Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 110: Serangan Brutal Bertubi-tubi


__ADS_3

Ryzel langsung berdiri, dia sekarang tengah panik sambil menatap mereka berempat dengan wajah yang sangat terkejut.


Selain terkejut, Ryzel juga tersipu ketika melihat penampilan mereka berempat yang tanpa busana sedikit pun.


Banyak perasaan yang terkandung di hati Ryzel. Terkejut, malu, berhasrat, kesal, marah, dan senang, semua perasaan tersebut bercampur di hatinya di detik ini.


Ketika mereka berempat berjalan maju menuju dirinya, Ryzel berjalan mundur berusaha untuk menjauh sembari menahan adik kecilnya tidak bangun.


Sialnya, Mereka berempat memiliki tubuh yang sangat seksi, lebih lagi wanita yang bernama Syifa, itu sangat bulat dan besar serta berwarna pink. Sangat menggairahkan, libido Ryzel pun terasa ingin naik dan memakan buah milik Syifa sesegera mungkin.


Akan tetapi, pikirannya tidak memperbolehkan hal itu terjadi lantaran dia masihlah seorang pria yang normal, bukan pemburu perawan..


Dug!


Ryzel melihat pintu menghalanginya jalannya dan dia tak bisa mundur lagi dan menjauh.


Sementara itu, mereka berempat perlahan mendekat dan menghampiri dirinya.


Tepat ketika Ryzel ingin membuka pintu dan melarikan diri dari keempat wanita ini, delapan tangan tiba-tiba menarik dan menahannya sehingga membuat Ryzel tidak bisa keluar dari kamar.


"Sial."


Mereka berempat berhasil menangkap Ryzel dan mengurungnya di dalam kamar. Peristiwa yang mengerikan pun terjadi lagi.


Suara aneh dan menggoda terdengar di dalam ruangan diiringi oleh suara benda yang bertumpu dan bertabrakan.


Jeritan dan teriakan halus memenuhi seluruh kamar Laurel yang di mana asalnya dari suara wanita.


"Aahh~ ...."


Pada saat ini, Ryzel sedang terbaring di atas kasur dan dikelilingi oleh bola-bola bulat berwarna putih dan cokelat yang terlihat indah.


Adik kecil Ryzel telah menghilang karena ditelan oleh lubang milik Laurel yang sangat sempit. Ryzel merasa adik besarnya sedang disedot oleh lubang yang kecil dan bahas, rasanya mirip dengan dipijat.


Sambil menikmati goyangan pinggang Laurel, tangan Ryzel merambah ke bola-bola dan lubang yang ada.


Ryzel lebih suka meremas bola-bola besar milik Syifa, bahkan saking besarnya milik Syifa, itu dapat mengeluarkan setetes air susu dari bola tersebut.


Sangat aneh, padahal Syifa sendiri bilang bahwa dia belum pernah hamil ataupun melakukan itu dengan orang lain.


Srett!


Air mancur keluar dari lubang Laurel dan membasahi seprai kasur. Wanita ini dikalahkan oleh Ryzel tanpa harus Ryzel bergerak.


Setelah Laurel yang bergoyang dan memainkan adik besar Ryzel, giliran Syifa yang bermain dan merasakan.


Kacang kecil milik Syifa yang berwarna pink yang agak kemerahan tersebut digosokkan ke kepala adik besar Ryzel.


Suara aneh yang manis dan bersifat merayu terdengar, membuat adik besar Ryzel yang agak lemas kembali bugar dan segar.


Tanpa aba-aba dari Ryzel, tiba-tiba Syifa menelan adik besar Ryzel secara langsung.


"Ah!"


Ryzel melihat darah keluar dari lubang Syifa, darah tersebut mengalir ke batang adik besar Ryzel yang masih panjang meski sudah masuk ke dalam lubang.


Begitu Ryzel meminta untuk dikeluarkan, Syifa tidak mau dan bersikukuh untuk melanjutkan secara langsung ritual mereka berdua.

__ADS_1


Darah Syifa tidak sebanyak darah Laurel, tetapi Laurel tidak bar-bar tidak sama dengan Syifa, mereka sempat berhenti untuk membersihkan darah.


Berbeda dengan wanita satu ini, dia sangat-sangat terlihat ganas, seperti orang yang hyper.


Selain darah, gerakan pinggul Syifa lebih keras dan kencang daripada Laurel yang bermain lembut dan pelan.


Wanita satu ini benaran sangat berani.


"Ah! Ah! Enak banget!" Syifa mengerakkan pinggulnya naik turun dengan tempo yang cepat disertai dengan teriakan yang menggoda.


Naura dan Firda membantu Syifa melawan Ryzel. Mereka berdua bergantian menciumi Ryzel dan memberi bola susu kepada Ryzel, bahkan Firda sesekali membelai bola adik besar Ryzel tanpa malu.


Di detik Syifa ingin keluar, tiba-tiba dia memeluk Ryzel dengan erat sambil menciumi bibirnya dengan liat.


Adik besar Ryzel merasakan ada cairan hangat yang mengalir keluar dari dalam lubang Syifa.


Berikutnya, Syifa terbaring lemas di samping dekat tubuh Laurel yang sama-sama lemas tak berdaya.


Mereka semua baru melaksanakan ronde satu, tetapi kedua wanita ini sudah rebahan karena kelelahan.


"Sekarang giliran aku," Firda yang memiliki kulit agak gelap menaiki Ryzel dan kemudian menelan adik besar Ryzel dengan lubang sempitnya.


Terlihat darah keluar dari lubang milik Firda, tidak sebanyak Laurel dan Syifa.


Kesempitan lubangnya sama dengan kedua lubang yang sebelumnya Ryzel coba, hanya saja ini sudah sangat basah diawal, memudahkan adik besarnya menerobos masuk ke dalam.


Gerakan Firda ternyata lebih brutal dibanding Syifa. Saking brutalnya, adik milik Ryzel hampir ditelan 90% dari seluruh tubuhnya, ini sangat dalam.


Ryzel bisa merasakan bahwa dinding yang ada di dalam lubang Firda terbentur sangat keras oleh kepala adik besarnya.


Semua wanita yang Ryzel pernah coba, adik besarnya pasti mengenai dinding milik wanita-wanita tersebut. Umumnya, itu adalah spot atau titik lemah milik wanita.


Kepala adik besar Ryzel terlalu keras membentur dinding ruang bayi Firda.


"Ah! Terus! Tusuk lebih keras, Ryzel! Ahhh!" Tubuh Firda bergetar hebat dan cairan hangat dirasakan lagi oleh Ryzel untuk sekian kalinya.


Namun, Firda masih berusaha untuk bergoyang karena sudah kecanduan dengan perasaan luar biasa ini. Sayangnya, Firda tidak bertahan lama dan dia pun tumbang, sama seperti Syifa dan Laurel.


Selanjutnya, Naura yang sedari tadi melayani Ryzel dengan lembut, seperti ibu yang memberi makan anaknya, kini berpindah tempat ke adik besar Ryzel berdiri dengan agung.


Untuk kesempatan kali ini, Ryzel diberikan pelayanan yang lembut oleh Naura.


Ketika memasukkan adik besar ke lubang juga terlihat lembut dan santai meski sama-sama mengeluarkan darah.


Ryzel beruntung pada momen ini, dia mendapatkan lubang 4 wanita yang masih tersegel dan bersih.


Meskipun demikian, keluarnya darah bukanlah tadi perawan atau tidaknya seorang wanita, tidak bisa jadi patokan. Wanita yang tidak berdarah pun ada yang masih perawan.


Tiap-tiap wanita memiliki lapisan lubang yang berbeda.


Untungnya, Ryzel mendapatkan lubang yang jelas masih perawan.


Begitu dimasukkan pun terasa sempit dan ketatnya di dalam lubang. Tak perlu diragukan lagi, mereka berempat masih disegel.


Ryzel bisa berspekulasi mereka adalah wanita baik-baik yang selalu menjaga kebersihan diri. Tidak macam-macam, apa lagi bermain-main dengan lubangnya sendiri dengan cara memasukkan benda yang serupa dengan adik seorang laki-laki ke dalam lubang.


Naura benar-benar santai dan lembut. Goyangan sangat enak dilihat, dan rasanya tidak kalah dengan gerakan pinggul yang lain.

__ADS_1


Pada akhirnya, Naura kalah oleh Ryzel walau sudah memakai teknik perlahan-lahan untuk mengalahkan Ryzel.


Pada saat Ryzel merasa senang melihat Naura jatuh ke atas kasur, dia berdiri hendak pergi dari sini.


"Mau ke mana? Kita belum selesai, kami ingin ronde kedua." Laurel menahan Ryzel dengan tubuhnya dan langsung menempel ke tubuh Ryzel mirip dengan gurita.


Ryzel tidak menjawab, dia memandang Laurel di depannya dengan wajah yang agak kesal.


Plak!


Kedua tangan Ryzel menampar bagian bawah pinggul Laurel dan mengarahkan lubang Laurel ke adik besarnya.


"Baiklah, aku akan meladeni kalian sampai kalian mengaku kalah."


Tangan Ryzel menekan pinggul Laurel dan adik besarnya pun masuk ke dalam lubang Laurel dalam sekali percobaan.


Merasakan benda besar masuk ke dalam tubuhnya secara mendadak, Laurel berteriak, "Aah! Sakit!"


Tak sengaja Ryzel memasukkan kepala adik besarnya ke ruang bayi milik Laurel yang seharusnya tidak bisa dijebol.


Sensasi yang berbeda dirasakan oleh Ryzel saat ini, terasa ada sesuatu yang lebih menyedot adik besarnya terlebih di bagian kepala.


Perasaan sakit lambat-laun menghilang, diganti oleh rasa nikmat yang tak tertahankan.


Laurel merasa dirinya terbang ke luar angkasa.


Kegiatan ini berlangsung selama berjam-jam, dan berakhir di jam 2 malam pas.


Ryzel, Firda, dan Syifa keluar dari kamar Laurel dan Naura, Ryzel berpisah dengan keduanya dan masuk ke dalam kamar.


Sebelum berpisah, Firda dan Syifa mencium pipi Ryzel di saat bersamaan.


Mereka juga memberi pesan melalui lisan kepada Ryzel dengan wajah yang seduktif.


"Pagi nanti kamu harus ke kamar kita, oke? Kami berdua akan melakukan gaya yang berbeda untukmu," kata Firda sambil menggigit bibir bawahnya.


Ryzel hanya bisa mengangguk, dia ingin menolak, tetapi tubuhnya tak bisa melakukan hal yang demikian, ingin terus menghajar lubang mereka.


"Beruntungnya aku memiliki kemampuan anti-penyakit, kalau tidak, kemungkinan besar aku punya penyakit di adik besar," gumam Ryzel yang tersenyum lega.


Melakukan kegiatan tadi sangat rawan sekali terkena penyakit, tetapi mengingat Ryzel sendiri tidak dapat menularkan penyakit dan tak bisa punya penyakit, dia santai dengan ini.


Juga Ryzel tak takut dia menghamili wanita lantaran dia memiliki kemampuan yang mengontrol benihnya sendiri.


Jadi, kegiatan yang baru saja dilakukan, Ryzel sengaja mengeluarkan cairan kental dan hangatnya di masing-masing lubang mereka.


Mereka berempat tidak marah, melainkan senang.


Ryzel tidak menemukan wanita yang marah karena benihnya masuk ke dalam ruang pembuatan bayi. Sebaliknya, mereka sangat bahagia dan gembira, seolah mendapatkan hadiah yang mahal dan berharga.


Dikarenakan terlalu banyak berpikir, Ryzel tidak sadar dirinya tertidur di atas kasur.


Dia tidur nyenyak sampai jam 6 ditunjuk oleh jarum jam.


Ryzel tidak mandi di pagi hari, tak biasanya. Sengaja dia lakukan itu karena dia ingin melakukan sesuatu.


Berjalan ke depan kamar Syifa dan Firda lalu dia mengulurkan tangannya untuk mengetuk-ngetuk pintu kamar.

__ADS_1


Tidak butuh waktu yang lama untuk pintu terbuka, dan Ryzel langsung ditarik ke dalam.


"Aku ingin kamu menjadi suamiku!"


__ADS_2