
Mendengar ini, Ryzel terdiam sesaat dengan posisi masih memompa tubuh kecil Linh. Pinggulnya berhenti bergerak dan pandangannya fokus kepada layar tipis yang mengambang di depannya.
Gerakan Ryzel yang berhenti bergerak disadari oleh Linh yang telah memiliki mata yang sayu dan tubuh yang lemas. Bagaimana tidak, dia sudah belasan kali keluar karena tusukan Ryzel yang sangat dalam. Saat ini, dia juga merasakan sesuatu yang hangat masuk ke dalam tubuhnya. Linh tau sesuatu yang masuk itu, dia sama sekali tidak panik, melainkan dia tersenyum bahagia.
Setelah membaca beberapa saat sederet tulisan di depannya ini, Ryzel segera menjawab tidak kepada pertanyaan yang diberikan oleh Sistem.
Dia belum siap menjadi seorang ayah dan suami dari seorang wanita. Maka dari itu, dia memilih untuk tidak membuat Linh hamil.
Harus dikatakan Ryzel kejam dan juga tidak gentleman, tetapi mau bagaimana lagi. Dia sama sekali tidak menginginkan para wanita ini melakukan hal tersebut dengan dirinya. Ryzel sudah berusaha sebisa mungkin untuk menolak mereka.
Pada akhirnya, Ryzel yang adalah seorang pria yang normal dan juga memiliki hawa nafsu dikalahkan oleh mereka. Pertahanannya tidak kuat lagi untuk membendung binatang yang ada di dalam dirinya, dan hancur lantaran serangan yang dilakukan oleh mereka semua secara beruntun dan berkala kepada Ryzel.
Nafsu sulit dikendalikan, dan Ryzel sudah berusaha untuk tidak membangunkan kebuasan yang ada di dalam dirinya. Namun, dari awal wanita yang pertama ia temui, pertahanannya sudah diserang dengan gerakan yang kecil. Lambat-laun, wanita baru yang Ryzel temui makin ganas dan godaannya begitu kuat. Wajar saja, Ryzel kalah.
[Ding! Kemampuan Kontrol Benih Berhasil Digunakan!]
[Anda tidak akan membuat wanita yang sedang Anda kasihi benih menjadi hamil apabila memilih pilihan tidak. Mulai sekarang, Anda hanya perlu berkata iya atau tidak di dalam hati setelah menuangkan cairan kehidupan ke dalam ruang bayi setiap wanita. Secara otomatis kemampuan diaktifkan dan hasilnya akan sesuai dengan pilihan Anda.]
Pemberitahuan ini muncul dengan jelas di depan mukanya, Ryzel diam dan membaca apa yang diinformasikan dalam layar yang melayang ini.
Dalam pandangan Linh sekarang, tingkah Ryzel sangat aneh. Dia diam tak bergerak sedikit pun, bahkan daging panjang, besar, dan tebalnya masih membesar di dalam tubuhnya yang kecil. Matanya menatap ke arah bantal di sampingnya dengan sorot mata yang sangat janggal.
Tepat ketika Linh hendak menepuk tangan Ryzel yang masih mencengkeram lembut bola besar bagian kirinya, Ryzel tiba-tiba bergerak dan menoleh ke arahnya.
“Maaf, aku tiba-tiba terpikirkan sesuatu.“ Ryzel melirik Linh dengan senyum yang kaku.
Linh menggelengkan kepalanya dan berkata sambil tersenyum di wajahnya yang menampilkan perasaan yang lelah, “Tidak apa-apa, aku tidak masalah.“
“Anu, aku minta maaf karena aku telah mengeluarkannya di dalam,” ucap Ryzel dengan raut wajah yang merasa bersalah.
Mendengar ini Linh mengubah senyumannya menjadi lebih lembut, ia mengulurkan tangannya ke atas dan menyentuh pipi kiri Ryzel. “Jangan khawatir, aku tidak akan marah padamu. Aku sudah siap dengan semua konsekuensi dari perbuatan yang aku lakukan. Oleh sebab itu, kamu membiarkan dan membebaskan kamu untuk mengeluarkannya di mana saja pada tubuhku.“
Perkataan Linh membuat Ryzel terdiam untuk beberapa saat, kemudian dia membungkuk tubuhnya ke bawah dan memeluk Linh dengan penuh kelembutan.
Keduanya berciuman satu sama lain selama beberapa menit dan mereka melanjutkan lagi kegiatan tersebut sampai sore.
Kegiatan tersebut sangatlah intens dan luar biasa, bahkan mereka berdua tidak keluar dari kamar dan terus melakukan kegiatan tersebut berjam-jam dan disela oleh makan dan buang air, sisanya dihabiskan dengan kegiatan mereka dalam membuat anak atau kenikmatan surga dunia.
Untuk makan mereka memesan dari bawah hotel dan menghubungi petugas hotel melalui interkom. Apabila makanan datang, mereka memberhentikan kegiatan mereka untuk makan entah makan pagi atau siang.
Jikalau keduanya ingin buang besar, mereka juga menghentikan kegiatannya selama beberapa menit dan meneruskan kembali acara privasi keduanya.
Ryzel sudah lebih dari 3 kali mengeluarkan cairannya di dalam ruang bayi Linh. Perasaan ketika mengeluarkan cairan putih kental dan hangatnya itu sangat luar biasa, bahkan reaksi Linh saja sampai berlebihan dan sangat heboh.
Setiap Ryzel keluar, Linh juga pasti ikut keluar, keduanya keluar bersama. Akan tetapi, Linh lebih sering keluar dibandingkan Ryzel. Dia lebih dari 20 kali keluar cairan yang banyak. Kemungkinan hampir 40 kali jika keluar dengan cairan yang tipis dan sedikit dihitung.
Adik besar Ryzel hanya menusuk ke lubang yang benar. Ryzel sendiri tidak mau memasukan adik besarnya ke lubang lain yang bersampingan dengan lubang utama Linh meski wanita ini kerap memintanya untuk memasukkan adik besarnya ke sana.
Bukan tanpa alasan Ryzel menolak. Jika dia memasukkan adik besarnya ke sana, dikhawatirkan itu tidak muat dan apabila dipaksakan akan mengakibatkan sesuatu yang tidak baik bagi tubuh Linh, seperti penyakit dan luka.
Maka dari itu, Ryzel lebih bermain aman dan tidak aneh-aneh. Dipikir lagi kalau Ryzel memasukkan lubang tersebut dengan miliknya, secara tidak langsung membuat Linh merasa bahwa lubang tersebut juga harus dimainkan juga selain lubang utama. Hal itu tidak baik dan terlalu banyak risiko yang bertambah.
__ADS_1
Lubang kecil Linh sudah tidak bisa dikatakan kecil karena lubangnya sekarang sudah bisa memasukkan batang adik besar Ryzel lebih dari 80% yang di mana itu sangat dalam.
Ajaibnya, meskipun lubang Linh tidak kecil lagi di dalamnya, dari tampak luar masih terlihat rapat. Kehebatan wanita.
Sebelum mereka mandi sore bersama, mereka berdua sempat beristirahat sejenak, lebih tepatnya Linh yang beristirahat karena terlalu kelelahan.
Tubuh kecilnya berbaring lemas di atas kasur dengan kedua kaki yang terbuka lebar. Cairan putih yang hangat dan lengket itu keluar dari lubang milik Linh dan jatuh ke atas seprai kasur.
Di samping Linh ada Ryzel yang sibuk menciumi bibir Linh dan tangannya bermain dengan bola milik Linh yang terlihat makin besar dari sebelumnya.
“Pengalaman barusan sangat hebat, aku takkan melupakan peristiwa hari ini di dalam hidupku. Kamu sangat hebat, Ryzel.“ Linh dipeluk oleh Rakyat dengan gaya bridal. Tubuhnya sudah dibersihkan di kamar mandi bersama Ryzel.
Di dalam kamar mandi, mereka berdua sempat bermain lagi meski hanya sekian menit lantaran Linh keluar beberapa kali di sana.
Adik besar Ryzel sangat hebat dan luar biasa. Linh mengakui betapa luar biasanya dampak tusukan dari barang panjang, tebal, dan kekar Ryzel.
Setiap kali benda itu menusuk, Linh merasa dibawa terbang ke langit.
Setelah mandi bersama, Linh diantarkan oleh Ryzel untuk masuk ke dalam kamar Linh sendiri. Ryzel kembali ke kamar untuk melakukan kesibukannya di menjelang malam ini.
“Tadi benar-benar melelahkan.“ Ryzel duduk di kursi meja kerja dan perlahan menyalakan Jenbook miliknya.
Di belakang Ryzel masih ada kasur yang berantakan dan basah. Bekas pertarungan keduanya masih di sana dan belum dibenahi.
Akan dirapikan nanti begitu Ryzel keluar dan meminta petugas untuk membersihkan kamarnya. Dia tidak akan lama di kamar karena dia di sini hanya untuk memeriksa pesan dari orang-orang yang dia kenal dan melihat akun Tiktod serta akun Instagrem miliknya.
Ada banyak pesan yang masuk di ponsel Ryzel, semua itu berasal dari wanita yang pernah bertemu dengannya secara langsung.
Ryzel membalas pesan sama seperti biasanya, terkesan antusias dan asyik dalam percakapan.
Dari pagi sampai menjelang malam, Ryzel masih belum melakukan siaran. Banyak penggemar yang menunggunya dan tak sabar ingin menonton siaran langsung yang akan tayang hari ini.
Komentar-komentar ini sama sekali tidak Ryzel balas dan hanya dibaca saja. Pasalnya, dia akan menyiarkan siaran langsung di malam nanti bersama Linh.
Usai membalas pesan dan memeriksa akun media sosial. Ryzel merapikan semua barangnya ke dalam tas. Kamar ini ingin dibersihkan dan semua barang yang dia miliki harus dimasukkan ke dalam tas atau dirapikan agar tidak hilang. Perlu dijaga dan berhati-hati terhadap barang-barang milik kita sendiri ketika sedang berada di luar rumah.
Ditakutkan peristiwa yang memalukan terjadi, seperti petugas kebersihan mengambil barangnya.
Ryzel keluar dari kamar dan pertugas hotel masuk ke dalam kamarnya. Tak lama setelah Ryzel keluar, Linh pun keluar dari kamarnya dengan pakaian yang lumayan tertutup. Dia sudah mulai mengerti dan memakai kebiasaan yang diperintahkan oleh Ryzel.
Meskipun demikian, Linh masih menyembunyikan bola-bola besarnya sekarang, tidak tahu apa maksudnya.
Mereka kedua pergi bersama menuju ke tempat makan atau restoran untuk makan malam bersama.
Makan malam di restoran hotel sudah menjadi langganan Ryzel dan Linh. Mereka memilih untuk makan di sini dibandingkan dengan makan di luar hotel, lebih lagi ketika makan malam, kecuali mereka memang ingin pergi keluar untuk mencoba jajanan jalanan malam di Vietnam.
Di kesempatan makan malam kali ini, mereka terlihat begitu dekat. Linh pun sangat manja kepada Ryzel, sangat berbeda sekali sikapnya dengan sikap pertama kali bertemu Ryzel di hari pertama.
Dalam sesingkat itu, Ryzel bisa menaklukkan wanita meski tanpa niat dan tidak sengaja.
Alasan malam ini mereka begitu manja dan mesra ialah besok atau hari esok tanggal 25 Desember, mereka berdua berpisah.
__ADS_1
Sistem memberi tahu Ryzel bahwa nanti malam atau di pergantian hari ini akan ada tugas masuk baru yang dirilis. Sistem juga menginformasikan bahwa lokasinya tidak ada di negara ini dan itu ada di negara yang lain, artinya Ryzel akan pergi ke luar negeri.
Dia tidak bisa tinggal di sini lagi. Kemungkinan besar, besok sore atau malamnya Ryzel pergi naik pesawat dan meninggalkan tempat ini, tempat di mana dirinya bertemu dengan Linh.
Peristiwa ini sangat berkesan baginya, sama seperti peristiwa pertemuan dengan wanita lain sebelumnya. Semuanya berkesan dan memiliki tempat yang berbeda di ingatan Ryzel.
Pengalaman dirinya bertemu dengan orang-orang selama pergi ke berbagai negara akan selalu dia ingat.
Makan malam berlangsung lumayan lama karena Ryzel mengobrol santai dengan para penontonnya di ruang siaran langsung bersama Linh, jam 9 malam mereka menyelesaikan makan makan malam dan bersiap untuk tidur.
Mereka berdua berciuman dengan brutal sebelum masuk ke dalam kamarnya masing-masing.
Saat ini, di dalam kamar, Ryzel duduk di depan Jenbook yang menyala. Dia duduk diam menghadap layar yang menyala cerah dengan tatapan yang kosong.
Hatinya sekarang terasa hampa setelah memberi tahu tentang rencana kepergiannya besok kepada Linh.
Tidak tahu mengapa hatinya seperti ini. Perasaan ini kerap muncul ketika ingin berpisah dengan wanita yang lain, terakhirnya berpamitan dengan Maly pun Ryzel merasakan perasaan yang sama, tetapi tidak seberat ini.
“Aneh, aku merasa sangat sulit untuk melakukan perpisahan ini. Terasa seperti ada sesuatu yang menahan hatiku untuk merelakan kepergian kali ini.“ Ryzel menggenggam ponselnya dan membuka aplikasi galeri untuk melihat foto dirinya yang berdiri berpose bersama dengan Linh di dalam gedung Botaxco Financial.
Terlihat wajah Linh yang imut dan cantik tersenyum bahagia di sampingnya sambil melakukan pose yang romantis dengannya. Linh memeluk tangan Ryzel begitu erat sambil mengangkat kaki kirinya sedikit. Tampak manis dan ceria.
Kesan anak kecil pada tampilan Linh masih dirasakan oleh Ryzel ketika melihat sosok Linh secara langsung ataupun tidak langsung.
Memejamkan matanya, Ryzel memikirkan hal ini dengan perasaan yang gundah gulana.
“Apa aku harus membawa Linh pergi jalan-jalan ke luar negeri?“ Linh membuka matanya dan menatap langit-langit kamar. “Umm, kupikir bisa saja, mengingat Linh bekerja sebagai cosplayer.“
Ryzel menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran ini untuk sementara. Dia akan melanjutkan memikirkan hal tersebut nanti, sekarang sudah malam dan dia harus tidur.
Membaringkan tubuhnya di atas kasur, Ryzel memejamkan matanya dan mulai menyaksikan mimpi yang akan diputar.
“Ryzel, kamu harus jaga diri baik di sana, jangan nakal dan aneh-aneh. Kamu harus ingat dengan penggemar kamu, jangan menunjukkan perilaku yang tak baik. Kuharap kamu senang kembali ke negara asal kamu, dan … jangan lupakan aku. Aku akan menyambut kamu apabila kamu pergi ke sini lagi.“ Linh memeluk Ryzel dengan begitu erat.
Keduanya tampak seperti seorang ayah dan anak sedang berpelukan karena ingin berpisah.
Ryzel mengangguk dan mengelus punggung kecil Linh. “Aku mengerti, aku akan mengingat nasihat kamu. Pasti, aku tidak akan melupakan kamu, Gadis Kecil.“
“Hump! Kamu masih saja menyebut panggilan itu.“ Linh memukul punggung Ryzel begitu pelan dan terlihat sedikit marah. Namun, kemarahannya hanya sekilas dan dia mengubah ekspresinya menjadi sedih kembali. “Intinya, kamu jaga diri baik-baik supaya kita bisa bertemu lagi, oke? Kalau aku sempat, aku akan menyusul kamu.“
“Baiklah.“ Ryzel tersenyum lembut dan keduanya melepaskan pelukan.
“Hati-hati di jalan. Aku sayang kamu, Adik Besar ….“
Setelah mengatakan itu, Linh mencium bibir Ryzel dengan kaki berjingkat dan Ryzel merespons dengan membungkuk tubuhnya agar bibir Linh sampai ke bibirnya.
Ryzel meninggalkan Linh di depan hotel dan dia masuk ke dalam mobil taksi.
Saat di dalam mobil, Ryzel terburu-buru mengetik pesan kepada Linh. Isi pesan tersebut adalah mengingatkan Linh untuk memakai uang yang dia berikan dengan baik.
Benar, Ryzel mengirimkan sejumlah uang sebesar miliaran dong Vietnam. Tidak tahu berapa jumlah jelasnya.
__ADS_1
Dia pergi ke Bandara Internasional Tan Son Nhat Kota Ho Chi Minh dan naik pesawat yang memiliki tujuan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“Aneh sekali tugas masuk kali ini. Aku disuruh kembali ke Indonesia lagi setelah beberapa hari di luar negeri.“