Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 153: Menghibur Diri Sendiri


__ADS_3

Hari ini, di tanggal 15 Januari 2023, tiga hari setelah peristiwa di mana keluarga Septi dipolisikan oleh Ryzel, ada acara yang akan dilakukan Ryzel di hari ini yang cerah.


Ryzel bersama dengan Raffy akan pergi jalan-jalan menuju Labuan Bajo.


Dalam tiga hari setelah kejadian yang memilukan, Raffy sudah sedikit mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi, dengan temperamen Ryzel yang ramah dan baik Raffy mudah untuk diubah pola pikirnya.


Anak kecil memang target yang tidak sulit untuk dibenarkan kembali, diisi dengan hal yang orang dewasa inginkan layaknya sebuah kertas putih yang kosong.


Maka dari itu, sebelum terlambat, Ryzel menginginkan anak yang tidak berdosa ini menjadi seseorang yang benar.


Tidak seperti keluarganya yang jauh dari kata orang benar dan baik.


Setelah dirawat oleh Ryzel, sikap Raffy jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya yang agak keras kepala. Anak kecil akan berubah tergantung dengan pola didik orang dewasa di dekatnya.


Rina dan Rani menjadi orang yang mendidik Raffy dengan lembut, sedangkan Ryzel dengan tegas sehingga sebagai anak laki-laki Raffy memiliki sisi kuat dalam kepribadiannya.


Raffy menjadi lebih bahagia di rumah Ryzel karena banyak hal yang belum pernah dia rasakan dan temukan sebelumnya, seperti mainan anak-anak yang mahal dan beberapa fasilitas rumah yang mewah.


Kebetulan di rumah Ryzel di Bandung ini punya kolam renang sehingga Raffy bisa berenang sepuasnya.


Dalam sekejap Raffy menjadi anak orang kaya yang mengalami kemewahan.


Omong-omong, Ryzel telah diizinkan untuk merawat Raffy untuk sementara waktu oleh pihak polisi, mereka percaya kepada Ryzel.


Ibu Nuraini dan beberapa saksi atas kasus keluarga Septi telah pulang kembali ke Jakarta di hari kemarin.


Namun, proses penyidikan tetap berlangsung dan ditargetkan 4 hari kemudian tahap ini selesai dan dilanjutkan dengan tahap selanjutnya.


Sebenarnya, Ryzel malas untuk datang ke persidangan karena nantinya banyak sekali wartawan, seperti di awal Ryzel pergi ke kepolisian, ada beberapa orang yang merekam dan Ryzel ditanya berbagai pertanyaan yang agak mengganggu.


Nanti di persidangan kemungkin besar akan ada banyak wartawan yang berdatangan.


Untungnya, itu masih lama, Ryzel masih bisa bepergian lebih dari 2 Minggu lamanya sebelum persidangan dimulai.


Dengan wartawan juga, masalah Ryzel menjadi jelas. Pihak yang salah dan benar telah dipublikasikan, banyak media yang menerbitkan kabar bahwa Ryzel merupakan korban dari fitnah keluarga Septi.


Para perusahaan media memang pintar dalam menambah banyak informasi yang belum tentu benar. Ada beberapa pernyataan yang sesungguhnya Ryzel sendiri belum beri tahu mereka.


Sangat-sangat luar biasa media di sini, masalah gosip sangat cepat dan begitu menghebohkan.


Selama tiga hari itu juga berita tentang Ryzel dan keluarga Septi menjadi terkenal dan panas di internet.


Dalam sekejap, pengikut Ryzel di platform Tiktod menjadi 500 ribu orang dan di Instagrem 300 ribu pengikut.


Banyak dari penggemar yang sempat berubah menjadi pembenci meminta maaf kepada Ryzel melalui konten video singkat di Tiktod.


Beberapa bukti telah disebarkan oleh polisi untuk mendukung kebenaran dari Ryzel.


Hal ini membuat Ryzel menjadi jaya kembali dengan penambahan pengikut yang signifikan.


Tugas masuk pun bisa diselesaikan dengan mudah karena ada persyaratan yang mewajibkan Ryzel mempunyai sekian pengikut.


"Kita mau pergi jauh, Kak Ryzel?"


Raffy masih takut untuk pergi meninggalkan rumah.


Kepala Ryzel mengangguk satu kali dan tersenyum, dia berkata dengan ramah, "Benar, kita akan pergi menemui hewan purba. Apakah kamu tidak suka hewan purba, seperti T-rex dan kawan-kawan?"

__ADS_1


"Aku suka! Apakah di sana ada T-rex?" Mata Raffy menjadi cerah dan bertanya penuh rasa ingin tahu.


"Tidak, tetapi di sana ada satu temannya T-rex, ukurannya besar, lebih besar dari kamu."


"Sungguh?!"


Melihat respons dari Raffy, Ryzel tersenyum karena berhasil membuat Raffy ingin pergi dari rumah untuk bertemu hewan purba.


Dengan obrolan selanjutnya, Raffy dan Ryzel naik mobil Gokar meninggalkan rumah.


Rina dan Rani memandangi mereka yang pergi bersama mobil dengan pandangan yang penuh kerinduan.


Meskipun mereka tersenyum, ada rasa sakit ketika melihat mereka berdua pergi, seakan dadanya ditekan oleh sesuatu hingga membuatnya terasa sesak.


"Mereka akan kembali ke sini nanti. Ayo masuk!" Rina berkata kepada Rani sambil menampilkan senyuman. Mencoba untuk menenangkan hatinya dan hati Rani.


Rani mengangguk dan keduanya masuk kembali ke dalam rumah dengan punggung yang kesepian.


Sementara itu, para satpam dan pembantu juga merasa sedih atas kepergian Ryzel dan Raffy untuk berlibur.


Di dalam pesawat, Raffy tampak ketakutan sekaligus antusias karena ini kali pertama dirinya pergi jauh menaiki pesawat terbang.


"Kita benar-benar ada di dalam pesawat, kan?" tanya Raffy yang masih tak percaya.


Ryzel menjawab sambil memainkan Jenbooknya, "Iya, lihat saja ke jendela, kamu bisa melihat lautan dan daratan di bawah."


Segera Raffy menoleh ke arah jendela untuk melihat pemandangan di luar pesawat.


Benar apa yang dikatakan oleh Ryzel, dia bisa melihat pemandangan indah yang luar biasa.


Dengan hal ini, Raffy diidentifikasikan tidak memiliki phobia ketinggian. Sebaliknya, dia suka akan ketinggian dan melihat pemandangan di luar sana dengan mata polosnya yang jernih.


Mereka berdua bisa melakukan sesuatu hal di sana tanpa bosan. Ryzel memberi Raffy sebuah pelajaran tentang matematika dasar sambil bermain di sana, dengan suara yang kecil.


Ryzel dan Raffy terlihat sangat akrab, seperti adik dan kakak yang harmonis.


Alasannya Ryzel merawat Raffy adalah dia baru sadar bahwa Raffy masih ada darah keturunan dari ibu Ryzel yang secara tidak langsung masih memiliki hubungan darah dengannya.


Tidak heran juga jika mereka berdua bisa akrab dan cepat beradaptasi satu sama lain.


Sesampainya di bandara, Ryzel mengajak Raffy untuk makan lagi sebelum ke hotel.


[Ding! Terdeteksi Anda telah berada di Bandara Komodo! Dapatkan Kemampuan Bahasa Manggarai Barat, Perahu Pinisi Super senilai 200 miliar, uang 100 juta Dinar Yordania!]


Ryzel terkejut, tangannya yang sedang memegang sendok berhenti di udara sesaat, kemudian ia langsung melanjutkan memasukan makanan ke dalam mulutnya.


Saat mengunyah, senyuman muncul di wajah Ryzel dengan hati yang berbunga-bunga.


Dengan rasa pusing yang sedikit, sebuah pengetahuan bertambah di kepalanya, dia mengetahui satu bahasa lain yang cukup berguna untuk liburan ini.


"Kapal Pinisi?" Ryzel mencari tahu tentang kapal ini dan mencarinya melalui ponsel sembari makan.


Sementara Raffy sibuk dengan makanannya karena makanan yang mereka beli sangat enak, Raffy suka makanan laut.


Mata Ryzel melebar sambil menatap layar ponselnya yang menampilkan sebuah gambar perahu layar yang keren dan besar. "Akankah kapal yang aku punya lebih besar dari ini?"


[Ding! Anda diminta untuk menghubungi nomor yang Sistem berikan agar kru perahu mengetahui keberadaan Anda saat ini.]

__ADS_1


"Mereka tahu aku akan ke sini?" tanya Ryzel di dalam hatinya kepada Sistem.


[Benar, Sistem memberi tahu tentang Anda sebagai pemilik kapal kepada mereka. Mereka sudah bersiap untuk berlayar bersama Anda mengunjungi berbagai tempat wisata indah di sini.]


Mendengar pernyataan dari Sistem, Ryzel menjadi senang, tidak perlu repot-repot lagi mencari agen tour karena dia sudah memiliki tim di sini.


Saat Ryzel cek media sosialnya, terdapat nomor yang dinamakan Bapak Abraham.


Setelah makan di salah satu restoran di dekat Bandara Komodo, Ryzel dan Raffy pergi ke hotel menggunakan mobil jemputan yang sudah Ryzel pesan.


Setibanya di hotel, mereka berdua menikmati pemandangan Labuan Baju yang terdapat pulau indah dan lautan yang menyegarkan.


Raffy sangat menyukai pemandangan ini, matanya dipenuhi bintang-bintang kekaguman yang tidak tertahankan.


Di sore hari mereka bersantai di balkon kamar hotel sembari memakan camilan dan menunggu malam hari.


"Cantik sekali!" Raffy memegang tiang pagar balkon, menatap lautan luas dan pulau besar di kejauhan di bawah langit yang perlahan redup.


Ryzel memakan camilan buah dan tersenyum. "Bagaimana? Apakah kamu menyesal ikut aku ke sini?"


"Tidak! Sama sekali tidak menyesal! Aku sangat senang!" kata Raffy yang bersemangat hingga menjawab pertanyaan Ryzel dengan suara yang tinggi.


"Besok kita akan menaiki kapal laut, apakah kamu senang dengan itu?"


"Kapal laut? Benaran?!"


Mendengar ucapan Ryzel, Raffy langsung menoleh untuk melihat Ryzel yang bersandar di kursi sambil memakan beberapa buah anggur.


"Benar, aku sudah memberi tahu nahkoda kapal dan timnya tadi untuk mempersiapkan pelayaran kita berdua di hari esok." Ryzel mengangguk pelan dan tersenyum lembut.


"Hore!!"


Raffy melompat-lompat dengan suasana hati yang sangat bahagia.


Perubahan kehidupan ini sangat dirasakan oleh Raffy, dia merasa lebih baik hidup dengan Ryzel dibandingkan dengan keluarganya sendiri.


Namun, rasa rindu sebagai orang tua masih bisa dirasakan di dalam hati Raffy. Sekarang ditutupi oleh rasa senang ini.


"Tunggu, apa itu nahkoda? Apakah itu hewan purba?" tanya Raffy dengan wajah yang polos.


Senyum Ryzel membeku sejenak, kemudian dia mengelus kepala Raffy.


Ternyata Raffy masih tidak tahu tentang apa itu nahkoda.


Hari berlalu begitu saja, di malam hari mereka berdua pergi ke Wisata Kuliner Kampung Ujung yang tak jauh dari hotel yang mereka tempati.


Di sana Raffy dan Ryzel mencoba beberapa masakan khas NTT yang kebanyakan dari makanan laut. Sangat enak, Ryzel sampai menambah ikan kuah belimbing 3 kali saking enaknya.


Pada saat ini, Raffy dan Ryzel berdiri di haluan kapal menikmati angin laut yang menerjang tubuh mereka.


"Sangat keren berdiri di kapal laut besar!"


Raffy berseru menikmati perasaan luar biasa di atas perahu pinisi besar.


Mendengar seruan Raffy yang memiliki suara kecil khas anak kecil, Ryzel tersenyum senang sambil memandangi hamparan laut biru yang luas.


"Baru pertama kalinya aku naik perahu sebesar ini, Ryzel," ujar seorang wanita di belakang Ryzel dengan wajah yang memerah karena kegirangan. "Rasanya sangat luar biasa. Aku *****!"

__ADS_1


"Watt de hell?!"


__ADS_2