Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 121: Dia Muncul?


__ADS_3

"Ya?"


Rani menatap heran pada Rina yang menunjukkan jarinya ke arah pasangan yang melewati mereka tadi.


Selain Rani, Ryzel pun merasa aneh dengan tingkah Rina yang tiba-tiba ini.


Dengan penasaran, Ryzel pun langsung melihat ke arah pasangan yang melewati dia dan tengah berjalan.


Mandat Ryzel menjadi besar, memandang sosok wanita pada pasangan tersebut dengan ekspresi yang menampilkan perasaan tak terucapkan.


Untuk sementara waktu, dia tidak bisa berbicara hingga akhirnya pasangan tersebut mengecil dan menghilang dari pandangan matanya.


Di dalam hatinya, Ryzel berkata dengan tak percaya, "Salsa? Dia masih di sini? Mengapa dia tetap berkeliaran di sini? Apakah tidak ada rasa malu?"


Sosok wanita yang bergandengan tangan dengan seorang pria itu mirip sekali dengan Salsa, saking berkesannya Salsa di hidup Ryzel, dia sampai hapal bentuk tubuh Salsa meski baru beberapa kali lihat.


Tak mungkin tebakannya salah, sosok wanita tersebut sangat mirip Salsa kalau dilihat dari belakang.


Banyak pertanyaan yang muncul di benaknya usai melihat Salsa dan meyakini dirinya bahwa itu benar Salsa.


Pertanyaan yang terpenting mengenai siapa pria di sampingnya dan bagaimana kelanjutan hidupnya setelah putus dengan mantan pacarnya.


Ryzel menggelengkan kepalanya, membuang pikiran tersebut yang sangat tidak berguna bagi hidupnya.


Cukup mengetahui bahwa Salsa memang tidak pantas lagi untuk dijadikan sebagai pasangan hidup, jauh dari persyaratan menjadi pasangan Ryzel yang ideal.


Wanita ini bahkan tidak punya malu sedikit saja tentang apa yang telah dia lakukan sebelumnya, berpacaran sampai melakukan hal itu, dan ternyata pasangannya juga selingkuh, sama dengan identitasnya yang menjadi seorang pengkhianat cinta.


Sedih dan lega dirasakan oleh Ryzel sekarang dalam waktu yang sama.


Dia lega karena sudah bisa memastikan tanpa ragu lagi bahwa Salsa adalah seorang wanita yang gila materi dan anti-setia.


Sedih karena dia tahu Salsa, mantan pacarnya, menjadi seorang yang tak lebih dari seorang Lacur yang baru.


Tak ada bedanya antara Salsa dengan seorang wanita yang menjual tubuhnya karena uang semata yang akan habis dalam waktu dekat.


Ada sedikit perbedaan, Salsa menjadi seorang Lacur bisa berbulan-bulan, berbeda dengan kupu-kupu malam di luar sana hanya bisa digunakan dalam satu malam saja.

__ADS_1


Melihat Ryzel yang terdiam sambil menatap ke arah dua sosok dari pasangan tersebut, Rina menepuk bahu Ryzel mencoba untuk membangunkannya.


"Ryzel, mengapa kamu diam seperti itu?"


"Eh, tidak apa-apa, aku hanya terkejut melihat dia ada di sini." Spontan Ryzel menggaruk-garuk kepalanya tampak canggung.


"Terkejut?" Rina jadi curiga kepada Ryzel. "Terkejut untuk apa?"


"Kukira wanita yang merebut teman Rani ini takkan muncul di sini lantaran sudah tahu dia adalah seorang wanita tukang selingkuh."


"Wanita yang punya tipe seperti itu, aku pikir sudah tidak punya urat malu, syaraf yang berfungsi sebagai rasa malunya telah putus. Jujur, aku juga terkejut, bisa-bisanya dia pergi ke sini lagi, padahal dia ketahuan selingkuh karena berada di sini," kata Rina dengan segala ejekan dan dugaannya.


Rani pun sedikit mengangguk seolah setuju dengan pernyataan Rina.


Ryzel pun setuju, apa yang dikatakan Rina ada benarnya, tetapi Ryzel masih terkejut karena sesuatu yang tak bisa dia beri tahu kepada wanita kembar ini.


Pasalnya, ini semua masuk ke dalam sesuatu yang personal dan sangat pribadi.


Masa lalu tak perlu diungkit, cukup dikenang dan dijadikan sebagai bahan pelajaran di masa depan agar masa lalu tak terulang.


Rina dan Rani juga cukup terkejut, tak mungkin mereka menatap Salsa dengan wajah yang mekar jika tidak kaget.


"Benar, aku terkejut karena menurutku wanita yang masih memiliki rasa malu takkan pernah menampakkan diri di tempat di mana mereka diketahui melakukan kesalahan." Ryzel mengangguk kejam, satu pendapat dengan Rina.


Mulut Rina melengkung, dia tersenyum dan berkata, "Sebuah pilihan yang bodoh jika aku datang lagi ke tempat di mana aku dipermalukan, itu akan membuatku merasa trauma karena rasa malu yang aku punya masihlah tinggi."


Wanita yang baik dan setia masih banyak, tetapi di masa sekarang yang bobrok dan hancur ini, mereka makin berkurang dan berkurang.


Berjalan lurus bersama para pria di Indonesia yang tak kalah banyak menjadi pelaku perselingkuhan.


Indonesia menjadi salah satu negara terbesar di Asia dalam kategori kasus perselingkuhan.


Di tahun belakangan ini makin menjadi kasusnya.


Parahnya lagi, Ryzel bisa dengan mudah untuk menemukan konten video atau informasi yang membahas persoalan perselingkuhan di Indonesia.


Banyak pelaku perselingkuhan dengan bangganya diumbar ke internet, sebuah cara yang bodoh untuk meningkatkan popularitas.

__ADS_1


Mereka bertiga berjalan ke arah penjual makanan tak jauh dari tempat mereka keluar dari mobil, membeli beberapa makanan yang dikira enak melalui visual atau penggambaran yang disajikan.


Setelah itu, mereka berjalan menuju hotel dengan berjalan kaki sambil menyaksikan keindahan Kota Bandung di malam hari yang cukup meriah dengan banyak lampu yang dipasang.


Di hotel, mereka masuk ke dalam kamar masing-masing untuk menghabiskan makanan yang mereka pesan secara pribadi atau masing-masing.


Setelah dirasa kenyang, Ryzel tidur sampai fajar menjelang.


Di tengah malam, Ryzel mendapatkan tugas masuk yang baru.


Sistem sudah benar, sudah lama dia tidak mengeluarkan tugas masuk dan sejenisnya, tidak tahu karena faktor apa.


Mungkin karena dia sudah tampan sehingga sistem pun menyukainya.


Tugas masuk sekarang cukup jauh, dan Sistem memberi dia waktu lebih dari 1 hari, alias 2 hari lamanya untuk berkesempatan bisa masuk ke lokasinya.


Seharusnya, waktu sebanyak itu pasti bisa dipakai untuk tugas masuk. Ryzel dengan mudah mendapatkan tiket yang memiliki jurusan yang tepat di mana lokasi masuk.


Bukan masalah jika waktu yang disediakan oleh Sistem hanya sebanyak itu, masih bisa dia capai.


Di pagi buta hari ini, Ryzel dan wanita kembar ini melakukan olahraga pagi dengan berlari santai mengelilingi Alun-alun Kota Bandung.


Mereka berdua masih memiliki waktu satu jam sebelum pergi ke kampus, mereka hanya dapat libur 2 Minggu lebih sedikit saja dari pihak universitas.


Dan di hari Senin ini mereka harus pergi ke kampus untuk memulai semester barunya.


"Kamu mau ikut pergi ke kampus bareng kita, Ryzel?" tanya Rina yang agak terdengar mengajak.


Dengan cepat Ryzel menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak sepertinya, aku masih ada sesuatu yang harus dikerjakan."


"Um, baiklah kalau begitu." Wajah Rina tampak agak sedih mendengar jawaban Ryzel.


Sebenarnya, mereka berdua mengharap Ryzel bisa ikut ke kampusnya bersama mereka meski hanya sekadar berkunjung dan melihat-lihat saja.


Walaupun demikian, mereka berdua sudah sangat senang pastinya.


Beberapa detik berikutnya setelah Ryzel menjawab, sistem tiba-tiba berbunyi di telinga Ryzel dengan suatu informasi yang diberikan kepadanya.

__ADS_1


[Ding! Selamat Tugas Masuk Sampingan Terbuka!]


__ADS_2