Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 43: Hadiah Masuk Keren


__ADS_3

Komentar mereka sangat variasinya, tidak sedikit tebakan mereka yang di luar prediksi orang yang sedikit rasional.


“Apakah kamu ingin pergi ke Badai Great Red Spot Jupiter?“


“Pasti kamu mau pergi ke rumahku, ya? Aku lagi sendiri, loh. Aku siap menemani kamu di malam hari sampai berkeringat deras.“


“Aku tebak Ryzel mau ke India!“


“Kurasa Ryzel kali ini mau pergi ke dunia paralel.“


“Menurut mimpi yang aku alami semalam, aku tebak kamu mau ke dunia anime dan bertemu waifu berdada besar.“


“…”


Kebanyakan dari tebakan mereka itu salah, banyak sekali yang menjawab dengan asal dan tidak masuk akal.


Terlebih komentar terakhir di ruang siaran langsung yang Ryzel baca, pengirim komentarnya adalah pencinta anime, tidak heran komentar yang dikirimkan sangat bersifat anime.


“Simpan tebakan kalian, jawabannya akan diberitahukan setelah aku siaran langsung kedua pada hari ini. Sekarang, kalian menikmati perjalananku menuju Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi.“


Di depannya terdapat taksi yang telah dipesannya. Melihat waktu yang makin mepet dan tipis, Ryzel harus bergerak cepat demi mengejar waktu.


Setelah itu, Ryzel masuk ke dalam mobil lalu supir melajukan mobil mengikuti rute jalan ke arah lokasi bandara.


Selama di mobil, kamera kerap kali diarahkan ke luar mobil, para penontonnya bisa melihat pemandangan asri dan alami di wilayah daratan Pulau Phuket.


Pada pagi hari lebih terasa suasananya yang memanjakan mata dan membuat tubuh merasa nyaman.


Di dalam mobil, Ryzel juga mengobrol dan membacakan rentetan komentar yang bergulir di ruang siaran langsung miliknya.


“Yochi dan Tan hari ini pulang, aku sudah berpamitan dengan mereka dari semalam,” ujar Ryzel setelah membaca salah satu komentar.


Komentar tersebut menanyakan tentang Yochi dan Tan. Sebenarnya, banyak yang menanyakan mereka berdua, tetapi yang sempat Ryzel baca hanya komentar ini, banyak komentar yang menenggelamkan komentar lain sehingga tak sengaja tidak dibaca.


“Aku pergi sesudah pamitan dengan mereka, mereka sudah tahu aku akan pergi. Tenang saja.“


Hampir 1 jam berselang Ryzel di dalam mobil, ia akhirnya sampai di lokasi tujuan, yaitu Bandara Internasional Suvarnabhumi.


Ryzel segera izin untuk mengakhiri siaran langsung kepada 84.000 orang yang menonton siaran langsung. Banyak dari mereka yang tidak setuju, tetapi Ryzel tak bisa memenuhi kemauan mereka lantaran begitu sampai di bandara, ia harus lekas pergi ke pesawat, waktunya sudah terlalu sedikit.


“Terima kasih, Pak.“ Ryzel tersenyum sambil membenarkan posisi kedua tas di tubuhnya.

__ADS_1


“Sama-sama. Sebentar, kembaliannya saya ambilkan dahulu.“ Pria tua yang menjadi supir taksi Ryzel hendak mencari uang kembalian.


Namun, Ryzel menahannya dan berkata bahwa itu tidak perlu.


“Kembaliannya buat Bapak saja, terima kasih, Pak. Tetap semangat!“ Ryzel melambaikan tangannya dan berbalik menuju pintu masuk bandara.


Pria tua itu terdiam sejenak dengan arah pandangannya terpaku pada sosok belakang Ryzel yang makin lama makin menjauh.


“Anak yang baik. Semoga generasi muda selanjutnya banyak yang memiliki sifat baiknya,” gumam Pria tua tersebut dengan senyum lebar di wajahnya.


Setelahnya, Pria itu masuk ke mobil dan kembali menjalan tugasnya sebagai supir taksi daring.


Di dalam pesawat, Ryzel sibuk mengedit video dari rekaman ulang siaran langsung yang ia simpan, rencananya ia akan memotongnya menjadi beberapa video pendek, sama seperti sebelumnya.


Waktu masih tersisa banyak. Selebihnya, Ryzel menghabiskan waktu di dalam pesawat dengan tidur nyenyak.


Tak terasa 7 jam berlalu begitu saja, dan pesawat berhasil mendarat dengan aman di Bandara Internasional Luang Prabang.


Saat masih di atas udara, mata Ryzel sudah menangkap penampilan bandar udara tersebut yang mirip dengan bangunan tradisional.


Sangat unik dan kental rumah adat dari negara ini, Ryzel cukup menyukaimu visual dari luar bangunan bandara.


[Ding! Terdeteksi Anda Telah Berada di Luang Prabang! Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Mendapatkan Afinitas Binatang, Uang 275 Miliar KIP Laos, Kemampuan Berbahasa Lao Level 4!]


[Apakah Anda ingin mengintegrasikan kemampuan?]


Ryzel sudah mengantisipasi hal ini, dia sudah duduk di kursi bandara dan siap untuk mengalami integrasi kemampuan sekali lagi.


“Iya, lakukan sekarang, Sistem!“ Ryzel berkata di dalam hatinya dengan yakin.


[Mulai proses integrasi ….]


Sebuah pengetahuan baru lagi-lagi dimasukkan ke dalam otak Ryzel dengan diiringi sensasi seperti kesemutan yang tak tertahankan.


Ryzel sudah terbiasa, reaksinya tidak seheboh sebelumnya walaupun masih tampak kesakitan.


Selain rasa kesemutan, Ryzel juga merasakan sebuah energi aneh yang masuk ke tubuhnya, seolah-olah ada sesuatu yang melapisi tubuhnya.


Namun, Ryzel tidak yakin dengan sesuatu apa itu, yang pasti membuat tubuh Ryzel menjadi lebih baik.


Kurang dari 3 menit Ryzel mengalami proses integrasi, akhirnya Ryzel kembali normal dengan perasaan yang baru.

__ADS_1


Pada saat ini, Ryzel sudah mengerti apa arti tulisan yang tertera di beberapa bagian bandara. Kemampuan Berbahasa Lao yang membuat Ryzel dapat mengaplikasikan bahasa Lao dalam penggunaan berinteraksi, membaca, dan mendengar dengan baik.


Kemampuan ini memudahkan Ryzel berkomunikasi dengan warga lokal di Luang Prabang.


Namun, selain kemampuan tersebut, ada hadiah dari tugas masuk yang membuat dirinya terpana, yaitu Afinitas Binatang.


Begitu Ryzel bingung dengan hadiah ini, Sistem dengan baik menampilkan sebuah layar virtual yang menerangkan hadiah tersebut untuk Ryzel.


[Afinitas Binatang merupakan bakat yang dapat menarik simpati dan memudahkan Tuan Rumah dalam mendekatkan diri dengan semua binatang. Binatang apa pun akan merasa akrab dengan Tuan Rumah, bukan suatu yang mustahil lagi bagi Anda untuk berteman dengan mereka layaknya seorang manusia.]


[Semua binatang bisa memahami perkataan Anda, tetapi Anda tidak bisa memahami ucapan mereka.]


Setelah membaca keterangan kemampuan, ia makin tercengang hingga matanya membesar dan membulat.


Hadiah yang sangat luar biasa. Tidak terbayang dirinya bisa minum kopi bersama gorila nanti, pasti pemandangan itu sangat keren.


Dan terakhir, hadiahnya berupa uang dan secara otomatis telah Sistem berikan ke dalam rekening bank milik Ryzel.


Uang 275 miliar Kip Laos setara dengan 240 miliar rupiah lebih beberapa ratus juta.


Hadiah ini juga bukan hadiah yang biasa. Pada zaman ini yang orang-orang makin banyak dan saingan pekerjaan makin ketat, mencari uang bukan suatu hal yang mudah.


Dengan demikian, Ryzel sangat menghargai uang yang berasal dari Sistem ini.


Usai memastikan integrasi selesai dilaksanakan dan tidak ada efek samping yang ia rasakan, Ryzel beranjak pergi dari bandara.


Ryzel sudah memesan minibus untuk bisa sampai di tempat penginapan sederhana di dekat bandara, jarak beberapa kilometer dari lokasi bandara.


Tentunya Ryzel sudah menukarkan uang menjadi mata uang KIP Laos, sekitar 20 juta KIP Ryzel tukarkan, tak perlu banyak-banyak.


Belajar dari kesalahan sebelumnya, ia menukarkan uang ke mata uang negara Thailand, tetapi itu kelebihan. Pengeluarannya tidak sebanyak uang yang ditukarkan.


Jadi, ia memberikan uang yang tersisa ke beberapa orang yang membutuhkan di Phuket.


Hotel yang menjadi tempat inap Ryzel memiliki arsitektur bangunan yang terasa tradisional dan sederhana, tetapi masih ada sentuhan modern yang digabungkan, Ryzel bisa menemukan rasa modern di beberapa titik wilayah hotel.


Selain itu, terdapat kolam renang luar ruangan cukup bagus dan sangat bersih, Ryzel berniat untuk berenang di malam hari di sana.


“Halo, Yochi?“


“Aku baru saja tiba di hotel. Ya, aku baik-baik saja di sini.“

__ADS_1


__ADS_2