
Tidak peduli dari mana asal mereka semua, semua wanita akan pasti cinta dan suka dengan kegiatan berbelanja, lebih lagi berbelanja barang kesukaan mereka, terkait dengan kecantikan dan suatu kemewahan.
Rina dan Rani pergi ke banyak toko untuk membeli beberapa oleh-oleh kecil berupa aksesoris untuk suatu benda.
Kegiatan mereka berbelanja memakan waktu hampir satu jam. Setelah itu, mereka langsung mengelilingi beberapa spot yang ada di dalam tempat wisata ini.
Banyak bangunan yang mereka kunjungi, dan sekaligus mereka mencoba beberapa budaya mereka, contohnya memakai pakaian tradisional di setiap negara.
Di bangunan yang bertema Negara Jepang, mereka bertiga menyewa baju tradisionalnya, yaitu Kimono.
Baju panjang dengan lengan yang lebar dan berselempang di pinggang, memiliki pola dan corak yang berbentuk bunga, terlihat indah dan cantik bagi wanita yang memakainya.
Ketiganya mengenakan kimono dengan sangat elok. Kedua wanita, Rina dan Rani berkimono yang bercorak bentuk bunga berwarna pink dan putih, tampak sangat cerah dan menawan ketika mereka memakainya.
Sementara itu, kimono Ryzel tidak bercorak dan lebih terlihat polos, warna kimono hitam dengan halaman berwarna abu-abu, tali pinggangnya pun tidak banyak corak.
Mereka semua sangat tampan dan cantik, orang-orang yang berpapasan dengan mereka secara otomatis akan menoleh dan memfokuskan pandangan ke arah mereka bertiga.
Ryzel dan kedua wanita yang kembar ini benar-benar berbeda dengan yang lain, bahkan tidak sedikit yang menyangka mereka adalah artis media sosial.
Tak heran jika banyak yang meminta foto, terlebih kepada Ryzel yang tampan, ibu-ibu yang sudah berumur pun meminta untuk foto bersama dengan Ryzel.
Hal ini membuat Ryzel kesulitan dalam bersiaran lantaran dia sekarang tengah siaran langsung sambil memperkenalkan banyak tentang beberapa negara yang disimbolkan dengan bentuk bangunan.
Untungnya, orang-orang tidak begitu banyak yang berkunjung, mereka masih bisa bebas bergerak untuk menjelajahi banyak negara.
Selain Jepang, ketiganya juga mencoba beberapa pakaian tradisional dari beberapa negara, yakni Korea Selatan, China, India, dan Timu Tengah.
Sangat menakjubkan dan impresif bagi mereka bertiga. Tidak hanya keseruan yang mereka, tetapi juga ilmu tentang berbagai negara yang dihadirkan di sini untuk bisa dilihat.
Setelah puas berkeliling tempat wisata yang luas ini, Rina mengajak Ryzel ke restoran yang ada di dalam dan cukup terkenal.
Jelas, Ryzel menerima ajakan dan mengikuti mereka berdua berjalan menuju suatu tempat.
Lagi pula, dia belum makan siang karena terlalu senang dan seru mengeksplor tempat ini.
__ADS_1
Ryzel sambil memegang tongkat gimbal dia mengarahkan arah kamera depan ke arah wajahnya. Pergi ke restoran sembari mengaktifkan siaran langsung.
Sesampainya di sana, Rina berinisiatif untuk memesankan makanan kepada Ryzel.
Dia memesankan makanan untuk Ryzel karena pesanan mereka itu satu paket dan tidak dipisah.
Juga makanan di sini dikemas sangat tradisional dengan nasi yang dimasukkan ke dalam bakul dengan lauk makanan yang sangat sederhana, tetapi rasanya jangan ditanya, sangat-sangat enak.
Semua makanan yang dimakan dengan cara diambil menggunakan jari-jemari pasti terasa lebih enak dan nikmat.
Secara keseluruhan, Ryzel sangat menyukai restoran ini, dimulai dari rasa makanan yang terbilang cukup enak, ditambah dengan pemandangan alam yang bisa dinikmati ketika makan membuat Ryzel bisa dengan mudah memberi ulasan yang sangat baik.
Sebelum pergi dan pulang dari tempat wisata ini, Ryzel dan kedua wanita yang kembar sangat asyik mengobrol dengan beberapa bahasan yang seru.
Tentu saja, para penonton juga diajak ikut mengobrol dengan seru. Namun, Ryzel harus membeli makanan dan minuman lagi karena tidak enak jika menumpang duduk terlalu lama, tetapi tak membeli barangnya lagi.
"Untuk yang menanyakan negara yang ada di utara daerah Korea Selatan, di sini tidak ada," ucap Ryzel kepada para penontonnya yang bertanya persoalan tidak dan adanya replika bangunan yang menjelaskan negara tersebut
Banyak dari penontonnya yang bertanya soal replika bangunan dari Negara Korea Utara, dan di sini tidak disediakan.
Wajar saja, apabila pihak penyelenggara wisata ini memilih beberapa bangunan negara saja yang dibuat replikanya karena lahan yang terbatas.
"Jujur saja, aku suka tempat ini, kita bisa tahu bagaimana dan seperti apa budaya negara lain, contohnya bangunan dan pakaian yang kita lihat tadi tanpa harus pergi ke luar negeri secara langsung," kata Rina dengan pendapatnya tentang tempat wisata satu ini.
Ryzel mengangguk setuju, dan sependapat dengan pernyataan Rina. Adanya tempat wisata ini membuat kita lebih mudah mengenal kebudayaan orang lain.
Senyum Ryzel berubah, wajahnya memperlihatkan perasaan yang sedih, dan dia berkata, "Kita dimudahkan untuk mengenal budaya orang lain sehingga banyak generasi kita yang tidak tahu tentang kebudayaan asli negara sendiri."
Mendengar ucapan Ryzel, keduanya menatap Ryzel dengan terkejut, dan mereka menundukkan kepalanya merasa bersalah.
Ryzel pun merasa sedih dengan dirinya sendiri karena kurang mengetahui tentang adat istiadat serta kebudayaan asli orang Indonesia dari banya suku dan budaya.
Untungnya, sekarang dia sudah mulai mengetahui budaya Indonesia, tidak seperti dahulu yang sangat jauh dengan budaya asli Indonesia.
Dia mengakui sendiri bahwa orang yang seumuran dengannya banyak yang telah terpengaruh oleh budaya barat.
__ADS_1
Tak sedikit yang menganggap mendengarkan lagi daerah adalah sebuah kegiatan yang kuno dan tidak gaul.
Maka dari itu, Ryzel jarang bertemu dengan orang yang seusia dengannya masih melakukan kegiatan budaya daerah.
Pengaruh globalisasi sangat berdampak bagi dirinya sendiri, Ryzel tidak munafik akan perihal ini.
"Jangan berbicara terlalu banyak fakta, Ryzel."
"Di kampung aku banyak sekali anak kecil yang menari-nari mengikuti trend dan video yang sedang terkenal, dan tariannya itu sangat erotis, tidak cocok anak kecil bergoyang-goyang seperti itu, lebih baik belajar menari tarian tradisional."
"Mendengarkan musik dangdut di kelas, seketika aku dianggap aneh, kata mereka selera musikku mirip bapak-bapak."
"Temanku banyak yang tidak tahu asal Tari Jaipong, padahal itu sangat ikonik."
"Benar, banyak teman-teman aku, khususnya wanita, mereka tahu secara detail budaya negeri ginseng, tetapi saat ditanya alat musik Kolintang dari mana, mereka langsung terdiam."
"Tidak habis pikir, bahkan temanku tahu dari mana saja tata letak dan asal budaya yang ada di negeri sakura, tetapi budaya sendiri tidak tahu asalnya dari mana saja."
"Aku sedih, hanya aku yang dapat memainkan musik gamelan di kelas."
"...."
Banyak sekali cerita yang dilemparkan oleh para penonton di ruang siaran langsungnya, Ryzel tidak perlu menyebutkan dan melanjutkan pembahasan tentang budaya.
Dia tidak ingin sesuatu ini menjadi masalah, dan dia dihujat oleh pencinta barat dan luar negeri.
Sehabis mengobrol banyak di restoran, mereka bertiga berjalan meninggalkan tempat wisata sebelum malam tiba.
Mereka tidak langsung pergi ke hotel, berhenti di pinggir jalan dekat alun-alun untuk membeli makanan.
Tepat ketika mereka keluar dari dalam mobil, wanita dan pria berjalan bergandengan ingin melewati ketiganya.
Akan tetapi, mereka berdua berhenti ketika tahu di depan mereka ada orang-orang yang turun dari mobil.
Tanpa melihat sosok Ryzel dan wanita kembar, keduanya berjalan ke samping menghindari dan lanjut berjalan.
__ADS_1
"Di–dia, wanita itu, bukankah dia?!"