
Pada layar ponsel Ryzel terdapat sebuah pesan undangan dari sebuah perusahaan besar yang ada di Korea Selatan. Ryzel telah memeriksa akunnya dan itu resmi bukan akun palsu.
Mata Ryzel bergerak di antara tulisan berbahasa Inggris, ia membaca dengan saksama dan tenang.
Pesan undangan dari perusahaan tersebut berisikan sebuah informasi yang mengundang dirinya sebagai salah satu anggota band laki-laki yang sedang mereka bentuk.
Mereka telah memantau Ryzel di Tiktod, merasa cocok dengan wajah tampan Ryzel yang ditampilkan pada video-videonya di akun Tiktod.
Apabila Ryzel masih belum mendapatkan Sistem dan tiba-tiba diberikan undangan ini, kemungkinan besar Ryzel akan menerimanya.
Sayangnya, Ryzel sudah memiliki Sistem, tidak bisa untuk Ryzel menerima undangan mereka dan menjadi salah satu produk mereka. Ryzel sudah terikat Sistem yang mewajibkan dirinya pergi dan masuk ke suatu tempat.
Mustahil untuk dia diam di tempat dalam waktu yang lama untuk melakukan latihan menari dan bernyanyi.
Dengan demikian, sesuai dengan pikiran, pilihan hidup, dan kondisi, Ryzel memilih untuk menolah pesan undangan ini dengan kata-kata yang sederhana dan sopan.
Dalam pesan yang ingin dikirimkan Ryzel, didahulukan permintaan maaf yang terkesan sopan lalu dilanjutkan dengan jawaban dari undangan beserta alasannya, tentunya tidak ada kata-kata yang merendahkan ataupun yang lain. Sebisa mungkin Ryzel tidak menyinggung seseorang.
Setelah mengetik, Ryzel langsung mengirim pesan tersebut dan keluar dari laman aplikasi Instagrem.
Ia kembali mengedit video sampai waktu tidur datang.
Namun, setiap malam pasti ada saja wanita yang menelepon dirinya, entah itu Gina, Rina, Rani, dan Dea.
Pada malam hari ini, orang yang meneleponnya adalah Rina. Ia menanyakan kabar Ryzel di Laos dan memastikan semuanya tak ada masalah dan kendala.
Namun, ada sesuatu yang menarik ketika mengobrol dengan Rina, yaitu kabar dari temannya saudarinya, Rani, yang ternyata sudah putus dengan pacarnya
Laki-laki yang Ryzel lihat di Alun-alun Kota Bandung adalah pacar temannya Rani, artinya apa yang keduanya duga merupakan sebuah kebenaran.
Teman Rani sangat kecewa berat karena pacarnya ketahuan selingkuh saat mereka berdua ingin masuk ke hotel dan teman Rani sengaja membuka pesan Whatsupp di ponsel pacarnya.
Dengan jelas tertera di aplikasi Whatsupp milik pacarnya kotak obrolan dari seorang wanita. Pesan-pesan yang ada dalam kotak obrolan ini sudah menandakan bahwa keduanya memang berpacaran.
Saat membaca pesan ini, Teman Rani merasakan sakit di hatinya, ia ingin menangis saat itu juga, tetapi ia tahan sesaat untuk mengambil semua bukti perselingkuhan pacarnya.
__ADS_1
Tiba-tiba ia meminta untuk tidak jadi ke hotel dan pergi meninggalkan pacarnya di tempat.
Malam ini, Teman Rani sedang menangis setelah memutuskan pacarnya melalui telepon, ia tidak kuat untuk memutuskan secara langsung atau tatap muka, temannya tidak tahan melihat wajah pria bajingan tersebut.
Rani sedang mencoba menenangkan temannya ini dan memberikan dukungan mental agar tetap kuat dan mencegah terjadinya hal yang buruk.
Orang yang sakit hati karena percintaan, sangat rawan berbuat yang aneh jika orang itu tidak memiliki pikiran yang bijak.
Tidak sedikit orang yang melakukan hal yang buruk pada dirinya sendiri lantaran sakit hati akibat cinta, bahkan ada yang mengakhiri hidupnya.
Jadi, Rani sebagai teman membantu meringankan perasaan luka yang dialami temannya saat ini.
Ryzel lega mendengarnya. Teman Rani akhirnya putus dengan pria bajingan itu.
Rasa penasaran Ryzel muncul, ia bertanya mengenai siapa wanita dari pacar teman Rani.
Rina bilang dia belum diberi tahu identitas wanita itu oleh Rani. Secepat mungkin Rina akan memberi tahu identitas wanita tersebut kepada Ryzel.
“Berita yang melegakan, teman Rani sudah terbebas dari jeratan Pria parasit yang menggerogoti uangnya. Entah mengapa aku merasa senang.“ Ryzel duduk di tepi kasur dan menatap langit-langit kamar. “Aku masih penasaran dengan wanita selingkuhan pacar teman Rani, apakah itu benar dia atau bukan.“
Napas panjang keluar dari mulut Ryzel, ia meletakkan ponsel di atas meja pendek sebelah ranjang, dan mematikan lampu kamar.
Kesadaran Ryzel menurun, ia memasuki fase mimpi sampai matahari terbit.
Di pagi hari, Ryzel sudah membenahi barang-barang, ia memisahkan beberapa barang untuk dibawa ke suatu tempat hari ini.
Tugas masuk sudah dirilis tadi malam, tepat di pergantian hari.
Sistem sedang kebetulan memihak kepadanya karena lokasi tugas masuk kesempatan kali ini adalah tempat wisata yang ingin dituju oleh Haimi. Kemarin wanita itu mengajak Ryzel pergi ke tempat tersebut bersama dengannya.
Ryzel sudah mengabari Haimi lewat pesan atas kesediaannya untuk pergi bersama menuju tempat wisata tersebut.
Saat ini, Ryzel sedang sibuk memilih barang yang ingin dibawa ke tempat itu.
Di sana tidak akan lama, hanya sampai sore dan malam sudah pasti sudah kembali ke hotel ini.
__ADS_1
Kemungkinan besar di tempat itu Ryzel akan berenang. Maka dari itu, ia membawa satu pasang baju ganti.
“Alat mandi ada, baju dalam sudah dimasukkan, dan peralatan siaran langsung sudah disiapkan.“ Ryzel memeriksa kembali barang-barangnya yang sudah dimasukkan ke dalam tas. “Dompet juga sudah ada, jangan lupa untuk diletakkan di kantung celana depan, sangat berbahaya jika disimpan di kantung belakang.“
Setelah semuanya lengkap, Ryzel menggendong tas tersebut di punggungnya dan meninggalkan kamar menuju lobi hotel.
Sambil menunggu Haimi datang, Ryzel memesan beberapa makanan untuk dirinya sarapan pagi.
Mie beras yang Ryzel makan semalam ternyata cocok dimakan untuk sarapan, pihak restoran merekomendasikan mie tersebut dan makanan bubur, tetapi Ryzel tidak memilih bubur. Pada akhirnya, ia memesan mie Khao piak sen dan roti lapis tradisional Laos, Khao ji pate.
Roti yang dipakai oleh makanan ini mirip dengan roti baguette yang panjang, di tengahnya dibelah lalu diisi oleh irisan daging, mentimun, selada, dan wortel.
Dilihat dari gambar yang tercantum di kertas menu cukup menarik. Jadi, ia memilih makanan ini. Dipikir-pikir lagi memang cocok untuk di makan pagi hari, tidak terlalu berat.
Tak lama berselang, Haimi muncul di lobi dengan tas di punggungnya. Wanita ini melambaikan tangannya dan menyapa Ryzel.
Ryzel menyuruh Haimi untuk memesan makanan. Kebetulan wanita ini belum sarapan pagi.
Haimi sudah memiliki makanan kesukaan sendiri. Wanita kebanyakan suka dengan makanan yang pedas, termasuk Haimi. Dia memesan salah satu makanan pedas khas Laos, yaitu Khao Soi. Makanan jenis olahan mie yang sama dengan makanan yang dipesan oleh Ryzel, bedanya makanan ini memiliki cita rasa pedas dan perbedaan bumbu. Dilengkapi dengan potongan daging ayam atau bebek.
Selain itu, dia juga memesan bubur khas Laos yang biasa dia makan.
Makanan mereka akhirnya disajikan di atas meja yang mereka tempati. Makanan Ryzel datang terlebih dahulu, agak dingin dibandingkan dengan makanan Haimi.
Oleh karena itu, mereka bergegas menyantap hidangan sarapan pagi.
Tak lebih dari 30 menit, mereka telah menyelesaikan sarapan pagi, dan keluar dari hotel.
Haimi sudah memesan tuk-tuk—kendaraan umum modifikasi beroda ganjil, mirip bajaj—untuk pergi ke Kuang Si Waterfall atau Air Terjun Kuang Si.
Jaraknya lumayan jauh, mungkin jaraknya lebih dari 28 kilometer dari hotel keduanya berada.
Butuh waktu 1 jam lebih untuk mereka sampai di lokasi menggunakan transportasi tuk-tuk. Mereka membayar sekitar 350.000 KIP untuk pulang-pergi menggunakan tuk-tuk.
Sesampainya di sana, Ryzel meminta Haimi untuk diam sebentar di warung terlebih dahulu.
__ADS_1
Haimi menuruti permintaan Ryzel, ia duduk di sebuah warung makan dan mulai memesan makanan ringan.
[Ding! Terdeteksi Anda Telah Berada di Air Terjun Kuang Si! Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Mendapatkan Kemampuan Negosiasi Level 3, Kemampuan Bermain Kalimba Level 5, Uang 53 Juta Ringgit!]