Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 134: Gelang yang Misterius


__ADS_3

"Ryzel, kamu kenapa berhenti tiba-tiba seperti itu? Ada apa?" Risa menggoyangkan tangan kanan Ryzel dan mencoba menyadarkan Ryzel yang secara mendadak berhenti berjalan di tengah trotoar.


"Tidak apa-apa," ucap Ryzel sambil melemparkan senyuman. "Ayo kita pergi!"


Ryzel mengajak Risa untuk terus berjalan dan melanjutkan perjalanan mereka mengelilingi Kota Magelang.


Tanggapan Risa adalah anggukkan kepala dan dia mengikuti saran Ryzel untuk terus berjalan. Dia melangkahkan kaki kembali dengan hati yang masih terasa mengganjal. Namun, Risa mengabaikan perasaan aneh dan heran pada Ryzel ini dan berjalan pergi bersama Ryzel saling berpegangan tangan.


Pada saat ini, Ryzel yang merasa terkejut dengan pengingat dari Sistem langsung berpura-pura bahwa dirinya baik-baik saja di depan Risa. Padahal, dia sebenarnya mendapatkan sesuatu yang luar biasa dan itu berasal dari gelang yang diberikan oleh Nenek Risa.


Benar, ini luar biasa yang belum pernah Ryzel dapatkan sebelumnya.


Ada satu kemampuan yang hampir serupa, tetapi berbeda isinya.


Sambil berjalan mengikuti Risa, Ryzel sesekali menatap layar transparan yang tertempel di sudut bidang penglihatannya.


[Berkah Dewa Surya dapat memberikan pengguna beberapa kemampuan yang hebat, yaitu Temperamen Cerah dan Menawan yang membuat tuan rumah memiliki penampilan yang lebih baik lagi, Kemampuan Regenerasi yang dapat menyembuhkan luka tuan rumah menghilang dengan cepat, memperkuat regenerasi normal manusia di dalam tubuh manusia Anda ratusan kali lipat, dan Bola Cahaya yang di mana Anda mampu mengeluarkan sebuah bola yang bersinar terang dari tangan Anda.]


[Bola cahaya berguna untuk penerangan dan lainnya. Harap Anda menguji kemampuan spesial ini untuk mengetahui kegunaannya lebih lanjut.]


Hati Ryzel menjadi bersemangat usai membaca keterangan dan penjelasan dari sesuatu yang didapatnya dari gelang Akar Bahar.


Dewa Surya memberinya suatu keberkahan yang berwujud tiga kemampuan yang semuanya terbilang sangat luar biasa keren dan hebat.


Temperamen yang Ryzel pelan-pelan berubah dan ada sesuatu yang baik bertambah di dalam penampilannya. Tidak tahu kenapa wajah Ryzel terlihat lebih tampan dari sebelumnya.


Disusul oleh rasa kesemutan yang menjalar di tubuhnya, sebuah kemampuan bertambah dan dimasukkan ke dalam sehingga bersatu bersama sel-sel yang ada di dalam tubuhnya. Berkah Dewa Surya memberinya kemampuan regenerasi yang kuat.


Dan terakhir, Ryzel bisa merasakan ada sejumlah energi asing yang masuk dan menyelimuti sekujur tubuhnya, Ryzel merasa dirinya memiliki kontrol lebih terhadap sesuatu yang masih terasa asing pada tubuhnya.


Saat Ryzel sedang mengintegrasikan seluruh kemampuannya yang didapatkan barusan sambil berjalan, Risa yang berada di sebelahnya memperhatikan Ryzel dan menggenggam tangan Ryzel dengan erat.


Mata Ryzel lebih banyak melihat ke arah bawah dibandingkan jalan yang membuat Risa khawatir Ryzel kenapa-kenapa.


Risa menjadi ragu dengan tujuan mereka yang ingin berkeliling Kota Magelang berdua.


Jadi, dia memutuskan untuk membawa Ryzel ke suatu tempat yang lain.


Ryzel tidak sadar bahwa dia dibawa oleh Risa ke tempat lain, dia masih membaca seluruh keterangan dari masing-masing kemampuan Berkah Dewa Surya hingga dirinya lupa tidak memperhatikan jalan.


Beberapa menit berselang, keduanya sampai di tempat yang dimaksud oleh Risa.


"Ini? Mengapa kita ada di depan hotel?" Ryzel menoleh kepada Risa dan bertanya dengan raut wajah yang tidak mengerti.


Risa menoleh ke samping dan menatap Ryzel, dia tersenyum penuh makna alih-alih menjawab pertanyaan Ryzel.


Selanjutnya, Ryzel dan Risa melakukan hal seperti itu untuk ketiga kalinya, dan kesempatan kali ini mereka melakukannya di hotel.


Kegiatan mereka menghabiskan banyak waktu hingga berjam-jam lamanya.


Ketika mereka keluar, Risa terlihat lemas hingga Ryzel harus menggendongnya dengan gaya bridal sampai ke dalam mobil yang telah dia pesan.

__ADS_1


Duduk di sebelah Risa, Ryzel mengusap-usap telapak tangannya sembari menatap Risa dengan tatapan yang lembut.


Pikiran Ryzel saat ini sedang kacau, dia memikirkan tentang percintaannya dan masalah dirinya telah banyak bermain dengan wanita.


Di dalam hatinya, dia memiliki keinginan mengambil satu wanita untuk dijadikan seorang teman hidup, tetapi di dalam pikirannya memiliki keinginan yang berbeda, dia ingin sendiri tanpa ingin terlibat banyak masalah tentang percintaan.


Namun, apa yang telah ia lakukan sekarang telah bertentangan dengan tujuan yang ada pada pikirannya.


Sejujurnya, dia sadar akan hal ini, tetapi dia tidak tahu harus bagaimana ke depannya. Maka dari itu, kini dia memikirkan hal ini untuk masa depannya yang pasti.


Ryzel dan Risa tidak berbicara di dalam mobil, mereka berdua menikmati momen sunyi ini yang diam-diam meningkatkan rasa kasih sayang di masing-masing diri mereka sendiri.


Tak mereka sadari mobil yang mereka naiki sudah sampai di daerah pemukiman tempat rumah Nenek Risa berada.


Sopir mobil memberi tahu bahwa mereka sudah sampai di tujuan pada Ryzel dan Risa yang tengah saling menyandarkan kepala sembari mengusap jari-jari tangan satu sama lain.


Melihat keduanya yang bermesraan, Sopir mobil hanya bisa diam dan tersenyum dengan hati yang pahit, Sopir ini tidak memiliki pasangan karena dia seorang pria duda yang sudah berpisah sejak lama. Cukup mengenaskan nasibnya.


Ryzel dan Risa segera mengakhiri kegiatan mereka yang mampu memicu rasa sedih pada Pak Sopir, kemudian mereka berdua keluar bersama dari mobil.


"Ini uangnya, Pak." Ryzel mengeluarkan banyak uang seratus ribu dari dompetnya dan meletakkannya di kepalan tangan Pak Sopir. "Terima saja, jangan ditolak. Terima kasih, ya, Pak!"


Uang ongkos yang Ryzel berikan ke Sopir ojek mobil ini sengaja dia lebihkan untuk menebus kesalahannya karena telah membuat perasaan Sopir menjadi sedih. Ryzel merasa dirinya bersalah.


Setelah membayar ongkos ojek mobil, Ryzel dan Risa berjalan lagi sampai ke rumah Nenek Risa tanpa melihat Pak Sopir mobil yang terkejut usai diberikan banyak uang oleh Ryzel.


Omong-omong, mereka sampai di rumah jam setengah 6 sore, sebentar lagi malam akan datang.


Setelah sampai di rumah, Ryzel dan Risa memeluk Nenek Risa yang ternyata sudah lama menunggunya di rumah. Neneknya ini rindu dengan cucunya dan juga Ryzel.


"Bagaimana di Candi Borobudur? Apakah seru di sana? Kalian menikmati pemandangan di sana, kan?" Kedua alis naik Nenek Risa naik, dia menatap mereka berdua dengan wajah yang ingin tahu.


Ryzel mengangguk pelan dan menjawab dengan intonasi suara yang lemah lembut, "Di sana seru, Nek. Kami mendapatkan banyak ilmu yang banyak tentang Candi Borobudur. Pemandangan di sana juga sangat menakjubkan."


"Benar, aku jadi rindu saat kita ke sana bersama Nenek waktu aku kecil," sambung Risa yang ikut menunjukkan wajah yang gembira.


Mendengar ini, Nenek Risa merasa puas dengan reaksi mereka. Reaksi mereka berdua sesuai dengan harapan Nenek Risa.


Entah mengapa Ryzel merasa senyuman Nenek Risa ini memiliki suatu makna yang misterius dan membuatnya ingin tahu maksud dari senyuman Nenek Risa. Senyumannya seakan ingin memberi tahu kepada Ryzel akan sesuatu.


Dan pikiran Ryzel tiba-tiba berpikir ke gelang yang diberikan oleh Nenek Risa, kelihatannya gelang ini mempunyai sesuatu yang berkaitan dengan Nenek Risa dan suaminya.


Bagaimana caranya sebuah gelang bisa memberinya Tugas kemampuan yang luar biasa? Dan pastinya, di balik suatu benda itu terdapat penyebab dan asal-usulnya.


Oleh karenanya, Ryzel curiga Nenek Risa tahu tentang gelang yang dipakainya sekarang.


Sepanjang malam ini, kesempatan Ryzel untuk bertanya mengenai gelang yang ia kenakan tidak bisa terlaksanakan karena keraguannya yang terpendam di dalam hatinya.


Ryzel ragu untuk bertanya tentang hal tersebut kepada Nenek Risa, dan waktunya pun tidak begitu cocok baginya melontarkan pertanyaannya.


Pada akhirnya, tepatnya di keesokan pagi, Ryzel memiliki kesempatan untuk dirinya bertanya ke Nenek Risa tentang gelang.

__ADS_1


"Anu, Nek. Aku ingin bertanya," celetuk Ryzel pada Nenek Risa yang sedang duduk di seberang sofa.


Di ruang keluarga, hanya ada mereka berdua, lainnya sedang sibuk dengan kegiatan masing usai sarapan pagi.


Beberapa saudara, paman, dan bibi Risa pulang lebih dahulu ke rumah, dan di rumah Nenek Risa sedikit sepi.


Nenek Risa mengangkat pandangan matanya ke Ryzel dan dia tersenyum ramah dan cantik. "Mau tanya apa, Nak Izel?"


Suara Nenek Risa yang khas yang mampu menenangkan hati orang-orang terdengar di telinga Ryzel.


Sebelum melemparkan pertanyaan, Ryzel menyiapkan diri beberapa detik, tersenyum penuh rendah hati, dan kemudian membuka mulutnya, "Apa—"


"Nenek, aku mau belajar membuat gudeg lagi, tetapi lupa langkah pembuatannya, bisakah Nenek mengajari aku lagi?" Tiba-tiba salah satu saudari Risa datang ke rumah keluarga dan menyela ucapan Ryzel.


Ryzel maupun Nenek Risa sekejap menoleh ke saudari Risa yang datang begitu saja tanpa ada tanda-tanda kedatangan, seperti suara langkah kaki dan sebagainya.


"Nanti saja bertanya, ya. Nenek mau ajarkan cucu Nenek dahulu."


Setelah kalimat itu keluar, Nenek Risa dan saudari Risa pergi meninggalkan Ryzel sendiri di ruang keluarga.


Mengetahui ini, Ryzel menggelengkan kepalanya dan tersenyum masam. Kesempatan kali ini nihil hasilnya, dia lagi-lagi tak berhasil bertanya tentang gelang ini.


Rasa penasaran Ryzel makin besar, tetapi dia masih menahan rasa ingin tahunya ini hingga dirinya bisa mengetahui tentang asal-usul gelang Akar Bahar. Dia berharap secepatnya dia bisa tahu tentang asal-usul gelang tersebut lantaran ini sangat misterius.


Tidak mungkin benda sekecil ini mempunyai suatu nilai yang sangat besar dan magis.


Memikirkan ini, Ryzel menjadi kepikiran dengan elang-elang yang kerap menemuinya, sudah beberapa hari dia tidak bertemu mereka bertiga. Hati Ryzel merasa rindu dengan mereka.


Bangkit dari sofa, langkah kaki Ryzel berjalan ke arah dapur untuk melihat Risa dan saudari-saudari Risa belajar membuat gudeg lagi.


Risa memiliki ambisi ingin menguasai keterampilan membuat gudeg yang enak sesuai resep neneknya sendiri.


Sebetulnya, Risa tidak mau kalah terhadap Ryzel yang basisnya seorang pria dalam bidang membuat makanan.


Menurutnya, wanita harus lebih lihai dalam membuat masakan lantaran untuk menaklukkan seorang pria, wanita harus menaklukkan perut pria terlebih dahulu.


Dalam segi ranjang, Risa pun masih belum bisa menaklukkan Ryzel, paling tidak Risa sudah membuat Ryzel merasa enak dengan barang miliknya meski tidak dapat mengalahkannya.


Beberapa ronde di hotel mereka lakukan hingga memakan waktu berjam-jam, tidak ada satu kali pun Risa mengalahkan Ryzel atau membuat Ryzel mengeluarkan cairannya.


Jujur saja, Risa merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena menganggap tubuhnya buruk dalam membuat puas Ryzel.


Untungnya, dengan cepat Ryzel membuka mulut dan memberi tahu bahwa dirinya memang kuat, khususnya stamina tubuhnya, pernyataannya ini didukung dengan Ryzel menampilkan performa tubuhnya dalam melakukan push-up 1000 kali dengan cepat dan tidak terlihat begitu kelelahan.


Risa yang kecewa dan sedih langsung membuang pikiran buruknya tentang tubuhnya sendiri dan dia merasa asyik dengan tubuhnya ketika bermain dengan Ryzel.


Gudeg yang dibuat Risa cukup terdapat kemajuan yang bagus, rasanya lebih enak dan mirip dengan masakan Nenek Risa daripada masakan gudeg yang dia buat sebelumnya.


Ryzel senang Risa memiliki semangat belajar masak. Dikarenakan di zaman sekarang tak sedikit wanita yang merasa keberatan untuk belajar kemampuan dasar sebagai manusia, yaitu memasak.


Mereka berdalih bahwa wanita tidak harus bisa, dan malah menyebutkan bahwa pria yang seharusnya yang bisa memasak.

__ADS_1


Tahu akan hal ini, Ryzel pasti mencibir saat melihat unggahan video atau komentar wanita yang berkata seperti itu. Bilang saja para wanita itu malas dalam mengurus anak dan inginnya leha-leha di rumah atau menghabiskan banyak waktu dengan teman-temannya untuk berbelanja barang.


__ADS_2