Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 161: Memikirkan Keanehan Diri


__ADS_3

Pusaran awan hitam terbentuk di langit membentuk spiral besar yang besar.


Langit yang biru dalam sekejap menjadi gelap dan digantikan oleh awan mending yang berputar mengelilingi sebuah titik di tengah.


Selain berputar, awan ini menjulang secara vertikal dan memunculkan beberapa busur petir yang bercahaya.


Pemandangan ini disaksikan oleh para kru kapal, Soomin, dan Raffy.


Apa yang sekarang terjadi membuat mereka terkejut tak tertahankan, mereka memandang Ryzel seperti seorang makhluk legendaris yang punya kekuatan super yang tak masuk di akal.


Untuk Raffy, dia menatap Ryzel lebih dengan kekaguman yang tak terlukiskan. Dengan pemandangan ini menjadikan Ryzel sebagai idola Raffy seumur hidup.


Tidak lama setelah awan hitam itu berkumpul tepat di atas mereka, hujan deras turun dan angin laut yang keras mulai membuat kapal yang ditumpangi Soomin dan Raffy terombang-ambing.


Melihat ini, semua orang di kapal menjadi takut cemas, dan mereka secara serentak memanggil Ryzel yang masih menunggangi paus orca.


"Ryzel, berhenti! Jangan membuat hujan di laut ini!" Soomin berteriak kencang dengan harapan suaranya terdengar oleh Ryzel.


Raffy juga menjadi sadar bahwa perbuatan Ryzel sudah mulai membahayakan mereka semua sehingga harus dihentikan sekarang juga sebelum terlambat.


Dengan suara yang nyaring, Raffy memanggil Ryzel penuh kecemasan, "Bang Ryzel, hentikan hujan ini! Raffy dan Kak Soomin akan tenggelam!"


Tepat setelah Raffy mengatakan itu, Ryzel yang dipenuhi oleh aura biru laut tiba-tiba menurunkan trisulanya ke arah langit dan pancaran sinar di matanya perlahan menghilang.


Pada saat ini, Ryzel langsung tersadar dengan apa yang terjadi kepadanya, dia memandang seluruh tubuhnya tampak dipenuhi otot yang jauh lebih padat dari sebelumnya, juga angin biru yang mengitari seluruh tubuhnya.


"Trisula ini ...." Ryzel memandang sejenak trisula di tangan kanannya, kemudian matanya yang bingung menjadi tegas.


Mengangkat kepalanya tinggi-tinggi, Ryzel berkata dengan suara yang lantang, "Demi diriku sendiri, aku ingin hujan pergi dan biarkan cahaya matahari kembali lagi!"


Usai kalimat Ryzel keluar dari mulutnya, pemandangan ajaib terjadi lagi, awan hitam tersebut menjadi bubar entah ke mana dan awan putih kembali lagi ke langit di atas mereka.


Itu berlangsung kurang dari 3 menit, langit yang gelap menjadi terang lagi dan cahaya matahari bisa terpancar ke kapal.


Sehabis melakukan ini, Ryzel memerintah paus orca yang mereka tunggangi untuk pergi ke arah kapal Pinisi.


Paus orca mengerti apa yang diperintahkan oleh Ryzel dan dia berenang membawa Ryzel ke kapal.


Setibanya di samping kapal, Ryzel cukup bingung bagaimana caranya untuk bisa ke atas kapal karena kapal Pinisi miliknya cukup tinggi.


Otak Ryzel berjalan, dia teringat dengan salah satu kemampuan yang diberi tahu oleh Sistem.


Dengan ingatan tersebut, Ryzel mencoba untuk menggunakan kemampuannya.


Tanpa berbicara, air yang ada di depan Ryzel tiba-tiba bergerak dan melayang membentuk sebuah pijakan.


Berikutnya, Ryzel naik ke atas air tersebut dan berhasil melayang.


Dengan air yang seolah mendorong Ryzel dari bawah, sosok Ryzel terangkat naik hingga bisa sampai ke ketinggian kapal Pinisi.


Pemandangan tadi terlihat Ryzel sedang menaiki air mancur dan berdiri seimbang di semburan air yang sekuat itu.


Setibanya di atas kapal, Ryzel melakukan sebuah tindakan yang menakjubkan lagi, yaitu memerintahkan seluruh ikan untuk kembali ke habitatnya masing-masing dan tak perlu mengurusi keamanannya karena dia takkan kenapa-kenapa.

__ADS_1


Kumpulan paus orca awalnya cemas, mereka tidak mau meninggalkan Ryzel, tetapi setelah Ryzel bujuk dan beri tahu alasan di balik perintahnya, paus-paus orca akhirnya paham dan menuruti permintaan perintah Ryzel dengan hati yang berat.


Setelah melihat semua ikan pergi ke rumah dan tempatnya masing-masing, Ryzel tersenyum ke arah Soomin, Raffy, dan Kru kapal.


Ryzel memeluk Soomin dan Raffy dengan perasaan bahagia dan sedikit bingung.


"Aku benar-benar mendapatkan sesuatu yang tak terduga."


"Kamu keren, Bang Ryzel!!" Raffy bersorak gembira dan melompat-lompat di depan Ryzel.


Melihat Raffy yang sangat senang dirinya mendapatkan sebuah kekuatan di luar nalar, Ryzel hanya bisa tersenyum dan mengelus kepala Raffy dengan lembut.


Sementara itu, Soomin memandang Ryzel dengan tatapan yang rumit. "Apakah kamu masih disebut manusia, Ryzel?"


"Tentu, aku adalah manusia dan takkan pernah berganti ras. Ada apa?"


Soomin menatap Ryzel yang makin bertambah tampan dengan mata yang cemas. "Aku takut kamu ditangkap oleh agen rahasia luar negeri dan dijadikan sebuah objek penelitian bagi kepentingan manusia. Kamu sulit disebut manusia."


Mendengar perkataan Soomin, Ryzel hanya menggenggam tangan Soomin dengan hangat dan menjawab, "Itu takkan terjadi, jika kamu tak membeberkan masalah ini. Aku pastikan aku tidak akan tertangkap dan menjadi bahan percobaan serta penelitian untuk kelompok rahasia. Lagi pula, aku bukan pahlawan super dan juga bukan monster."


Mengangkat tangan Soomin, dan Ryzel mencium punggung tangan Soomin. "Tenang, aku akan tetap menjadi manusia."


Soomin melihat Ryzel dengan pandangan yang rumit, kemudian dia tersenyum manis dan berkata, "Jangan menunjukkan kemampuan kamu di khalayak umum, itu sangat berbahaya."


"Aku mengerti." Ryzel mengangguk menandakan dirinya paham dengan apa yang dikatakan oleh Soomin.


Setelah itu, Ryzel berjalan ke arah kru dengan tangan yang masih mencengkeram trisula, temperamen yang tenang membuat kru tidak was-was atau waspada dengannya.


Pada inti informasi yang telah dikatakan oleh Ryzel adalah meminta kru untuk tetap diam tentang dirinya yang telah mengalami keajaiban, jangan memberi tahu hal tersebut ke orang lain dan siapa pun, cukup dipendam dan cukup tahu, juga jangan takut dengannya karena dia tetap seorang manusia.


Sistem juga memberi tahu Ryzel tidak mengubah garis keturunannya. Ryzel hanya seorang manusia berjenis pria dengan 3 berkah dewa yang berhasil dia peroleh tanpa ada sebab.


Hal yang membuat Ryzel tercengang adalah semua keberkahan ini bukan berasal dari Sistem. Sistem di hidup Ryzel hanya perantara bagi dewa-dewa yang memberikan berkahnya ke Ryzel.


Jadi, Sistem bukan penyebab dan juga tidak merencanakan hal-hal yang berkaitan dengan dewa di dunia ini.


Sangat misterius dan membuat otak Ryzel kosong sejenak.


Ryzel kembali duduk bersantai di atas kursi pantai bersama Soomin dan Raffy, menunggu kapal tiba di tujuan terakhir mereka memang terbilang jauh.


Trisula yang besar dan tinggi telah Ryzel ubah menjadi sebuah gelang berbentuk trisula berukuran kecil dan melengkung seperti gelang. Gelang trisula dipakai untuk menemani gelang yang diberikan oleh Nenek Risa.


Memejamkan matanya sambil terbaring tenang, Ryzel membuka keterangan tiga berkah dewa lagi untuk mencari tahu tentang mereka.


Dewa Burung adalah dewa yang pertama memberi Ryzel sebuah berkah berupa kendalinya terhadap burung dan membuatnya bisa memanggil Haast luar biasa.


Omong-omong, Haast masih ada di atas kapal.


Di saat dirinya mencoba kemampuannya setelah mendapatkan kemampuan Sea Authority, Haast dan ketiga panglimanya memantau dan menjaga Ryzel dari udara.


Mereka adalah burung-burung yang luar biasa.


Haast adalah hewan kesukaannya, tetapi dia tak mungkin dibawa. Jangankan Haast burung yang sudah lama punah, Harpy dan Elang Jawa saja sulit untuk dibawa-bawa.

__ADS_1


Untuk Haast dan burung elang lainnya dibebaskan oleh Ryzel untuk pergi ke mana saja. Lagi pula, dia bisa berkomunikasi dengan mereka di mana pun mereka berada.


Jadi tidak perlu khawatir.


Berkah kedua berasal dari Dewa Surya. Dewa ini kelihatannya adalah dewa yang kekuatannya adalah cahaya.


Pasalnya, berkah yang dia berikan itu punya kemampuan berupa regenerasi tubuh ketika terkena cahaya, dan menciptakan bola cahaya.


Tidak tahu apakah ada efek spesial dari berkah ini atau tidak. Paling penting dari berkah ini adalah kemampuan beregenerasi yang sudah di luar batas manusia.


Meskipun Ryzel terluka parah, bahkan kaki terputus, dia bisa menyembuhkan itu dengan cepat selagi masih ada cahaya yang menyoroti tubuhnya.


Di dunia ini, cahaya ada di mana-mana, tanpa cahaya manusia sulit untuk hidup.


Jika memang tak ada cahaya, Ryzel sendiri bisa menciptakan bola cahaya dan ini sangat keterlaluan kekuatan yang diberikan.


Meskipun begitu, berkah ini bukan suatu yang bisa digunakan untuk menyerang.


Berbeda sekali dengan berkah kedua dari Dewa Atlantis yang di mana kemampuan yang diberikan lebih banyak dari berkah sebelumnya dan itu terbilang sangat kuat.


Bayangkan saja, dia sekarang punya kekuatan fisik 100.000 orang lebih, dia bisa mengangkat beban lebih dari 3.000 ton dengan dua tangannya.


Apabila dilatih, mungkin bisa melewati batas kekuatan angkat itu.


Selain fisik, Ryzel bisa mengendalikan air dan laut sesuai hatinya, tetapi dia punya kelemahan, yakni tak bisa mengeluarkan air dari dalam tubuhnya. Dia bisa mengendalikan air yang ada, bukan memunculkan air yang tak ada.


Masih sama dengan berkah yang kedua, Ryzel mendapatkan temperamen tenang yang sangat membantu Ryzel dalam bersosialisasi atau dalam kondisi yang memang mengandalkan sebuah ketenangan.


Kemampuan berenang juga di tingkat ke level 10 alias level paling tinggi yang bisa ia capai.


Bernapas di alam air adalah kemampuan yang luar biasa yang diberikan oleh berkah Dewa Atlantis, ditambah dengan kemampuan berkomunikasi dengan semua ikan atau hewan yang tinggal laut.


Dewa yang disebut sebagai Dewa Atlantis ini menjadi sebuah pertanyaan di benak Ryzel.


'Apakah Dewa Atlantis adalah penguasa peradaban Atlantis?' tanya Ryzel d dalam hati.


Usai bertanya-tanya dan membuat asumsi terhadap ketiga berkah yang didapat, Ryzel kembali ke dunia nyata.


Begitu dia membuka matanya, dia langsung melihat Soomin yang memeluk dirinya sambil tiduran.


"Ada apa denganmu, Soomin?" tanya Ryzel dengan rasa ingin tahu.


Soomin mengangkat kepala dan melihat wajah Ryzel dari dekat lalu tersenyum.


Setelah diam beberapa detik, dia menjawab, "Aku ingin menikmati perasaan damai, aman, dan nyaman dari kamu. Aku belum pernah merasakan perasaan nyaman lagi setelah pelukan dari orang tuaku yang telah tiada."


Wajah Ryzel menjadi stagnan sejenak, dan dia tersenyum menawan. "Peluk saja aku sampai puas."


"Terima kasih, Sayang, Bayi Besarku!"


Setelah interaksi itu, Soomin terus menempel di tubuhnya bak koala yang kerap bergelantungan di pohon, sampai-sampai kapal akhirnya tiba di sebuah pulau yang bernama Pulau Kanawa.


"Akhirnya ... kita sampai!"

__ADS_1


__ADS_2