Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 63: Bertemu Orang Kaya


__ADS_3

Panggilan ini berasal dari Presdir PT Astro Internasional, ia memberi tahu tentang dividennya yang sudah 4 tahun lamanya tidak diambil, jika tidak diambil, uang dividen akan dimasukkan ke dalam cadangan perusahaan.


Untungnya, pemilik perusahaan langsung menghubungi Bapak Presdir Johnson Bendeto dan memberikan nomor Ryzel kepadanya untuk dihubungi dan segera dikirimkan uang dividennya.


“Baik, Bapak Ryzel. Kami menunggu kedatangan Anda ke perusahaan kami, akan saya cantumkan alamatnya apabila Bapak Ryzel ingin datang dan melihat Menara Perusahaan Astro kami. Saya tidak akan mengecewakan Anda, perusahaan akan kami pastikan berkembang menjadi lebih baik. Terima kasih atas kepercayaannya, Bapak Ryzel.“


Nada suara Bapak Johnson terdengar sopan dan hormat, ia tahu bahwa dirinya sedang menelepon orang yang penting bagi perusahaan, yakni salah satu pemegang saham yang memiliki kekuasaan yang cukup besar.


Harus memberi hormat dan menghargai orang tersebut, jangan sampai tersinggung. Kalau tidak, ia khawatir dirinya akan digantikan jabatannya saat ini.


“Sama-sama, Bapak Johnson. Mohon bantuannya, aku percaya Bapak Johnson dan kami semua bisa memajukan perusahaan.“ Ryzel tersenyum dan mengangguk sambil memegang ponsel ke telinganya.


Usai mengucapkan beberapa kalimat, panggilan berakhir dan Ryzel hanya perlu menunggu uang dikirim.


“Dari siapa, Ryzel?“


Mendengar percakapan Ryzel tadi, rasa ingin tahu tumbuh pada tubuh Maly. Terlihat wajah Ryzel yang senyum-senyum dan juga sempat menjadi serius. Apalagi, dari intonasi nada suaranya begitu kaku.


Menyesap sekali kopi cappucino yang ada di atas meja, Ryzel berkata dengan senang, “Dari orang perusahaan yang ada di Indonesia.“


“Orang perusahaan? Kamu pebisnis?“ Maly menatap Ryzel agak memajukan wajahnya.


“Sekarang bisa dibilang aku ini sebagai seorang pebisnis. Namun, aku tidak begitu terlibat dengan perusahaan karena aku sedang liburan, hehe,” kekeh Ryzel lalu menyeruput minuman kopi hangatnya.


“Apa yang aku tahu, kalau CEO atau direktur perusahaan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di perusahaan begitu saja, nanti akan dipecat oleh para pemegang saham.“ Maly memegang dagunya dan melirik Ryzel.


Tangan Ryzel mengambil satu cumi panggang yang ada di atas piring dan memakannya. “Siapa bilang aku menjabat sebagai direktur dalam perusahaan?“


“Terus? Apa jabatan yang kamu miliki di dalam struktur perusahaan itu?“ Raut wajah Maly menjadi pelik, kemudian wajahnya berubah menjadi cerah. “Jangan bilang kamu adalah pemegang sahamnya?“


“Seratus poin untukmu. Benar, aku pemegang sahamnya, kalau bukan, aku tidak bisa berkeliaran seperti ini.“ Ryzel tersenyum kepada Maly.


“Wow!“ Sontak Maly terkejut dan ia memandang Ryzel dengan tidak percaya. “Apa nama perusahaannya?“


“Kamu mau tahu?“


“Tentu saja. Aku ingin tahu perusahaan yang kamu pegang sahamnya, siapa tahu kamu sedang membual.“


“Hahaha, oke. Namanya Astro Internasional, cari saja di gugel.“

__ADS_1


Lantas, Maly langsung mengetik nama perusahaan tersebut dan mencarinya di gugel.


Selama Maly mencari perusahaan itu, Ryzel melihat pemberitahuan pesan yang masuk ke ponselnya. Pemberitahuan tersebut secara berkala datang dan masuk.


Dalam layar ponselnya, Ryzel melihat pesan tersebut yang menunjukkan bahwa ada segenap uang yang diterima oleh rekening bank miliknya.


Notifikasi ponsel ini Ryzel abaikan untuk sementara waktu, dan ia kembali melihat Maly yang sibuk mencari perusahaan yang ia pegang sebagian sahamnya.


“Astro Internasional? Apakah ini?“ Maly memperlihatkan layar ponselnya ke wajah Ryzel. Terlihat ada nama Astro Internasional di layar ponsel Maly.


Setelah membaca secara sepintas, Ryzel mengangguk. Informasi yang tercetak di layar ponsel Maly adalah benar perusahaannya.


Maly kembali diam dan ia sedang mengetik sesuatu di layar kaca ponsel.


Bunyi notifikasi dari ponsel Ryzel berhenti, mengetahui ini dengan gegas Ryzel melihat isi saldo rekeningnya di aplikasi bank daring.


Mata Ryzel membelalak begitu melihat isi saldonya saat ini. Nominal yang tertera dalam rekeningnya melebihi 11 triliun rupiah, banyak angka di belakang angka 11 yang membuat Ryzel pusing saat menghitungnya.


Perasaan senang dan bahagia dirasakan oleh Ryzel, dan ia berkata di dalam hati, “Akhirnya, aku benar-benar terbebas dengan pikiran tentang uang. Aku tak perlu bingung dan pusing tentang bagaimana mencari uang, aku sudah memiliki uang banyak, tidak perlu repot-repot berpikir seputar keuangan lagi.“


Tubuh Ryzel bersandar pada sandaran kursi dan mengeluarkan napas panjang, ia merasa ada sesuatu beban yang menghilang dari tubuhnya, tubuhnya menjadi lebih ringan.


“Ryzel, kamu tidak berbohong, kan?“ Manik mata Maly membulat melihat wajah Ryzel usai melihat pendapatan bersih atau paba bersih perusahaan yang Ryzel ekspos namanya.


Jikalau memang Ryzel benar memiliki saham perusahaan tersebut, Ryzel memiliki beberapa persen dari laba bersih perusahaannya, itu pun nilai uangnya masih sangat besar.


Menanggapi pertanyaan Maly sekali lagi, Ryzel tersenyum dan mengangguk tegas, “Aku tidak berbohong sama sekali, bukankah kamu bisa melihat siapa saja yang memegang saham perusahaannya?“


“Tunggu,” ucap Maly dengan cepat. Ia lekas mencari jajaran pemegang saham perusahaan Astro Internasional.


Benar saja, ia menemukan jajaran pemegang saham pada suatu artikel, dan ia melihat nama Ryzel di sana, memegang total 10% saham.


Maly menoleh ke arah Ryzel dengan kaku, kemudian ia menelan ludah. “Kamu ternyata orang yang kaya. Wajar saja kamu bisa menjelajah banyak negara, terlebih kamu bilang kemarin, kamu memberi uang kepada para penonton.“


Ryzel menggaruk pipinya dan tersenyum. Ia tidak tahu harus merespons dengan apa.


Berikutnya, mereka menghabiskan makanan kecil dan minuman yang dipesannya. Mereka harus segera pergi dari kafe untuk masuk ke dalam area Istana Kerajaan.


Keduanya sengaja masuk di waktu yang agak siang agar pulangnya tidak terlalu kepanasan. Mungkin mereka akan sampai malam di sini.

__ADS_1


Harga tiket per orang 10 dolar Amerika. Bagi Ryzel cukup mahal, tetapi tidak mengapa karena setelah masuk ke dalam, Ryzel bisa melihat bangunan yang megah dan memanjakan mata.


Sebelum berjalan lebih jauh, Ryzel mulai mempersiapkan siaran langsung, ponselnya dan gimbal bersatu, kemudian ia menyalakan siaran langsung.


Kurang dari 1 menit ruang siaran langsung terbang di aplikasi Tiktod, sudah ada lebih dari 50.000 orang yang datang ke ruang siaran langsung Ryzel.


Begitu masuk, mereka langsung terkagum-kagum oleh pemandangan yang ditunjukkan oleh Ryzel.


Sebuah bangunan indah dan elegan tertampil dengan jelas dari lensa kamera.


Bangunan ini sangat khas Khmer, Ryzel dan orang-orang yang ada di ruang siaran langsung merasakan kemegahannya, berbeda dengan bangunan biasa, seakan-akan memiliki citra tersendiri.


Di setiap bangunan pasti diselingi oleh pepohonan yang rindang, kesan yang asri dan sejuk bisa dirasakan oleh Ryzel saat ini. Meskipun masih terasa panas dari cahaya terik matahari, pepohonan di sini memiliki kegunaan yang cukup membantu.


Pertama-tama, Ryzel dan Maly berjalan menuju Balai Singgasana yang memiliki gaya Khmer yang mewah dan gagah.


“Balai singgasana ini didirikan pada tahun seribu delapan ratus enam puluh enam digunakan sebagai tempat tinggal Raja Kamboja serta keluarganya. Tempat ini pernah kosong karena adanya perebutan kekuasaan, dan Raja Kamboja pergi ke negara lain, kemudian kembali lagi ketika perebutan kekuasaan berakhir ….“


Ryzel melakukan pengenalan singkat tentang bangunan yang ia kunjungi sambil menyoroti keindahan bangunan.


Setelahnya, Ryzel dan Maly berpindah ke bangunan yang lain, yaitu Pagoda Perak.


Pagoda ini sangat luar biasa keren dan memukau, banyak orang yang di ruang siaran langsung Ryzel terpesona oleh pagoda ini.


Bagaiman tidak, lantai pada pagoda ini dilapisi oleh perak, lebih tepatnya oleh 5.329 ubin perak padat. Tidak heran sangat mewah dan namanya menjadi Pagoda Perak.


“Penuh dengan gemerlap kemewahan!“


“Benar keren! Aku harap, aku bisa ke sana tahun ini!“


“Ukirannya sangat indah, aku menyukai pagoda ini!“


“Tolong Bang Ryzel geserkan sedikit kameranya, aku ingin melihat wanita luar negeri yang cantik sedang menikmati visual pagoda. Sangat cantik!“


“Layak disebut Pagoda Perak, lantainya ternyata diselimuti perak padat!“


“…”


Lebih dari 110.000 orang menonton ruang siaran langsung merasa segar saat melihat bangunan di sini. Entah kenapa mereka semua beranggapan bahwa bangunan Thailand agak mirip dengan bangunan Kamboja.

__ADS_1


Keduanya sama-sama indah dan megah.


Mereka melanjutkan perjalanan lagi ke bangunan Royal Treasury dan Villa of Napoleon III.


__ADS_2