
"Ya? Ada apa?" Ryzel menatap Abiella yang duduk di sebelahnya sambil menaikkan sebelah alisnya.
Melihat ini, Abiella menjadi canggung dan malu, tetapi demi keinginan dan tujuannya dia harus memaksakan hal ini. "Anu, aku ingin berkunjung ke dalam ruang kamarmu, apakah di sana ada kolam renang?"
"Ada, kamu ingin berenang di malam hari ini?" tanya Ryzel yang menebak tujuan Abiella berbicara hal ini.
Abiella mengangguk dengan panik dan menjawab, "Benar, aku ingin sekali berenang. Di kamarku tidak ada kolam renangnya, kata resepsionis telah habis ditempati oleh orang."
"Silakan saja berenang di kolam renang kamarku, asalkan jangan terlalu lama."
"Terima kasih, Ryzel!"
Tiba-tiba Abiella menerkam pipi Ryzel dan menciumnya.
Sejak pertemuan mereka sore hari ini, kelakuan Abiella makin parah dan berani, dia bahkan tak malu untuk mencium pipi Ryzel di khayalak umum atau tempat umum.
Hubungan mereka hanyalah seorang teman, dan itu juga baru dilakukan, bukan seorang teman yang telah berhubungan lama sampai bertahun-tahun.
Atas izin Ryzel, Abiella sempat kembali ke rumah setelah makan malam untuk mengambil pakaian renang khususnya dan bergegas menuju ke kamar Ryzel bersama pemiliknya.
Sesampainya di sana, Abiella tampak sangat penasaran dengan apa yang ada di kamar Ryzel.
Untuk ukuran pria, kamar Ryzel cukup bersih dan juga wangi. Abiella bisa mencium wangi tubuh Ryzel yang khas dan memabukkan, dia sangat suka pria yang wangi seperti Ryzel.
Ryzel agak malu ketika Abiella memandang kondisi kamarnya yang agak berantakan karena dia bersih-secara terburu-buru.
Setelah itu, Abiella duduk di dekat kolam renang bersiap untuk berenang.
Sementara Ryzel masuk ke kamarnya untuk membenahi barang-barangnya. Dia tidak berniat untuk ikut berenang bersama Abiella, dia hanya menemani Abiella di pinggir kolam.
Masih dengan pakaian yang sama, Ryzel keluar dari kamar menuju ke kolam renangnya untuk melihat Abiella yang akan berenang.
"Kamu tidak mau berenang bersamaku?"
Abiella telah berganti baju ketika Ryzel masuk ke dalam kamar. Saat ini, Abiella mengenakan pakaian renang yang ketat, bahkan lekukan tubuhnya tercetak sangat jelas dan Ryzel bisa melihat sebuah garis belahan yang ada di sekitar kedua kaki Abiella.
Sesuai dengan dugaannya, Abiella memang punya ukuran Boba yang besar, mirip dengan punya Malu, tetapi sedikit lebih kecil.
Selain itu juga, bagian belakang Abiella ini sangat menonjol, tampak begitu kenyal.
__ADS_1
"Tidak, aku akan menemanimu di sini saja." Ryzel duduk di kursi yang ada di samping kolam dan memandang Abiella yang sudah siap masuk ke air.
"Oke, kalau itu maumu." Abiella perlahan masuk ke dalam kolam renang dan menatap Ryzel di kejauhan. "Ingat, jangan lihat ke mana-mana, aku bisa tahu arah matamu."
"Oke-oke, aku akan selalu melihat wajahmu," kata Ryzel dengan santai.
Di permukaan wajahnya terlihat santai, tetapi sebenarnya di bagian bawah tubuhnya sudah berkedut siap untuk berdiri.
Postur tubuh Abiella memang sangat cocok dijadikan model, tetapi dia bukan bekerja sebagai model yang nakal.
Setelah itu, Ryzel dan Abiella saling mengobrol dengan santai di kolam renang.
"Apakah kamu sudah punya pacar sebelumnya? Aku lupa untuk menanyakan hal itu," Abiella mendadak bertanya hal tersebut kepada Ryzel.
Saat ini dia sedang berada di pinggi kolam renang dan hanya terlihat bagian leher dan setengah dadanya. Meskipun begitu, Ryzel masih bisa melihat bagian atas dari kedua balon besar milik Abiella.
Mendengar ini, Ryzel tersenyum dan menjawab, "Dahulu aku punya, tetapi sekarang aku tidak punya."
"Sungguh? Kamu tidak berpura-pura untuk mendapatkanku, kan?"
"Tidak, aku tidak berbohong," ucap Ryzel dengan aneh. Wanita ini terlalu percaya diri.
"Tak masalah. Itu karena dia yang memutuskanku."
"Sangat tidak mungkin. Apakah ada wanita yang menolak memiliki calon suami seperti kamu? Apakah dia seorang artis dengan wajah dan kekayaan yang tinggi?"
Pupil mata Abiella membulat dengan wajah yang penuh oleh keterkejutan. Dia tidak menyangka ada wanita yang sehebat itu memutuskan hubungan dengan pria setampan dan sebaik Ryzel.
Selama dirinya bersama Ryzel di sore hari ini, dia mendapatkan kesan baik, Ryzel dianggap oleh Abiella sebagai pria yang baik dan bukan pria yang agresif kepada seorang wanita, bahkan terkesan polos dan sedikit datar.
"Bukan." Ryzel menggelengkan kepalanya. "Dia hanya orang biasa sepertiku. Dia yang memutuskan hubungannya denganku karena suatu alasan. Aku tak bisa memberi tahu tentang alasannya."
"Jangan bilang dia memilih pria lain? Jika memang benar, dia adalah wanita paling bodoh yang aku tahu," tebak Abiella secara spontan.
Ryzel tidak menjawab, dia hanya diam dan tersenyum ke arah Abiella.
Melihat senyuman ini, Abiella menjadi malu dan tersipu kembali. Senyuman Ryzel merupakan keindahan yang tak bisa ia tatap lama, terlalu tampan.
"Jangan senyum seperti itu, bisa-bisa aku melemah dan jatuh di pelukanmu," kata Abiella dengan wajah yang memerah.
__ADS_1
"Haha. Bukankah itu yang kamu mau?"
"Enak saja. Aku tidak seperti itu."
Ryzel sedikit tertawa melihat wajah Abiella yang berpura-pura marah. Berikutnya, dia punya pikiran untuk menggoda Abiella.
Memasang wajah yang kecewa, tiba-tiba Ryzel berkata, "Sayang sekali, padahal aku ingin kamu berada di pelukanku."
"Eh?" Mendengar ini, Abiella terkejut dan menatap Ryzel dengan bodoh. "Apakah itu benar?"
"Ya, kalau kamu mau. Kalau tidak mau, aku tidak mempermasalahkannya."
"Tunggu di sana dan jangan bergerak!"
Tiba-tiba Abiella berenang ke arah tangga kolam renang dan naik ke atas.
Di bawah pandangan Ryzel, Abiella yang memiliki tubuh seksi bak biola datang kepadanya lalu duduk di pangkuan Ryzel.
"Hei, apa yang kamu lakukan? Tubuhmu masih basah." Ryzel mengangkat tangannya tidak mau memeluk Abiella yang masih basah karena air kolam renang.
"Bukankah ini yang kamu mau?" Abiella menatap Ryzel dengan dekat.
Pupil matanya sedikit bergetar karena dia telah berhasil menatap mata tampan Ryzel dari dekat.
"Um, ya. Namun, kamu harus mengeringkan tubuhmu terlebih dahulu," ucap Ryzel merasakan tubuhnya basah. "Lihat? Bajuku menjadi basah."
"Lantas, mengapa kamu tidak membukanya?"
"Di depanmu?"
"Iya. Kamu malu? Atau ingin aku yang membukanya?" Abiella menampilkan wajah yang menantang.
Sudut mulut Ryzel berkedut, ia agak terpancing oleh Abiella yang sedikit menyebalkan. "Oh, kamu menantangku?"
"Tidak, aku hanya mengatakan yang sesungguhnya." Abiella menggelengkan kepalanya dan menyangkal.
Melihat ini, Ryzel segera mengangkat tubuh Abiella dan menaruhnya kembali ke dalam kolam renang.
Setelahnya, dia membuka kemeja pantainya perlahan, menampilkan tubuhnya yang seksi dipenuhi oleh otot.
__ADS_1
Mengabaikan tatapan terkejut Abiella, Ryzel masuk ke dalam kolam renang dan memeluk Abiella dari belakang dan membisikkan sesuatu di telinganya, "Kamu telah salah menggodaku karena kamu berhasil membangunkan T-rex yang tertidur."