Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 200: Identitas Gadis Pencopet


__ADS_3

Di malam hari, Ryzel dan rombongannya pergi ke suatu tempat di Kota Paris.


Tempat itu tampak sangat biasa, tetapi lambat laun Ryzel berjalan, dia mengetahui ada tempat kumuh di Kota Paris yang tersembunyi.


Gadis remaja yang menjambret Ryzel memimpin rombongan Ryzel ke tempat kumuh ini. Gadis tersebut bernama Molana, dia menjelaskan dengan jujur tentang kehidupannya yang dipenuhi oleh kesulitan.


Saking sulitnya, terpaksa dia harus mencopet karena terdesak tak bisa berbuat apa-apa lagi.


Segala cara sudah dia coba, mulai bekerja sebagai orang yang mempromosikan produk kecil, bekerja di tempat warung kecil di suatu pemukiman, hingga akhirnya dia memilih untuk mencopet karena butuh uang tambahan.


Untuk ketiga kalinya Molana mencopet, itu gagal ketika mencoba mencopet Ryzel.


Ketika Ryzel tanyakan tentang tujuannya bekerja keras mendapatkan uang sampai seperti itu, dan menanyakan tentang ke mana kedua orang tuanya berada, Molana menerangkan tentang kesedihan keluarganya kepada Isander.


Orang tua Molana berpisah karena ekonomi di saat umurnya 13 tahun, sekarang dia sudah 16 tahun. Selama 2 tahun pertama, hidup Molana bergantung ke ibunya, tetapi nasib tidak memberikan keberuntungan pada hidupnya sehingga ibunya jatuh sakit sampai sekarang.


Dalam satu tahun Molana berjuang untuk membantu ibunya sembuh dan menghidupi dirinya serta ibunya sendiri.


Alasan mengapa dia bisa bekerja di bawah umur itu dikarenakan tempat di mana Molana bekerja begitu tersembunyi, bahkan Molana sendiri tidak berpakaian seperti seorang pegawai.


Hanya membantu beberapa pekerjaan saja dan tidak terlihat benar-benar bekerja ketika dilihat oleh orang lain.


Jadi, Molana bisa menghindari regulasi tentang pekerja tidak boleh dilakukan oleh orang di bawah umur.


Oleh karena itu juga, gaji yang diterima Molana sangat kecil, sama sekali tidak bisa digunakan untuk berobat ibunya.


Jangankan untuk berobat, untuk makan saja kesulitan.


Omong-omong, mereka berdua tidak punya tempat tinggal sendiri, tidak punya rumah sendiri.


Mereka berdua tinggal di suatu tempat yang letaknya dekat rel kereta, bisa terbayang bagaimana susahnya Molana ini.


Sekarang Ryzel bersama rombongannya sedang menuju ke tempat itu untuk melihat ibu Molana.


Melalui beberapa daerah yang kumuh, mereka semua melihat-lihat kondisi Kota Paris yang sebenarnya tidak sepenuhnya romantis.


Ada sisi buruk dari Kota Paris ini, ternyata ada tempat kumuh yang ditinggali oleh orang-orang.


Tak heran juga kalau di sini banyak sekali pencopet dan penjahat yang menargetkan dompet atau barang berharga para turis.


Tak butuh waktu lama untuk Ryzel dan yang lainnya melihat sebuah pemukiman yang berdekatan dengan rel kereta.


Berdiri banyak sekali rumah yang berjajar ke belakang cukup rapi, tetapi rumah ini terbuat dari kayu atau papan, bukan tembok.


Bentuk rumahnya bukan seperti rumah yang kita ketahui, hanya berbentuk kotak dan itu saling menempel dengan bangunan rumah kayu orang lain.


Mungkin untuk Ryzel bisa masuk harus agak menunduk lantaran pintu rumah-rumah di sini tidak tinggi dan besar. Pintunya juga terbuat dari barang rongsokan yang lain, bukan pintu rumah.


Ini mirip dengan pemukiman di pinggir Kota Jakarta.


Entah kenapa, pikiran Ryzel ketika melihat pemukiman ini langsung teringat kondisi yang ada di Indonesia.


Ada beberapa tempat di Indonesia yang mirip dengan tempat ini. Sungguh menyedihkan.


"Siapa dua orang yang mengikuti kita?" tanya Molana pada Ryzel, mereka berdua berjalan berdampingan.


Alis Ryzel terangkat naik, menatap kedua mata Molana berwarna cokelat dengan sedikit kejutan.


Ternyata gadis ini memiliki mata yang tajam dan cermat. Molana mengetahui bahwa ada 2 pengawal yang berjalan cukup jauh dari mereka dan selalu mengawasi mereka.


Pengawal Ryzel memang selalu ada di setiap tempat Ryzel berada, mereka tidak lelah untuk menjaga keamanan Ryzel. Padahal, Ryzel sendiri sudah sangat aman.


Tidak ada yang bisa menyakiti Ryzel. Sekalipun itu adalah rudal balistik yang selalu mengikuti sasarannya.


Memang agak sedikit tidak berguna kedua pengawal tersebut bagi Ryzel, tetapi 2 pengawal Ryzel akan berguna suatu saat nanti.


Ryzel masih manusia, ada kalanya dia sedang salah dan melakukan sesuatu yang membuatnya eror sendiri.


Kalau Ryzel sudah menjadi seorang dewa, dia takkan membutuhkan perlindungan lagi dari manusia.


Meskipun sudah ada di atas, kerendahan hati itu diperlukan. Sombong tak ada gunanya jika seseorang ada yang mengalahkan kita.


Merendahlah sampai inti Bumi.


"Pengawal pribadiku, mereka berdua selalu menjaga keamanan dan keselamatan orang-orang di sekitar aku, termasuk kamu," beber Ryzel sambil tersenyum pada Molana di sebelahnya.


Tidak peduli dengan usia, senyuman Ryzel memberikan dampak besar ke hati wanita. Molana memerah karena terpesona, dia baru sadar kalau Ryzel sangat tampan.

__ADS_1


Menahan rasa malu akibat senyum yang dibuat oleh Ryzel, Molana ingin tahu dengan identitas Ryzel sebenarnya.


Molana sedikit pun tidak tahu siapa Ryzel, apa pekerjaannya, asal negara mana, dan yang lain-lain.


Namun, mendengar ucapan berbahasa Perancis nya begitu fasih, spekulasi Molana adalah Ryzel berasal dari negara ini. Satu kebangsaan dengannya.


Menatap mata menawan Ryzel, memasang ekspresi ingin tahu, Molana bertanya dengan serius, "Siapa sebenarnya kamu?"


"Kamu akan tahu nanti," balas Ryzel dengan cepat sambil tersenyum dan menggosok kepala Molana.


Tubuh Molana tidak tinggi, mungkin 155 cm. Punya bentuk tubuh yang kurus, tetapi tidak terlalu kurus, pertumbuhannya cukup bagus karena di beberapa tempat sesuai dengan yang seharusnya.


Tumbuh lemak di bagian yang harusnya ada lemak, dan kurus di bagian tertentu yang memang normalnya kurus.


Jika dibandingkan dengan Linh, tubuh Molana lebih besar dan lebih tinggi. Sedikit lebih kecil dari wanitanya yang lain.


Maklum, Molana sempat tidak makan makanan yang bergizi dan juga bekerja yang menguras banyak tenaganya.


Ditambah lagi tubuh Molana masih dalam proses pertumbuhan.


Usia 16 tahun masih sangat muda.


Mendengar jawaban Ryzel, Molana tidak ingin memaksa dan lebih memilih untuk menunggu jawaban pasti Ryzel nanti. Tidak tahu kapan jawaban itu diberikan.


Molana yang memimpin perjalanan itu tiba-tiba berbelok ke salah satu rumah yang ada di dekat rel kereta.


"Rumahku kecil, kalian tidak bisa masuk semuanya, hanya satu orang saja, salah satu dari kalian bisa masuk," kata Molana kepada Ryzel, Raffy, dan ketiga wanita Ryzel.


Dengan kesepakatan yang cepat, orang yang masuk itu adalah Ryzel dan Raffy.


Raffy masih diperbolehkan karena ukuran tubuhnya yang kecil.


Begitu mereka bertiga bersama Molana masuk ke dalam rumah, mereka bisa melihat bahwa satu ruangan kecil ini memiliki banyak sekali barang-barang, dan di tepi kanan ruangan terlihat seorang wanita terbaring lemah di atas tempat tidur.


Ini terlalu sempit, Ryzel dan Raffy sulit bergerak di sini.


"Molana, kamu di sini?"


Suara wanita dewasa yang lemah terdengar di telinga Ryzel dan Raffy, mereka berdua melihat wanita di tempat tidur itu mengangkat tangannya ke arah Molana yang berdiri di samping tempat tidur.


Molana mengambil tangan yang bergetar itu dengan matanya yang mulai basah.


"Syukurlah kamu ada di sini, Nak. Ibu sangat khawatir kamu kenapa-kenapa. Jangan pergi lagi, temani ibu malam ini," kata wanita itu yang sama sekali tidak bergerak.


Seluruh tubuhnya kaku dan tak bergerak sedikit pun, kecuali tangan kanannya, bahkan kedua matanya pun terus terpejam.


Air mata mengalir di pipi Molana usai mendengar ucapan ibunya, bibir bawahnya bergetar hebat, gadis ini menahan tangisnya.


"Bu, kamu jangan berbicara seperti itu—Molana akan menemani ibu malam ini."


Molana ingin memarahi ibunya yang mengatakan ucapan yang mencemaskan tersebut, tetapi dia tak punya kekuatan untuk melakukan itu.


Tak kuasa menahan tangisnya, Molana mencium punggung tangan ibunya sambil terisak.


"Terima kasih, ibu sangat senang." Mulut ibu Molana membentuk lengkungan senyuman tipis. "Sudah, jangan menangis. Ibu tidak apa-apa."


Pemandangan keduanya begitu mengiris bawang, membuat Raffy teringat kembali dengan ibunya.


Raffy memeluk kaki Ryzel dengan erat sambil menahan tangisannya.


Sementara itu, mata Ryzel sudah digenangi air mata begitu melihat interaksi Molana dan ibunya.


Mengenai orang tua yang sakit, semua orang takkan bisa menahan rasa sedih di dalam hatinya, bahkan jika orang itu sudah menjadi kakek dan nenek.


Tangan Raffy menarik baju Ryzel sembari menangis, kemudian dia mendongak menatap Ryzel.


Sorot mata Raffy terlihat sangat sedih, sebuah pesan diberikan oleh Raffy untuk Ryzel melakukan sesuatu.


Ryzel mengerti apa maksud dari pandangan mata Raffy. Anggukan kepala diberikan untuk Raffy, dan Ryzel menyeka matanya agar tidak terlihat menangis.


Memang sudah seharusnya Ryzel melakukan hal itu.


Kedua tangan Raffy melepaskan celana dan baju Ryzel, membiarkan Ryzel berjalan mendatangi Molana dan ibunya di dekat tempat tidur.


Kehadiran Ryzel dapat diketahui oleh ibu Molana, telinganya mendengar suara langkah kaki dari sekitarnya, tentu itu bukan Molana yang melangkah.


"Molana, apakah ada orang lain di sini?" tanya ibu Molana dengan curiga dan sedikit waspada.

__ADS_1


Molana menahan tangisnya dan mengangguk sembari mengusap pipinya, menjawab dengan sedikit terbata-bata, "Iy–iya, Bu. Molana membawa beberapa orang ke rumah ini, mereka ingin be–bertemu ibu."


"Siapa itu? Bisakah dia berbicara sekarang?"


Ibu Molana sangat penasaran dengan orang-orang yang ingin menemuinya.


Kepala Molana bergerak ke arah samping dan sedikit mendongak, melihat Ryzel yang berdiri di dekatnya.


Menahan perasaan sedih di dalam hatinya, Ryzel membuka mulutnya perlahan dan berkata, "Halo, selamat malam, ibu Molana ...."


Sebuah suara pria yang terdengar magnetis dan menyejukkan hati memasuki telinga ibu Molana.


Reaksi aneh terjadi, pipi kedua ibu Molana menjadi merah, dia diam puluhan detik dan tak menjawab sapaan Ryzel.


Pada saat ini, di dalam imajinasi ibu Molana, dia sedang bertemu dengan seorang pria tampan dari sebuah kerajaan misterius.


Bayangan itu membuat ibu Molana tersipu.


Apa yang sedang dibayangkan oleh ibu Molana adalah keinginan dirinya memiliki suami yang bisa merawatnya.


Sekuat-kuatnya wanita, mereka membutuhkan seseorang yang bisa melindunginya.


Entah itu ayah, suami, dan anaknya.


Ibu Molana menggerakkan tangannya mencoba menggapai sesuatu dan bertanya, "Kamu ... apakah kamu pangeran yang ada di dalam kepalaku?"


Begitu Molana dan Ryzel mendengar pertanyaan ibu Molana, mata mereka berdua mengerjap sedikit tercengang.


Berikutnya, Ryzel mengambil tangan ibu Molana yang bergerak seolah sedang mengambil sesuatu di udara.


Ketika Ryzel menggenggam tangan ibu Molana, pipi wajah ibu Molana makin merah, berubah menjadi merah apel matang.


"Benar, aku adalah pangeran yang datang untuk membantu kamu," jawab Ryzel dengan kelembutan pada suaranya.


Hati ibu Molana menjadi berbunga-bunga mendengar ini, saking senangnya, ibu Molana menjadi kejang.


Ryzel dan Molana yang melihat ini menjadi cemas.


"Bu! Kamu kenapa, Bu!"


Molana berdiri dan mencoba membantu ibunya tenang, tetapi usahanya sia-sia karena tubuh ibu Molana terus kejang-kejang.


Pada sekarang ini, Ryzel yang panik segera bertanya kepada Sistem dalam hatinya, 'Sistem, aku ingin bertanya, apakah Penyembuhan Cinta bisa menyembuhkan penyakit? Apa ada efeknya?'


Dengan respons yang cepat, Sistem menjawab.


[Ding! Penyembuhan Cinta bisa digunakan untuk menyembuhkan segala penyakit, tetapi itu tidak berlaku permanen, sewaktu-waktu orang yang disembuhkan akan sakit lagi jika rutinitas dan makannya tidak baik. Penyembuhan Cinta memiliki efek membuat orang yang disembuhkan menjadi jatuh cinta. Efek samping tidak selalu muncul.]


Mengetahui jawaban Sistem, Ryzel segera memutuskan untuk menyembuhkan ibu Molana.


Jika tidak, ibu Molana tidak akan selamat.


Berikutnya, kedua tangan Ryzel terulur ke tubuh ibu Molana yang kejang, lampu merah muda berkumpul di telapak tangan, kemudian lampu itu menembak menyinari seluruh tubuh ibu Molana.


Molana yang ada di samping Ryzel seketika terdiam, menatap tangan Ryzel yang menyala dengan mata melebar.


Di bawah tatapan Molana, ibunya yang kejang-kejang begitu parah mulai diam dan berangsur-angsur menjadi tenang.


Kurang dari 1 menit sinar merah mudah menyoroti seluruh tubuh ibu Molana, sekarang ibu Molana tidak lagi terbaring, dia duduk di atas tempat tidur dengan mata yang terpejam.


Usai 3 menit lampu merah muda menyelubungi tubuh ibu Molana, wanita yang awalnya kurus dan pucat, kini terlihat berisi kembali dan kulitnya telah normal.


Tubuh ibu Molana sepenuhnya sehat, seolah terlahir kembali, bahkan kehormatan wanitanya dipulihkan, seakan-akan itu tak pernah melahirkan.


Molana yang menyaksikan ibunya secara bertahap sembuh hanya dengan sinar merah muda dari tangan Ryzel, sekarang dia sedang berjongkok dengan pupil mata membesar.


Apa yang dia lihat barusan sangat tidak masuk akal, seperti sikap, tetapi tidak ada trik dan kebohongan.


Selanjutnya, kedua mata ibu Molana terbuka, menampilkan mata ibu Molana yang cantik berwarna biru dan hijau.


Seluruh tubuh Ryzel tersentak melihat pandangan mata unik ibu Molana. Terlalu indah dan cantik.


Ibu Molana juga terkejut saat melihat di depannya ada seorang pria muda yang tampan. Sangat tampan baginya.


Dengan gerakan yang hati-hati, tubuh ibu Molana bangkit dari tempat tidur dan berjalan memeluk tubuh Ryzel dengan erat.


Merasakan kelembutan dari tubuh ibu Molana, Ryzel tertegun sesaat, kemudian dia membalas dengan pelukan hangat.

__ADS_1


Mata ibu Molana terbuka merasakan pelukan dari Ryzel, mulutnya membentuk garis kurva, senyuman manis tercipta mewakili perasaan hatinya yang sekarang.


Dengan hati yang bahagia dan dipenuhi perasaan manis, ibu Molana bertanya untuk memastikan tebakannya, "Apakah kamu pangeran yang datang untuk menyembuhkan penyakit aku?"


__ADS_2