Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 197: Pergi ke Menara Eiffel


__ADS_3

Seruan Raffy tak sengaja membuat Ryzel sadar dan kembali ke dunia nyata.


Segera Ryzel mengesampingkan kemampuan luar biasa dan di luar nalar itu terlebih dahulu. Liburan dan bersenang-senang harus Ryzel sambut bersama dengan keluarganya sekarang.


Di malam hari, kemampuan itu akan Ryzel coba efeknya, apakah itu memang begitu berguna untuk bercocok tanam atau tidak.


Mereka semua berjalan di antara banyak orang, mendekati ke Menara Eiffel untuk melihat bangunan lebih jelas.


Raffy menampilkan ekspresi luar biasa melihat keindahan Menara Eiffel dari jarak dekat. Ini pertama kalinya Raffy bisa melihat bangunan yang ada di buku pembelajaran bahasa Inggris yang Ryzel berikan.


Ternyata bangunannya sangat besar dan tinggi. Raffy merasa dirinya kecil di hadapan bangunan tinggi ini.


Sebelum ke atas, Ryzel meminta salah satu pengawalnya yang berpura-pura menjadi pengunjung Menara Eiffel mengambil gambar dirinya bersama ketiga wanita nya dan Raffy.


Pemandangan Ryzel, Raffy, dan ketiga wanita cantik ini membuat semua orang menatap mereka dan mengagumi keindahan wajah mereka semua.


Banyak wanita yang patah hati setelah jatuh cinta melihat wajah Ryzel beberapa detik sebelumnya karena pada sesi foto ini, ketiga wanita Ryzel berpose mencium pipi Ryzel.


Raffy juga dicium oleh Abiella pipinya, dan pipi Raffy menjadi merah karena malu.


Menjadi pengawal Ryzel bukan pekerjaan yang mudah. Selain selalu mengikuti dan menjaga Ryzel agar tetap selamat, menjadi pengawal Ryzel juga diharuskan juga untuk tahan dari segala rasa iri.


Ryzel dengan wanitanya itu selalu saja mesra. Mau di mana pun mereka berada, tuannya ini selalu menemukan wanita dan tak lama langsung bermesraan seperti memang sudah berhubungan lama.


Untungnya, dua pengawal Ryzel memiliki pacar.


Sehabis pekerjaan mengawal Ryzel selesai, mereka berdua bilang bahwa mereka akan menikah di negara asal mereka.


Alasannya karena mereka tidak kuat lagi setelah melihat kemesraan Ryzel dengan wanitanya, itu sangat indah dan menghangatkan hati.


Sudah saatnya untuk mereka memiliki istri dan anak. Sendiri bukan suatu hal yang selalu baik.


Pada dasarnya, manusia juga membutuh seorang anak untuk meneruskan kisah perjalanan hidupnya.


Pada saat mereka asyik berfoto bersama, mata Ryzel menemukan seorang artis tanah air yang terkenal akan kekayaannya.


"Tahan sebentar, aku ingin bertemu seseorang. Kalian tunggu aku di sini," ujar Ryzel kepada mereka semua.


Setelah itu, Ryzel berjalan menuju ke suatu arah di mana orang-orang berjalan ke depan dan berdiri melihat kemegahan Menara Eiffel.


Sementara Ryzel menerobos berlawanan arah dengan orang-orang. Setiap orang yang dilewati Ryzel pasti mereka semua tersenyum karena telah mencium aroma wewangian dari tubuh Ryzel yang alami.


Tubuh Ryzel memang harum dan menyegarkan aromanya. Wangi yang tidak membuat orang merasa ingin muntah ketika menghirup terlalu banyak, dan juga tak begitu menyengat menusuk hidung. Aromanya lembut dan sopan ketikan dihirup dan dicium, mau itu jarak jauh atau jarak dekat.


Beberapa wanita melirik Ryzel dengan wajah yang merah merekah, begitu mereka berpapasan dengan Ryzel.


Jantung mereka memompa begitu cepat sesaat ketika melihat ketampanan dan temperamen Ryzel yang sangat jantan serta gagah.


Penampilan Ryzel pergabungan antara ketampanan pria Eropa, Amerika, dan Asia. Semuanya ada di sosok Ryzel. Ingin melihat pria yang manis dan lucu, pria jantan dan kuat, atau pria keren dan kekinian, itu tersemat di keseluruhan sosok Ryzel. Tidak ada yang ketinggalan.


Tidak heran jika wanita-wanita Ryzel menyukai penampilan Ryzel, dikarenakan Ryzel itu tipe pria idaman dan idealnya.


Apa yang mereka lihat, dirasakan juga oleh wanita-wanita yang sedang berjalan di trotoar lebar dekat Menara Eiffel.


Melewati berbagai orang di jalan, Ryzel akhirnya sampai di depan beberapa orang yang berdiri di trotoar jalan sedikit menghalangi pejalan dan pengunjung yang lain.


Berdiri di hadapan pria dan wanita yang tidak terlalu tua dan muda, Ryzel menyapa pria yang pernah ia lihat sebelumnya, "Halo, Bang Rapih Amat!"


Pria yang Ryzel kenal adalah Rapih Amat dan keluarganya yang sedang main ke Kota Paris.


Rapih Amat, seorang pria yang terkenal di dunia televisi karena sering muncul di acara hiburan, memiliki kepribadian yang lucu dan santai.


Dahulu kecil, sosok Rapih Amat ini kerap muncul di acara televisi kesukaan Ryzel saat ingin mencari hiburan.


Sekarang beliau ini masih eksis di televisi meski tidak begitu panas seperti dahulu karena sudah ada teknologi ponsel dan internet yang lebih maju sekarang.


Begitu Ryzel menyapa, Rapih Amat, istri, anaknya, dan timnya terkejut sekaligus bingung.


"Sayang, siapa pria tampan ini?" tanya Gigita, istri Rapih Amat ke suaminya yang berdiri di sebelah. Gigita menggendong salah satu anaknya yang masih kecil.


Rapih Amat tidak kenal dengan Ryzel, tetapi sepertinya ia pernah lihat sebelumnya di suatu tempat.


"Aku tidak tahu," jawab Rapih Amat dengan bingung. "Anu, kamu siapa?"


Melihat sosok Ryzel yang tidak terlalu terlihat seperti orang Indonesia, Rapih Amat mengatakan kalimat itu dengan hati-hati dan jelas.


"Aku Ryzel, Bang Rapih. Aku sering menonton kamu di televisi. Terima kasih telah menghiburku di saat itu."


Pada saat Ryzel mengucapkan namanya kepada Rapih Amat, semua timnya, bahkan istri Rapih sendiri seketika ingat dengan Ryzel.


Mata Rapih amat terbelalak sejenak kemudian dia menepuk bahu Ryzel yang cukup tinggi.


"Sial, kamu Ryzel? Pria yang sedang dicari-cari oleh banyak penggemar di Indonesia?!"


"Ya ... begitulah, hehe."


Ryzel mengusap pipinya yang sedikit gatal dengan senyum menawan di bibirnya.


Ketika Gigita dan wanita yang ada di tim Rapih Amat melihat senyuman ini, mereka tidak bisa menahan untuk tidak tersipu.

__ADS_1


Wanita-wanita yang bekerja sebagai pengasuh dan asisten pribadi di keluarga Rapih Amat tak kuasa menahan pesona Ryzel sehingga mereka hanya bisa menundukkan kepalanya sambil mencubit bajunya sebagai pelampiasan.


Gigita memukul tangan Rapih Amat dan mencubit suaminya.


"Aduh, sakit!" Rapih mengelus tangannya yang dicubit oleh istrinya sendiri.


Melihat reaksi mereka semua, Ryzel tahu bahwa penampilannya membuat para wanita ini terkena efeknya.


"Baru datang ke sini?" Ryzel memulai obrolan dari suasana yang canggung.


Rapih mengangguk. "Baru saja kami keluar dari hotel dan pergi menggunakan mobil ke sini."


Pantas saja, Ryzel tidak menemukan Rapih Amat dan tim sebelumnya.


Memanfaatkan momen kebetulan ini, sebuah ide muncul di benak Ryzel, dia ingin mengajak Rapih Amat untuk pergi bersama dengan rombongannya ke Menara Eiffel.


"Bang Rapih, apakah kamu ingin bergabung dengan rombonganku untuk jalan-jalan bersama ke atas Menara Eiffel dan juga ke sekitar taman di sini?" Ryzel mengajak Rapih Amat dalam bentuk pertanyaan.


Ajakan Ryzel tidak langsung disetujui, mereka semua berdiskusi singkat mengenai ajakan Ryzel yang tiba-tiba ini.


Istri Rapih Amat memberi persetujuan dan anggota tim Rapih Amat pun sama, mereka tidak keberatan sama sekali.


Asisten pribadi Rapih Amat juga tak masalah dengan ajakan Ryzel.


Mereka sangat setuju di dalam hatinya, keinginan mereka untuk melihat Ryzel lebih lama begitu besar.


Malah ini kesempatan mereka untuk bisa berlama-lama dengan Ryzel.


"Seperti yang kamu lihat, Ryzel. Aku menerima ajakan kamu." Rapih Amat tersenyum dan menepuk bahu Ryzel yang lebih tinggi dari kepalanya sendiri.


Tinggi Ryzel memang cukup mencolok di antara kerumunan orang-orang di sekitar Menara Eiffel ini. Dibandingkan dengan tinggi Rapih Amat, memang agak jauh berbeda.


"Baik, ikut aku, Bang Rapih, rombonganku ada di depan," kata Ryzel sambil menunjuk ke arah depan.


Gigita dan Rapih mengangguk hampir bersamaan, kemudian mereka berdua meminta semua tim jalan-jalannya mengikuti Ryzel.


Mereka semua penasaran dengan orang-orang yang ikut dengan Ryzel bersama ke Kota Paris.


Jelas, Ryzel ini pasti orang kaya. Rapih mengenali jam tangan dan pakaian yang ada di tubuh Ryzel. Harganya mahal dan tidak murah sama sekali.


Rapih dan Gigita belum tahu identitas Ryzel, mereka hanya tahu sekilas Ryzel karena kasus tentang Ryzel difitnah dan juga banyak mencari Ryzel di internet.


Mencari tentang ke mana Ryzel sehingga tidak melakukan siaran langsung luar ruangan lagi.


Di perjalanan ke rombongan Ryzel, kedua pria ini saling mengobrol dengan asyik.


Rapih Amat tahu tentang masalah Ryzel yang belum mau melakukan siaran langsung lagi karena sibuk jalan-jalan ke luar negeri.


Ryzel masih mengingat jelas pengalaman sebelumnya ke Kota Paris. Menoleh memandang Rapih di samping, kemudian dia menjawab, "Sebelum ke sini aku pergi ke Air Terjun Angel."


"Air Terjun Angel? Itu di Curug Gunung Salak, kan?" tebak Rapih Amat dengan spontan.


Istrinya yang mendengar ini langsung menampar pelan bahu suaminya. "Bukan, Sayang. Air Terjun Angel ada di Venezuela."


"Oh, kukira ada di Indonesia." Tangan Rapih terangkat dan menggaruk kepalanya.


"Bersama siapa kamu ke sini dan ke Venezuela? Apakah sendirian seperti sebelumnya di siaran langsung?" Gigita kali ini yang bertanya.


"Aku ke sini bersama adikku, ke Negara Venezuela juga sama," jawab Ryzel yang wajib tersenyum.


Gigita menahan pesona Ryzel meski pipinya mulai memerah.


"Di mana adik kamu sekarang? Apakah ada di rombongan kamu?"


"Benar." Ryzel mengangguk kejam, kemudian dia menunjuk ke suatu arah di depan. "Itu dia rombonganku."


Begitu Ryzel menunjuk, mereka semua mengarahkan pandangannya mengikuti di mana tangan Ryzel menunjuk.


Dengan hati yang tidak yakin, mereka berjalan mengikuti Ryzel sampai berhenti di depan tiga orang wanita cantik dan satu anak kecil yang hampir seusia dengan Apatar, anak Rapih Amat.


"Ini?" Wajah Rapih Amat terlihat sangat terkejut melihat ketiga wanita cantik di depannya.


Tangan Gigita mencengkeram Rapih Amat agar tidak melakukan hal yang aneh dengan tiga wanita cantik dan seksi ini.


Berikutnya, ucapan Ryzel segera mengejutkan mereka semua.


"Perkenalkan ini dua asisten pribadiku, Neha dan Mary. Wanita ini adalah pacarku, Abiella," ujar Ryzel kepada mereka semua.


Wajah Rapih Amat menjadi stagnan, tubuhnya tersentak mendengar ketiga wanita cantik ini adalah rombongan Ryzel.


Bukan hanya Rapih yang terkejut, Gigita dan tim Rapih Amat pun sama. Asisten pribadi Rapih Amat juga tercengang melihat penampilan dua asisten pribadi Ryzel.


Paras wajah ketiga wanita ini sangat tinggi, benar-benar mirip seorang model. Selain itu, tubuh ketiga wanita yang ada di depan mereka juga sangat seksi, bumper depan dan belakang sangat tepat. Besar dan bulat.


Sebagai pria, Rapih Amat benar-benar suka dengan tipe-tipe wanita seperti ini. Sayang sekali, dia sudah punya istri dan dua anak.


Tidak mungkin dia harus meninggalkan keluarganya tersayang demi wanita baru.


Jadi, Rapih hanya mengagumi kecantikan mereka bertiga.

__ADS_1


"Ini adikku, Raffy. Namanya hampir sama, haha."


Setelah mengenalkan semua rombongannya, ketiga wanita Ryzel berkenalan dengan Rapih Amat dan rombongannya menggunakan bahasa Inggris.


Ini membuat Rapih Amat kewalahan ketika berjabat tangan dengan tiga wanita Ryzel. Wanginya saja sungguh menggoda.


Melihat sosok Ryzel yang tampan dan menawan, Rapih Amat tidak lagi heran dan aneh. Hal yang wajar jika Abiella bisa menjadi pacar Ryzel.


Apatar berkenalan dengan Raffy, dan keduanya dengan cepat berteman.


Setelah sesi perkenalan singkat ini, mereka kembali berjalan dan berbaur bersama sembari mengobrol satu sama lain.


Ryzel dan Rapih Amat mengobrol membahas sesuatu yang ujung-ujungnya tentang uang, percintaan, dan wanita.


Sementara Abiella dan dua asisten pribadinya mengobrol bersama Gigita, obrolan mereka sama dengan obrolan wanita biasanya, tidak jauh dengan pakaian, kosmetik, dan hal-hal wanita yang lainnya.


Abiella bahkan membahas tentang anak bersama Gigita. Bertanya tentang bagaimana merawat anak, apa saja yang harus dipersiapkan, bagaimana melayani suami, dan masih banyak hal yang lainnya.


Tak lama kemudian, mereka pergi ke atas, membayar ratusan euro untuk tiketnya agar mereka semua bisa naik ke lift sampai ke puncak menara.


Sesampainya di puncak menara, mereka semua bisa melihat banyak wilayah di Kota Paris, seperti La Madeleine, Palais de Tokyo, Champs Elysées, Invalides, Arc de Triomphe, dan banyak yang lainnya.


"Sangat indah." Rapih Amat mengambil gambar pemandangan kota dari atas sini. Tentu saja bukan untuk komersial.


Ryzel juga ikut melakukan hal yang sama, mengambil beberapa foto untuk dirinya sendiri, ada sebagian kecil foto yang akan diunggah di media sosialnya.


"Bang Rapih, nanti kalian mampir ke mansion aku, itu mansionku ada di sana," ucap Ryzel sembari menunjuk ke bangunan yang ada di bawah, lumayan dekat dari Menara Eiffel berada.


Hal ini membuat Rapih Amat dan timnya kembali tercengang, ternyata Ryzel memiliki mansion besar.


Mereka mengira Ryzel ke Kota Paris ini dengan bermalam di hotel, sama halnya seperti mereka, ternyata Ryzel punya tempat tinggal sendiri di sini.


"Berapa umur kamu, Ryzel?" Rapih Amat bertanya dengan rasa ingin tahu yang besar.


Pasalnya, dia melihat Ryzel begitu muda tampilannya dan sama sekali tidak tua.


"Aku masih berumur sembilan belas tahun, beberapa bulan lagi aku akan berusia dua puluh tahun," jawab Ryzel dengan jujur tanpa berbohong.


Ryzel bahkan memberikan kartu tanda penduduk dan beberapa kartu yang ada informasi dasarnya ke Rapih Amat untuk dilihat.


Glup!


Gigita dan Rapih menelan ludah saat tahu Ryzel masih sangat mudah. Usia 20 tahun pun belum ada.


Pria muda ini lebih menakjubkan dari apa yang mereka perkirakan.


Rapih Amat mengembalikan kartu-kartu tersebut ke Ryzel, mereka semua percaya dengan Ryzel.


Sayangnya, apa yang Rapih ketahui sekarang masih belum seberapa dari informasi seluruhnya tentang Ryzel.


Masih ada di permukaan, mereka belum tahu apa-apa tentang identitas Ryzel yang sebenarnya.


Puas memandangi keindahan Kota Paris di ketinggian 300 meter lebih, mereka turun menggunakan lift untuk pergi makan siang bersama.


Mereka lama di bawah menara untuk mengobrol dan mengambil foto. Di lift hanya puluhan menit saja, kemudian mereka harus turun untuk bergantian dengan pengunjung yang lain.


Sebelum makan siang, mereka menyempatkan diri untuk mengelilingi taman yang ada di sekitar Menara Eiffel.


Taman Champs de Mars dan Taman Trocadero mereka kunjungi untuk duduk santai di padang rumput yang cukup luas.


Makan siang mereka tak perlu ke restoran mahal karena Ryzel mengajak mereka semua untuk pergi ke mansion miliknya.


Tidak perlu mengeluarkan uang, Ryzel bahkan yang membayar tiket masuk semua orang, termasuk Rapih Amat dan rombongannya.


Baginya, uang bukan segalanya, melainkan wanita dan keluarga itu segalanya.


Ryzel bisa menganggap seperti itu karena dia sudah ada di kondisi memiliki semuanya. Tak aneh dan sangat wajar.


Ketika Ryzel miskin, dia menganggap uang adalah segalanya.


Begitu mereka masuk ke dalam mansion, mereka semua dikejutkan oleh banyaknya pelayan Ryzel yang benar-benar seperti pelayan dari sebuah kerajaan atau keluarga kerajaan.


Mansion Ryzel sangat bagus, Rapih Amat dan yang lainnya tak bisa menahan rasa keterkejutannya.


Rapih Amat mengambil beberapa gambar interior mansion Ryzel.


Tak lama mereka menunggu sambil melihat-lihat ruangan di dalam mansion, pelayan datang ke masing-masing mereka untuk memintanya pergi ke ruang makan bersama.


Meja panjang yang super mewah dengan di atasnya terdapat banyak sekali hidangan lezat bisa dilihat oleh Rapih Amat dan yang lainnya.


Pemandangan ini benar-benar membuat mereka terkesan karena disambut begitu elegan layaknya keluarga kerajaan yang bertamu.


Sesuatu yang sudah bosan untuk mereka tanggapi dengan rasa terkejut muncul di depannya, yakni penampilan Ryzel makan yang sangat elegan dan penuh etiket. Temperamen Pangeran Ryzel tak sengaja dipancarkan.


Usai makan siang, Rapih Amat dan yang lainnya pergi ke ruang tamu untuk berbincang lebih dalam dan dekat.


Tepatnya, hanya Rapih Amat, Gigita, dan asisten pribadi saja yang mengobrol bersama Ryzel dan ketiga wanitanya.


Sementara itu, Raffy dan Apatar bermain bersama, diawasi oleh tim Rapih Amat dan beberapa pelayan mansion Ryzel.

__ADS_1


"Aku ingin tahu dari mana kekayaan kamu berasal, Ryzel."


__ADS_2