Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 118: Jajanan Bandung


__ADS_3

"Tidak tahu, Sayang. Mau lihat?" tanya pria yang duduk bersama wanita ini.


Mereka berdua tampak tampak seperti pasangan.


Namun, ada hal yang mengejutkan dari keduanya. Jikalau Ryzel melihat wajah dari wanita ini, dia pasti akan terkejut karena wanita ini adalah Salsa, seorang mantan pacar Ryzel yang jahat.


Dia tidak malu untuk bermain di sekitar sini, padahal dia pernah ke sini dengan pria lain.


Kelihatan jelas Salsa sudah memiliki pacar baru, pria barunya ini tidak lebih tampak dari mantan pacar yang sebelumnya, pacar teman Rani.


Kalau boleh jujur, wajah pria Salsa yang baru sangat rata-rata, tidak tahu mengapa Salsa mau berpacaran dengan pria satu ini.


Salsa menggelengkan kepalanya ke kiri dan kanan dengan cepat. "Tidak, aku malas ke sana."


"Baiklah, tak usah ke sana kalau begitu." Pacar Salsa tidak peduli dengan ini dan dia mulai memakan lagi jajanan yang dia beli. "Habis ini, kita ke hotel, ya."


Mata pacar Salsa menatap Salsa dengan wajah yang gembira bagai anak kecil yang sudah senang ingin dibelikan mainan.


"Ya, nanti ke hotel, tetapi kami harus membelikan aku skincare," kata Salsa dengan nada yang jutek dan datar.


"Bukannya skincare sudah aku belikan beberapa hari yang lalu?"


"Beberapa hari yang lalu? Itu sudah dua Minggu lamanya. Skincare yang kamu belikan sudah hampir habis.".


"Ya, baiklah. Nanti aku belikan," kata pacar Salsa dengan kepahitan di ujung mulutnya.


Keinginan Salsa tidak bisa ditolak dan harus dilaksanakan dengan baik, jika tidak, dia takkan bisa mendapatkan keuntungan dari Salsa.


Mendengar jawaban dari pacarnya, Salsa tersenyum senang dan tidak dingin, dia memeluk tangan pacarnya dengan suasana hati yang senang.


Pacarnya pun memanjakan Salsa, tetapi ada sesuatu yang salah dari ekspresi wajahnya.


Setelah Ryzel melayani para penggemarnya berfoto bersama, Ryzel ditarik oleh Rina dan Rani ke sebuah hotel.


Keduanya mengingatkan Ryzel untuk segera memesan kamar hotel sebelum kehabisan.


Akan tetapi, Ryzel tampaknya terlambat dan dia kesulitan dalam mencari kamar hotel.


Untungnya, ada sebuah hotel yang tak terlalu murah dan mahal, tetapi jaraknya lumayan jauh dari alun-alun, tetapi Ryzel tidak mempermasalahkan hal ini.

__ADS_1


Paling penting adalah dia bisa tidur di tempat yang layak.


Percuma saja dia memiliki uang banyak apabila tidak digunakan.


Bicara soal uang, Ryzel memiliki rencana untuk menyumbangkan uang setiap Minggu dengan memakai uang pribadi, bukan uang dari donasi para penggemarnya.


Sumbangan yang akan Ryzel berika tentu dibedakan dengan donasi yang dikumpulkan dari uang penggemar.


Hal ini dilakukan untuk tidak selalu membantu di kategori yang sama. Ryzel uangnya dipakai untuk menyumbangkan sekolah yang jelek dan membangun sekolah di segala penjuru Indonesia, terutama di area yang masih banyak desa-desa dan sulit diakses.


Totalnya 500 juta per Minggu, 2 miliar lebih setiap bulannya.


Ryezel tidak takut uangnya habis, malah dia senang uangnya bisa berguna dan tak hanya disimpan saja di dalam bank.


Dia percaya dengan Sistem, uang yang disumbangkan ke banyak lembaga akan diganti oleh Sistem dengan tugas masuknya.


Membantu orang tidak akan membuatnya terpuruk dan jatuh ke dalam kesulitan.


Usai meletakkan barang di kamar hotel, dia kembali dengan membawa tas berisikan peralatan siaran langsung dan alat berguna yang lainnya, bertemu dengan Rina dan Rani di lobby hotel.


Mereka bertiga berjalan-jalan di sekitar hotel sambil melihat keramaian di malam hari ini.


Di sepanjang jalan banyak orang yang berjualan petasan dalam jumlah yang banyak, Ryzel tertarik dengan ini, tetapi niatnya langsung ditahan oleh kedua wanita yang bersamanya di malam hari ini.


Wanita tetaplah wanita, mereka berdua melarang Ryzel bermain petasan sambil siaran langsung karena itu berbahaya untuk dilakukan.


Bukan hanya itu saja, bahkan akan berdampak buruk bagi orang-orang yang menonton siaran langsung Ryzel.


Pasti ada anak kecil yang di bawah umur di ruang siaran langsung Ryzel saat ini.


Ditakutkan mereka mengikuti apa yang Ryzel lakukan, tak peduli baik dan buruknya. Paling penting adalah mengikuti dan ikut menjalankan segala sesuatu yang pernah idola lakukan.


Dengan demikian, Ryzel mengurungkan niatnya untuk membeli kembang api.


"Daripada membeli benda yang bisa meledak itu, lebih baik kita membeli jajanan lagi sambil makan malam bersama. Bagaimana?" Rina menatap Ryzel yang berjalan di sampingnya beriringan.


Melirik Rina, Ryzel terdiam untuk waktu yang singkat, kemudian dia mengangguk sebagai respons. "Seperti biasa, kalian berdua yang memilih, aku tidak begitu tahu jajanan di Bandung. Kalau peuyeum aku tahu dan berbagai jenis makanan olahan aci."


"Baiklah," kata Rina yang senang dengan pilihan Ryzel. "Ada makanan yang ingin aku kenalkan kepadamu."

__ADS_1


"Apa itu?" Mata Ryzel terlihat tertarik dengan makanan yang misterius itu. Ryzel tidak begitu tahu dengan makanan khas Bandung.


Tahunya hanya cireng, cilok, bakso aci, dan cilor. Selebihnya, dia sama sekali tak tahu.


"*****, eh cipuk," kata Rina dengan wajah yang merona merah.


"???"


Mendengar nama makanan yang dimaksud Rina, Ryzel terkejut dengan tanda tanya di wajahnya.


Mengapa namanya terlalu ambigu. Ternyata Rina salah menyebut nama makanan.


Menyingkirkan keanehan dari kesalahan Rina dalam berkata, Ryzel bertanya dengan rasa penasaran di wajahnya, "Makanan apa itu?"


"Cipuk makanan yang sudah banyak dijual di sekitar Bandung. Cipuk adalah nama makanan dari singkatan Aci dan Kerupuk, olahan aci ini diberi remahan kerupuk yang nantinya diberi bumbu bubuk. Kamu coba saja, lumayan enak untuk jajanan ringan," terang Rina dengan kata-kata yang lumayan jelas dan mudah dicerna.


Usai mendengar deskripsi makanan cipuk dari Rina, Ryzel menjadi penasaran dengan makanannya.


Dengan demikian, mereka bertiga berjalan menuju tempat orang yang berjualan cipuk di malam hari.


Sambil berjalan Ryzel mengaktifkan ruang siaran langsungnya, sekarang sudah jam setengah 10 malam yang di mana tidak akan lama lagi akan jam 12 malam.


Selama menunggu pergantian tahun, Ryzel ingin ditemani oleh para penggemarnya melalui siaran langsung.


Kemungkinan besar dia akan merayakan tahun Baru di luar hotel bersama wanita kembar seiras ini.


Waktu yang dibutuhkan mereka untuk jajan lebih dari 1 jam karena banyaknya pengunjung dan orang-orang banyak yang keluar rumah untuk ikut meramaikan malam pergantian tahun ini.


Tak heran jika banyak orang yang jajan dan membeli makanan.


Setelah berhasil membeli banyak jajanan yang ada di sekitar alun-alun dan area hotel Ryzel, mereka bertiga pergi ke tempat duduk umum yang ada di trotoar jalan raya.


Cukup sulit untuk bisa duduk di pinggir jalan atau trotoar, mereka saja menghabiskan waktu lebih dari setengah jam untuk mencari tempat duduk.


Hasilnya, mereka bertiga duduk di tempat duduk umum dekat hotel Ryzel.


Bukan hanya Ryzel yang menginap di hotel tersebut, kedua wanita ini pun menginap di sini untuk satu malam saja, besok siang mereka akan pergi.


Mereka sudah memperkirakan bahwa mereka tak bisa pulang ke asrama malam ini karena di luar sangat ramai.

__ADS_1


"Apa kalian tahu jajanan ***** Bandung?"


__ADS_2