Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 131: Pertandingan Memasak


__ADS_3

Ratusan ribu komentar kembali dikirimkan secara bersamaan.


Pada saat ini, salah satu petugas yang memelihara server Tiktod terkejut dengan penuhnya satu server. Setelah ia teliti, petugas tersebut bergegas memberi tahu tentang ramainya ruang siaran langsung sampai mampu membuat server bermasalah dan turun.


"Baik, terima kasih sudah memberi tahu."


Pada saat ini, seorang pria yang agak tua mengangguk dan meminta petugas tersebut keluar dari ruangannya.


Berita tentang ramainya ruang siaran langsung Ryzel telah sampai ke petinggi perusahaan Tiktod dan itu sudah menjadi lirikan lama dari beberapa Minggu yang lalu.


Pria yang sedang duduk di kantor sambil menatap ruang siaran langsung Ryzel adalah CEO dari Perusahaan Tiktod yang memiliki nama Chou Jo.


"Pria ini terlihat sangat berbeda dengan ratusan ribu orang yang terkenal di aplikasi yang aku kembangkan. Kelihatan sangat percaya diri, bahkan dia belum membalas pesan resmi dariku. Sangat disayangkan kalau dia mendapatkan masalah dan menghancurkan karirnya, semoga saja anak ini sukses. Dengan demikian, aplikasi ini akan terus bertambah umur," gumam Chou sambil menonton siaran langsung Ryzel yang tengah berlangsung.


Chou sama sekali tidak marah karena pesan ajakan yang dikirim ke Ryzel tidak dibalas sama sekali. Pria ini bahkan mendoakan Ryzel untuk terus sukses.


Dengan adanya Ryzel, aplikasi Tiktod makin berkembang dan populer di Indonesia, dan itu merupakan hal yang baik.


Mendapatkan untung banyak dengan banyaknya pengguna yang terus menerus menggunakan aplikasinya.


Pesan ajakan yang dikirim oleh Chou berisi kontrak khusus bagi Ryzel untuk mendapatkan untung lebih banyak dari aplikasinya.


Chou tidak tahu bahwa Ryzel sama sekali tidak menggunakan uang hasil siaran langsung dan membuat konten video pendek untuk dirinya sendiri.


Hal yang Chou tahu, Ryzel selalu menarik saldo di akunnya ratusan juta di setiap Minggu, tetapi dia tidak tahu tentang saluran uang Ryzel dikemanakan.


"Kuharap dia bertahan lama di sini." Chou menatap Ryzel yang tersenyum di layar ponselnya dengan penuh harap.


Tidak ada orang yang tak senang jika memiliki karyawan yang menguntungkan. Ryzel dianggap sebagai karyawan olehnya dan wajar jika dia membuat harapan yang baik kepada anggota perusahaannya yang potensial.


Pada saat ini, Ryzel tengah tertawa dan tersenyum bersama Risa serta keluarganya. Usai memberikan hadiah 2 juta rupiah kepada orang yang menjawab tebakannya dengan benar, bersama Risa dan keluarganya, Ryzel mencoba membuat makanan khas Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Gudeg, dengan penuh keseriusan dan kehati-hatian.


Nenek Risa yang selalu tersenyum dan sabar mengajarkan Ryzel, kini merasa senang karena Ryzel sudah paham dan ingat langkah-langkah dalam membuat masakan Gudeg.


Risa dan lainnya pun terkejut ketika Ryzel bisa memasak Gudeg tanpa terlihat kesulitan. Ryzel bahkan bisa tersenyum dan mengobrol bersama Risa, tetapi itu tidak mengganggu prosesnya dalam membuat makanan Gudeg.


Tidak hanya Risa yang terperangah, para penonton yang secara fokus memandang Ryzel yang membuat makanan Gudeg terpana.


Makanan yang Ryzel buat memang tidak terlihat ada yang salah, langkah-langkah yang dijalani di saat membuat makanan semuanya benar.


Sebagian para penontonnya mengikuti cara memasak Nenek Risa dalam membuat makanan Gudeg khas Yogyakarta, mereka memanfaatkan momen ini untuk menambah keterampilan mereka dalam memasak.


Mereka fokus ke tata cara Ryzel memasak dan itu semuanya diikuti oleh Ryzel sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Nenek Risa.


Dari siaran langsung kali ini, para penggemar Ryzel dan penonton setia siaran langsung tahu bahwa Ryzel memiliki bakat dalam memasak, atau Ryzel sebenarnya jago dalam hal memasak makanan.


Tak lama berselang, Ryzel, Risa, dan beberapa saudari Risa berhasil membuat Gudeg yang ia bikin secara mandiri dan sendiri.


Nenek Risa akan mencoba makanan mereka satu per satu dan akan menentukan siapa makanan yang enak yang berhasil mereka buat.


Ini adalah acara yang Ryzel buat secara spontan agar siaran langsungnya menarik dan membuat para penonton betah di dalam ruang siaran langsungnya.


Omong-omong, membuat gudeg ini memakan waktu yang cukup lama, Ryzel sudah menyalakan siaran langsungnya selama lebih dari 5 jam lamanya, dan hari sudah memasuki waktu sore.


Gudeg yang mereka masak adalah gudeg tipe basah yang tidak memakan banyak waktu lama, berbeda dengan gudeg kering yang harus dikeringkan dahulu dan itu menghabiskan waktu lebih lama dari gudeg basah.


Masakan mereka dimasak menggunakan tungku yang sangat tradisional. Nenek Risa memiliki banyak tungku tanah liat sehingga mereka bisa masak bersamaan dan cukup banyak.


"Punya kamu kurang lengkuasnya, kamu pasti kurang memasukkan lengkuasnya, kan, Risa?" ucap Nenek Risa kepada Risa dengan wajah yang sedikit tak senang.


Rasa makanan gudeg yang dibuat Risa kurang pas bumbunya dan tidak begitu enak, sangat standar. Jauh berbeda jika dibandingkan masakan gudeg miliknya sendiri.

__ADS_1


Risa mengangguk pelan dan menundukkan kepalanya. "Aku lupa takarannya, Nek."


"Dasar, kamu. Besok kamu harus belajar lagi bersama nenek sampai kamu bisa."


"Baik, Nek." Risa mengangguk cepat beberapa kali dan menuruti keinginan neneknya.


Setelah mencicipi makana Risa, cucunya, Nenek Risa berpindah ke masakan hasil Ryzel masak sebelumnya.


Dari penampilan saja, makanan yang dibuat Ryzel berbeda dengan punya Risa, ini lebih bersih, cantik, dan menggugah selera makan sekali.


Maka dari itu, tanpa basa-basi lagi, Nenek Risa memulai cicip makanan gudeg yang dibuat oleh Ryzel.


Saat sendok itu dimasukkan ke dalam mulut, rasa gudeg yang enak dengan rempah dan bumbu yang pas menyelimuti seluruh lidah Nenek Risa.


Melihat Nenek Risa yang memasang ekspresi terkejut dengan pupil mata yang membesar, mereka semua bertanya-tanya tentang bagaimana rasa dari gudeg yang Ryzel buat.


Risa dan saudarinya memandang satu sama lain lai, tidak mengerti mengapa neneknya terdiam sambil mengangkat sendok di tangannya, bagai patung.


Penonton juga cukup ikut terheran, kolom komentar dipenuhi oleh kata 'kenapa' dan 'apa', mereka ingin tahu rasanya.


Setelah terkesima untuk beberapa saat, Nenek Risa memandang Ryzel dengan tatapan yang sangat bahagia dan senang, ada perasaan bangga di wajahnya.


"Izel, kamu sangat berbakat membuat gudeg ini. Rasa gudeg yang kamu buat persis sama dengan gudeg yang biasa aku buat. Nenek bangga sama kamu sekaligus bahagia ...."


Nenek Risa mengungkapkan rasa gudeg Ryzel dan perasaannya yang sangat bahagia karena Ryzel mampu membuat gudeg yang sama enaknya dengan biasa yang dia buat.


Melihat Nenek mereka memuji Ryzel begitu banyak, Risa dan saudarinya merasa iri, tetapi di lain sisi, mereka ikut senang dengan pencapaian Ryzel.


Di dalam pandangan Risa dan saudarinya, sosok Ryzel menjadi pria yang wajib dimiliki karena selain kaya, dia juga mudah untuk belajar dan lihai dalam membuat makanan.


Para penonton yang dengan baik mendengar semua perkataan Nenek Risa langsung kaget, mereka tidak menyangka Ryzel memiliki bakat sebagus itu di bidang memasak makanan.


Akan tetapi, Ryzel tampaknya pernah menunjukkan keahliannya membuat mie instan, tetapi itu tidak dianggap serius oleh mereka semua.


Orang yang tak pandai masak bisa membuat mie instan yang enak. Jadi, mereka tidak terlalu menganggap serius Ryzel.


Namu, pada kesempatan kali ini, Ryzel ternyata benar-benar berbakat. Mereka semua kagum pada Ryzel, idola yang paling sempurna menurut mereka semua.


Setelah membuat gudeg bersama, siaran langsung Ryzel tutup, dan dia pergi bersama Risa dan saudaranya ke luar rumah, tepatnya ke kota yang ramai oleh orang-orang.


Kebetulan rumah Nenek Risa tak begitu jauh dari Kota Yogyakarta, sekitar 20–30 kilometer dari rumah ke tempat ramainya di Kabupaten Magelang.


Dengan menggunakan Gemera dan ojek mobil, mereka semua berangkat.


Di dalam mobil, saudara Risa yang kebetulan ada yang sedang kuliah penasaran dengan mobil yang dibawa oleh Ryzel.


Ada dua saudara Risa yang ikut ke dalam mobil milik Ryzel, dan kursi depan diisi Risa. Kedua saudara Risa ini masih kuliah, semester tiga dan empat. Bisa dikatakan mereka ini umurnya hampir sama dengan Ryzel yang baru berusia 19 tahun jalan 20 tahun.


Orang tua mereka naik mobil Gokart bersama nenek, total ada 3 mobil yang mereka bawa hanya untuk jalan-jalan ke Kota Magelang di malam hari.


Pertanyaan salah satu saudara Risa tentu Ryzel jawab, dia membeberkan tentang merek dan jenis mobil ini sehingga mereka berdua dapat menemukan keterangan di Gugel.


Begitu mereka mencari mobil yang disebutkan oleh Ryzel di mesin pencarian Gugel, muncul artikel tentang mobil Ryzel disertai gambar mobilnya dan itu sangat mirip.


Ryzel tidak berbohong pada mereka berdua, tak ada gunanya pula dia melakukan kebohongan, tidak ada untungnya sama sekali.


Saat mata mereka bergerak ke arah kolom harga yang dicantumkan, pupil mata mereka menyusut dengan wajah yang mekar.


Jelas, keduanya terkejut setengah mati dengan harganya yang mencapai 25 miliar rupiah.


Sebenarnya, harga mobil Ryzel ini lebih mahal dari itu, sekitar 30 miliar dengan komponen yang jauh lebih bagus dan terdapat modifikasi yang disesuaikan keinginan Ryzel, aslinya adalah keinginan Sistem.

__ADS_1


Dalam sekejap, mereka berdua bertanya bagaimana caranya menjadi seorang streamer tier SSS di Tiktod. Mereka menganggap Ryzel memiliki uang karena bekerja di aplikasi Tiktod dan menjadi streamer kecil.


Dengan baik hati dan rajin menabung, Ryzel memberi tahu trik dan langkah-langkahnya.


"Kalau kalian berdua ingin menjadi seorang selebritas Tiktod, pertama-tama kalian harus punya mental baja, kalau tidak bisa, besi pun boleh, dan disertai dengan niat yang bulat, sebulat milik pacar kalian. Kedua, kalian harus punya ide konten yang unik agar para penonton tertarik dengan kalian dan ingin menonton kalian kembali. Ketiga, kalian harus konsisten dan juga belajar public speaking dengan baik. Keempat ... Kalian harus mencoba dahulu kalau memang sudah ada persiapan," urai Ryzel pada mereka berdua sembari menyetir mobil di jalan yang agak ramai.


Banyak lampu mobil di jalan yang sedikit mengganggunya, terkadang orang yang menyalakan lampu jarak jauh lebih menyebalkan dari bertemu tim jelek di Mobel Entog.


Semua ucapan dan kata-kata Ryzel didengar oleh keduanya dengan sangat baik.


Setelah tahu langkah-langkahnya, mereka langsung berpikir tentang niatnya di dalam hati. Mereka berdua masih ragu untuk menjadi seorang Tiktoder karena itu terlalu mustahil bagi mereka yang adalah orang biasa dan bukan figuran dari novel untuk menjadi orang yang terkenal, punya popularitas yang tinggi.


"Apakah menjadi streamer benar-benar mampu membeli mobil ini, Ryzel? Mengapa aku lihat banyak pembuat konten video di Tiktod tidak sampai memiliki banyak mobil mewah?" tanya Risa yang janggal. Wanita ini merasa heran dan kurang percaya dengan kemampuan Ryzel menghasilkan uang miliaran rupiah dari menjadi seorang streamer kecil.


Ryzel menampilkan senyuman canggungnya, dan kemudian berkata, "Kemungkinannya sangat kecil untuk para Tiktoder bisa membeli mobil mewah seperti ini. Aku bisa membeli mobil ini karena aku punya saham di beberapa perusahaan, hehe."


Sontak, mereka semua lebih terkejut saat tahu Ryzel adalah orang kaya yang benar-benar kaya.


Dengan rasa ingin tahu yang berkumpul begitu banyak di hati mereka bertiga, pertanyaan yang sama dilontarkan oleh ketiganya pada Ryzel perihal perusahaan apa yang dipegang Ryzel.


Pertanyaan mereka dijawab dengan sangat jujur oleh Ryzel, tetapi kejujurannya membuat Risa dan dua saudaranya terdiam sampai mereka semua sampai di pusat Kota Magelang untuk mencari makan dan jalan-jalan.


"Pstt, bukankah itu juga dari perusahaan kamu, Ryzel?" bisik Risa ke telinga Ryzel sambil menunjukkan sebuah produk yang memiliki logo perusahaan Indosat.


Barang yang ditunjukkan oleh Risa adalah mie instan yang menjadi penyelamat para anak kosan.


Ryzel mengangguk sebagai tanggapannya dan tak lupa untuk tersenyum. Kedua saudara Risa pun ikut menunjuk segala sesuatu barang yang termasuk produk dari perusahaan yang Ryzel pegang sahamnya.


Nenek Risa, saudari, paman, dan bibi Risa menatap mereka berempat dengan penasaran.


Pada akhirnya, mereka bertanya tentang apa yang mereka berempat bicarakan.


Mereka berempat menjawab hal yang berbeda, mereka sudah berjanji untuk tidak menyebar luaskan tentang identitas Ryzel kepada orang lain, termasuk anggota keluarga lainnya.


Selama berjalan di bahu jalan Kota Magelang hampir satu jam, mereka berhasil membeli beberapa makanan untuk dibawa pulang.


Ryzel tak lupa untuk melakukan siaran langsung meski hanya sebentar, tidak terlalu lama.


Sebelum pulang, mereka semua melakukan swafoto, dan potret bersama semua anggota keluarga Risa, Ryzel juga diajak untuk foto bersama.


Sebuah pengalaman hangat yang bisa Ryzel rasakan untuk beberapa kali. Sebelumnya, dia mendapatkan perlakuan hangat dari keluarga Laurel, dan sekarang perlakuannya lebih hangat dari mereka, dan Ryzel sangat bersyukur bisa merasakan kehangatan ini lagi.


Begitu pulang dari jalan-jalan di kota, mereka semua langsung menyelenggarakan makan malam bersama dengan meriah, banyak makanan yang disajikan di atas meja makan keluarga yang lebar, gudeg yang Ryzel buat dimasukkan juga ke dalam daftar makanan yang akan di makan malam ini.


"Benar-benar enak, rasanya mirip dengan punya nenek!"


"Rasanya memang mirip, terpenting rasanya memang sangat lezat, aku suka gudegnya."


"..."


Sebagian besar keluarga Risa menyukai masakan gudeg Ryzel, memang rasanya enak dan membuat lidah mereka merasakan nikmatnya makan..


Setelah mereka semua makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga mengobrol sesuatu bersama Nenek Risa.


"Kamu ingin ke Candi Borobudur, Nak Izel?" tanya Nenek Risa menatap Ryzel yang duduk di sofa seberang bersama Risa dan beberapa saudarinya.


Ryzel dikelilingi oleh para wanita, tampak sedang membuat harem. Namun, apa yang sebenarnya Ryzel rasakan adalah gerah dan panas, sebab wanita-wanita ini begitu dekat dengannya.


Menggerakkan kepalanya ke atas dan ke bawah, Ryzel menjawab dengan nada yang ramah dan lembut, "Iya, Nek. Memangnya kenapa?"


Mendengar Nenek Risa bertanya, hati Ryzel merasa sedikit khawatir.

__ADS_1


__ADS_2