Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 142: Kejutan dari Sistem


__ADS_3

Kemunculan sistem membuat Ryzel terkejut, dan langsung menatap layar transparan di depannya.


[Eyes of Verity: Merupakan kemampuan mata yang dapat mengetahui kejujuran seseorang hanya dengan pandangan mata.]


[Catatan: Mata ini termasuk kemampuan aktif, jika Anda ingin mengaktifkan dan menonaktifkan, tuan rumah hanya perlu mengucapkannya di dalam hati.]


Melihat ini, Ryzel tertegun untuk beberapa waktu yang singkat.


"Sistem, hadiah ini tidak bercanda, kan?" tanya Ryzel dengan tatapan yang tidak percaya.


Sistem kembali muncul dengan jawaban dari pertanyaan Ryzel.


[Ding! Sistem tidak memberi hadiah atas dasar bercanda.]


Kulit wajah Ryzel menjadi merah, dia melompat dari pinggir kolam renang dan masuk ke dalam kolam.


"Yuhu!!!"


Ryzel sangat bahagia dengan hadiah ini. Sistem sudah mengklarifikasi tentang hadiah ini, dia takkan bohong.


Dengan kemampuan ini, dia bisa melihat orang yang berbohong kepadanya, dan kemampuan ini sangat berguna untuk masalah yang sedang dia hadapi.


Setelah menyelam di kolam renang, Ryzel segera naik ke atas dan mengelus tubuh burung-burung elang ini.


Kedatangan burung ini membuat Ryzel senang dan bahagia. Ryzel sangat-sangat berterima kasih kepada ketiga burung elang yang datang kepadanya.


Tanpa mereka, dia takkan pernah mendapatkan hadiah yang luar biasa ini. Dia benar-benar bersyukur.


Tak lama berselang, Ryzel masuk ke dalam setelah melihat ketiga burung elang pergi meninggalkan penginapan hotelnya.


Sebelum mereka pergi, Ryzel berbicara kepada mereka untuk tetap waspada di lingkungan manusia, mereka akan ditangkap jika lengah.


Untungnya, burung elang tersebut mengerti apa yang ia katakan dan mengangguk mengerti.


"Kartu truf lainnya telah aku miliki. Dengan begini, aku tak perlu bimbang dan gelisah lagi." Ryzel rebahan di atas kasur dan menatap langit kamar. "Aku harap kamu sadar suatu hari nanti, bu."


Setelah mengatakan itu, tetesan air mata keluar dari sudut mata Ryzel, dan ia tersenyum dengan berbagai emosi yang ditampilkan.


Perubahan ekspresi Ryzel sangat cepat, transisi wajahnya dari senang ke sedih sangat halus.


Hati Ryzel sangat rumit, berbagai emosi dirasakan olehnya dalam satu waktu.


Ryzel terus-menerus menatap langit-langit kamar sampai dirinya tertidur tanpa sadar dengan senyum terbalik di wajahnya.


Satu tetes air mata jatuh untuk terakhir kalinya, menampilkan Ryzel yang tidur dengan kesendirian.

__ADS_1


Keesokan harinya, Ryzel bergegas keluar dari kamar hotelnya yang berbentuk rumah dengan memakai masker mulut dan topi di kepalanya.


Sistem memberi dirinya Tugas Masuk yang cukup dekat, yaitu Pantai Kuta. Jarak dari hotelnya ke pantai tersebut kurang dari 1 kilometer.


Cukup dengan berjalan saja dia sudah bisa tiba di sana.


Oleh karena itu, Ryzel memilih untuk pergi dengan berjalan kaki, terlebih di pagi hari ini memiliki cuaca yang cerah dan damai.


Begitu Ryzel keluar, dia langsung mengambil ponsel untuk melakukan sesuatu.


Akan tetapi, tangannya berhenti sejenak karena dia baru sadar dirinya tidak akan menyiarkan siaran langsung untuk beberapa hari ke depan. "Aku lupa. Aku akan berjalan tanpa melakukan siaran langsung mulai sekarang."


Dengan senyuman di balik maskernya, Ryzel pergi meninggalkan hotelnya yang terkunci dan mengikuti navigasi yang ditentukan oleh Gugel Meps.


Tak sampai 5 menit dirinya berjalan, dia akhirnya mencapai Pantai Kuta yang sudah ramai dikunjungi oleh orang-orang.


Ryzel berdiri di depan tulisan Pantai Kuta dengan huruf besar, menatap tulisan besar di depannya dengan hati yang lega.


[Ding! Terdeteksi Anda telah berada di Pantai Kuta! Selamat Anda Mendapatkan Kemampuan Tempramen Dominasi, +50 Fisik, Kemampuan Peretasan Komputer level 4!]


"Sungguh?!"


Melihat hadiah yang didapatkan kali ini, Ryzel sangat terkejut. Dia berdiri dan sedikit tersentak, dengan ekspresi wajahnya yang stagnan.


[Ding! Proses integrasi sedang dilakukan!]


Duduk di atas kursi dalam diam, Ryzel mengalami proses integrasi kemampuan yang baru saja ia dapatkan.


Kurang dari 2 menit berselang, sepotong pengetahuan yang mendalam dapat diingat oleh Ryzel dengan jelas.


Mengingat pengetahuan ini, Ryzel terjatuh ke dalam perasaan senang. Dengan cekatan dia mengambil Jenbook untuk mencoba hal yang baru.


Pada saat ini, jari-jemari Ryzel menari-nari di atas keyboard virtual Jenbook. Layar pada Jenbook menampilkan sederet bahasa pemrograman yang mampu membuat orang bingung ketika melihatnya.


Ryzel sangat fokus menatap layar Jenbook, tenggelam dalam kegiatan yang misterius.


Durasi Ryzel duduk di depan Jenbook tidak sebentar, dia tetap berada di kursinya selama lebih dari 5 jam, bahkan dia melewati waktu makan siangnya.


Fisik yang dimiliki Ryzel mendukung kegiatan yang sedang ia lakukan sekarang, sama sekali tidak merasakan sakit setelah duduk berjam-jam di atas kursi dengan minum pergerakan tubuhnya, cuma jari tangannya yang bergerak.


Berbagai macam emosi ditampilkan oleh Ryzel sepanjang dirinya duduk di depan Jenbook. Ekspresi terkejut, marah, sedih, kecewa, dan senang, semuanya ada di wajah Ryzel ketika mengoperasikan suatu perangkat lunak di Jenbooknya.


Dia benar-benar berkonsentrasi untuk ini, bahkan dia tidak ingin kegiatannya ini berakhir begitu cepat.


Pada akhirnya, Ryzel memberhentikan kegiatannya yang sangat intens, setelah dirinya mendapatkan berbagai tangkapan layar dan beberapa video serta gambar yang dirahasiakan.

__ADS_1


"Hahaha!! Akhirnya, aku memegang kendali pada permainan ini!" Ryzel berdiri dari kursi dan berteriak bergumam sesuatu.


Dia sangat senang karena sudah mendapatkan tujuannya.


Setelah berjam-jam dirinya duduk untuk berjuang meraih tujuannya, tanpa minum, tanpa ke kamar mandi, tanpa makan, usahanya tidak sia-sia karena dia sudah memiliki hasil dari perjuangannya saat ini.


Wajar jika dia euforia karena keberhasilannya.


Tok-tok-tok!


Pintu kamar Ryzel tiba-tiba diketuk oleh seseorang dari luar.


Ryzel memberhentikan selebrasinya sejenak dan bergegas membuka pintu kamarnya.


Begitu Ryzel membuka pintunya, dia bisa melihat seorang wanita cantik luar negeri berdiri di depan pintunya.


"Permisi, bisakah kamu tidak berteriak—Aah! Kamu!"


Wanita ini tiba-tiba menunjuk ke wajah Ryzel sambil berteriak karena terkejut.


Ryzel tertegun dan menatap wanita yang menunjuknya dengan bingung.


Sosok wanita yang ada di hadapannya ini adalah wanita yang sempat ia tabrak ketika turun dari pesawat. Ryzel masih ingat jelas dengan wajah wanita ini yang terbilang cantik.


Setelah pertemuan ini, mereka berdua berbincang sejenak di depan kamar Ryzel mengobrol tentang sesuatu.


"Selamat tinggal, Ryzel! Jangan lupa nanti sore datang ke Pantai Kuta!"


"Ya, selamat tinggal!"


Masuk ke dalam kamar, terlihat di wajah Ryzel terdapat senyuman yang selama 2 hari ini tidak muncul.


Senyuman senang karena berinteraksi dengan seseorang yang dikenal.


Ternyata wanita yang bertemu dengannya ini berasal dari Negara Perancis, cukup jauh. Nama wanita ini adalah Abiella.


Terdengar cantik dan cocok dengan paras wajah wanita tersebut.


Abiella mengajak Ryzel pergi ke Pantai Kuta untuk melihat Sunset di sore hari nanti.


Ajakan ini tak bisa Ryzel tolak, lebih lagi orang yang mengajak merupakan wanita cantik.


Dengan begitu, dia akan pergi ke Pantai Kuta di sore hari bersama Abiella.


"Semuanya telah aku simpan. Seharusnya, semua benda ini sudah aman."

__ADS_1


__ADS_2