka, Ryzel sama sekali takkan bisa membedakan keduanya.


“Anu, kamu sungguhan tidak apa-apa, kan? Masih terasa sakit?“


Wanita yang dikuncir masih memastikan Ryzel, tampak cemas dan penuh khawatir.


Ryzel tersenyum di balik masker dan menggelengkan kepalanya, “Sudah tidak terasa sakit lagi, terima kasih atas perhatiannya.“


Hati Ryzel saat ini merasa hangat, perhatian dan kepedulian yang Wanita ini berikan masuk ke dalam hatinya.


“Ini, minumlah. Kamu butuh air minum.“ Wanita yang dikuncir ini menyerahkan segelas minuman boba di tangannya, masih ada airnya yang tersisa setengah.


Melihat air minum di tangan wanita tersebut, segera Ryzel melambaikan tangannya. “Tidak-tidak, aku ada air minum sendiri, terima kasih niat baiknya.“


“Umm, baiklah.“ Wanita tersebut menyimpan kembali air minumnya dan menundukkan kepalanya.


Begitu Ryzel menolak itu membuat wanita ini tersadar, tidak seharusnya ia menawarkan minuman bekas, terlebih bekas dirinya sendiri.


Melihat suasana menjadi canggung, Ryzel berinisiatif untuk memberikan cokelat marshmellow yang biasa ia bawa.


“Untuk kalian berdua.“ Ryzel usai mengambil makanan ringan tersebut dari tasnya dan memberikan makanan tersebut ke mereka berdua.


Melihat makanan yang diberikan Ryzel adalah makanan yang memiliki merek terkenal, tampak aman, keduanya mengambil perlahan.


“Terima kasih makanannya,” ujar Wanita yang dikuncir, kemudian ia menyimpan cokelat tersebut ke dalam tas kecil yang ia gendong.


Saudarinya ini benar-benar pendiam, ia hanya ikut mengangguk dan mengarahkan pandangannya terus ke bawah.


Wanita ini cuma sekali memandang Ryzel.


“Itu, katanya kamu mau minum, mengapa belum minum?“ Wanita ini masih ingat niat Ryzel.


“Oh, iya. Sebentar ….“


Dengan lekas Ryzel mengambil botol air minum yang diletakkan di samping tas yang digendong di depan tubuhnya. Setelah itu, ia melepaskan maskernya.


Pada saat saudari kembar wanita yang dikuncir ingin berbicara selagi Ryzel mengambil air minum, matanya teralihkan tanpa sadar ke wajah Ryzel yang perlahan terungkap.


Seketika kedua pupil mata mereka berdua membesar dan membulat seperti orang yang melihat hantu.

__ADS_1


Dalam pandangan mata mereka, wajah pria di depannya ini begitu tampan, setiap sisi dan inci fitur wajahnya mencerminkan apa itu pria tampan sesungguhnya, tidak terikat ketampanan dari ras negara tertentu, bersifat universal.


Pada intinya, paras wajah Pria ini begitu tampan.


Kedua wanita ini menutup mulutnya sambil terus melotot ke arah Ryzel yang siap meminum air putih yang digenggam.


Mereka terkesima sampai Ryzel selesai meminum air putih dan melambaikan tangannya di depan wajah kedua wanita tersebut.


“Halo?“ Ryzel terus melambaikan tangannya tepat di depan mata mereka berdua.


Melihat bayangan hitam terus bergoyang, mereka tersadar beberapa detik kemudian lalu menurunkan kepalanya terlihat sangat malu.


Kemampuan berkomunikasi Ryzel digunakan lagi, dengan mudah Ryzel mengobrol bersama mereka di depan bangunan Museum Konferensi Asia-Afrika.


Setelah berinteraksi beberapa saat dengan keduanya di pinggir jalan, Ryzel mendapatkan kesimpulan secara kasar dari karakteristik wanita kembar ini.


Wanita yang dikuncir bernama Rina, ia memiliki sifat yang berani bertindak, tidak pemalu seperti saudarinya, Rani.


Rani ini sifatnya pendiam, sebab ia jarang berbicara dan sering menyimak obrolan Ryzel dan Rina sambil memainkan ponselnya.


Kebetulan mereka ini ingin pergi ke Museum Konferensi Asia-Afrika, keduanya ke sini karena hari ini mereka sedang libur kuliah, mereka berasal dari Kuningan yang kuliah di Universitas terkenal dan bergengsi di Kota Bandung.


Segera mereka bertiga masuk ke dalam Museum Konferensi Asia-Afrika, cuaca berawan telah menghilang digantikan dengan sinar matahari yang begitu terik, mereka harus ke dalam.


Begitu masuk ke dalam, keduanya terheran dengan apa yang Ryzel lakukan.


Ryzel mengeluarkan peralatan sederhana untuk siaran langsung, terdiri dari gimbal atau stabilizer dan ponselnya, WiFi telah dinyalakan dan tidak perlu dikeluarkan, ia biarkan di dalam tasnya karena ukuran sangat kecil.


“Kamu sedang apa?“ Rina bertanya dengan penasaran.


“Aku adalah seorang Streamer luar ruangan.“ Ryzel memasukkan ponselnya ke tempat yang disediakan gimbal.


“Siaran langsung, ya? Seperti yang ada di Yitub dan Tiktod?“


Rina memiliki pengetahuan sedikit tentang Streamer.


Mendengar ucapan Rina, Ryzel mengangguk. “Benar, tetapi aku melakukan siaran langsung luar ruangan, bertema jalan-jalan.“


Alis Rani terangkat begitu mendengar indentitas Ryzel. Rani tampak bingung dan berpikir, “Pria tampan ini menjadi seorang Streamer? Bukannya lebih baik menjadi model? Melihat tubuhnya tinggi dan wajahnya yang memadai, tidak akan sulit menjadi seorang model terkenal.“


“Nama akun Tiktodnya apa?“


“Ryzel Trapeler,” Ryzel menjawab seakan-akan tidak ada yang salah.


Padahal ketika mereka berdua mendengar nama akun Ryzel, mereka tertegun dan pipi mereka memerah.


Nama akun yang sangat ambigu dan beresiko.

__ADS_1


__ADS_2