
“Baiklah, aku akan memakai pakaian yang tertutup.“ Maly kembali ke kamarnya lagi untuk mengganti pakaiannya
Ryzel menunggu beberapa saat lagi, ia duduk di kursi piano sambil memainkan piano.
Suara nada piano yang indah diciptakan oleh jari-jari tangan Ryzel, orang-orang yang kebetulan berada di lobi hotel diam-diam menganggukkan kepalanya dan menikmati irama lagu yang dikeluarkan piano.
Butuh waktu lebih dari 10 menit untuk Maly datang ke lobi setelah mengganti pakaiannya.
Mengetahui kedatangan Maly, Ryzel memberhentikan permainan pianonya dengan baik, kemudian dia melirik pakaian yang dikenakan oleh Maly.
Pakaian ini jauh lebih tertutup dibanding sebelumnya, Maly memakai t-shirt atau kaus lengan pendek dan dibungkus dengan jaket kulit cokelat, bagian bawah tubuhnya diselimuti oleh celana jeans yang agak longgar dan tidak ketat. Di tangan Maly terdapat tas wanita.
“Pakaian ini lebih bagus dari yang tadi,” kata Ryzel dengan senyum di wajahnya.
“Hehe, baguslah kalau kamu suka,” balas Maly yang ikut tersenyum, kemudian ia mengambil tangan Ryzel dan memeluknya. “Ayo kita pergi!“
Setelah itu, keduanya pergi menggunakan sepeda motor sewaan dari tempat yang kemarin mereka sewa sepeda motornya, masih di harga yang sama, tetapi Ryzel menambahkan uangnya sebagai kebaikan si penyewa.
Maly benar-benar makin dekat dengan Ryzel, ia bahkan tidak malu lagi untuk mencium pipi Ryzel di depan orang banyak, sikapnya yang agak pemalu telah hilang di depan Ryzel. Wanita ini sangat berani, sama seperti Gina dan Haimi.
Selain berani, wanita ini juga agak aneh, dia selalu menuntun tangan Ryzel bergerak ke bola besarnya, dan menyuruh untuk memainkannya, padahal mereka berdua ada di tempat umum.
Mereka pergi ke tempat bermain trampolin dalam ruangan, terdapat wahana lain, seperti jembatan tali dan sebagainya. Wahana ini cukup terkenal. Banyak orang-orang yang datang dan mencoba untuk melompat di atas trampolin.
Selama mereka di sana, Ryzel dan Maly selalu bermain trampolin berdua, mereka tidak bergabung dengan orang lain.
Ryzel menyuruh Maly untuk tidak membuka jaketnya, alasannya terlalu berbahaya untuk mata Ryzel.
Jika dibuka, Ryzel bisa melihat bola besar yang memantul secara brutal dan dahsyat, tidak baik untuk adik kecilnya yang tertidur. Jaket yang dikenakan Maly cukup berguna untuk kondisi sekarang. Getaran dan goncangan langsung disamarkan.
Mereka bermain lompatan trampolin selama 1 jam lebih. Ryzel dan Maly sudah lumayan berkeringat, terlebih Maly yang keringatnya sudah banyak.
Untungnya, Maly sudah menyediakan lap wajah dan tisu untuk menyeka keringat di wajahnya, tak lupa juga Maly mengusap wajah Ryzel yang tampan sedang berkeringat.
“Seru banget! Aku ketagihan lompat di atas trampolin, tetapi aku kesal, aku tidak bisa meniru gerakanmu!“
Ketika bermain lompat di banyak trampolin, Ryzel kerap menunjukkan gerakan sederhananya bermain trampolin, seperti memutar tubuh di udara dan melompat ke belakang, gerakan itu semua adalah dari kemampuan parkour yang Ryzel kuasai.
Bisa diterapkan untuk lompat di trampolin. Wajar saja, apabila Maly tidak bisa, ia sama sekali tidak memiliki kemampuan parkour.
__ADS_1
Mengingat tubuh Maly yang memiliki beban besar di bagian dadanya, itu sulit untuk bermanuver di udara.
“Sabar, kamu nanti juga bisa kalau kamu sering berlatih.“ Ryzel tersenyum mengusap lembut kepala Maly.
Merasa puas bermain trampolin, mereka makan siang di salah satu restoran terdekat dari tempat hiburan atau tempat bermain trampolin ini.
Makan siang mereka kali ini berupa makanan cepat saji yang sangat populer di dunia, yaitu Kaefsi.
Restoran ayam goreng yang terkenal dengan kelezatan ayam goreng tepung yang mereka sajikan. Setiap negara memiliki menu Kaefsi yang berbeda, dan memiliki kualitas yang berbeda pula, bahkan cara penyajiannya sangat kontras.
Akan tetapi, ayam gorengnya tetap enak untuk dimakan meski berbeda negara. Jujur saja, Ryzel lebih memilih ayam goreng Kaefsi di Indonesia, rasanya lebih terasa dan gurih.
“Habis ini kita mau ke mana?“ Maly bertanya memiringkan kepalanya ke arah Ryzel di depannya.
“Ke Mall Aleon, aku mau membeli sesuatu barang di sana,” jawab Ryzel sambil memisahkan kulit dari daging ayam.
“Aku setuju, aku juga mau beli sesuatu di sana.“ Maly setuju, ia juga ingin membeli barang di sana. “Soal besok, aku mau memberi tahu kepadamu, aku akan pergi dari hotel.“
Mendengar ucapan Maly yang kedua, membuat Ryzel penasaran dan bertanya, “Pergi? Mau ke mana?“
“Aku sudah ada janji dengan temanku untuk pergi ke Pulau Koh Rong besok, aku baru dikabari tadi malam.“
“Iya, aku harus pergi besok, kamu mau ikut?“ Maly menatap Ryzel dengan kilatan penuh harap.
“Tidak tahu, aku akan mengabari kamu besok.“ Ryzel tidak tahu apakah dia bisa ikut atau tidak. Sistem belum mengeluarkan tugas masuk untuk besok, masih dirahasiakan.
“Baik, tetapi kamu harus cepat memberi kabarnya, takut aku sudah berangkat sebelum kamu mengabari.“
“Iya, aku mengerti. Secepatnya akan aku kasih tahu jawabannya.“ Ryzel sedikit mengangguk. Tangannya masih melepaskan kulit renyah ayam goreng dari daging lembut.
Usai pembicaraan singkat, mereka berdua fokus makan sampai makanan yang mereka pesan habis.
Kedua perut mereka terasa kenyang dan sudah saatnya pergi ke tempat lain.
Mereka naik sepeda motor ke arah Mall Aleon berada. Jaraknya beberapa kilometer dari Kaefsi, lumayan dekat.
Setibanya di sana, mereka berdua langsung mencari barang yang sudah dicari dan ditandai.
Ryzel membeli beberapa plastik ziplock baju atau zipper baju. Barang ini sangat berguna untuk dirinya yang seorang traveler.
__ADS_1
Plastik ziplock baju dapat meringkas atau merapikan barang-barang yang akan ditaruh di dalam tas sehingga tas bisa muat lebih banyak barang karena plastik tersebut.
Barang tersebut sangat dibutuhkan Ryzel, sebab ia akan membeli beberapa baju. Takut tasnya tidak muat karena dilipat dan ditaruh begitu saja di dalam tas. Oleh sebab itu, ia memutuskan untuk membeli barang ini.
Untungnya, di mall ini ada yang menjualnya. Ryzel membeli produk ziplock yang agak mahal, terpenting barangnya berkualitas dan bagus, memiliki daya tahan yang cukup untuk dipakai dalam jangka panjang.
Setelah membeli barangnya, kini Ryzel menemani Maly mencari barang yang diinginkan oleh dia.
Ternyata Maly membeli pakaian renang untuk besok. Pulau Roh Kong terkenal dengan pantainya yang indah, pasti dia akan berenang di sana dan membutuh pakaian renang yang bagus
Dengan demikian, Ryzel menjadi penilaian bagus atau tidaknya baju renang yang dipilih Maly.
Setelah hampir 1 jam Maly memilih baju renang, ia akhirnya memilih baju renang yang tidak terlalu seksi, tetapi bagi Ryzel itu sangat seksi.
Baju renang yang dibeli ini meski tertutup dan perutnya tidak kelihatan dan belahannya pun juga disembunyikan, bahannya ketat sehingga itu akan membentuk lekuk tubuh Maly.
Tak bisa dibayangkan betapa indahnya lekukan tubuh Maly. Bola besar tersebut pasti membentuk sangat jelas.
Mau bagaimana lagi, pakaian renang yang pilih adalah pakaian yang paling tertutup.
Lebih baik baju renang itu dibanding hanya terdiri dari cup bola dan cd.
Setelah membayar baju renang, mereka berdua kembali ke hotel lagi sebelum hari menjadi gelap.
Di hotel, Maly menarik Ryzel ke kamarnya, ia ingin mencoba pakaian tersebut dan dinilai oleh Ryzel secara langsung.
Begitu Maly mengenakan pakaian renang tersebut, adik besar Ryzel berubah wujud menjadi ular besar untuk sekian kalinya.
Maly yang tahu ini segera bertindak untuk menenangkan ular besar Ryzel.
Bola besar dikeluarkan, Maly melepaskan pakaian renangnya, dan bola besar itu menghantam ular besar hingga muntah cairan putih yang lengket.
Muntahan itu langsung ditelan oleh Maly, dan ia terlihat bahagia. Agak aneh.
Ryzel kembali ke kamar selepas makan malam bersama dengan Maly.
Melihat ada waktu, Ryzel menyiarkan siaran langsung dan mulai melakukan tebak-tebakan tentang dirinya ingin ke tempat apa di Kamboja.
Tentunya masih aturan lama, jawaban yang benar akan diberi hadiah uang.
__ADS_1