
[Tugas Masuk Sampingan Terdeteksi!]
Tugas: Masuk ke kampus Rina dan Rani.
Syarat: 200.000 Pengikut.
Waktu: 5 jam.
Hadiah: Rumah Senilai 100 Miliar di Bandung dan Mobil Koenigsegg Gemera Senilai 30 Miliar Rupiah.
Hukuman: Ukuran dikurangi setengah.
[Tugas Masuk Sampingan bersifat wajib.]
"Tugas versi berbeda?"
Rangkaian informasi diberikan oleh Sistem dalam satu waktu kepada Ryzel.
Mengetahui informasi ini, Ryzel tercengang dengan apa yang diberitahukan Sistem kepada dirinya tentang sesuatu yang baru.
Sebuah Tugas Masuk dengan judul yang berbeda telah terbuka dan aktif mulai hari ini dan itu berbeda dengan Tugas Masuk yang biasa.
[Tugas Masuk Sampingan adalah Tugas dari Sistem kepada tuan rumah untuk diselesaikan dengan lokasi yang tidak jauh dan mudah untuk diselesaikan.]
[Sistem berharap Anda menjadi lebih baik lagi dengan adanya fitur baru ini.]
Seperti apa yang Sistem katakan, tugas kali ini mempunyai lokasi atau tujuan masuk yang beda dari tugas masuk yang sering Ryzel selesaikan.
Tugas ini terbilang mudah dan tidak memberatkan karena lokasinya pun tidak jauh.
Juga hadiahnya lebih dijelaskan oleh Sistem, tidak dirahasiakan dan acak. Ini yang disukai Ryzel karena hadiahnya pasti tidak untung-untungan karena ada ketidakpastian di dalamnya.
Hadiahnya sebuah rumah dan mobil mewah. Siapa pun akan ngiler melihat hadiah ini, termasuk Ryzel sendiri.
Rumah dan mobil adalah harta yang didambakan semua orang. Tidak ada orang yang tak mau memiliki mobil dan rumah.
Terlepas dari hadiah yang menakjubkan. Sayangnya, hukumannya tidak berbeda dari tugas yang biasa, itu masih terlihat mengenaskan dan sadis bagi seorang pria.
Kesimpulannya, Sistem memaksa Ryzel untuk melakukan apa yang diperintahkan olehnya sendiri. Sangat-sangat pemaksa.
Melihat isi dari tugas yang baru ini, Ryzel menjadi sadar bahwa dirinya dipaksa untuk ikut bersama wanita kembar pergi ke kampusnya.
Tidak ada yang bisa Ryzel lakukan selain menerima ajakan.
__ADS_1
Menatap layar di ponselnya, Ryzel merasa masih ada waktu sebelum pergi ke tempat Tugas Masuk yang utama dan bukan tugas lain.
Ryzel memasukkan kembali ponselnya dan mengangguk ke arah mereka berdua. "Aku berubah pikiran, aku rasa tidak buruk untuk ikut kalian ke sana."
"Sungguh? Kamu tidak sedang bercanda, bukan?" Rina yang sedih langsung mengubah ekspresinya menjadi senang.
Dia sangat terkejut dengan keputusan Ryzel yang berubah dengan waktu yang cepat, bahkan Rani pun ikut tercengang.
Di dalam lubuk hatinya, Rani yang pendiam dan selalu sibuk dengan ponselnya memiliki harapan Ryzel ikut dengan mereka berdua ke kampus.
"Ya, aku tidak becanda, aku serius. Kapan kita akan berangkat?"
"Yeay!"
Mereka berdua percaya pada Ryzel, dan mereka berdua meledak oleh kegembiraan yang tak terkatakan.
Sampai-sampai Rina berani memeluk Ryzel secara terang-terangan di depan Rani. Kedua bola yang lembut menyentuh tubuh Ryzel, itu hampir membangunkan monster yang dipelihara oleh Ryzel.
Setelah persetujuan tersebut, kedua wanita ini bersemangat untuk kembali ke hotel dan membenahi barang-barangnya.
Rencananya, Ryzel tidak akan kembali ke hotel ini dan akan pergi meninggalkan Kota Bandung usai pergi dari kampus Rina dan Rani.
Tugas Masuk tidak perlu naik pesawat untuk ke sana, naik mobil pun tidak masalah.
Ryzel dan kedua wanita ini keluar dari hotel, mereka bertiga resmi keluar dari hotel dan tidak menginap lagi di sana.
Rina dan Rani sudah bisa mulai kembali ke asrama.
Dengan begitu, mereka harus pergi sekarang sebelum keduanya masuk ke kampus di hari pertama.
Ketiganya naik mobil yang mereka pesan saat di hotel, kemudian mobil tersebut melaju menuju ke suatu arah di Kota Bandung.
Jarak kampus keduanya agak jauh dari tempat di mana hotel mereka berdiri, dan itu memakan puluhan menit, hampir 1 jam.
Turun dari mobil, Ryzel menatap ke arah gedung bangunan universitas di depannya dengan wajah yang cukup senang.
Untuk pertama kalinya, Ryzel pergi ke sebuah universitas setelah lulus dari pendidikan SMA.
Melihat bangunan di depannya, mengingat Ryzel terhadap kesulitan yang pernah dia alami sebelumnya.
Dahulu, dia sangat ingin masuk ke kampus dan kuliah di suatu universitas, hal yang sangat Ryzel inginkan selain keluarga.
Namun, takdir tidak mengizinkan dan dia harus memilih menjadi seorang yang sehabis lulus langsung bekerja.
__ADS_1
Hal itu tidak diinginkan Ryzel, melainkan takdir yang mengharuskannya seperti itu.
Untungnya, Sistem telah mengubah nasibnya sekarang, mungkin ini berkah menjadi seorang pelancong antardunia.
Rasanya sangat bahagia, sekarang dia sudah memiliki banyak uang dan segala sesuatu yang tak semua orang bisa miliki.
Keinginannya untuk berkuliah pun hilang, dia tidak begitu tertarik dengan kuliah karena ilmu di zaman sekarang sangatlah muda.
Lagi pula, dia sekarang sudah punya banyak uang, jika ingin kuliah untuk menuntut ilmu bisa kapan saja, dan Ryzel bisa mengatur itu.
Mungkin dia akan menyewa seorang dosen untuk mengajarinya beberapa ilmu dengan mendalam, atau dia akan masuk kuliah di universitas swasta yang memiliki reputasi yang luar biasa baik.
Kuliah bisa kapan saja, asalkan jangan terlalu tua.
Akan tetapi, Ryzel memiliki firasat bahwa Sistem akan memberikannya hadiah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Mengingat dia diberikan banyak kemampuan sehari-hari, seperti berenang, memasak, banyak bahasa, ilmu bela diri, dan lainnya, tidak menutup kemungkinan dia akan mendapatkan ilmu yang berkaitan dengan kuliah suatu saat nanti.
Untuk sementara waktu, dia bisa bersantai sejenak dan mulai merogoh banyak pengalaman di masa muda tanpa berfokus ke kuliah.
Banyak uang sama dengan banyak sesuatu yang bisa dilakukan.
"Ayo masuk, Ryzel!"
Tidak tahu apa yang merasuki Rina, dia tiba-tiba menggenggam tangan Ryzel dan menariknya ke dalam area kampus. Di belakangnya ada Rani yang menatap keduanya dengan wajah yang kurang senang.
Sebenernya, Rani sangat ingin berpegangan tangan dengan Ryzel, tetapi rasa malunya masih dengan mudah mengalahkan niatnya.
Pada saat mereka bertiga masuk, banyak anak muda yang seumuran dengan mereka memandang mereka dengan tatapan yang penasaran.
Wanita-wanita yang seusia dengan Rina dan Rani terfokus pada Ryzel yang berjalan bersama Rina, mata mereka semua berubah menjadi cinta.
Tidak ada wanita yang dapat menahan ketampanan Ryzel yang tinggi, semua wanita yang ada di kampus ini dan sempat melihat Ryzel merasa penasaran ingin berkenalan.
Melihat orang-orang di sekitar menjadi aneh, Rina memiliki firasat yang buruk. Dia mempercepat langkah kakinya untuk pergi ke kantin kampus.
"Rani, kamu temani Ryzel sebentar, aku akan ke asrama untuk meletakkan barang-barang kita berdua. Jaga tempat dudukku, jangan sampai ada orang yang duduk di sini." Rina menatap Rani sembari memegang barang bawaan Rani.
Rani mengangguk beberapa kali menunjukkan dirinya mengerti.
Setelah itu, Rina berlarian pergi menuju asrama yang tak jauh dari area kantin dengan hati yang cemas.
Dia kenal dengan sifat wanita-wanita di kampus ini, dia sangat khawatir Ryzel diapa-apakan oleh wanita-wanita di sini.
__ADS_1
Benar saja, tepat ketika dia pergi ke asrama putri, sebuah kerusuhan terjadi di kantin kampus.