Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan
Bab 190: Makhluk Misterius


__ADS_3

Pada Ryzel berinteraksi dengan Sistem, Raffy yang sedang bermain kejar-kejaran mendadak tersandung batu dan tubuhnya kehilangan keseimbangan.


"Aaa!!!"


Tubuh Raffy yang ada di pinggir tebing itu terjun ke bawah dengan teriakan yang keras.


Suara teriakan Raffy membuat Ryzel menjadi terkejut, kemudian dia menengok ke arah suara Raffy berasal.


Begitu dia menoleh, matanya sempat menangkap sosok Raffy yang jatuh ke bawah dan menghilang dari atas tebing.


Pupil mata Ryzel membesar dan ketakutan yang tak tertahankan muncul di dalam hatinya.


"Tidak!"


Dengan wajah yang panik, Ryzel menghentakkan kakinya ke tanah, sosoknya melesat cepat ke arah di mana Raffy terjatuh.


Whoosh!


Pada saat Ryzel terbang terjun ke bawah, dia menemukan sosok Navor terbang di udara dengan ukuran tubuhnya menjadi besar.


Mata Ryzel bisa melihat Raffy sedang terbaring di atas punggung Navor. Anak kecil itu tertawa dengan wajah yang merah.


"Hahaha! Sangat menyenangkan!"


Tubuh Navor berubah menjadi ukuran yang besar, lebih besar dari besarnya tubuh harimau.


Hati Ryzel menjadi tenang secara perlahan beriringan dengan helaan napas lega dari mulutnya.


Navor pergi ke atas tebing untuk meletakkan kembali Raffy, kemudian di bawah pandangan Ryzel ukurannya menjadi kecil ke ukuran normalnya.


Turun dari tubuh Navor, Raffy langsung dipeluk oleh kedua adik Alaina karena mereka berdua takut Raffy terluka.


Sebuah senyuman muncul di wajah Raffy, dan dia memeluk kakak iparnya.


"Kerja bagus, Navor."


Ryzel menatap Navor di atas telapak tangannya dan memuji karena tindakan sigapnya.


Sebenarnya, Ryzel bisa menyelamatkan Raffy dengan mengeluarkan seluruh kecepatan terbangnya, tetapi sudah didahului oleh Navor yang memang sedari awal bermain dengan Raffy.


Setelah mendapatkan pujian dari Ryzel, Navor terbang untuk mengelus kepalanya ke pipi Ryzel. Setelahnya, dia terbang kembali ke Raffy.


Di depan ketiganya Navor membuka mulut sangat lebar, sebuah cahaya merah mudah muncul dan menyinari seluruh tubuh ketiganya.


Rasa sakit Raffy akibat menendang batu telah menghilang, kelelahan akibat berlari-larian juga telah lenyap.


Ryzel menunda untuk bertanya tentang Devour Dragon karena hari sudah mulai sore.


Kali ini Ryzel tidak perlu menggendong Lena dan Lona karena ada Navor yang membawanya turun ke bawah.


Sebelum turun, Ryzel sempat bertanya tentang dari mana Navor tinggal, tetapi Navor hanya menginjak permukaan tanah di atas tebing. Selain itu juga, pertanyaan tentang di mana induk Navor atau saudaranya berada. Jawaban Navor adalah gelengan kepala.


Kemungkinan besar Navor hanya sendiri di dunia ini.


Navor kembali ke bentuk kecilnya, kemudian dia mengubah seluruh tubuhnya menjadi bayangan hitam dan masuk ke dalam saku baju Ryzel.


Tidak peduli apa yang dilakukan Navor, itu membuat Raffy dan kedua adik Alaina kagum.


Mereka mengetahui tentang naga dan itu kerap muncul sebagai karakter dalam sebuah film dari berbagai genre, entah itu kartun anak-anak atau film aksi.


Kini naga itu benar-benar datang kepada mereka dan itu sebuah mimpi semua orang bisa melihat naga secara langsung, bahkan mereka bertiga telah bermain bersama naga.


Klik!


Sebuah suara nyaring dari hentikan jari terdengar ke seluruh orang yang diam mematung.


Dalam sekejap, orang-orang yang diam itu kembali bergerak dalam keadaan bingung.


Kedua pengawal Ryzel, pilot helikopter, dan pemandu wisata mereka melirik satu sama lain dengan sorot mata yang dipenuhi kebingungan.


"Mengapa aku sekarang merasa pusing?" gumam pemandu itu dengan wajah yang sedikit tidak baik.


Rasa pusing melanda kepalanya dan dia tidak bisa langsung berjalan.


Bukan hanya pemandu itu saja, semua orang yang terkena hipnotis Ryzel merasakan hal yang serupa.


Sementara Ryzel dan ketiga anak kecil ini memandang air terjun seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya pada mereka semua.


Namun, Raffy dan kedua adik Alaina terkekeh geli. Mereka bertiga menertawakan ekspresi lucu semua orang di sini.


Tak lama kemudian, mereka semua naik perahu kembali untuk pulang ke Taman Nasional Canaima.


Kedua pengawal Ryzel dan pemandu itu masih bingung dengan apa yang terjadi di air terjun barusan, seakan ada sesuatu yang hilang di dalam ingatan mereka.


Untuk mempercepat perjalanan, Ryzel menggunakan kemampuannya untuk memanipulasi semua air yang ada di sungai sehingga laju perahu menjadi leluasa dan lancar.


Air sungai juga mendorong perahu dan kecepatannya menjadi lebih bertambah.

__ADS_1


Tidak sampai satu jam, mereka tiba di Canaima, kemudian mereka melakukan persiapan terbang selama setengah jam sekaligus berpamitan dengan pemandu.


Gaji pemandu itu dibayar 5 kali lipat dari normalnya, tentu saja ini membuat pemandu tersebut senyum semringah.


Baling-baling helikopter berputar makin cepat, kemudian helikopter terbang meninggalkan Taman Nasional Canaima.


Di dalam perjalanan menuju kembali ke rumah, mereka semua tampak sangat bahagia dengan senyuman lebar di wajahnya.


Ketiga anak kecil juga sangat senang mendapatkan pengalaman yang luar biasa di Air Terjun Angel.


Tanpa Ryzel sadari, ketiga anak kecil tertidur karena kelelahan mental. Pengalaman di hari ini sangat menguras tenaga. Meski sudah diberikan penyembuhan cinta, tidur tetap dibutuhkan.


Mereka tetap harus berhenti di Ciudad Bolivar untuk memastikan kesehatan mesin dan bahan bakar masih tersedia serta memadai.


Pada akhirnya, mereka tiba di mansion tepat di pukul jam 10 malam.


Anak-anak terpaksa makan malam di bandara, kemudian mereka tertidur lelap kembali sampai di mansion.


Nenek dan Alaina sudah menunggu mereka semua di mansion. Melihat kedatangan mereka dengan kondisi yang selamat, hati keduanya menjadi lega dan bahagia.


Anak-anak di gendong oleh Ryzel dan pengawalnya ke satu kamar.


Raffy dan kedua adik Alaina tidur di satu kamar besar yang berisi tiga tempat tidur terpisah.


Jadi, Ryzel dan Alaina tidur di kamar utama tanpa diganggu oleh anak-anak itu.


Sebelum pergi tidur bersama Alaina, ada kegiatan yang harus Ryzel lakukan, yakni mengobrol dengan Alaina di ruang keluarga sambil menonton televisi.


"Navor, keluar dari saku sekarang," pinta Ryzel dengan suara yang santai.


Berikutnya, kepala naga yang kecil itu mencuat dari saku dada Ryzel, kemudian tubuhnya keluar seluruhnya dan mendarat di pangkuan Ryzel.


Mata Alaina membulat melihat sosok Navor yang keluar dari kantung baju, mulutnya sedikit terbuka dengan wajah yang terpana.


Bibir Ryzel mencium hidung Alaina untuk menyadarkan Alaina dari keterkejutannya.


Tersenyum ke arah Alaina, mengangkat Navor di tangannya, Ryzel menjelaskan, "Ini Navor, naga kecil yang tersesat di Air Terjun Angel."


"Naga?" tanya Alaina dengan suara yang rendah.


Kepala Ryzel mengangguk beberapa kali sebagai tanggapannya.


Alaina mencoba melihat Navor dari jarak lebih dekat untuk memastikan makhluk apa yang sekarang dia lihat.


Navor memandang wajah Alaina, dia memiringkan wajahnya dengan tanda tanya di atas kepalanya.


"Navor ditemukan oleh Raffy, Lona, dan Lena di atas tebing tanpa sengaja. Kami berempat ke atas tebing untuk melihat air terjun dari dekat. Navor mendekatiku dan dia bersedia menjadi hewan peliharaanku," terang Ryzel kepada Alaina.


Cerita yang Ryzel berikan sesuai dengan kenyataan. Tidak ada yang ditambahkan.


Mata Alaina berubah menjadi serius menatap Ryzel, bertanya dengan suara yang hati-hati, "Apakah Navor baik-baik saja jika kamu bawa? Maksudku, apakah itu bisa terjamin kerahasiaannya?"


Kurva muncul di ujung mulut Ryzel, kemudian Ryzel menjawab sembari menganggukkan kepalanya, "Tentu, itu sangat terjamin."


Meminta Navor untuk bersembunyi di dalam sakunya, Ryzel memperlihat isi saku yang dimasukkan oleh tubuh Navor, dan itu terlihat kosong.


Melihat bahwa Navor menghilang di dalam kantong, Alaina menjadi bingung sekaligus penasaran.


Ryzel tersenyum dan melanjutkan menerangkan, "Navor, dia menyalin kemampuanku dan bisa menciptakan sebuah kemampuan yang hanya dapat digunakan olehnya sendiri, yaitu dia bisa bersembunyi di kegelapan ataupun bayangan. Jadi, aku tidak khawatir Navor menghilang."


Saat istirahat di Ciudad Bolivar, interaksi dengan Sistem dilanjutkan lagi, sebuah informasi didapatkan bahwa Navor menemukan kemampuan baru yang Ryzel sendiri pun tak bisa dipakai.


Kemampuan itu adalah menghilang di kegelapan dan bayangan.


Ryzel masih berusaha untuk mencoba melakukannya, tetapi itu tidak bisa. Namun, Ryzel masih bisa untuk menangkap Navor yang ada di kegelapan.


Pada dasarnya, kekuatan Navor berasal darinya, dan kekuatan kegelapannya tidak tebal seperti Ryzel.


Memang masih ada kekurangan dari kemampuan menyalin Navor, masih belum bisa mengoptimalkan kontrol kekuatannya, kendalinya masih ada di bawah pemilik langsung kekuatan yang disalin.


Meskipun demikian, Navor merupakan makhluk hidup kedua terkuat di dunia ini.


Sayangnya, kemampuan Navor tidak bisa menyalin semua kekuatan Ryzel, seolah telah dibatasi per target.


Oleh sebab itu, cuma ada tujuh kemampuan yang bisa disalin oleh Navor. Kemampuan lainnya, yaitu Manipulasi Logam Mulia, berlian, cuaca, bola cahaya, Samurai Heart, Tangan Cinta, Sayap Dewa Cinta, dan beberapa kemampuan yang lain.


Kemampuan manipulasi Navor juga tidak begitu dalam, tidak sebebas Ryzel yang bisa melakukan apa saja dengan kemampuan manipulasinya.


Navor, naga kecil ini sudah bisa dipastikan lebih kuat dari Burung Haast.


"Kamu tahu dari mana naga kecil ini?" Alina bertanya sembari menyentuh perlahan sisik Navor.


"Tidak jelas dari mana asalnya. Kupikir Navor ini terdampar di Air Terjun Angel selama beberapa hari dan mencoba menemukan orang yang tepat. Aku sudah mencoba melihat ke sekitar, memang tidak ada makhluk seperti Navor," jawab Ryzel sesuai dengan ingatannya ketika sedang berada di air terjun.


Memang tidak ada makhluk yang sama di sekitar tebing, penglihatan Ryzel yang tajam tak menemukan naga lain di sana. Hanya ada kadal dan beberapa serangga kecil.


Seharusnya, Navor sendiri di dunia ini, Sistem memberi tahu kepadanya bahwa ras Devour Dragon tidak banyak dan sangat misterius.

__ADS_1


Informasi ini juga yang membuat Ryzel penasaran.


Di kepalanya sudah ada pertanyaan mengenai ada apa di luar dunia ini. Apakah itu sama dengan Bumi di dunia sebelumnya Ryzel hidup atau bukan.


Setelah obrolan singkat ini berakhir, mereka berdua naik ke atas untuk masuk ke dalam kamar.


Pertempuran terjadi lagi, dan itu disaksikan oleh Navor dengan mata besarnya.


Ryzel dan Alaina sangat-sangat liar, keduanya bertempur lebih bergairah ketimbang video-video yang ada di Yitub Biru.


Esok harinya, Ryzel tidak langsung membangunkan Alaina yang tertidur di tempat tidur.


Di langit yang masih gelap, Ryzel mencoba untuk berinteraksi lebih dalam lagi dengan Navor sembari melihat keterangan dari identitas Navor.


Omong-omong, Navor juga butuh makan, dia suka makan daging steak sapi yang dibakar medium, tidak berbeda dengan ketiga burung elang yang ada di Indonesia.


Selain daging juga, makanan yang mau dimakan Ryzel kebanyakan dari makanan yang diolah untuk manusia, seperti pizza, kue, dan lainnya.


Jelas, Navor menyukai makanan besar seperti kambing guling, hari ini Ryzel sudah meminta kepada pengawalnya untuk menyiapkan kambing guling.


Penampilan Navor ini memang sangat keren, lebih cantik dan juga keren dari Burung Haast.


Burung Haast lebih cenderung ke gagah dan megah, tubuhnya besar dengan tatapan matanya yang benar-benar menusuk.


Navor juga bisa berukuran besar, jauh lebih besar dari Haast. Mungkin ukurannya bisa belasan atau puluhan meter. Ryzel belum mencoba dan memeriksanya.


Tetap saja penampilan Navor lebih condong ke keren dan agung, temperamennya berbeda dengan Burung Haast.


Tidak tahu apa jadinya jika Haast dan Navor bertemu, akankah ada pertengkaran hebat di antara keduanya.


Kalau pun bertengkar, pemenangnya sudah bisa dipastikan Navor. Naga melawan burung elang, tak perlu ditanyakan lagi siapa pemenangnya.


Interaksi satu arah memang sulit, Ryzel harus melontarkan pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan kata Ya dan Tidak oleh Navor menggunakan gerakan kepala.


Dari obrolannya bersama Navor, Ryzel dapat memastikan Navor memang sendiri di sini, terdampar dari langit dan terjatuh di sekitar Air Terjun Angel.


Tidak hanya itu saja, keberadaan Navor di dunia ini sudah ratusan tahun lamanya. Dengan kata lain, umurnya memang sudah tua.


Usia Navor jauh lebih tua dari Burung Haast.


Ratusan tahun lamanya, Navor hanya diam di sekitar Air Terjun Angel.


Keberadaan Navor juga menjadi legenda di sana.


Kalau Ryzel lihat di internet, di Air Terjun Angel terdapat rumor bahwa ada makhluk aneh berwarna hitam yang kerap terbang di sekitar air terjun.


Semuanya terungkap oleh Ryzel, itu adalah Navor.


Beberapa hari yang lalu Navor keluar lagi dari tempat persembunyiannya karena merasakan kehadiran kuat. Kehadiran yang dimaksud Ryzel sendiri.


Akan tetapi, Navor tidak berani keluar begitu jauh dari area tempat Air Terjun Angel, memutuskan untuk menunggu Ryzel.


Siapa sangka Ryzel makin mendekat jaraknya, hal ini membuat Navor gembira. Pada akhirnya, Navor dan Ryzel bertemu di hari kemarin.


Ternyata Navor memang sudah tahu tentang dirinya yang kuat dan spesial.


Jujur saja, Ryzel bersyukur memiliki binatang atau teman naga, dia merasa lebih spesial lagi karena bertemu dengan makhluk yang digadang-gadang dongeng dan karakter mistis belakang, mustahil untuk ada.


Di hari ini sudah ada rencana, yaitu Ryzel ingin menghabiskan waktu seharian dengan Alaina dan keluarganya.


Waktu berlalu cepat bagai arus sungai yang deras, tiga hari berlalu begitu saja dan waktu untuk Ryzel pergi dari Negara Venezuela datang.


Alaina memeluk Ryzel begitu erat di bandara bersama dengan kedua adiknya yang lucu.


"Kamu fokus menjaga Nenek Alaina, jika mau bekerja, lebih baik kerja dari mansion. Aku sudah meminta dua pengawal wanita untuk membantu urusanmu agar lebih mudah." Mata Ryzel terfokus ke wajah Alaina yang mendongak sedikit. Senyuman lembut dan menawan terbentuk di bibir Ryzel.


"Aku mengerti, Sayang. Kamu hati-hati di jalan, jangan sampai sakit, oke? Kamu tidak boleh sedih, aku di sini menunggu kamu kembali." Alaina memberikan beberapa pesan dengan hati yang siap membiarkan Ryzel pergi dari sini.


Pesan Alaina cukup lucu bagi Ryzel. Alaina lupa bahwa tubuh Ryzel takkan bisa sakit.


Setelah ucapan itu, Ryzel juga memberi pesan kepada kedua adik Alaina untuk fokus pada sekolah dan cita-citanya. Raffy akan bertemu kembali kepada keduanya nanti.


Air mata mengalir dari mata Alaina melihat Ryzel dan Raffy menghilang di dalam bandara. Lona dan Lena memeluk Alaina dengan mata yang memerah.


Sementara nenek Alaina di dalam kamar mansion, dia tersenyum sambil meraba sebuah bingkai foto yang menampilkan sosok pria muda.


"Kamu mirip sekali dengan Ryzel. Tidak tahu mengapa aku merindukanmu sekarang. Rasa kehilangan kembali aku rasakan ... aku harap kamu bahagia di sana."


Whoosh!


Sebuah jet pribadi meluncur dan lepas landas dengan sempurna di bandara Venezuela.


Di dalam pesawat pribadi, Ryzel dan Raffy sedang menonton film kartun untuk mengalihkan pikirannya dari kesedihan atas perpisahan dengan Alaina dan keluarga.


Sosok Navor ada di antara mereka berdua, Navor rebahan nyaman di bahu Ryzel sambil ikut menonton film kartun.


"Aku berharap liburan di negara selanjutnya akan lebih menyenangkan dari negara ini."

__ADS_1


__ADS_2