
Huli Jing makhluk mitologi dan legendaris dari Tiongkok, makhluk yang kuat dan bisa hidup abadi, memiliki peluang untuk menjadi makhluk ilahi dan surgawi.
Wanita yang Ryzel temui adalah Huli Jing yang sudah berpura-pura menjadi wanita sejak lama.
Ada alasan mengapa Ryzel yakin dengan tebakannya, yaitu ketika dia dan Qian bertempur, sesuatu yang aneh terasa seakan diambil paksa dari tubuhnya oleh Qian.
Seharusnya, sesuatu yang diambil tersebut ialah energi atau kekuatannya.
Semua wanitanya yang normal, kecuali Navor dan Zimey, mereka tak bisa melakukan hal tersebut, dan Qian bisa yang menandakan dirinya bukan manusia normal.
Alasan lain yang menentukan bahwa Qian itu Huli Jing ialah ketika di pagi hari Huli Jing membuka pakaiannya dan terdapat tato rubah di punggungnya berwarna merah. Ukuran tato tidak besar, hanya beberapa sentimeter atau cm di belakang punggung yang mulus itu.
Secara tidak langsung menunjukkan bahwa Qian bukan wanita yang normal, tato biasa tidak diwarnai dengan warna merah. Umumnya, tato digambar dengan tinta hitam dan jarang menggunakan tinta merah.
Memang umumnya ditemui pada wanita tato merah, tetapi tato Qian jelas berbeda.
Tato bergambar rubah ekor sembilan itu menyala pada bagian mata, seakan menatap Ryzel secara terang-terangan.
Tebakan Ryzel makin kuat, ditambah lagi dengan barang yang dibawa Qian saat memindahkan barang ke apartemen ini, ada banyak sekali barang kuno dan itu kebanyakan memiliki gambar maupun Bentu rubah ekor sembilan.
Mungkin saja Qian memiliki obsesi atau kesukaan pada rubah cantik sembilan ekor.
Sayangnya, tebakan lain Ryzel yang positif tersebut menjadi sirna lantaran seluruh barang-barang yang dibawa Qian memiliki energi aneh.
Energinya berbeda dengan yang dimiliki Ryzel sendiri, energi asing yang ada di dekat Qian terasa kental dan lembut.
Tidak seperti energi Ryzel yang kasar dan kuat.
Melihat Zimey yang berubah menjadi manusia setengah naga, Qian sendiri menjadi terperangah dengan mulut ternganga lebar.
Kekuatan Zimey bisa dirasakan, kekuatannya bahkan lebih bervariasi dibandingkan miliknya sendiri. Qian sangat terkejut dengan Zimey dan Ryzel.
Benar, Ryzel membuat seluruh tubuhnya tak bisa bergerak seolah ada sesuatu yang merantainya dengan bahan tembus pandang, tidak bisa dilihat langsung dan hanya bisa dirasakan.
Tidak pernah Qian tebak bahwa Ryzel akan sekuat ini. Dia kira penahan tembus pandang ini mudah untuk dilepas, ternyata dia salah. Ryzel lebih kuat dari apa yang dikira.
Sosok Ryzel lebih misterius dan kuat daripada Zimey.
Tidak peduli seberapa kuat Qian mencoba menghancurkan sebuah penahan tak terlihat di tubuhnya, dia takkan bisa menghancurkan telekinesis Ryzel.
"Hentikan, sayang, aku bukan musuh. Aku datang padamu dan menyerahkan tubuhku murni karena kebaikan," kata Qian dengan wajah yang serius.
Permintaan Qian tidak langsung ditanggapi.
Alih-alih menjawab, Ryzel mencoba untuk mendekati Qian, kemudian dia mengulurkan tangannya menyentuh dagu cantiknya yang kaku.
Qian tak menyerang, dia hanya diam sambil membiarkan Ryzel menyentuh dagu dan beberapa bagian tubuhnya.
Bulu ekor Qian yang tumbuh dari bokongnya membuat Ryzel penasaran, dia mencoba melihat bagaimana ekor sebanyak ini muncul dari tubuh manusia.
Ternyata ekor tumbuh di atas lubang pembuangan limbah Qian berwarna pink dan bersih.
Dengan ledakan nafsu yang tak tertahankan, Ryzel menurunkan tubuh Qian, kemudian dia menyerang tubuh Qian yang tak mengenakan pakaian dari belakang.
"Sayang!!"
Sembilan ekor di belakang tubuh Qian hanya menyisakan satu ekor saja dan itu digenggam erat oleh Ryzel.
Tubuh Qian mau tidak harus membungkuk lurus ke depan sambil menopang dengan sofa.
Seketika tubuh Qian berhenti memancarkan energi aneh dan menjadi wanita yang cantik tanpa ada efek yang tak biasa.
"Qian, aku tak menyangka kamu menjadi kembaran Kitsune dan Gumiho," kata Ryzel sambil menyerang dengan intens dan kecepatan yang tinggi.
Qian diam menggigit bibir bawahnya untuk menahan perasaan nikmat luar biasa dari gerakan Ryzel.
Pedang Ryzel memang memiliki dampak kuat bagi seluruh tubuh wanitanya.
Ryzel terus mempercepat serangannya dan memberikan hentakan yang hebat. "Kamu diam-diam mengambil energiku, bukan?"
"Ya!! Maafkan aku!!" Qian berteriak meremas sofa untuk menahan kenikmatan di tubuhnya.
__ADS_1
Permintaan maaf Qian tidak langsung ditanggapi Ryzel sampai Qian tumbang oleh ledakan kuat dari pedang Ryzel.
Ryzel mengenakan celananya kembali, dia duduk di samping Qian yang menjadi lebih menempel dengan tubuhnya.
Navor dan Zimey tidak lagi bersiaga melihat Qian, mereka berdua tahu bahwa Qian tidak berbahaya bagi Ryzel.
Setelah pertempuran tiba-tiba tersebut, Qian memberi tahu tentang kekuatannya, kekuatannya hanya tranformasi menjadi bentuk wanita, hampir mirip dengan Navor dan Zimey, tetapi lebih fleksibel saja.
Memiliki kemampuan sihir, sebatas sihir pesona atau ilusi yang memikat pria, ditambah dengan keabadian, Qian tidak akan tua, juga Qian memiliki kemampuan sihir api putih, dapat membakar orang yang jahat tanpa sisa.
Kekuatan Qian terbilang kuat, sebanding dengan mereka berdua asalkan mereka tak memiliki niat jahat, api putih Qian tidak akan melenyapkan mereka.
Akan tetapi, dengan adanya unsur kekuatan Ryzel, kekuatan api putih Qian tidak berpengaruh pada Navor dan Zimey.
Kekuatan Ryzel lebih bersifat absolut dari kekuatan Qian.
"Gulungan kertas apa ini?" tanya Ryzel yang penasaran sambil melirik Qian.
Qian tersenyum dan menjawab, "Buka saja, kamu akan tahu nantinya."
Melihat ekspresi Qian yang manis dan cerah, Ryzel memilih untuk percaya wanita ini.
Kedua tangan Ryzel bergerak berlawanan arah, tangan kirinya menahan gulungan bawah dan tangan kanannya membuka gulungan bagian atas.
Kertas tersebut makin lama berubah warna begitu dibuka makin lebar.
Awalnya berwarna emas dan terus berubah menjadi berwarna hitam dengan cahaya emas yang menyala.
Zing!
Pancaran cahaya berwarna emas menutupi seluruh kepala Ryzel, kecepatan semburan cahaya emas sangat cepat.
Cahaya emas itu telah menyentuh seluruh kepala Ryzel sebelum dirinya bereaksi.
Kesadaran Ryzel perlahan-lahan dikikis cahaya emas. Penglihatan Ryzel berangsur-angsur menjadi gelap, tiada cahaya emas menusuk lagi yang bisa dilihat.
"SELAMAT DATANG CALON PENGUASA DUNIA!"
Di dalam ruang kosong, Ryzel melihat dirinya berada sendirian di tengah kegelapan tanpa ujung.
Menggelengkan kepalanya menyingkirkan rasa pusing yang ia rasakan, Ryzel mencoba melihat ke sekeliling untuk menemukan sumber suara barusan.
"KAMU TAMPAKNYA BELUM SADAR BAHWA DIRIMU TELAH MENJADI PILIHAN PARA DEWA DI DUNIA INI."
Suara itu muncul kembali dengan kalimat yang berbeda, tetapi perasaan menindas saat suara itu muncul masih bisa dirasakan oleh Ryzel.
Ancaman yang sangat besar sungguh ditemukan Ryzel.
Merasa dirinya berada di dalam situasi yang berbahaya, sosok Ryzel berubah menjadi mode Naga Vasky dengan ukuran sebesar Planet Jupiter.
Pertumbuhan besar tubuh Ryzel ini sangat menakjubkan.
Planet tempat Ryzel tinggal bahkan terlihat sangat kecil, ukurannya bagai bola di permainan olahraga sepak bola yang bisa Ryzel tendang sesuka hati.
Terdapat enam sayap di belakang tubuh Ryzel dalam bentuk naga hitam, kepakan sayapnya sangat kuat dan memiliki sifat merusak yang tinggi.
Di sekeliling Ryzel terdapat retakan dimensi dan kegelapan yang berbeda dengan kegelapan di ruangan yang terasa tiada batasnya.
Api emas dengan ukuran setengah Planet Jupiter, petir ungu yang panas, angin topan sebesar Planet Neptunus, bola cahaya sebesar Planet Saturnus, dan gravitasi ratusan kali lipat dari Bumi berputar di sekitar tubuh Ryzel.
Seluruh penampilan Ryzel tampak sangat mengerikan dan kuat.
Tidak ada siapa pun yang bisa menembus pertahanan Ryzel dan menahan serangan Ryzel.
Siapa pun yang mendekati Ryzel pasti akan hancur, bahkan jika Planet Jupiter yang besar menabraknya.
Semua kekuatan dari berkah Dewa dikeluarkan oleh Ryzel, dengan tujuan melawan tekanan besar yang terasa sangat menindas.
Pupil mata Ryzel berwarna-warni dominasi bergerak ke segala arah untuk mencari sosok yang telah berbicara di awal.
"Siapa kamu?!"
__ADS_1
Suara Ryzel tak kalah menggelar di ruang hampa dan kosong ini. Perasaan kuat dan tangguh bisa didengar melalui ucapannya.
Alih-alih menjawab, suara yang agung dan membuat Ryzel ingin sekali menunduk menghilang, digantikan oleh sosok pria muda dengan ukuran desiliun kali lebih besar dari Ryzel tengah duduk di singgasana sambil menaikkan salah satu kakinya.
Kemunculan pria besar ini membuat Ryzel terpana diam tak bergerak, tubuhnya mematung, dengan pupil berwarna-warni yang terpaku pada sepasang mata pria raksasa ini.
Mungkin ukurannya sebesar Galaksi Bima Sakti.
Namun, penampilan pria raksasa ini yang memukau dan membuat Ryzel ketakutan tak sampai di situ.
Di belakang singgasananya yang jauh lebih besar dari ukuran pria tersebut muncul beberapa naga dengan bentuk yang berbeda, ukuran naga ini sama besarnya dengan pria tersebut.
Anehnya, tidak ada satu pun makhluk mirip naga ini berdiri di sebelah pria tersebut.
"AKU? PERKENALKAN AKU AZIEL, MAKHLUK DI LUAR PENGETAHUANMU, BAHKAN SISTEM MILIKMU TAKKAN BISA MENGGAPAIKU."
Pria yang duduk di singgasana tersebut tersenyum sambil mengangkat tangannya yang mengarahkan telapaknya ke atas.
Dalam sekejap ribuan matahari muncul di tangannya dan itu memiliki panas ratusan kali lipat dari matahari yang Ryzel tahu.
Suara dan penampilan pria ini membuat Ryzel tak bisa menahan tubuhnya.
Seluruh kemampuan Ryzel yang diberikan Dewa-dewa menjadi tak bisa digunakan, seluruh tubuh Ryzel kembali ke bentuk manusianya dalam keadaan tengkurap.
Di dalam hatinya, Ryzel sangat terkejut begitu pria besar ini mengetahui sistemnya, dia ingin bertanya, tetapi pita suara dan mulutnya tak kuasa untuk bergerak.
"KAMU TERMASUK PRIA YANG BERUNTUNG YANG PERNAH AKU TEMUI. SELAIN MENDAPATKAN SISTEM YANG MUDAH UNTUK MENDAPATKAN KEKAYAAN, KAMU JUGA DISUKAI OLEH BANYAK DEWA, TERMASUK DEWA-DEWA YANG ADA DI BELAKANGKU."
Jantung Ryzel berdetak sangat cepat, tidak tahu kenapa rasanya dirinya terlihat telanjang di depan pria ini, semua rahasia yang ada pada tubuhnya telah diketahui dengan mudah.
Tak ada satu pun rahasia yang luput dari matanya.
"PERKENALKAN NAGA BERKEPALA LIMA DAN BERWARNA-WARNI INI ADALAH TIAMAT, DEWA PENCIPTAAN YANG MENCIPTAKAN DUNIA PARALEL YANG KAMU TEMPATI SEKARANG.
"NAGA YANG MIRIP ULAR EMAS DENGAN DUA SAYAP DI TUBUHNYA ADALAH YING LONG, DEWA KEKUATAN.
"NAGA HITAM DENGAN TUBUH DIKELILINGI BULATAN JAM BERANGKA ROMAWI IALAH DEWA WAKTU, KRONOSIEL.
"...."
Terdapat 5 naga di belakang pria tersebut, mewakili aspek luar biasa pada kehidupan yang membuat Ryzel yang mendengar mati rasa.
Dewa Penciptaan Bumi, Dewa Kekuatan, Dewa Waktu, Dewa Kehancuran, dan Dewa Ruang.
Semuanya berbentuk naga dengan tubuh yang berbeda modelnya.
Ada yang memiliki sayap banyak hingga 20 pasang, memiliki cahaya emas yang luar biasa menyilaukan, memiliki asap hitam yang hanya menampilkan cahaya ungu gelap yang membuat hati meringis.
Begitu Naga Sathynus yang mewakili Kekuatan Ruang berbicara, wajah Ryzel menjadi makin pucat.
"RYZEL, JAGA NAVOR BAIK-BAIK SELAMA AKU PERGI, AKU PERCAYAKAN ANAKKU PADAMU, KUYAKIN KAMU DAPAT MENJAGA SEMUANYA.
"JADI, AKU DI SINI DATANG BERSAMA TUANKU UNTUK MEMBERIKAN SELURUH KEKUATAN YANG AKU MILIKI PADAMU. KUHARAP KAMU BISA MENGGUNAKANNYA DENGAN MAKSIMAL."
Ryzel tidak bisa merespons sedikit pun, seluruh tubuhnya benar-benar kaku tak bisa digerakkan.
Sebelum Ryzel bisa mengembalikan kekuatannya untuk bergerak, semburan kekuatan yang luar biasa kuat meledak di dalam tubuh Ryzel.
Darahnya tidak mendidih, melainkan menjadi dingin, seluruh tubuh Ryzel hanya merasakan perasaan nyaman tak tertahankan, seolah dia sedang melayang di tempat paling aman.
Ting!
Sebuah pengetahuan muncul di kepala Ryzel dan bersamaan dengan itu, suara Sistem memasuki benaknya.
[Ding! Mendeteksi Anda Menerima Berkah dari Dewa Ruang! Selamat Anda Telah Mendapatkan Kekuatan Manipulasi Ruang Tingkat Tinggi, Tubuh Naga Archvasky, dan Core of Space Dragon!]
"SISTEM MEMANG ENTITAS YANG MENARIK, ENTAH KENAPA AKU MENJADI MERINDUKAN DIA."
Pria yang ada di singgasana sebesar Galaksi, bahkan lebih besar dari alam semesta itu sendiri, tersenyum melihat Ryzel yang dibungkus banyak retakan ruang.
Tiba-tiba pria itu merindukan seseorang yang penting.
__ADS_1
"Sangat hebat ...."