Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 41: Makan Malam Terakhir


__ADS_3

Melihat para wanita luar negeri ini memaksa, Ryzel tidak bisa melawan mereka dan akhirnya mengajari mereka bersama.


Pemandangan yang aneh dan nyata terjadi.


Puluhan wanita ini bergegas secara serentak mencari orang yang menyewakan papan selancar.


Mereka ini sama-sama membayar uang untuk menyewa papan selancar untuk dirinya masing-masing, kemudian dengan cepat kembali ke tempat Ryzel berdiri untuk menunggu mereka berkumpul.


Di sebelah ada Yochi yang menemaninya, Yochi pun terkejut dengan kedatangan tiba-tiba para wanita asing ini, dia sendiri tidak bisa mempertahankan Ryzel dari serbuan para wanita.


Mau tidak mau, Yochi ikut dengan mereka untuk mengawasi dan memastikan Ryzel tidak diapa-apakan oleh wanita-wanita yang beringas ini.


Tak lama berselang, para wanita ini datang kembali ke Ryzel sambil membawa papan selancar air.


Dengan demikian, Ryzel mulai mengajar mereka semua secara bersamaan.


Terlihat wanita-wanita ini sangat antusias diajari oleh Ryzel, mereka bersungguh-sungguh untuk bisa berselancar.


Hampir selama 3 jam Ryzel meladeni wanita-wanita ini. Semua wanita yang telah diajari Ryzel mulai memahami dasar berselancar dengan baik.


Secara tidak langsung, Ryzel juga membantu para penyewa papan selancar ini menaiki pendapatan hariannya.


Penyewa papan selancar yang Ryzel gunakan jasanya merasa berterima kasih kepada Ryzel lantaran papan selancar yang tersedia habis dipakai oleh wanita-wanita.


Usai mengajari para wanita ini berselancar, sosok Ryzel menjadi berbeda, celananya tampak lusuh dan tubuhnya terdapat banyak tanda garis merah.


Wajahnya juga tampak lesu dan lelah, bukan lelah karena fisik, melainkan mental.


Yochi dan Tan tersenyum tanpa daya melihat Ryzel seperti ini. Para wanita memang sangat ganas dan tidak tahan terhadap pria tampan.


Ryzel pun menjadi korban keganasan mereka. Selama Ryzel mengajari mereka, tubuhnya kerap kali dipegang secara diam-diam oleh mereka, bahkan tidak sedikit yang ingin memegang sesuatu di balik celana Ryzel, tetapi sebisa mungkin Ryzel tepis dan hindari gerakan Ryzel mereka.


Namun anehnya, wanita-wanita ini tidak takut saat ketahuan ingin mengambil kesempatan dari Ryzel, mereka malah makin menjadi-jadi sehingga Ryzel harus mengakhiri mengajari mereka berselancar.


Maka dari itu, tidak heran jika tubuh Ryzel terlihat lusuh dan banyak tanda merah.


Untungnya, tanda merah itu cepat menghilang dan tidak lagi terlihat.


Sesi mengajar para wanita berakhir, siaran langsung pun ikut berakhir.

__ADS_1


Ruang siaran langsung Ryzel sudah menembus 100.000 penonton dalam satu kali penayangan, ini merupakan rekor terbaru yang Ryzel raih.


Begitu puas bermain di pantai, ketiganya berganti baju dan mengenakan pakaian yang rapi.


Ketiganya berencana untuk menyaksikan matahari terbenam di Pantai Kata.


Berbaring di atas kursi pantai, Ryzel memegang segelas minuman rendah alkohol sambil memandangi langit di atas pantai yang bertahap menjadi gelap.


Di kedua sisi Ryzel ada kursi pantai yang diduduki oleh Yochi dan Tan, ketiganya tersenyum dan menikmati perasaan tenang di pantai.


“Ryzel, besok kamu mau ke mana? Tetap di sini atau mau pulang bersama kita ke Bangkok?“ Yochi menoleh dan bertanya kepada Ryzel di sampingnya.


“Kami berdua berencana untuk pulang besok siang, kamu mau ikut kami?“ lanjut Tan yang juga bertanya pada Ryzel.


Ryzel tidak menjawab pertanyaannya secara langsung, ia diam sambil menyesap minumannya.


Pada saat ini dia sedang berinteraksi dengan Sistem. Ada perubahan dari Sistem, dia bisa bertanya seputar tugas masuk pada Sistem.


“Sistem, bisakah kamu memberitahukan lokasi tugas masuk besok?“ tanya Ryzel di dalam hati.


[Ding! Tugas akan dirilis di jam 12 malam nanti. Pada intinya, lokasi tugas masuk tidak berada di negara ini. Anda harus siap-siap untuk pergi besok.]


Setelah mendengar informasi dari Sistem, malah membuat orang penasaran, dan Ryzel bertanya lagi, “Di mana lokasinya? Bolehkah kamu memberi tahu informasi dengan lebih terperinci?“


“Ayolah, Sistem. Beri tahu aku lokasinya.“


[Ding! Maaf, tidak bisa.]


“…”


Tidak peduli berapa keras dan bagaimana Ryzel berteriak dalam benaknya, Sistem tidak menjawabnya.


Pada akhirnya, Ryzel harus mengalah dan menerima keputusan Sistem yang akan memberi tahu tentang lokasi tugas masuk berikutnya.


“Tidak bisa, aku sepertinya besok akan pergi dari negara ini,” ucap Ryzel dengan nada suara yang menyesal.


“Hah? Sungguh?“ Yochi bangun dari tempat duduknya dan berdiri menghadap Ryzel dengan mimik wajah yang tercengang. “Kamu mau pergi dari Thailand?“


“Iya, aku akan meninggalkan kalian berdua di sini.“ Ryzel mendongak ke atas dan mengangguk tegas.

__ADS_1


Seketika Yochi dan Tan merasa kecewa begitu mendengar Ryzel ingin pergi dari mereka berdua, padahal mereka sudah sangat akrab, Yochi menikmati keseruan di antara mereka bertiga dan ingin merasakan kebersamaan ini lebih lama.


Sayangnya, harapannya langsung hancur setelah mengetahui bahwa Ryzel ingin pergi ke negara lain.


Dengan wajah yang sedih, Yochi bertanya sedikit memohon, “Ryzel, bolehkah kepergianmu di tunda selama beberapa hari? Aku masih ingin menikmati waktu bersama dengan kamu dan Tan.“


“Maaf …,” balas Ryzel dengan suara yang pelan, “aku tidak bisa memenuhi keinginanmu, Yochi.“


Tubuh Yochi membeku untuk beberapa saat, kemudian ia duduk kembali dengan tubuh yang lemas.


“Baik, aku tidak bisa memaksakan kehendak seseorang. Jadi, aku hanya bisa berharap kamu akan kembali lagi ke Thailand untuk bertemu kita,” Tan tiba-tiba berkata seraya memandang Ryzel dengan ekspresi yang sedih dan berharap.


“Pasti aku akan ke sini lagi, tunggu saja kedatanganku berikutnya.“ Ryzel mengangguk dan tersenyum kepada keduanya.


Yochi dan Tan yang kecewa menjadi kega mendengar ucapan Ryzel, mereka menghembuskan napas dan membalas tersenyum.


“Kami akan menunggumu, Ryzel.“


“Ya, tunggu aku.“


Selesai menikmati matahari terbenam, ketiganya kembali ke hotel untuk siap-siap pergi ke restoran, mereka berencana untuk makan malam bersama terakhir sebelum Ryzel pergi.


Canda tawa menghiasi obrolan mereka bertiga, Yochi dan Tan membahas hal seru bersama Ryzel.


Yochi dan Tan meminum banyak alkohol sehingga mereka mabuk dan berbicara yang tidak jelas.


Ryzel ikut minum, tetapi tubuhnya kuat terhadap dosis alkohol yang banyak, dia hanya sedikit merasa pusing, tidak tinggi seperti mereka berdua.


“Ryzel, aku sangat iri padamu, ingin sekali aku memiliki tubuh berotot sepertimu. Jika saja aku memiliki otot yang sama denganmu, aku pasti akan mengalahkan banyak wanita di ranjang,” gumam Tan yang tengah mabuk dan tidak sadar dengan ucapan yang dikeluarkan.


Lengkungan senyuman muncul di wajah Ryzel, dan merespons dengan gelengan kepala, pria tetaplah pria, pikirannya tidak jauh dari hal jorok.


“Ryzel,” panggil Yochi yang duduk di sebelahnya.


Ryzel terkejut, sontak ia menoleh untuk melihat Yochi.


“Kamu adalah pria yang paling tampan yang pernah aku temui. Dari banyaknya pria tampan yang aku lihat dari kalangan selebritas maupun yang lainnya, kamu yang tertampan dibanding pria lain. Aku suka kamu, tetapi aku sadar, kamu pria normal dan takkan mungkin menyukaiku, terlebih kamu sudah tahu awal mula sosokku seperti apa. Aku harap kamu tidak pernah menjauhiku ….“


Sebuah senyuman manis terbentuk di wajah Ryzel saat mendengar ucapan Yochi yang tengah mabuk.

__ADS_1


Ternyata wanita ini menyukai dirinya. Namun, Yochi sudah tahu Ryzel seperti apa. Benar saja tebakannya, Ryzel memang tidak bisa menyukai Yochi sama halnya terhadap wanita biasa.


Ryzel berjanji di dalam hatinya akan terus berteman dengan Yochi dan Tan, mereka berdua adalah orang baik kepadanya.


__ADS_2