
Alih-alih terkejut, Abiella membalikkan tubuhnya menghadap Ryzel, menyentuh bagian bawah tubuh Ryzel.
Dengan wajah yang menggoda dan mata yang seduktif, Abiella membalas ucapan Ryzel tepat di telinganya, "Sayangnya, kamu sudah salah memeluk seseorang karena kamu sudah memeluk pawangmu sendiri."
Setelah mengatakan itu, Abiella secara inisiatif mencium bibir Ryzel dengan gaya Prancis .
Bibir Abiella meremas bibir Ryzel sekilas, kemudian mengirimkan lidahnya untuk bertemu lidah Ryzel. Gerakan mereka terlihat intens, bahkan tangan Abiella menyentuh leher Ryzel untuk membantu mendekatkan mereka berdua.
Setelah beberapa saat terbiasa, Ryzel menggendong tubuh Abiella dan ditaruh ke atas tepi kolam.
"Mengapa berhenti? Kamu tidak kuat?" tanya Abiella yang masih menjalankan aktingnya yang memiliki sifat mendominasi.
Ryzel hanya diam memandang Abiella dengan senyuman tipis di wajahnya.
Alis Abiella terangkat naik melihat Ryzel yang menatapnya.
Di detik berikutnya, tangan Ryzel menyambar untuk membuka bikin yang dikenakan Abiella.
Gerakan Ryzel membuat Abiella terkejut, beberapa detik selanjutnya dia tersenyum dan membantu Ryzel membuka bikininya.
Dua bua bola besar dengan puncak berwarna merah muda yang mengarah ke depan terlihat di dalam mata Ryzel.
Tanpa banyak basa-basi lagi, Ryzel bermain dengan kedua bola ini dan menguji kekenyalannya.
Suara manis yang menggoda terdengar di telinga Ryzel. Mulut Abiella mengeluarkan suara yang membuatnya makin terangsang.
"Ya, terus lakukan itu, Ryzel, umm~...."
Kepala Ryzel dielus-elus Abiella penuh kasih sayang bagai seorang anak kecil yang disayang oleh ibunya.
Berikutnya, Abiella memeluk kepala Ryzel saking nikmatnya gerakan lidah Ryzel yang menjelajahi kedua gunung miliknya.
Tubuh Abiella bergetar sambil mendekap seluruh kepala Ryzel ke dalam jurang di antara kedua gunung hingga kedua kaki Abiella mengurung pinggul Ryzel agar tidak ke mana-mana.
Kegiatan mereka tetap berlanjut di kolam renang.
Abiella membuka seluruh pakaiannya lalu ikut berendam bersama Ryzel.
Di dalam kolam renang, mereka berdua kembali bermesraan tanpa melakukan kegiatan intinya.
Mereka berdua saling memanjakan satu sama lain, di antara mereka ada percikan suka, tetapi perasaan Ryzel kepada Abiella tidak terlalu naik, sedangkan Abiella sebaliknya.
Dia sangat mencintai Ryzel, terlebih melihat cara dia memperlakukan wanita begitu perhatian dan pengertian, tahu bagian mana yang wanita suka.
Sesi di kolam renang tak berlangsung lama, di sana mereka hanya berciuman dan meremas satu dengan yang lainnya. Abiella yang sering diremas oleh Ryzel, entah itu kedua gunung atau sesuatu yang kenyal di dekat pinggul.
"Kulihat kamu sudah lihai dalam memperlakukan wanita dalam kegiatan itu. Jangan bilang kamu sering bermain dengan wanita, ya?"
Di atas kasur, Abiella sudah tak mengenakan apa pun pada tubuhnya, dia menatap Ryzel yang sedang melepas pakaiannya di depan kasur.
Ryzel yang baru saja melepas bajunya yang basah seketika terdiam dan melirik Abiella yang terbaring dengan gaya yang panas.
Akan tetapi, Ryzel hanya diam dan menatap Abiella dari jauh.
Melihat Ryzel yang bereaksi seperti ini, Abiella tersenyum dan kembali berkata, "Lupakan, itu tidak penting. Ayo buka bajumu, aku sudah tidak sabar!"
Segera, Ryzel melanjutkan membuka celananya di depan mata Abiella, memperlihatkan adik besarnya yang begitu panjang dan tegap.
__ADS_1
Mata Abiella hampir keluar melihat ini, dia tak menyangka Ryzel punya sesuatu tersebut dengan ukuran sangat besar dan panjang.
Di permukaan wajahnya, Abiella tampak tidak takut, dia bahkan memberi isyarat kepada Ryzel untuk naik ke atas kasur.
Jari telunjuknya bergerak membentuk kail pancing, Abiella menatap Ryzel dengan mata seduktif sembari mengigit jari telunjuk lainnya.
Sebenarnya, di dalam hati Abiella sudah ketakutan, tak bisa dibayangkan betapa sesaknya benda seperti itu masuk ke dalam Hole yang kecil.
Sebagai wanita yang kuat, Abiella tidak gentar oleh tampilan keperkasaan Ryzel. Dia menghadapinya dengan mental yang berani.
Adegan selanjutnya terjadi, Ryzel dan Abiella melakukan persiapan untuk kegiatan tersebut.
Pipi Abiella sangat merah, dia terlihat malu, tidak berani seperti sebelumnya. Di hadapan benda Ryzel dia luluh dan tak lagi bersikap keras seolah wanita pemberani.
Namun, sifat pemalunya menghilang begitu adik besar Ryzel berhasil menjebol gawang Abiella.
Sedikit darah keluar dari gawang tersebut, dikatakan penjaga gawang masih disegel dan sangat sempit untuk diloloskan.
Melihat ini, Ryzel terkejut menatap wajah Abiella yang menampilkan seringainya.
"Kamu belum pernah melakukan itu?" tanya Ryzel dengan intonasi suara orang yang tak percaya.
Senyum Abiella melebar dan dia menjawab sembari menahan rasa perih di bagian bawahnya, "Tentu saja. Kamu menganggapku sebagai seorang tante-tante?"
"Tidak. Aku melihat kamu begitu pemberani, kukira kamu memang sudah pernah melakukan itu."
"Kamu tahu? Aku berani seperti ini karena di sekelilingku banyak orang yang mesum. Jadi, aku tidak begitu takut, lagi pula aku bisa bertarung."
Setelah berbincang sejenak, Ryzel mendapatkan informasi lagi tentang Abiella, wanita ini memiliki mental yang cukup kuat.
Saking siapnya terjun ke dunia model, Abiella sampai-sampai belajar seni bela diri Taekwondo.
Hal yang membuat bingung adalah, wanita cantik ini rela memberikan kehormatannya untuk Ryzel.
Selama lebih dari 4 jam mereka bermain di kamar Ryzel, keduanya menghentikan kegiatannya lantaran Abiella tak sanggup lagi melawan Ryzel.
Meskipun stamina Abiella bisa dikatakan jauh lebih tinggi dari wanita lain, dia tetap tidak bisa mengalahkan Ryzel.
Stamina Ryzel seperti 60 orang dewasa, itu takkan habis meski satu Minggu melakukan hal tersebut tanpa berhenti.
Pada saat ini, Abiella berada di atas tubuh Ryzel yang tak mengenakan pakaian apa-apa, dia memeluk tubuh Ryzel dengan dada yang terengah-engah.
"Aku tidak pernah berpikir akan bertemu seorang pria yang dapat memberiku kepuasan ekstrem seperti ini," gumam Abiella yang basah oleh keringat dari dirinya dan Ryzel.
Ryzel tersenyum dan diam sembari menyibakkan rambut Abiella yang menutupi dahinya.
"Ryzel," panggil Abiella dengan nada suara yang manja.
Lengkungan sudut mulut Ryzel terbentuk, dan dia menyahut, "Ya?"
"Apakah kamu suka aku?" tanya Abiella melirik Ryzel dengan tatapan yang serius.
Mendengar pertanyaan tiba-tiba Abiella, Ryzel sedikit tersentak dan terdiam beberapa saat.
"Aku suka kamu, tetapi aku masih belum bisa mencintaimu," jawab Ryzel dengan mata yang dipenuhi perasaan rumit.
Melihat Ryzel yang seperti ini, Abiella mengubah posisinya dan sedikit mengangkat tubuhnya untuk memandang Ryzel secara langsung.
__ADS_1
"Aku senang kamu menyukaiku. Aku tidak mengharapkan kamu mencintaiku, disukai olehmu saja aku sudah senang sekali. Ryzel, terima kasih telah bersedia melakukan ini denganku."
Pandangan mata Ryzel kepada Abiella berubah, pipinya bergetar dan memancarkan perasaan bingung.
Abiella tersenyum dan membelai pipi Ryzel penuh sayang.
"Aku menganggapmu sebagai sesuatu benda yang memiliki nilai tinggi, wajar jika kamu belum bisa mencintaiku. Aku akui, nilaiku belum sebanding denganmu, Ryzel. Jangan memikirkan tentang peristiwa ini, oke? Aku ingin kamu bahagia. Satu lagi, kegiatan ini atas dasar kemauanku, kamu tak perlu merasa begitu bertanggung jawab. Setelah aku kembali ke negaraku, anggap saja peristiwa ini tidak terjadi."
"Tidak bisa, aku akan tetap mengingat peristiwa ini." Ryzel menjadi tegas dan memandang Abiella dengan tatapan yang eksplisit. "Maafkan aku, ini permasalahan hatiku yang entah mengapa sulit untuk mencintai seorang wanita."
"Aku mengerti. Mungkin aku bukan orang tepat untuk hatimu karena itu kamu belum bisa mencintaiku. Jangan memikirkan tentang ini, aku tidak apa-apa, aku bahagia bisa bertemu denganmu, Ryzel," kata Abiella dengan senyuman yang tulus.
Melihat sikap Abiella yang sangat lapang dada, membuat Ryzel makin membenci dirinya yang benar-benar kejam dan sangat egois.
Sebenarnya, dia ingin sekali mencintai wanita lagi, tetapi hatinya sulit untuk itu. Luka yang dahulu masih memiliki efek besar bagi hatinya. Jauh di lubuk hatinya, dia takut wanitanya kelak meninggalkan dirinya.
Saat Salsa meninggalkan dia, kondisi itu Ryzel mengeluarkan seluruh tenaganya untuk Salsa, tetapi balasan yang ia terima adalah kotoran anjing atas usaha besarnya.
Sangat takut kejadian tersebut terulang lagi.
Mata Abiella memandang kedua kedua mata Ryzel yang bergetar seolah mencerminkan dirinya sedang memikirkan sesuatu begitu rumit.
Dengan cekatan, Abiella menempelkan pipinya ke pipi Ryzel dengan rasa sayang yang tak terhingga. "Berhenti memikirkan aku. Aku baik-baik saja. Aku tak masalah apabila kamu tak bisa mencintaiku, bahkan aku tidak merasa menyesal melakukan hal ini denganmu. Aku sangat bahagia, Ryzel. Terima kasih banyak."
Sorot mata Ryzel melebar, kemudian dia memeluk Abiella dengan erat. Di dalam hati Ryzel, dia mengucapkan kata maaf ratusan kali untuk Abiella dan wanita lainnya.
Beberapa saat kemudian, Ryzel berdiri di depan kamar bersama Abiella yang sudah mengenakan pakaian yang rapi.
Keduanya ingin pergi ke kamar Abiella, Ryzel mengantarkan Abiella ke kamar karena ini sudah sangat larut malam.
Melihat Abiella yang sudah siap, Ryzel mengambil tangan Abiella dan memimpin jalan.
Abiella tersenyum melihat gerakan Ryzel, dan dia menyandarkan kepalanya ke tangan kanan Ryzel penuh kebahagiaan di wajahnya.
Setelah Ryzel mengantarkan Abiella sampai kamar dengan selamat. Ryzel langsung kembali lagi ke kamarnya untuk pergi tidur.
Hari ini tidak ada tugas masuk, Sistem tidak memberinya tugas, padahal ini sudah jam 12 malam lewat beberapa menit. Biasanya, Sistem memberikan tugas masuk di jam 12 malam pergantian hari.
Berbaring di atas tempat tidur, Ryzel menatap langit-langit kamar dengan pandangan yang bingung.
Omong-omong, tempat tidurnya sudah diganti seprei dan selimutnya, Ryzel meminta pihak hotel untuk melakukannya, mereka punya performa kerja yang sangat cepat.
Dia sedang memikirkan sesuatu di kepalanya.
Tidak hanya satu, tetapi banyak sesuatu yang ia pikirkan sekarang.
"Semoga saja besok adalah hari yang indah."
Beberapa menit berselang, Ryzel tertidur dengan keadaan mental yang lelah.
Keesokan harinya, di pagi hari yang sejuk dan cerah, Ryzel telah mandi dan sarapan, kini dia sedang duduk di atas kursi memandang layar Jenbook dengan ekspresi yang datar.
Di dalam layar Jenbook, terdapat sebuah video yang menampilkan sebuah keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu, serta satu anak perempuan yang agak dewasa. Keluarga ini berbicara tentang sesuatu secara bergantian.
Ryzel yang melihat ini menjadi terdiam dan menyaksikan video sampai habis.
"Kami mengatakan sekali lagi untuk mengundang Ryzel melakukan pertemuan tertutup membahas permasalahan ini secara tatap muka. Kami akan selalu menunggu kamu menerima undangan kami."
__ADS_1