Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 147: Persetujuan Pertemuan


__ADS_3

"Ini?" Ryzel menatap layar dengan mata melebar, wajahnya terlihat rumit dengan segala emosi di dalamnya.


Berikutnya, sebuah senyuman muncul di ujung mulutnya.


"Baik, aku akan menerima permintaan mereka."


Pada layar Jenbook telah masuk sebuah pesan yang berisi sebuah dokumen dalam bentuk file dari Pak Jhony.


Menekan pesan tersebut, Ryzel melihat-lihat semua isi dari dokumen tersebut yang berisi beberapa gambar.


Setelah membaca membaca gambar yang terdapat tulisan pada dokumen tersebut, tangan Ryzel mematikan layar, dan seringai lebar terbentuk di wajahnya.


"Tak menyangka Bapak Jhony memiliki tim peretas yang andal. Aku harus berhati-hati dengan dia jika tidak mau dibaca pesanku bersama para wanita," gumam Ryzel sambil menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi. "Aku sangat berterima kasih kepada Bapak Jhony, bukti yang aku punya sudah cukup banyak. Dengan ini, aku tak perlu takut dengan ancaman mereka."


Banyak sekali senjata yang Ryzel punya untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah ini. Takkan lama lagi dia akan kembali ke dunia internet.


Tok! Tok! Tok!


Ryzel bangkit dari kursi menuju pintu kamarnya, ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.


"Tunggu, aku akan membukanya."


Tangan Ryzel menekan kenop pintu, dan pintu terbuka menampilkan seorang wanita cantik mengenakan pakaian santai dengan celana yang ketat.


Melihat wanita ini, Ryzel tak berbicara, hanya tersenyum sembari memberi isyarat untuk masuk ke dalam.


Wanita yang datang adalah Abiella, dia pagi-pagi datang ke sini untuk bertemu dengannya, entah apa yang ingin dia lakukan di sini.


Berjalan ke dalam, sosok Abiella perlahan duduk di atas kasur Ryzel dengan mimik wajah yang cerah bercahaya. "Kamu sedang apa sekarang?"


"Seperti yang kamu lihat, aku sedang membalas pesan," ucap Ryzel kembali duduk di depan meja kerja, dan menekan keyboard nirkabel.


"Pesan dari wanita lain?"


"Tidak, aku sedang menjawab pesan dari orang yang penting."


Penasaran dengan kegiatan yang dilakukan Ryzel, di dalam hatinya Abiella memutuskan untuk melihat Ryzel dari dekat.


Menghampiri Ryzel yang tampak serius, kedua tangan Abiella terlipat dan diletakkan di atas bahu Ryzel.


"Bapak Jhony? Ayah kamu?"


Abiella melihat tulisan Bapak Jhony di layar atas. Pengucapan Abiella saat mengatakan nama Bapak Jhony cukup lucu. Ryzel hampir tertawa.


Orang luar negeri ketika membaca tulisan bahasa Indonesia terdengar aneh dan lucu, dapat membuat orang tersenyum dan tertawa.


Merespons dengan cepat, kepala Ryzel bergerak ke kanan dan kiri dan menjawab, "Bapak Jhony adalah pemilik perusahaan."


"Pemilik perusahaan?" Abiella tersentak sedikit dan muncul rasa tahu yang besar did alam dirinya. "Mengapa kamu bisa kenal dia?"


"Aku punya saham besar di perusahannya," kata Ryzel santai seolah-olah itu bukan suatu hal yang hebat.


Wajah Abiella berubah, dia menatap Ryzel dengan pandangan mata yang berbeda, dipenuhi rasa terkejut.


"Kamu pemegang saham?!"


Melihat raut wajah Abiella yang terperangah dengan mulut yang lebar, membuat Ryzel tidak bisa untuk tidak tertawa.


Abiella tetap tercengang ketika Ryzel menertawakan ekspresi konyolnya.

__ADS_1


"Bisa dibilang seperti itu." Ryzel mengangguk dengan senyuman kecil di sudut bibirnya.


"Perusahaan apa namanya?" Abiella bertanya dengan rasa penasaran yang besar.


Alih-alih menjawab pertanyaan Abiella, Ryzel berbalik bertanya kepada Abiella, "Kamu tahu Mieindo?"


Kepala Abiella mengangguk beberapa kali dan menjawab, "Tentu saja, aku tahu mie instan itu!"


"Perusahan itu yang memproduksi mie instan tersebut."


"Sungguh?!"


Ryzel mengangguk sambil menutup mulut Abiella yang terbuka besar.


Saat ini, Abiella tidak menduga Ryzel adalah seorang pria yang sukses memiliki saham dalam jumlah banyak di suatu perusahaan besar.


Saking penasarannya, ponsel Abiella saat ini dipenuhi oleh artikel yang memberi informasi tentang perusahaan Indoeat.


Usai membacanya wajah terkejut Abiella makin menjadi-jadi. Dia terkejut saat melihat laba bersih dari perusahaan ini yang besar.


Secara logika Ryzel punya uang yang banyak, termasuk sebagai pria yang sukses di usia muda.


Mengetahui ini, pandangan Abiella kepada Ryzel makin tinggi hingga level memuja.


"Anu, apakah kamu benar-benar kaya seperti pemegang saham yang terkenal itu?"


Ryzel menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku tidak sekaya seperti yang kamu bayangkan."


"Apakah aku boleh mengetahui saldo rekening yang kamu punya?"


Abiella sangat penasaran dengan Ryzel, dia sampai-sampai bertanya tentang uang yang Ryzel punya. Pertanyaan ini masuk ke dalam pertanyaan yang tidak sopan.


Memandang wanita ini yang memajukan wajahnya begitu dekat saat bertanya, Ryzel menuruti permintaan Abiella dan melihat saldo semua rekening yang dia punya dan jumlahkan sekaligus dibulatkan.


Awalnya Abiella bingung saat Ryzel mengeluarkan banyak sekali kartu ATM dengan warna yang berbeda. Dia bisa melihat bahwa kartu-kartu ini punya bahasa yang berbeda, kemungkinan dari negara yang berbeda juga.


Ada beberapa kartu bank yang Ryzel punya yang berasal dari negara lain. Namun, Sistem sudah jarang memberi kartu ATM dari negara lain dan lebih sering mengonversikan mata uang negara lain ke mata uang rupiah lalu dimasukkan ke dalam salah satu kartu debitnya yang berasal dari Indonesia.


Setelah beberapa saat Ryzel menjumlahkan semua saldo di banyaknya kartu bank yang dia punya, akhirnya dia bisa memberi tahu jumlah saldo rekeningnya.


"Dijumlahkan, aku punya uang sekitar tiga puluh tiga miliar dolar Amerika," ucap Ryzel sembari melihat ke wajah Abiella.


"Tidak mungkin!"


Abiella terkejut sampai-sampai melompat ke atas kasur dan memandang Ryzel dengan mata yang dipenuhi rasa tidak percaya.


"Mungkin, buktinya aku punya uangnya," kata Ryzel, dan dia berdiri untuk menggendong Abiella yang berdiri di atas tempat tidur.


Di dalam gendongan Ryzel, hati Abiella masih kaget dengan kenyataan yang dia lihat sekarang.


Pria yang ia kenal memiliki kekayaan yang sangat luar biasa banyak. Kekayaannya saja tidak sampai 15% dari kekayaan milik Ryzel.


Melihat Ryzel dengan jarak yang dekat, Abiella menjadi tergila-gila kepada Ryzel.


Bayangkan, apabila bertemu seorang pria yang punya ketampanan yang tinggi, kuat dalam kegiatan di kasur, bersih, tubuh tinggi, adik besar, dan kekayaan segunung, dan pria ini dekat dengan kita. Siapa yang tidak mau menjadikan pria seperti itu sebagai seorang pasangan sehidup dan semati.


Abiella yang punya paras cantik sangat sulit untuk menahan diri.


Tangan Abiella yang melingkar di leher Ryzel menjadi kencang, dia menatap Ryzel penuh perasaan cinta dan sayang.

__ADS_1


Di dalam hatinya saat ini, Abiella ingin sekali menjadi seorang istri dari pria yang bernama Ryzel ini.


Namun, dia teringat dengan ucapan Ryzel semalam. Dia punya trauma di masa lalu yang masih belum bisa dihilangkan dan dilupakan.


Abiella tak bisa memaksa Ryzel untuk mencintainya, tidak mau memaksa seseorang untuk bisa bersamanya.


Jadi, Abiella memilih untuk menunggu atau mencari pria lain. Hanya ada dua pilihan tersebut.


Dalam pelukan Ryzel, Abiella merasa tubuh Ryzel makin hangat dan berkeringat. Selain itu, bokongnya merasakan sesuatu yang mengganjal dan menggosok tubuhnya tersebut.


Dengan cepat Abiella tahu kondisi Ryzel, dan dia mengelus bibir Ryzel memakai jari telunjuknya. "Mau melakukan itu lagi?"


"Ya, tetapi aku masih ada sesuatu yang harus dikerjakan." Ryzel tidak menolak rezeki, selalu ia terima, terlebih perihal ini.


Abiella mendekati wajahnya ke wajah Ryzel dan berkata, "Aku tidak keberatan melakukan hal itu saat kamu bekerja. Kamu duduk dan aku yang akan bergerak."


Merenung sejenak, Ryzel menyetujui usulan Abiella dan dia segera membawa Abiella ke tempat meja kerja.


Di sana mereka melakukan hal tersebut sambil Ryzel mengetik sesuatu di Jenbooknya.


Ryzel memberi pesan kepada Septi dengan isi dirinya bersedia untuk bertemu secara langsung dan membahas masalah ini secara tertutup.


Terjadi perdebatan dan obrolan panjang ketika Ryzel mengirim pesan kepada Septi di akun Tiktod.


Pada akhirnya, mereka menemukan hasil dari pembicaraan mereka, yaitu mereka akan bertemu di rumah Ryzel yang ada di Bandung agar keduanya tidak datang terlalu jauh.


Hari pertemuan adalah besok. Jadi, Ryzel harus pergi ke Bandung setidaknya besok pagi atau malam hari ini.


Di hari ini yang tidak ada tugas masuk dari Sistem, Ryzel menghabiskan waktu bersama Abiella.


Mereka berdua tidak selalu di rumah, melainkan pergi ke beberapa tempat di Bali sambil berkuliner memburu makanan enak.


Di pagi hari, mereka berdua sempat melakukan skidibop yes yes selama 2 jam dan segera pergi sebelum siang hari ke beberapa tempat di Bali menggunakan sepeda motor.


Kebersamaan yang mereka berdua rasakan sangat kuat, keduanya bersenang dengan setiap peristiwa yang terjadi di hari ini.


Sampai-sampai mereka tidak sadar hari makin gelap dan mereka diharuskan pulang ke hotel.


Abiella sudah diberi tahu oleh Ryzel tentang keberangkatannya di pagi hari tadi, bahkan Abiella melihat secara langsung pemesanan tiket pesawat yang Ryzel lakukan.


Meskipun sedih, Ryzel diharuskan untuk kembali ke Bandung meninggalkan Abiella di Bali.


Melihat kepergian Ryzel di depan mata, Abiella tak bisa menahan tangis dan bergegas pergi ke dalam kamar untuk menenangkan diri.


Namun, dia ditelepon oleh Ryzel, tepatnya melakukan panggilan video dengan Ryzel sampai Ryzel masuk ke dalam pesawat.


Abiella tersenyum saat detik-detik Ryzel mematikan panggilan video, hatinya tidak sedih seperti saat melihat Ryzel berjalan memunggunginya dengan langkah yang tegas.


Terbaring di atas kasur yang empuk, Abiella meletakkan ponselnya di atas tubuhnya dan memeluknya. "Kuharap kita berdua bisa bertemu lagi, Ryzel. Semoga saja."


Pada saat yang sama, Ryzel sudah berada di atas udara sembari melihat foto-foto dirinya bersama Abiella di beberapa tempat di Bali.


Bisa dilihat betapa bahagianya dia dan juga Abiella saat jalan-jalan bersama di sekitar Bali.


Perasaan yang pernah Ryzel rasakan setiap meninggalkan wanita yang sempat bertemu dengannya kembali muncul. Ryzel menundukkan kepalanya dan menahan perasaan ini dengan kuat.


Akan tetapi, Ryzel tidak bisa menahan sepenuhnya sehingga beberapa tetesan air terjatuh dari matanya dan membasahi pakaian.


"Perasaan ini lagi, sialan."

__ADS_1


Ryzel menyeka air matanya sembari memejamkan mata.


__ADS_2