
Wajah Ryzel berubah pucat sambil memandang mereka berdua yang tengah asyik bermain dengan adik besarnya.
Ryzel bingung harus bilang apa, sedangkan hatinya dan otaknya menolak permintaan mereka berdua yang memintanya untuk menjadi suaminya.
Tepat ketika Ryzel hendak membuka mulutnya untuk mengucapkan sebuah kalimat.
Syifa dan Firda tertawa bersama-sama sambil mengelus adik besar Ryzel dengan bola-bola milik mereka berdua.
"Kami bercanda, Ryzel. Kami tidak akan meminta tanggung jawab kamu untuk masalah ini, karena menurut kami ini murni salah kami berempat," Firda berkata sambil naik ke atas tubuh Ryzel.
Melihat gerakan Firda yang tiba-tiba, Syifa yang bermain dengan adik besar Ryzel berpindah posisi, dia duduk di samping Ryzel sambil menuntun Ryzel untuk memainkan bola besar miliknya.
Memasukkan adik besar Ryzel ke dalam lubangnya, Firda tersenyum lembut bagai seorang ibu yang sayang kepada anaknya. "Kamu jangan memikirkan hal itu. Lebih baik kita fokus bersenang-senang sekarang. Emmhh!"
Ryzel sama sekali tidak bisa menjawab ucapan Firda, dia menikmati goyangan Firda yang makin lama makin enak untuk dirasakan.
Adik besarnya sangat-sangat dimanja oleh lubang Firda. Jika seperti ini terus, Ryzel tidak mungkin menahan lebih lama lagi, di waktu setengah jam saja dia bisa keluar.
Ketahanan Ryzel tidak selalu konstan atau konsisten, terkadang dia bisa bertahan sangat lama, terkadang juga sebentar.
Sebentarnya Ryzel berbeda, dia paling sebentar mengeluarkan cairannya di durasi setengah jam apabila dihantam secara intens oleh wanita.
Apabila tidak hebat dan luar biasa perasaan yang diberikan kepada Ryzel, ketahanannya berdurasi lebih dari 5 jam atau lebih.
Sangat mungkin untuk tidak keluar selama ronde dilaksanakan.
Firda dan Syifa bergantian melawan Ryzel.
Mereka melawan Ryzel dengan cara yang berbeda dan juga gaya yang tidak sama dengan sebelumnya mereka pakai.
Saat ini, Ryzel dan Syifa menggunakan gaya yang ekstrem dan tidak biasa.
Syifa duduk berpose dengan gerakan Yoga, kemudian Ryzel memasukan adik besarnya gerakan yang juga sulit.
Mereka berdua agak lain.
Pasalnya, mereka melakukan ritual ini sambil menonton film panas sehingga mereka bisa melakukan gaya tersebut dengan cara melihat tutorial secara langsung.
Meskipun sulit, mereka tetap bisa memakai gaya yang diinginkan dengan mirip, sesuai dengan contohnya.
Mereka melakukan ini dari jam 6 sampai jam 7 pagi lewat beberapa menit.
Setelah selesai, Ryzel keluar dari kamar Syifa dan Firda, berjalan menuju kamarnya sendiri.
Di sana, dia segera mencuci tubuhnya menghilangkan semua kotoran dan keringat, khususnya keringat yang dihasilkan dari kegiatan yang baru saja Ryzel lakukan.
__ADS_1
Ketika mandi, Ryzel melihat tubuhnya dengan wajah yang senang.
Sebuah pikiran melintas, dia bersyukur memiliki tubuh yang kuat dan indah ini. Tak pernah dia membayangkan dirinya akan memiliki wujud tubuh yang sempurna sampai-sampai dirinya digandrungi oleh banyak wanita.
Dia mengelus adik besar yang terjuntai, seperti mengelus hewan peliharaan kesayangan, tiap sentuhannya akan ada rasa sayang yang tak terhingga.
"Stephen, kamu memang yang terbaik."
Usai mandi, Ryzel memeriksa ponselnya untuk melihat pesan masuk yang diterima.
Ternyata banyak pesan yang datang ke akun media sosialnya.
Sebagian besar pesan dikirim oleh teman-temannya, seperti Rina, Rani, Maly, Haimi, dan lainnya.
Mereka selalu saja mengirim pesan kepada Ryzel untuk saling menanyakan kabar satu sama lain.
"Linh masih lucu. Aku jadi rindu kepadanya."
Melihat foto yang dikirim oleh Linh, Ryzel menjadi merasa rindu kepada Linh yang imut dan menggemaskan ini.
Ingin sekali dia bertemu dengannya dan berjalan-jalan lagi sambil mengobrol.
Akun Linh non-aktif, dia sedang tidak online, pesannya pun tidak dibaca, Ryzel keluar dari aplikasi dan ingin pergi untuk sarapan pagi.
Baru saja dia bangkit dari kasur, ponselnya berbunyi, pesan yang berjumlah 4 buah diterima.
Isi pesannya adalah mengajak Ryzel untuk sarapan pagi bersama. Kebetulan sekali dia juga ingin sarapan. Oleh karena itu, Ryzel setuju dengan ajakan mereka dan pergi keluar kamar untuk bertemu dengan mereka berempat.
Satu demi satu keempat wanita keluar dari kamar. Mereka keluar kamar dengan mengenakan pakaian yang cantik dan cocok.
Tak ada satu pun dari mereka yang terlihat jelek atau kurang.
Kedua tangan Ryzel langsung disambar oleh Firda dan Laurel, mereka berdua memeluk tangan Ryzel dan berjalan bersama menuju restoran.
Syifa dan Naura hanya bisa iri melihat keduanya bisa berdekatan dengan Ryzel. Mereka menyesal karena lambat bergerak dan menyia-nyiakan kesempatan.
Coba saja mereka tidak terlambat, mungkin mereka yang ada di samping Ryzel.
Setibanya di restoran, masing-masing memesan makanan untuk sarapan.
Jelas saja, Ryzel adalah orang yang paling banyak memesan makanan lantaran dia juga membutuhkan banyak energi.
Fisiknya yang bertambah kuat sangat butuh asupan energi yang besar. Jika tidak, dia akan lemah dan tak ubahnya, seperti manusia biasa.
Kualitas dan kekuatan Ryzel setara dengan 6 manusia dewasa yang berada di puncak kebugaran.
__ADS_1
Dalam segala aspek dan segi, Ryzel unggul jauh dari manusia biasa, bahkan jika itu petinju dan pegulat sekali punya, lebih lagi Bodybuilder.
Tubuh Ryzel berada di atas mereka semua.
Saat makan berlangsung, mereka semua tidak ada yang berbicara dan fokus dengan makanannya sampai mereka menghabiskan seluruh makanan, kecuali Ryzel.
Di saat para wanita ini menghabiskan seluruh makanan yang dipesan, Ryzel juga sudah mau habis. Kecepatan makan Ryzel cukup cepat, bisa menyusul orang yang memiliki porsi makan yang sedikit.
Maka dari itu, Ryzel tak masalah makan sambil mengobrol, seperti sekarang ini.
"Hari ini kita ke pantai, kamu harus ikut, Ryzel," kata Firda kepada Ryzel yang sedang mengunyah roti lapis daging.
Ryzel mengangguk dan menjawab dengan mulut yang terdapat makanan, "Oke, tidak masalah. Pantai yang banyak orang itu, kan?"
"Iya, pantai yang sering dikunjungi banyak orang, bukan pantai dekat hotel ini," celetuk Laurel menatap wajah tampan Ryzel.
"Ya, aku ikut."
"Baiklah. Namun, sehabis itu, kita langsung ke hotel untuk siap-siap pulang."
Mengalihkan pandanganya kepada Naura, Ryzel bertanya, "Pulang kapan? Sore atau siang nanti?"
"Tampaknya, kita pulang sore," balas Naura sambil memegang dagunya.
"Oh, aku setuju. Buat rencana semau kalian, aku ikut-ikut saja." Ryzel tidak mempermasalahkan tentang rencana mereka berempat selagi itu tidak menyulitkan dirinya.
Mendengar jawaban Ryzel, mereka berempat tersenyum senang kepada Ryzel.
Di dalam pandangan Ryzel, senyuman keempatnya terlihat aneh, sebuah perasaan buruk muncul di hatinya. Sepertinya, akan ada peristiwa yang buruk terjadi.
Selepas sarapan pagi, mereka semua pergi ke kamar masing-masing untuk menyiapkan baju dan perlengkapan lain.
Mereka ingin berenang di pantai yang mereka tuju. Sangat dibutuhkan persiapan agar tidak kerepotan setelah berada di sana.
"Baju sudah ada, dompet juga, tinggal peralatan siaran langsung." Ryzel memandang barang-barang yang dia masukkan ke dalam tas.
Hal yang tak disangka terjadi di detik berikutnya ketika Ryzel ingin mengambil peralatan siaran, jendela yang mengarah ke balkon ada yang mengetuk bersamaan dengan bayangan besar yang muncul dari balik gorden jendela.
Ryzel tahu siapa ini, tetapi dia tak menyangka mereka akan datang di hari berikutnya.
Memasukkan peralatan siaran langsung ke dalam tas dengan aman, Ryzel berjalan ke balkon dan membuka pintunya.
Terlihat ketiga burung dari tiga jenis sedang bertengger santai di pagar balkon Ryzel, di mulut mereka terdapat ikan laut yang berukuran sedang.
Selanjutnya, mereka melemparkan masing-masing ikan tersebut kepada Ryzel tanpa kejelasan.
__ADS_1
"Kalian memberiku ini? Untuk apa ikan ini?"